
grep
Liani memeluk Harlan sambil menangis.
" Kumohon jangan pergi.. hiks.. hiks... aku bingung... hiks.. hiks.." tangis Liani
Harlan diam mendengarkan ucapan Liani.
" Apakah dirimu benar - benar mencintaiku?" tanya Liani
" Tentu saja." jawab Harlan tegas sambil melepaskan pelukan Liani dan membalikan badannya.
Harlan menghapus air mata Liani dengan menggunakan ibu jarinya.
" Kalau benar mencintaiku, maukah berjanji padaku?" tanya Liani sambil menatap Harlan
" Iya aku berjanji." jawab Harlan
" Tinggalkan dunia mafia aku dan anak - anak kita nantinya ingin hidup damai." pinta Liani
" Baiklah sayang, aku janji untuk keluar dari dunia mafia. Kamu maukan menikah denganku?" tanya Harlan
" Aku mau." ucap Liani sambil tersenyum
cup
" Satu ronde lagi ya setelah itu kita tidur lagi." ucap Harlan
wushhhh
Harlan langsung menggendong Liani tanpa meminta persetujuan. Merekapun melakukan kegiatan panas.
XXXX FLASHBACK OFF XXXX
" Aku mencintaimu sayang." ucap Liani sambil memeluk suaminya.
" Aku juga sayang. Kamu ingat dulu waktu aku ke rumahmu?" tanya Harlan sambil membalas pelukan istrinya.
" Tentu ingat, kakakku mengusirmu dan bilang kalau aku pergi padahal aku di berada di kamar." ucap Liani
" Kakakmu sering bikin aku kesal kalau tidak ingat kamu sudah ku pites kakakmu." ucap Harlan tanpa sadar
" Auch sayang sakit? kenapa mencubit pinggangku?" protes Harlan
__ADS_1
" Memang kakakku kutu? udah ah ah aku ngantuk mau tidur." ucap Liani sambil melepaskan pelukannya dan tidur membelakangi suaminya.
" Aduh maaf sayang." ucap Harlan sambil memeluk Liani dari arah belakang.
hening
" Sayang, maafkan mas, mas hanya bercanda. Mas waktu itu emang agak kesal karena mas ingin bertemu dengan gadis yang aku cintai tapi kakakmu kutanya baik - baik jawabannya ketus dan hampir memukulku. Karena ada ibu mertua hal itu tidak terjadi. Maafkan aku sayang?" pinta Harlan sambil mengecup leher Liani kemudian meniupnya.
" Sayang, lagi yuk?" pinta Harlan
Harlan perlahan menarik perlahan tubuh Liani dan melakukan pemanasan. Liani yang awalnya diam saja akhirnya tanpa sadar mengeluarkan desahan.
Harlan yang mendengar istrinya mengeluarkan desahan menancapkan kerisnya. Terjadilah penyatuan desahan demi desahan keluar dari mulut mereka setelah puas barulah mereka tidur sambil berpelukan.
xxxxx
Pagi Harinya dokter Kennath beserta istrinya Maria, Ronald beserta istrinya Clarisa, Alvian beserta istrinya dokter Amel, Alviana beserta suaminya Arlan, Max, Debby, Rocky ( anaknya Ronald dengan Clarisa ), Renata ( anaknya dokter Kennath dengan Maria ) serta Raka ( anaknya Ronald dengan Clarisa ).
Mereka berkumpul di meja makan sambil menunggu yang lainnya.
" Sepertinya lama, kita makan saja sekarang." ucap dokter Kennath
" Ok." jawab mereka serempak
" Kalian sudah makan?" tanya mommy Laras
" Sudahlah mom, maaf mom kami sangat lapar." ucap Alvian
" Iya mom. Habis mommy lama." ucap Alviana
" Maafkan kami sayang, sekarang kalian jalan - jalan mengelilingi mansion." ucap mommy Laras
" Baik mom." jawab mereka serempak
Kini tinggallah ke dua sahabatnya berserta pasangannya.
" Kamu lama banget Al? kalian main berapa ronde?" tanya dokter Kennath penasaran
" Kami bermain sampai 3 ronde." ucap daddy Alvonso.
" What?? benar - benar kamu Al." ucap Ronald dan dokter Kennath bersamaan.
Mommy Laras hanya menutup wajahnya sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Sayang juga sama seperti Alvonso 11 12." ucap Clarisa
" Apa maksudmu Cla?" tanya Maria
" Suamiku main sampai 2 ronde sampai - sampai pinggangku sakit." keluh Clarisa.
ctak
ctak
" Alvonso, Kennath!! kenapa memukul kepalaku?" protes Ronald
" Sama - sama mesum jangan banyak komentar." ucap dokter Kennath dan daddy Alvonso bersamaan.
Mereka yang berada di meja tertawa bersama. Hanya Harlan dan Liani tersenyum melihat orang tuanya dan para sahabatnya berbicara vulgar. Tidak berapa lama datanglah Alvonso dengan Kelly.
" Kamu berapa ronde Al?" tanya daddy Alvonso
" Tidak tahu dad yang pasti sampai Kelly kelelahan baru berhenti." ucap Alvonso polos
ctak
" Papa sakit." ucap Alvonso sambil mengusap keningnya karena di sentil oleh dokter Kennath.
" Alvonso kamu itu jangan ngikutin daddymu kasihan anakku." omel dokter Kennath
" Habis enak." ucap Alvonso santai
" Dasar anak sama bapak sama saja 11 12." ucap dokter Kennath sambil tertawa.
Merekapun tertawa bersama mendengar ucapan dokter Kennath. Dokter Kennath dan istrinya serta Ronald dan istrinya pergi meninggalkan mereka karena mereka akan makan pagi menjelang siang.
Mereka makan bersama dalam diam selesai makan mereka berkumpul kembali bersama para sahabat dan pasangan masing - masing.
Mereka hidup bahagia bersama saling sayang menyayangi. Tidak ada rasa iri, benci ataupun dendam di antara mereka.
Persahabatan sejati adalah persahabatan yang sangat tulus saling membantu di kala sahabatnya mengalami keterpurukan ataupun kesusahan. Sahabat selalu siap dan setia mendengarkan keluh kesah kita. Jujur, setia, suka dan duka bersama dan saling berbagi satu dengan lainnya.
Tamat
Sension ke 3
__ADS_1