
Para wanita semua istirahat sedangkan para lelaki masih sibuk membahas setelah semua sepakat merekapun menghubungi anak buahnya kembali setelah itu mereka istirahat di kamar masing - masing di antar oleh Harlan.
Karena tubuhnya sangat lelah membuat mereka tidak membutuhkan waktu lama langsung tertidur dengan pulas.
xxxx
Pagi hari Alviana membuka matanya dan merasakan seluruh tubuhnya sangat sakit. Alviana sangat terkejut karena kepalanya menyadar di dada seseorang.
Alviana mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Arlan tidur bersamanya. Alvianna berusaha melepaskan tangan Arlan yang memeluk dirinya. Alviana sangat terkejut ketika membuka selimutnya tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun begitu pula dengan Arlan.
Alviana menggerakkan tubuhnya dan duduk di kepala ranjang bagian intimnya terasa sangat perih, Alviana berusaha mengingat kejadian semalam. Alviana menangis setelah mengingat semuanya.
" Hiks... hiks.. Mas Arlan...hiks.." tangis Alviana
Arlan yang masih tertidur merasa terganggu dan membuka matanya dan melihat kekasihnya menangis kemudian bangun dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang bersebelahan dengan Alviana.
Arlan menghapus air mata Alviana dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
" Maaf sayang, mas terpaksa karena mas tidak ingin kamu mati karena tersiksa menahan hasratnya." ucap Arlan sambil memeluk Alviana, Alviana pun membalas pelukan Arlan.
" Orang tuaku dan ke dua kakakku pasti marah sama kita." ucap Alviana sambil menangis di pelukan Arlan.
" Mereka sudah tahu bahkan mommy yang memintaku untuk melakukannya karena tidak mungkin ke dua kakakmu melakukan itu padamu." ucap Arlan menerangkan kejadian semalam.
" Benarkah? aku sudah kotor Mas Arlan siapa yang mau denganku?" ucap Alviana sendu.
" Hei siapa bilang kamu kotor. Aku akan bertanggung jawab dan akan menikahimu secepatnya. Mommy juga memintaku menikah denganmu karena itulah mommy memintaku untuk melakukan itu denganmu." ucap Arlan menjelaskan kembali. Arlan tahu kalau Alviana sangat shock sehingga menjelaskan berulang - ulang.
Alviana hanya diam dan melepaskan pelukan Arlan kemudian menurunkan ke dua kakinya.
" Auch.." lirih Alviana
" Kenapa sayang?" tanya Arlan
" Bagian bawahku perih." lirih Alviana.
" Memangnya mau kemana sayangku?" ucap Arlan
" Mau ke kamar mandi, badanku sangat lengket." ucap Alviana
Arlan yang tubuhnya masih polos langsung turun dari ranjangnya dan membuka selimut Alviana dan menggendongnya membuat Alviana terkejut sampai Alviana menutup matanya karena malu.
" Kenapa di tutup matamu?" goda Arlan
" Malu." ucap Alviana
" Kenapa malu, mas sudah melihat semuanya nanti main lagi ya?" bisik Arlan
__ADS_1
Alviana hanya diam mendengar ucapan Arlan.
Sampai di kamar mandi Arlan mendudukkan Alviana di closed kemudian Arlan mengisi air hangat di bath up kemudian memberikan pewangi sehingga mengeluarkan bau green tea.
Arlan mengangkat tubuh Alviana kembali dan dimasukkan ke dalam bath up kemudian Arlan ikut masuk ke dalam dan membasuh tubuh Alviana dengan lembut. Alviana menyandarkan di dada Arlan menikmati sentuhan Arlan.
" Apakah kamu tahu sayang keinginan mas untuk menikahimu sebentar lagi akan terwujud. Setiap malam mas kalau tidur sudah tidak kesepian lagi." ucap Arlan tersenyum bahagia.
Alviana hanya diam hanya menengok ke arah Arlan.
cup
Arlan mengecupnya bibir Alviana dan meluma*nya. Tangan Arlan tidak tinggal diam memainkan dua bukit kembar milik Alviana membuat Alviana mendesah. Arlan yang mendengar desahan Alviana membuat keris Arlan mulai menegang kembali.
" Sayang, sekali lagi ya." pinta Arlan dengan nada berat.
Alviana hanya mengangguk apalagi Alviana berfikir mereka berdua sudah pernah melakukannya dan Alviana juga ingin sentuhan lebih dari Arlan.
Mendapat lampu hijau Arlan pun melakukan penyatuan hingga lahar milik Arlan masuk kembali ke dalam rahim milik Alviana.
