Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Kematian Asisten Leo.


__ADS_3

Anaconda menelan dari kepala, tubuh dan terakhir kaki Leo selesai makan anaconda mulai beristirahat dengan perut yang gendut membentuk tubuh manusia.


Mama Siska yang melihat itu menjerit ketakutan membuat dirinya pingsan saking ketakutan teramat sangat.


Arlan menyuruh salah satu anggota mafia membawakan satu kotak ukuran sedang berisi makanan, kemudian melepaskan ikatan tali pada ke dua tangannya dan ke dua kakinya.


Mama Siska beserta satu kotak berisi makanan dimasukkan ke dalam lubang yang terhubung dengan ular anaconda.


Mama Siska yang sudah masuk ke dalam aquarium belum tersadar dari pingsannya sampai di kolam yang berisi air barulah tersadar.


Mama Siska yang melihat anaconda berada disebelahnya sangat terkejut dan menjauh dari anaconda itu.



Tubuh anaconda itu sangat gendut setelah memakan Leo kekasih mama Siska sekaligus asistennya papanya Arlan dan juga Arlan.


Mama Siska mengetuk kaca meminta pertolongan agar dibebaskan tapi malah mereka semua menertawakan.


Salah seorang mafia membawakan kertas yang sudah ada tulisannya kemudian kertas itu diarahkan di hadapan mama Siska.


Mama Siska membaca dari balik aquarium yang di bawa oleh seorang anggota mafia gagak hitam.


Lembaran pertama :


...Hidupmu Minimal Kurang Lebih Hanya Tinggal Satu Bulan, Setelah Kurang Lebih Dari Satu Bulan Maka Bersiaplah Kamu Akan Menjadi Santapan ANACONDA...


Lembaran ke dua :


...Di Dalam Kotak Dekat Anaconda Berisi Makanan, Silahkan Di Makan Jangan Dihabiskan!! Karena Hari Ke 4 Baru Aku Akan Mengirimkan Makanan, Selamat Menikmati Hari Ketakutan!!!!!...


Mama Siska masih bisa bernafas lega setidak - tidaknya masih ada waktu untuk membebaskan diri dengan cara kabur dan keluar dari aquarium yang sangat mengerikan. Mama Siska tidak bisa membayangkan jika dirinya di makan hidup - hidup oleh anaconda.


xxxx


Di tempat lain, Alviana setelah berpamitan dengan Arlan, Alviana melanjutkan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Alviana yang menatap spion tampak mobil di belakang mengikutinya semula Alviana tidak curiga tapi setiap belokkan mobil berwarna hitam itu selalu mengikutinya.


Hampir satu jam Alviana sengaja berputar - putar di tempat yang agak ramai dan mobil berwarna hitam tetap saja mengikutinya. Akhirnya Alviana masuk ke dalam mall tempat dimana bunda Clarisa bekerja di butik miliknya. Mobil itupun ikut masuk ke dalam mall dan memarkirkan mobilnya agak menjauh dari Alviana agar Alviana tidak mengetahuinya.


Alviana memarkirkan mobilnya dan melihat mobil itu juga memarkirkan mobilnya agak menjauh.


( " Kamu sengaja memarkir mobil agak menjauh dariku supaya tidak ketahuan aku, kita lihat siapa yang lebih pintar aku atau kamu." batin Alviana ).


Alviana turun dari mobil dengan berjalan santai karena Alviana yakin orang itu sedang mengawasinya.

__ADS_1


Sampai di depan butik, Alviana masuk ke dalam, mereka yang sudah mengenal Alviana menyambut kedatangan Alviana.


" Hallo nona Alviana, mau belanja atau mau bertemu dengan Bunda Clarisa ?" tanya salah seorang karyawan bunda Clarisa.


" Mau bertemu bunda, bundanya ada. Silahkan naik ke lantai 2." jawab karyawan itu.


" Ok. Terima kasih." jawab Alviana tersenyum


" Sama - sama nona." balas karyawan itu dengan ramah.


Alviana menaiki tangga di lantai 2 dan mengetuk pintu setelah di dengar suara untuk memintanya masuk Alviana masuk ke dalam ruangan Bunda Clarisa. Tampak Bunda Clarisa sangat sibuk membuat sketsa.


" Hallo Bunda yang cantik." sapa Alviana ramah sambil mendekati Bunda Clarisa.


" Hai, sayang apa kabar? masih ingat sama Bunda?" sapa Bunda Clarisa sambil berdiri dan berjalan ke arah Alviana.


Alviana mengecup punggung tangan bunda Clarisa kemudian memeluknya, bunda Clarisa juga membalas pelukannya.


Selesai berpeluk bunda Clarisa dan Alviana duduk bersebelahan di sofa.


" Kabar baik Bun, Ya ingatlah masa lupa sama bunda yang cantik ini." jawab Alviana sambil berdiri membalas pelukann bunda Clarisa.


