Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Alviana dan Arlan


__ADS_3

" Apakah tuan Bona sangat mencintai nona Alviana?" tanya asistennya.


" Tentu saja saya sangat mencintainya hanya saja waktu itu ke dua kakaknya Alvonso dan Alvian selalu bersamanya dan jika ada pria yang mendekati adiknya langsung ke dua kakaknya menatap tajam sehingga tidak ada satupun pria yang mendekati Alviana." ucap tuan Bona


" Waktu kakaknya lulus kan bisa mendekati Alviana?" tanya asistennya.


" Ke dua kakaknya lulus Alviana pun ikuttan lulus." ucap tuan Bona


" Lho kenapa bisa?" tanya asistennya bingung


" Karena mereka bertiga saudara kembar." jawab Bona


" Saudara kembar?" ulang asistennya


" Iya benar saudara kembar selain itu mereka bertiga jago bela diri, aku minta nanti di acara reuni kamu melakukan sesuatu." ucap tuan Bona


" Melakukan apa?" tanya asisten bingung


Tuan Bona membisikkan sesuatu ke asistennya membuat asistennya terkejut dan matanya membulat dengan sempurna mendengarkan rencana bosnya.


" Apakah tuan yakin?" tanya asistennya setelah mendengar semua rencana tuannya.


" Saya yakin, lakukanlah perintahku jangan sampai rencanaku yang baru saja ku susun berantakkan." ucap tuan Bona


" Ok." jawab asisten singkat.


Asistennya sangat tahu akan sikap bosnya yang melakukan segala cara apa yang diinginkannya harus tercapai walaupun harus menggunakan secara licik sekalipun.


Setelah membicarakan mereka berdua keluar dari restoran tersebut untuk pergi ke perusahaan milik tuan Bona.


xxxx


Di dalam mobil Arlan dan Alviana duduk berdampingan di belakang pengemudi. Arlan hanya diam memandang ke arah jalan dari balik kaca mobilnya. Alviana menengok kepalanya ke arah Arlan yang sedang cemberut.


" Sayang ada apa? kok wajah tampan di tekuk?" goda Alviana


" Apakah kamu mencintai temanmu?" tanya Arlan tidak tahan untuk menanyakan hal itu walau hatinya sangat takut kalau Alviana menyukai tuan Bona teman bisnisnya.


" Mencintai temanku? siapa?" tanya Alviana bingung.

__ADS_1


" Tuan Bona." ucap Arlan dengan nada kesal.


" Pfftttt... hahahahha.." tawa Alviana pecah mendengar perkataan kekasihnya. Alviana baru sadar kalau ternyata tadi Arlan diam karena cemburu.


" Kenapa kamu tertawa? berarti benar kamu mencintainya?" tanya Arlan dengan nada kesal.


" Sayangku, cintaku dan manisku. Perasaan cintaku hanya untukmu seorang dan tidak ada laki - laki lain selain dirimu. Apakah mas Arlan meragukan diriku?" tanya Alviana dengan nada agak kecewa


" Mas hanya takut kamu akan meninggalkan aku dan berpaling padaku." ucap Arlan dengab nada mulai melembut tidak sekesal tadi karena mendengar ucapan Alviana.


" Sayang percayalah padaku apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu dan tidak akan meninggalkanmu apalagi mengkhianati Mas Arlan." ucap Alviana.


" Terima kasih sayang aku percaya padamu." ucap Arlan tersenyum bahagia sambil memeluk Alviana karena hatinya kini tenang mendengarkan perkataan Alviana


Alviana membalas pelukan Arlan. Merekapun mulai mengobrol dan tertawa bersama sedangkan dua bodyguard yang sedang mengendarai mobil dan duduk di samping pengemudi tersenyum melihat bos arogantnya tersenyum dan tertawa.


Dua bodyguard itu bersyukur bosnya bisa menemukan pasangannya seorang nona muda yang baik dan sopan. Dua bodyguard itu teringat ketika mereka berdua makan, nona mudanya membisikkan sesuatu ke tuan mudanya dan tuan mudanya menyerahkan 5 lembar uang kertas berwarna merah untuk mereka makan.


Baru kali ini mereka berdua diperlakukan seperti ini karena dulu tuan mudanya tidak pernah perduli. Sungguh nona mudanya membawa pengaruh yang baik buat tuan mudanya.


Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di lobby perusahaan milik Arlan. Mereka berjalan masuk ke dalam menuju lift. Semua orang menyapa mereka berdua. Arlan yang pertama kalinya menganggukkan kepalanya karena dulu Arlan selalu cuek sedangkan Alviana membalas sapaan mereka.


Sampai di lantai yang di tuju mereka berdua keluar dari lift dan masuk ke dalam ruangan kerja milil Arlan.


Alviana terkejut melihat wanita itu yang di kenalnya beberapa waktu lalu sedang duduk di kursi Arlan sambil memangku anaknya. Wanita tidak lain bernama Jessica dan anaknya bernama Clara.


" Daddy." panggil Clara imut sambil berdiri dan berjalan mendekati Arlan sambil ke dua tangannya di angkat.


" Hallo sayang." panggil Arlan kemudian menggendong Clara sambil mengecup pipinya.


" Hallo kakak cantik." panggil Clara


" Terima kasih adik cantik." ucap Alviana lembut sambil membelai pipi Clara.


Jessica yang melihat kemesraan mereka menggenggam ke dua tangannya dengan erat di balik meja kerjanya Arlan. Jessica berusaha menahan dirinya untuk tidak marah.


" Hallo siapa namamu?" tanya Jessica tersenyum palsu sambil mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman.


" Saya Alviana, anda nona Jessica bukan?" tanya Alviana lembut sambil membalas uluran Jessica

__ADS_1


" Ya benar, senang berkenalan denganmu, panggil saja Jessica." ucap Jessica pura - pura lembut sambil melepaskan uluran tangannya.


Ingin rasanya Jessica menekan tangan Alviana dan menarik rambut Alviana tapi di tahannya karena Jessica tidak sengaja mendengar kalau Alviana adalah wanita yang di cintai oleh Arlan ketika Arlan dan Harlan berbincang terlebih mendengar dari bawahan Arlan kalau Arlan kini mulai berubah sikapnya yang arogant berkat Alviana.


Jessica akan mencari cara dan waktu yang tepat agar Arlan membenci Alviana.


Alviana berjalan dan duduk di kursi sekretarisnya. Jessica yang baru sadar ada perubahan di ruangan Arlan membuatnya terkejut.


" Mas Arlan, kok Alviana duduk di situ?" tanya Jessica lembut.


" Ya karena mulai sekarang Alviana menjadi sekretarisku." ucap Arlan


" Tetapi kenapa tidak di luar ruangan mas Arlan?" ucap Jessica dengan nada protes


" Memang kenapa?" tanya Arlan menatap tajam ke arah Jessica yang mulai membuatnya kesal karena ikut campur urusannya.


" Maaf bukannya aku ikut campur tapi bukannya biasanya meja sekretaris berada di luar ruangan?" tanya Jessica sambil menahan emosi yang sudah mulai naik


" Ya benar." ucap Arlan singkat


" Lalu? kenapa sekarang mejanya di pindahkan dan disatukan dengan ruangan Mas Arlan?" protes Jessica


" Memang kenapa?" tanya Arlan dengan nada yang masih kesal.


" Apakah nona Alviana sengaja ingin merayu Mas Arlan?" tanya Jessica sambil menatap Alviana dengan sinis.


" Apa maksudmu Jessica? aku yang ingin agar Alviana di sini. Jika kamu mengatakan sesuatu yang kasar ataupun menyakiti hati calon istriku lebih baik kamu pergi dari ruanganku." usir Arlan tegas.


" Maafkan aku mas Arlan, maafkan aku Alviana kalau kata - kataku menyakitimu." ucap Jessica sambil mengeluarkan air mata buayanya kemudian berdiri dari kursi kebesaran milik Arlan.


Alviana yang tadi kesal mendengar perkataan Jessica menjadi tidak tega karena Alviana tahu sifat kekasihnya.


Alviana berjalan mendekati Jessica dan Jessica memeluk Alviana meminta maaf sambil mengeluarkan air mata buayanya kembali.


" Sudah lupakan dan maafkan perkataan mas Arlan." ucap Alviana sambil mengelus punggung Jessica.


" Terima kasih kamu memang gadis yang sangat baik." ucap Jessica sambil melepaska pelukannya.


" Terima kasih atas pujiannya." ucap Alviana lembut.

__ADS_1


" Kami pulang dulu agar Bianca bisa istirahat. Mas Arlan seperti biasa mengantarkan kami pulangkan?" tanya Jessica membalikkan badannya dan menatap mata Arlan.


__ADS_2