Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Pertemuan Arlan dengan Alviana 2


__ADS_3

Semua orang bertepuk tangan setelah mereka menyelesaikan lagunya. Mereka sangat senang mendengar suara merdu mereka. Para tamu undanganan memandang pasangan itu yang saling bergandengan tangan tanpa terkecuali Arlan. Ada rasa cemburu di hatinya jika gadis itu benar - benar Alviana.


Selesai dua orang itu bernyanyi dua orang itu turun dari panggung dan di sambung penyanyi yang ada di panggung khusus menghibur tamu undangan.


Arlan menatap ke arah gadis itu tanpa berkedip. Harlan yang tadi sudah jalan dan bicara dengan Arlan tapi tidak di jawab langsung menengok ke arah samping tapi Arlan tidak ada.


Harlan membalikkan badannya dan menatap Arlan sedang berdiri beberapa langkah darinya. Harlan mendekati Arlan yang sedang berdiri mematung dan menepuk punggung Arlan membuat Arlan menjengit kaget.


" Kak Arlan ada apa?" tanya Harlan


" Suara itu seperti sangat familiar di telingaku." ucap Arlan.


" Mungkin hanya perasaanmu saja." ucap Harlan


" Entahlah tapi aku penasaran dan ingin memastikan lebih dulu, kalau kamu ingin bertemu dengan temanmu aku tinggal di sini aja, aku ingin berkenalan dengan gadis itu dan kuharap dia Alviana." ucap Arlan


" Aish... aku sudah pamitan masa balik lagi sich!" omel Harlan.


" Bilang aja masih kangen pengen ngobrol atau apa saja terserah cari alasan yang tepat ." ucap Arlan santai


Harlan hanya diam dan tidak membalas jawaban Arlan. Harlan berjalan meninggalkan Arlan sendirian untuk menemui sahabatnya.


Arlan mendekati mc dan membisikan sesuatu. Mc itupun menganggukan kepalanya tanda mengerti.


" Karena ada permintaan nona yang tadi bernyanyi Sealed With A Kiss maju ke depan untuk menyumbangkan satu lagu lagi bersama seseorang, apakah bersedia?" tanya pembawa acara.


Gadis itu bertanya sambil berbisik pada dua pria itu semua tak luput dari pandangan Arlan.


( " Apakah mereka 3 anak kembar kakak beradik, aku harap benar." batin Arlan ).


Gadis itu maju ke panggung sambil mengambil mic yang diberikan oleh pembawa acara, Arlan yang melihat gadis itu memegang mic, Arlan pun maju ke panggung dan pembawa acara memberikan micnya ke Arlan.


Arlan membisikkan sesuatu ke gadis itu, awalnya gadis itu terkejut tapi berusaha bersikap biasa saja sedangkan Arlan yang mencium parfum milik gadis itu merasa yakin kalau gadis itu adalah Alviana.


Iringan mulai dilantunkan semua mata memandangi ke dua orang itu. Arlan memandang gadis itu sambil menggenggam tangan gadis itu, gadis itu merasa risih dan ingin rasanya melepaskan genggamannya tapi semua orang menatap mereka akhirnya membiarkannya.


Cinta Kita Feat Teuku Wisnu (Ost Cinta Fitri)


Inilah aku apa adanya


Yang ingin membuatmu bahagia


Maafkan bila ku tak sempurna


Sesempurna cintaku padamu


Ini cintaku apa adanya


Yang ingin selalu di sampingmu


Ku tahu semua tiada yang sempurna


Di bawah kolong langit ini

__ADS_1


Jalan kita masih panjang


Ku ingin kau selalu di sini


Biar cinta kita tumbuh harum mewangi


Dan dunia menjadi saksinya


Untuk apa kita membuang-buang waktu


Dengan kata kata perpisahan


Demi cinta kita aku akan menjaga


Walau hari terus berganti hari lagi


Cinta kita abadi selamanya


Jalan kita masih panjang


Ku ingin kau selalu di sini


Biar cinta kita tumbuh harum mewangi


Dan dunia menjadi saksinya


Untuk apa kita membuang-buang waktu


Dengan kata kata perpisahan


Demi cinta kita aku akan menjaga


Walau hari terus berganti hari lagi


Cinta kita abadi selamanya


Semua tamu undangan sangat menikmati suara merdu mereka, suaranya sangat enak untuk didengarkan merekapun bertepuk tangan.


Arlan menatap gadis itu yang mukanya tertutup topeng.


" Maaf aku ingin menemui ke dua kakakku." ucap gadis itu.


" Tunggu siapa namamu?" tanya Arlan.


" Alviana, maaf aku pergi dulu." ucap Alviana sambil berjalan meninggalkan Arlan, Alviana merasa jantungnya berdebar dengan pria itu karena itulah Alviana segera menghindar.


Alviana berjalan dan menemui ke dua kakaknya mereka saling bercanda dan tertawa bersama semua tidak luput dari Arlan.


Kini tibalah acara dansa kebetulan dansa itu saling berganti pasangan dan Arlan sangat berharap bisa berdansa dengan gadis itu yang bernama Alviana.


Arlan berdansa dengan gadis lain, gadis itu sangat senang tapi Arlan tidak dan sampailah waktunya Arlan berdansa dengan Alviana.


" Alviana." panggil Arlan

__ADS_1


" Ya." jawab Alviana sambil tersenyum


" Masih ingat aku Arlan?" tanya Arlan


" Arlan? Arlan siapa ya?" tanya balik Alviana


Arlan bingung dengan ucapan Alviana dan tangan satunya langsung membuka penutup muka atau topeng milik Alviana.


" Maaf apa yang anda lakukan?" tanya Alviana bingung.


" Lihat aku Alviana, kamu memanggilku dengan sebutan Mas Arlan apakah kamu lupa?" tanya Arlan sambil melepaskan topengnya.


Alviana dan Arlan di tarik oleh peserta lain tapi Arlan menghempaskan tangan itu dan menepiskan tangan pria yang ingin memegang tangan Alviana.


Musik pun berhenti seketika dan semua orang memperhatikan mereka termasuk dua kakaknya yang menatap Arlan dengan tajam menahan marah.


" Alviana kamu masih ingat akukan?" tanya Arlan


Alviana menatap Arlan sambil memegang kepalanya, bayangan hitam yang tidak jelas tampak sebuah rumah makan dan wanita itu memeluk pria itu tapi bayangannya masih gelap.


" Aku..." ucap Alviana terpotong


bruk


Alviana pingsan dan Arlan langsung menahan tubuh Alviana dan ingin menggendongnya tapi di tahan oleh dua pria itu.


" Arlan!!!" teriak ke dua pria itu.


bugh


bugh


bugh


Alvonso menarik Alviana sedangkan Alvian memukul Arlan. Arlan yang belum siap langsung jatuh, Arlan hanya diam dan tidak melawan hingga sudut bibirnya berdarah.


" Kamu dari dulu selalu cari masalah dulu dengan kakakku sekarang dengan adikku, apa maumu hah?" bentak Alvian sambil menarik krah kemeja baju milik Arlan.


" Alvian sudah kita pergi bawa Alviana ke rumah sakit dan telephone mommy dan Daddy dan juga paman Kennath." perintah Alvonso sambil menggendong Alviana menuju ke luar.


Alvian langsung melepaskan krah baju milik Arlan dan mengikuti kakaknya Alvonso sambil menghubungi mommy Laras dan juga paman Kennath.


Arlan hanya diam sambil berdiri dan menyeka mulutnya sambil memandangi mereka bertiga yang sedang berjalan semakin menjauh. Harlan yang melihat itu langsung memapah Arlan dan membawa pulang tapi Arlan meminta agar mengikuti mereka. Harlan pun mengikuti mereka tanpa bicara.


Alvian mengendari mobil dengan kencang karena kuatir dengan adiknya Alviana.


15 menit kemudian Alvian sudah sampai di rumah sakit milik paman Kennath.


Alvuana di bawah keruangan ugd. Arlan dan Alvian duduk menunggu di ruang ugd.


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak😁


Salam Author,

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


__ADS_2