" Tidak terasa kamu sudah bertambah besar, bunda masih ingat dulu kamu masih bayi yang sangat mungil sekarang sudah tinggi hampir menyamai bunda dan wajahmu sekarang lebih mirip ke mommy karena dulu mirip daddymu." ucap bunda Clarisa.


Alviana hanya tersenyum mendengar cerita Bunda Clarisa.


" Minta tolong apa hem?" tanya Bunda Clarisa.


" Bun, dari tadi mobilku diikuti kupikir perasaanku saja tapi setiap aku belok mobil itu ikut berbelok sampai aku putar - putar satu jam mobil itu tetap mengikutiku akhirnya aku ke sini aja Bun?" ucap Alviana.


" Apa, kamu tidak telp daddy atau salah satu ke dua kakakmu? atau bunda Clarisa telp paman Ronald atau paman Kennath?" tanya bunda Clarisa


" Jangan Bun, yang ada nanti mereka tidak boleh mengijinkan aku pergi keluar lagi, masa setiap pergi harus di kawal sih Bun, kan bosan?" gerutu Alviana.


" Kenapa kamu tidak minta jemput kakakmu Alvonso atau Alvian sekarang? tante sih mau saja anter kamu." ucap bunda Clarisa


" Benar juga Bun, untung bundaku pintar." ucap Alviana memuji.


Bunda Clarisa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat ponakannya yang sangat menggemaskan.


📱" Hallo kak Alvonso?" sapa Alviana


📱 " Hallo dek, ada apa?" tanya Alvonso


📱 " Kak Al, aku di tempat bunda Clarisa tiba - tiba kepalaku pusing bisa tidak jemput aku? aku mau mengendarai takut terjadi sesuatu. Ucap Alviana bohong

__ADS_1


📱 " Bisa dek, nanti kakak jemput, tungguin kakak ya?" ucap Alvonso


📱 " Baik kak, adek tunggu." jawab Alviana


tut tut tut tut


Alviana duduk menunggu kakaknya datang untuk menjemputnya.


tok tok tok


ceklek


Pintu terbuka ketika mendengar suara bunda Clarisa memintanya masuk. Tampak kakaknya Alvonso sudah datang bersama adiknya Alvian. Bunda Clarisa melihat dua ponakannya datang membuatnya berdiri untuk menyambutnya.


Alvonso dan Alvian mengecup punggung tangan bunda Clarisa kemudian Alvonso duduk di sebelah kanan, Alviana tengah dan Alvian duduk di sebelah kiri sedangkan bunda Clarisa duduk dihadapan mereka bertiga.


" Kepalamu masih sakit dek?" tanya kak Alvonso kuatir sambil memegang tangan adiknya.


" Mana yang sakit dek?" tanya kak Alvian sambil memegang kening adiknya.


" Masih pusing kak, anterin adek pulang ya? ini kunci mobilnya." ucap Alviana sambil memberikan kuncinya.


" Bunda, kami bertiga pulang dulu ya." pamit Alvian sambil mengambil kunci mobil milik Alviana yang di pegang olehnya.


" Ok. hati - hati."ucap Bunda Clarisa.


" Baik bun, terima kasih." ucap mereka serempak.


Alvonso tanpa banyak bicara langsung menggendong ala bridal style membuat Alviana memekik kaget.


" Kakak, turun?" pinta Alviana


" Kamu lagi pusing dek, jadi kakak gendong kita ke rumah sakit ya?" pinta kak Alvonso sambil berjalan menuruni tangga.


" Tidak kak, kita pulang aja." ucap Alviana sambil menutup mukanya menutupi kebohongan takut ketahuan oleh kedua kakaknya.


" Mukamu kenapa ditutupi, pusing banget ya? ke dokter yuk?" bujuk kak Alvonso.


" Tidak kak Alvonso aku malu di liatin orang." ucap Alviana


Alvonso dan Alvian tersenyum, mereka keluar dari tempat butik bunda Clarisa.


Alvonso masih menggendong Alviana sedangkan Alvian berjalan di samping Alvonso sambil membelai rambut adiknya terkadang mengecup pucuk kepala adiknya. Mereka tidak memperdulikan para pengunjung memperhatikan mereka ada yang memuji betapa beruntungnya gadis itu karena digendong dan di belai oleh kedua pria remaja tampan dan ada juga yang menghina betapa murahan gadis itu. Sampai di tempat parkir mobil, Alviana menunjuk mobilnya.


Alvian menekan remote mobil otomatis kunci pengaman terbuka. Alvian membuka pintu mobil belakang pengemudi untuk kakaknya Alvonso supaya bisa mendudukkan Alviana dan menutup pintu mobilnya kembali.

__ADS_1


Alvian duduk di kursi pengemudi sedangkan Alvonso duduk di belakang pengemudi menemani Alvian adiknya.


Alvian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Tanpa sepengetahuan mereka bertiga ada seorang yang memotret kegiatan mereka disaat mereka keluar dari butik sampai mobil itu pergi meninggalkan butik kemudian dikirimkan oleh seseorang.


__ADS_2