Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
PT ALVIANA COOPERATION


__ADS_3

" hiks... hiks..hiks.." gadis berseragam paud itu menangis.


Alviana menghentikan langkahnya dan berlutut dan memeluk gadis berseragam paud itu.


" Maaf sayang, kakak tidak sengaja menabrak Namanya siapa anak cantik?" tanya Alviana lembut sambil mengusap punggungnya.


" Namaku Clara kak. Hiks... hiks.." tangis Clara.


" Anak cantik jangan nangis ya? nanti cantik ya ilang lho." ucap Alviana sambil mengecup pipi Clara.


" Maaf mba, anda keluarga dari nona Clara?" tanya wanita yang berseragam guru yang baru saja melihat Clara terjatuh.


" Bukan, maaf tadi saya jemput ke tiga adik kembar saya pas kami turun dari anak tangga, saya tidak sengaja menabrak Clara karena saya tidak lihat kalau Clara berdiri di tengah jalan." ucap Alviana sambil membelai rambut Clara.


" Oh maaf. Clara tunggu di ruang guru ya? soalnya kan belum di jemput." ucap wanita yang berseragam guru itu dengan lembut.


" Baik Bu." ucap Clara dengan patuh.


" Maaf dengan guru siapa?" tanya Alviana lembut


" Kenalkan saya wali guru paud Clara, nama saya Agnes." ucap wali guru paud sambil mengulurkan tangannya.


" Saya Alviana dan ini ketiga adik saya namanya Debby, Denisa dan Denis." ucap Alviana lembut sambil membalas uluran tangan wali guru paud itu.


" Oh saya kenal dengan mereka bertiga dulu nurid - murid saya, mereka kembar tiga." ucap guru Agnes


" Saya juga kembar Bu, ke dua kakak saya lagi ada di kantin bertemu dengan temannya." ucap Alviana sambil tersenyum.


" Hebat ya dua kali melahirkan langsung 6 anak, Ibu saja ingin punya anak kembar tapi sekali lahir hanya satu." ucap guru Agnes


Alviana hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan guru Agnes.


" Permisi bu, katanya sopirnya mengalami kecelakaan di jalan dan pamannya Clara meminta supaya di antar ke perusahaan PT Alviana Cooperation." ucap guru yang baru saja datang sambil membawa Agnes.


" Aduh gimana ya aku tidak bisa." ucap guru Agnes dengan muka pucat.


" Sama aku juga tidak bisa." ucap guru yang baru saja datang dengan muka pucat juga.


Alviana menatap ke dua guru itu dengan muka yang pucat itu membuatnya curiga.


" Maaf bu, kenapa muka bu guru pucat semua?" tanya Alviana bingung


" Pamannya Clara galak dan tak ada yang berani mengantarnya." bisik guru Agnes karena ada Clara di situ.


" Kan tinggal di antar kenapa takut?" bisik Alviana


" Iya benar tapi nunggu pamannya kalau marahin pegawainya sangat lama, kami sampai 3 jam menunggunya." bisik guru Agnes.


" Masa sih Bu?" tanya Alviana tidak percaya.


" Coba saja." bisik guru Agnes lagi

__ADS_1


" Baiklah biar saya saja yang antar. Clara kakak yang antar ya?" tanya Alviana lembut.


" Baik kak." ucap Clara.


" Tapi jangan nangis lagi ya?" pinta Alviana sambil menghapus sisa air mata dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Baik kak." ucap Clara sambil menghentikan tangisnya.


" Anak pintar, senyum biar tambah cantik." ucap Alviana lembut sambil membelai rambut Clara.


Clara tersenyum manis membuat Alviana tertawa dan mencium pipi Clara. Clara yang baru ini diperlakukan lembut sangat bahagia dan mengadahkan ke dua tangannya.


Alvina yang mengerti maksud Clara langsung menggendong dan mengecup pipi Clara.


" Nama pamannya siapa Bu?" tanya Alviana


" Wakil CEO Mr. Harlan Ardiansyah." jawab guru Agnes.


" Ok bu saya antar kebetulan juga kantornya tidak terlalu jauh dengab rumah orang tua saya." ucap Alviana sambil tersenyum ramah.


" Apakah tidak merepotkan?" tanya guru Agnes.


" Tidak bu santai aja." ucap Alviana.