Mereka berduapun langsung mandi. Arlan membuka lemari yang berada di kamar mandi untuk mengambil jubah handuk dengan telaten memakaikannya ke Alviana.
Arlan pun mengambil jubah handuk buat dirinya kemudian Arlan menggendong Alviana kembali dan didudukkan di kursi rias.
Arlan dengan telaten menyisir rambut Alviana kemudian dirinya. Arlan berjalan ke arah pintu dan mengambil pakaian dalaman dan dres yang masih ada labelnya dan diberikan ke Alviana.
" Pakai sendiri. Mas Arlan bolehkah aku bertanya?" tanya Alviana agak ragu
" Tanyalah." jawab Arlan sambil berjalan ke arah lemari untuk memakai pakaian santai.
" Kenapa ada pakaian dalam dan dres apakah mas Arlan sudah menyiapkan untuk kekasih Mas Arlan?" tanya Alviana penasaran
" Iya benar kekasih sekaligus calon istriku." ucap Arlan
" Apakah aku." tebak Alviana
Arlan yang sudah selesai berpakaian berjalan ke arah Alviana kemudian menatap wajah Alviana
" Tidak." jawab Arlan tersenyum sambil memandang kekasih hatinya.
" Oh." ucap Alviana hatinya sakit mendengar perkataan Arlan.
Alviana langsung berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian. Setelah selesai Alviana keluar dari kamar mandi membuat Arlan tidak berkedip menatap wajah Alviana.
" Mas Arlan aku ingin pulang, ke dua kakakku pasti mencariku." ucap Alviana menahan agar air matanya tidak keluar.
" Ke dua kakakmu menginap di sini." ucap Arlan
__ADS_1
" Memang kita di mana?" tanya Alviana
" Mansion milikmu." ucap Arlan
" Milikku? perasaan aku tidak pernah membeli mansion yang ada punya orang tuaku." ucap Alviana.
" Mansion ini kubelikan khusus untukmu jadi jika aku ingin melakukan bersamamu aku tinggal ke sini." ucap Arlan tersenyum jahil.
" Berikanlah pada kekasihmu yang akan menjadi istrimu dan lupakanlah aku." ucap Alviana sambil berjalan menuju ke arah pintu.
greb
Arlan langsung memeluk Alviana dari belakang.
" Apakah kamu cemburu?" tanya Arlan
" Iya aku cemburu tapi bukankah cinta itu tidak harus memiliki jika mas merasa nyaman bersamanya jangan lukai hatinya, aku akan pergi dari kehidupanmu karena aku tidak ingin menyakiti perasaan seorang wanita." ucap Alviana sendu
" Itulah mas tidak salah memilihmu menjadi istriku, belahan jiwaku Alviana Taylor. Kita akan segera menikah." ucap Arlan sambil melepaskan pelukannya dan membalikkan badan Alviana.
" Apa maksud mas? aku tidak mengerti." ucap Alviana bingung
" Maaf sayang aku tadi hanya mengerjaimu." ucap Arlan tersenyum meledek
" Ih mas Arlan nakal." ucap Alviana kesal sambil mencubit Arlan
Arlan tertawa kemudian menggenggam tangan Alviana untuk turun.
Sampai di lantai satu Arlan dan Alvian sangat terkejut karena rumah Arlan sedang di hias seperti akan mengadakan pesta.
" Hallo sayang?" ucap mommy Laras
" Mommy!!" teriak mereka bersamaan
" Aish... jangan teriak - teriak, sudah sana kalian siap - siap." ucap mommy Laras.
" Siap - siap apa mom?" tanya mereka serempak
" Siap - siap ganti baju dan di make up." ucap mama Maria tiba - tiba datang.
" Ayo Alviana dan Arlan ikut Bunda memakai pakaian gaun dan jas untuk acara pernikahan kalian." ucap bunda Clarisa sambil menarik tangan Arlan dan Alviana.
Alviana memakai gaun pengantin tanpa lengan berwarna putih dan mahkota di kepalanya membuat Alviana sangat cantik dan seksi sedangkan Arlan memakai warna putih senada dengan gaun milik Alviana menambah ketampanan Arlan.
Mereka mengikrarkan janji suci pernikahan sebagai suami istri. Setelah selesai acara dilanjutkan dengan pesta resepsi banyak tamu undangan yang datang di acara pernikahan Arlan dan Alvian.
Di antara para tamu undangan ada empat pasang mata memandang Arlan dan Alviana dengan penuh kebencian.
__ADS_1