
" Kak, kita apakan orang ini?" tanya Max
" Terserah padamu yang penting kamu satu dan kakak satu." ucap Alvian santai
" Kamu ingin mencelakakan mommyku dan adikku terimalah hukumanmu ini." bentak Alvian
bugh
bugh
duag
duag
Alvian memukul dan menendang pria itu tanpa memperdulikan rasa sakit yang dirasakan pria malang itu. Sifat yang tidak mempunyai rasa empati terhadap lawannya terlebih orang itu ingin menyakiti keluarganya membuat Alvian gelap mata.
Sifat Alvian menuruni dari sifat daddynya. Alvian akan melunak jika mommy Laras menghentikan perbuatannya sama seperti daddy Alvonso. Pukulan yang bertubi - tubi membuat pria itu akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Sedangkan Max yang mempunyai jiwa psychophat yang sudah lama menghilang kini mendadak muncul kembali. Max mengambil pisau lipat di balik kantong celana panjangnya kemudian mengukir tato dari tubuh pria malang itu hingga jeritan kesakitan tidak diperdulikan oleh Max ataupun Alvian. Setelah puas bermain Max menancapkan ke leher pria itu dan tidak berapa lama pria itupun mati mengenaskan.
" Pulang yuk kak." ajak Max tanpa dosa
" Tunggu kita ambil ponsel mereka." ucap Alvian
Alvian dan Max mengecek di dua jasad tersebut setelah menemukan ponsel mereka. Alvian dan Max keluar dari gedung tua.
Sampai di depan Max menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Alvian.
" Kak bantu Max angkat pria ini." pinta Max menunjuk jasad pria yang sudah tidak mempunyai dua matanya.
" Max, kamu mengerikan sekali dua mata pria itu tidak ada matanya." ucap Alvian bergedik ngeri
" Hehehe..." ucap Max terkekeh geli melihat wajah Alvian
" Kita jangan sampai ketahuan mommy dan daddy jadi kita pulang ke apartemen milik kakak." perintah Alvian
" Kakak benar apalagi kalau mommy sampai tahu yang ada kita diceramahin sampai pagi." ucap Max polos
" Kamu takut sama mommy Max?" tanya Alvian
" Takut sih tidak kak tapi Max sangat menghormati mommy dan tidak ingin mommy sedih melihat kelakuan Max." ucap Max
" Benar katamu Max, kakak juga tidak ingin mommy sedih. Ini rahasia kita berdua Max." ucap Alvian
" Iya kak." ucap Max sambil berjalan ke arah pria itu yang sudah meninggal.
Alvian mengangkat ke dua kaki pria itu sedangkan Max mengangkat ke dua tangannya. Jasad itu disatukan dengan ke dua jasad yang berada di dalam bersama alat peledak di tubuh salah satu dari mereka.
Merekapun keluar dari gedung tua itu. Setelah agak menjauh Alvian melemparkan sesuatu ke arah gedung tua itu. Alvian dan Max masuk ke dalam mobil terdengarlah suara ledakan dari gedung tua itu.
duar
duar
__ADS_1
Alvian masuk ke dalam mobil dan duduk di pengemudi sedangkan Max duduk di samping pengemudi. Alvian mengendarai mobil dengan sangat kencang menuju apartemen miliknya. Sampai di apartemen mereka langsung masuk ke dalam.
" Max kamu mandi di lantai bawah dan di dalam lemari ada bajuku pakailah. Kakak akan mandi di lantai atas. Setelah ini kita langsung pulang." perintah Alvian
" Baik kak." ucap Max patuh
Setengah Jam Kemudian
Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang menuju ke arah mansion.
" Max, menurutmu apa yang kita lakukan untuk ibunya Harlan?" tanya Alvian
" Itu urusan Max kak, sepertinya dia perlu Max peringatkan lagi dan kalau tetap tidak berubah terpaksa Max akan membunuhnya." ucap Max sambil tersenyum menyeringai
" Kamu aturlah Max, kakak nurut dan kalau kamu butuh bantuan kakak, bilang sama kakak nanti kakak akan membantumu." ucap Alvian
" Baik kak." ucap Max patuh
Kini mereka sudah sampai di mansion untunglah mommy dan daddy sudah tidur sehingga Alvian dan Max masuk ke dalam kamar masing - masing.
2 Minggu Kemudian
Ibunya Harlan menghubungi orang suruhannya dan kebetulan ponselnya di bawa oleh Max. Max menggeser tombol berwarna hijau.
" Kenapa tugasmu belum juga dikerjakan hah!!!" bentak Ibunya Harlan
" Maaf nyonya, teman saya mati dengan mengenaskan dan saya berhasil kabur dengan membawa ponsel teman saya. Apakah nyonya bisa datang di ruko Alenza. Saya mempunyai anak buah 3 orang untuk membantu nyonya." ucap Max sambil memencet hidungnya agar tidak ketahuan suaranya.
" Bukankah itu ruko yang sudah tidak terpakai." ucap ibunya Harlan
" Baik saya akan ke sana." ucap ibunya Harlan tanpa curiga.
tut tut tut tut
Max langsung mematikan ponselnya sepihak. Kemudian Max keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga menuju pintu utama. Baru saja menuruni anak tangga Max bertemu dengan Alvonso yang berada di bawah tangga.
Alvonso yang melihat ada suara langkah kaki langsung membalikkan badan. Alvonso menunggu Max turun. Sambil mengobrol mereka berjalan bersamaan menuju pintu utama.
" Mau kemana Max?" tanya Alvonso sambil menatap ke arah
" Mau keluar kak, kakak mau kemana?" tanya Max polos menatap ke arah depan juga.
" Kakak mau bertemu dengan paman Ronald dan paman Kennath. Kamu ditanyain sama paman." ucap Alvonso
" Kalau ada waktu Max main kak." ucap Max
" Ok. Kamu kalau pergi hati - hati dan kalau ada apa - apa hubungi kakak ya?" ucap Alvonso
" Baik kak." ucap Max
" Kebetulan kalian datang." ucap Alvian yang tiba - tiba datang
Sontak Alvonso dan Max membalikkan badannya dan melihat Alvian menuruni tangga dengan cepat.
__ADS_1
" Ada apa kak?" tanya Max
Ada apa Al?" tanya Alvonso bersamaan
" Aku minta tolong untuk kakakku Alvonso yang paling tampan, Alvian minta dibelikan pizza dan untuk Max adik kakak yang sangat tampan tolong belikan gado - gado dan rujak." ucap Alvian tersenyum tanpa dosa
" Beli sendiri, aku ada perlu." ucap Alvonso dan Max bersamaan
" Aish, jangan gitu donk kakakku dan adikku yang paling ku sayang. Amel lagi ingin kalian yang membelinya." ucap Alvian lirih
" Kak Alvonso dan adikku Max maafkan Amel ya? kalau Amel meminta yang aneh - aneh." ucap Amel sendu dan matanya memerah ingin menangis.
" Aish sudahlah Max belikan tapi agak lama ya soalnya Max ada urusan." ucap Max
" Kakak juga sama kayak Max, kalau ingin buru - buru biar Alvian yang membelinya." ucap Alvonso
" Baik kak, Amel akan menunggu yang penting kak Alvonso dan Max membelikan untuk Amel. Terima kasih ya kak dan Max." ucap Amel tersenyum bahagia.
Alvonso dan Max keluar menuju garasi dan menaiki motor dengan arah yang berbeda.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx