
Pria itu langsung mati seketika karena tertembak senjata Arlan. Arlan menembaki orang - orang yang bersembunyi hingga semua mati di tempat termasuk Jessica dan Alya.
Arlan yang sudah bisa meretas cctv mendengar semua perkataan Alya dan Jessica karena itu tanpa ampun dua wanita itu langsung di tembak mati oleh Arlan. Arlan tidak perduli jika Jessica sudah sekarat karena telah membuat istri kesayangannya terluka.
Daddy Alvonso menggendong mommy Laras, Arlan menggendong Alviana, Alvonso menggendong Max sedangkan Alvian membawa ke tiga adiknya Debby, Denis dan Denisa menuju mobil mereka.
" Alvonso kamu pergi bantu paman Kennath dan Alvian kamu bantu paman Ronald masing - masing kalian bawa laptop." perintah daddy Alvonso.
" Kak Alvonso dan kak Alvian bawa semua anak buahku. Biar aku dan daddy menjaga mommy, Kak Alviana, Max dan ke tiga adik kita." ucap Arlan menambahkan.
" Kalian di bagi dua kelompok dan bantu ke dua kakakku."perintah Arlan
" Baik tuan." ucap mereka serempak.
Daddy Alvonso mengendarai mobil dan di samping pengemudi Debby dan dibelakang pengemudi mommy Laras tidur berbaring dengan menggunakan paha Denis sebagai bantal.
Di mobil satunya lagi Arlan mengemudi mobil dan di sampingnya Alviana duduk berbaring. Di belakang pengemudi Max tidur berbaring dengan menggunakan paha Denisa sebagai bantal.
Ke dua mobil mengendai dengan kecepatan menuju rumah sakit terdekat karena mommy Laras terkena tembakkan dan harus segerabdi ambil pelurunya.
xxxx
Di Tempat Gedung Bioskop Tua
Clarisa yang selalu menyimpan pakaian serba hitam di dalam mobil langsung mengganti pakaiannya di tempat yang agak sepi.
Setelai selesai mengganti pakaian Clarisa melanjutkan perjalanannya kembali setelah agak dekat tempat lokasi penyekapan ke dua anaknya Clarisa menghentikan mobilnya agak jauh dari gedung tua.
Clarisa berjalan mengendap - ngendap dan masuk ke dalam gedung bioskop tua. Tampak mantan kekasihnya menatap nyalang ke arah dua buah hatinya.
Clarisa melihat sekelilingnya banyak pria yang membawa pistol berjalan - jalan menjaga tuannya.
" Clarisa apakah kamu sudah datang?" teriak mantan kekasihnya.
" Baiklah sepertinya kamu ingin bermain - main denganku? lihat apa yang kulakukan pada ke dua anakmu." teriak mantan kekasihnya.
Clarisa membulatkan matanya ketika mantan kekasihnya memerintahkan ke 6 anak buahnya untuk menyiksa ke dua anaknya Clarisa.
Ke enam pria tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan mendekati ke dua anaknya sambil membawa rotan.
Sebelum sampai ke dua anaknya Clarisa langsung menembak ke 6 pria tersebut.
dor akh
dor akh
__ADS_1
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
Ke enam pria itu mati tertembak karena tepat mengenai jantungnya. Semua yang ada di situ terkejut mendengar ke 6 temannya mati di tempat.
" Keluar kamu Cla, kalau tidak ke dua anakmu akan mati tepat di depanmu!" ancam mantan kekasihnya sambil menempel pistol di dahi Liani.
Clarisa akhirnya terpaksa keluar dari persembunyiannya dan mengangkat ke dua tangannya.
" Aku mohon padamu lepaskanlah ke dua anakku, kamu boleh bunuh aku tapi jangan ke dua anakku mereka tidak tahu apa - apa tentang ini." pinta Clarisa sambil menangis dan menurunkan ke dua tangannya yang tadi di angkat ke atas.
" Kamu tahu Cla, sejak kita putus karena ke dua orangtuaku menjodohkanku ternyata wanita itu tidak baik dan aku ingin kembali padamu, tapi kenapa kamu selalu menolakku!" bentak mantan kekasihnya.