" Terima kasih ya atas bantuannya." ucap guru Agnes lega karena tidak jadi dirinya yang mengantar.


"Sama - sama Bu." jawab Alviana.


Alviana dan ke tiga adiknya berpamitan ke guru Agnes dan guru satunya lagi. Alviana menggendong Clara sedangkan ke tiga adiknya berjalan di samping Alviana.


" Lama sekali kamu dik?" omel Alvonso dan Alvian serempak


" Maaf kak, ku pikir ke dua kakakku yang tampan ini bakalan lama ketemu dengan temannya." ucap Alviana


" Nggalah hanya sebentar, ini anak siapa?" tanya Alvian


" Ini Agnes, gurunya sibuk jadi aku yang akan antar ke pamannya, nanti aku antarkan di PT Alviana Cooperation ya kak, nanti aku turunkan saja pulangnya naik taksi." ucap Alviana


" Tidak dik, kakak tunggu aja." ucap Alvonso


" Terserah kakak." ucap Alviana


" Kakak?" panggil ke tiga adik kembarnya


" Ada apa adik - adikku yang tampan dan cantik?" tanya Alvonso lembut sambil berlutut supaya sejajar dengan ke tiga adiknya.


" Gendong." pinta ke tiga adiknya manja.


" Aish kalian sudah besar minta gendong." omel Alvian


Mata ke tiga anak kembar itu mulai berkaca - kaca karena kakaknya Alvian mengomeli mereka bertiga.

__ADS_1


Alvonso dan Alvian tidak tega akhirnya Alvonso menggendong Debby sedangkan Alvian menggendong Dennisa.


" Denis, kakak tidak kuat menggendong sekaligus dua karena kalian sudah besar, kalau Debby dan Dennisa kan perempuan jadi kak Alvonso dan Kak Alvian kuat gendongnya. Kamu kan laki - laki kakak tuntun saja ya?" pinta Alvonso lembut


" Baiklah kak." ucap Denis pasrah.


Merekapun pergi menuju ke parkiran mobil sampai di dalam mobil merekapun masuk dan menjalankan mobil menuju ke PT Alviana Cooperation.


xxxx


PT. ALVIANA COOPERATION


🎙" Harlan, panggilkan sekretaris yang baru itu." perintah Arlan


🎙" Ok." jawab Harlan


tok


tok


tok


tok


" Masuk." jawab Arlan


Sekretaris barunya masuk ke dalam ruangan bosnya dengan memakai baju kekurangan bahan hingga tampak tubuhnya yang seksi dan cantik siapapun pria pasti akan terpesona dan tergila - gila padanya tapi tidak berlaku untuk Arlan dan Harlan.


brak


Arlan menggebrak mejanya dan menatap sekretaris barunya dengan tajam tapi sekretarisnya tidak takut malah mengedipkan matanya dan menggodanya dengan memegang tubuhnya sendiri untuk memperlihatkan kalau dirinya sangat seksi.


" KAMU BISA KERJA NGGA SICH!!!" teriak Arlan


" Maaf tuan saya bisa kerja, memang kenapa tuan?" tanya sekrestaris itu dengan suara menggoda.


" APA INI!!" bentak Arlan sambil melemparkan banyak dokumen ke wajah sekretaris itu membuat sekretaris itu memejamkan matanya karena banyaknya dokumen yang mengenai wajahnya yang cantik.


" APA YANG KAMU KERJAKAN HAH!!! SEMUANYA SALAH TIDAK ADA SATUPUN YANG BENAR, KAMU TAHU SEMUA DOKUMEN ITU AKAN SAYA GUNAKAN UNTUK PRESENTASI DAN MEATING." bentak Arlan yang mulai emosi melihat kelakuan sekretaris barunya.


" Maaf tuan saya akan perbaiki." ucap sekretaris mulai takut


" KERJAKAN SEKARANG CEPAT!! SETENGAH JAM HARUS SUDAH SELESAI." Bentak Arlan


" Baik tuan." jawab sekretaris sambil memungut semua dokumen itu yang berserakan di lantai.


Sekretaris itupun pergi meninggalkan bosnya yang sedang berdiri sambil memijat kepalanya yang seakan mau meledak.


xxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘

__ADS_1


Salam Author,


Yayuk Triatmaja


__ADS_2