" Apakah kamu tidak ingat dengan kata - katamu yang sangat menyakitkan hatiku?" tanya Clarisa sinis.
Mantan kekasihnya terdiam sambil mengingat perkataannya beberapa tahun lamanya terhadap Clarisa.
Sebenarnya orangtuaku menginginkan anaknya mendapatkan menantu orang kaya sedangkan kamu, sambil menunjuk Clarisa kamu tahu kamu orang miskin dan rumah masih ngontrak. Kamu akan menjadi benalu dalam keluarga besarku dan keluargamu pasti akan menggerogoti semua kekayaan kami.
" Masih ingat bukan? kamu tahu rumah yang ku tempati bersama ke dua sahabatku waktu kami di Semarang? sebenarnya itu rumah punya orang tuaku. Aku sengaja berbohong karena aku ingin menikah karena apa adanya bukan ada apanya." ucap Clarisa
" Kalau kamu memang mencintaiku lupakanlah aku biarkan aku hidup bahagia dengan suami dan ke dua anakku, aku percaya suatu saat kamu akan menemukan penggantiku yang lebih baik dariku." sambung Clarisa lagi.
" Tidak Cla, menurutku kamulah yang terbaik buatku lupakan masalalu kita mulai lagi dari awal." ucap mantan kekasihnya.
" Maaf aku tidak, hatiku hanya untuk suami dan ke dua anakku jadi maaf sudah tidak tempat di hatiku untukmu." ucap Clarisa
" Baiklah Cla, jika aku tidak bisa mendapatkan cintamu maka suamimu juga tidak akan mendapatkan cintamu." ucap mantan kekasihnya sambil mengarah pistolnya ke arah jantung Clarisa
" Tembaklah aku jika itu bisa membuat hatimu puas hanya pesanku jika ternyata hari ini aku harus mati karena di tembak olehmu aku hanya memohon jangan lukai keluargaku! lagi." ucap Clarisa pasrah sambil ke dua tangannya di rentangkan setengah sambil membuang pistol yang tadi di pegangnya karena pelurunya sudah habis.
Clarisa menutup matanya perlahan ketika pistol milik mantannya menempel pas di jantungnya dan tanpa terasa air matanya keluar.
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
__ADS_1
dor akh
dor akh
5 orang pria yang sedang berjaga mati di tempat membuat mantannya kekasihnya kesal karena tangan kanannya yang tadi memegang pistol terluka sedikit karena terkena tembakkan akibatnya pistolnya terpental agak jauh.
" Sial, cepat keluar kalau tidak anak buahku akan menembak Clarisa dan ke dua anaknya." ancam mantan kekasihnya.
Akhirnya pria itu terpaksa keluar karena beberapa anak buah mantan kekasihnya mengarahkan senjatanya ke dahi Clarisa dan ke dua anaknya. Pria itu adalah Ronald suami dari Clarisa.
Ronald berjalan mendekati mantan kekasih istrinya sambil menatap dengan tatapan tajam.
" Cih, beraninya dengan wanita dan dua anak kecil. Dasar pria lemah." ledek Ronald.
" Aku bukan pria lemah." bantah mantan kekasihnya tidak terima hinaan orang yang baru saja datang.
" Kalau bukan lemah ayo lawanlah aku." tantang Ronald.
Akhirnya mereka berdua saling serang dan menghindar. Walau tangannya terluka sedikit tapi hinaan yang diberikan oleh Ronald membuat dirinya kesal.
bugh
bugh
bugh
bugh
Ronald berhasil memukul pria itu hingga babak belur. Begitu pula dengan Clarisa setelah pria itu tidak bisa menembaknya karena Ronald datang tepat waktu, Clarisa memukul para pria yang berjaga dan merebut pistolnya dan menembak semua musuh - musuhnya.
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
Ronald dan Clarisa melepaskan ikatan ke dua anaknya. Tanpa sepengetahuan mereka berdua mantan kekasihnya yang sudah babak belur berusaha bangkit sambil mengarahkan pistolnya ke arah Ronald.
dor
__ADS_1
akh