Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Harlan dan Liani


__ADS_3

Alvonso Dengan Kelly


" Mas, bantu aku melepaskan gaun pengantin." pinta Kelly


Alvonso membantu Kelly melepas gaun pengantinnya.


" Panggil aku sayang karena aku lebih suka." bisik Alvonso sambil memeluk Kelly dari arah belakang.


" Mas.. emm maksudku sayang." ucap Kelly


" Sayang, kita main satu ronde dulu setelah itu baru kita mandi bersama." bisik Alvonso.


Tanpa menunggu jawaban Kelly, Alvonso langsung menggendong istrinya dan membaringkannya di ranjang kemudian menindihnya. Alvonso mulai melakukan pemanasan terlebih dulu


" Sssttt ahh?" desah Kelly saat tubuhnya dimasuki oleh suaminya


Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua sampai keluarlah lahar milik Alvonso. Sesuai perkataan Alvonso hanya satu ronde.


Anvonso menggendong istrinya dan di bawa ke kamar mandi menuju shower. Kelly menghadap ke arah shower sedangkan Alvonso di belakang Kelly.


" Ssstt ahh?" desah Kelly kembali saat tubuhnya dimasuki oleh suaminya


Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua sampai keluar lahar barulah mereka mandi. Alvonso memakai handuk sedangkan Kelly memakai jubah handuk.


Mereka berdua keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian tidur. Merekapun tidur saling berpelukan karena tubuh mereka sangat lelah.


Harlan Dengan Liani


" Sayang." panggil Harlan


" Ya sayang." ucap Liani


" Kita mandi bersama yuk?" ajak Harlan


" Baiklah tapi tolong bukakan resleting gaun pengantinku." pinta Liani


Liani membuka gaun pengantin dengan di bantu Harlan kemudian Liani masuk ke dalam kamar mandi bersama menuju ke arah shower. Liani menghadap ke arah shower sedangkan Harlan di belakang Liani.


" Ssstt ahh.. sayang terus.. ahhh.." racau Liani saat tubuhnya dimasuki oleh suaminya.


Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua sampai keluar lahar barulah mereka mandi. Harlan memakai handuk sedangkan Liani memakai jubah handuk.


" Sayang lagi ya?" pinta Harlan


" Besok saja ya sayang, aku sangat lelah." ucap Liani

__ADS_1


" Baiklah sayang." ucap Harlan pasrah.


Mereka berdua keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian tidur dan berbaring di ranjang sambil berpelukan.


" Sayang, aku jadi ingat sebelum kita menikah?" ucap Harlan


Liani tersenyum mengingat dirinya setelah melakukan pertama kalinya bercin*a dengan Harlan, dirinya tidak ingin menikah dengan Harlan.


xxxxxx FLASH BACK ON xxxxxx


Harlan dan Liani tidur sambil berpelukan setelah melakukan percintaan. Jam 3 pagi Liani terbangun dan ingin buang air kecil, Liani perlahan melepaskan pelukan Harlan dan berjalan perlahan sambil menahan rasa perih di bagian privasinya menuju ke kamar mandi.


Liani masuk ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi. Baru saja pintunya tertutup sempurna Liani mendengar suara ponsel milik Harlan berbunyi karena penasaran Liani mendengarkan percakapan Harlan dengan seseorang.


" Apa? tangkap dan siksa mereka sampai mereka mengaku!!" ucap Harlan dengan nada marah


" Jangan kasih makan dan kalau masih tidak mengaku berikan salah satu dari mereka ke anaconda." perintah Harlan


tut tut tut tut


Tubuh Liani lemas dan perlahan duduk di lantai ketika mendengar baru pertama kalinya mendengar pembicaraan kekasihnya yang sangat mengerikan baginya. Tidak terasa air matanya mengalir. Liani bingung apakah hubungannya diteruskan atau berakhir.


Jika diteruskan dirinya sangat takut jika dirinya melakukan kesalahan maka bisa saja dirinya nanti dijadikan sarapan anaconda membayangkan saja bulu kuduknya langsung berdiri dan kalau berakhir mahkota berharganya sudah di ambil oleh kekasihnya yang bernama Harlan.


Liani langsung berdiri dan menutup pintunya dengan rapat dan menguncinya. Liani membasuh wajahnya di wastafel agar tidak terlihat kalau dirinya habis menangis.


Liani tidak tahu kalau ayahnya Ronald adalah seorang mantan wakil mafia karena yang Liani tahu ayahnya bekerja sebagai CEO dan anak buah mafia dianggapnya sebagai bodyguard ayahnya. Ayahnya selalu bersikap manis dan tidak pernah mengeluarkan kata - kata kasar apalagi kata - kata mengerikan.


" Sayang." panggil Harlan


" Sebentar." jawab Liani sambil bercermin karena tidak kelihatan habis menangis Liani kemudian membuka pintu kamar mandinya.


" Kok di kunci sayang?" tanya Harlan


" Maaf, kebiasaan kalau masuk kamar mandi di kunci." ucap Liani sambil tersenyum supaya kekasihnya tidak curiga.


" Baiklah sayang, mas mau buang air kecil dulu. Jangan tidur ya?" pinta Harlan


Liani hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju ke ranjang langsung berbaring sambil memejamkan matanya. Liani kembali menangis bingung antara meneruskan atau berhenti tapi jika berhenti Liani sangat mencintai kekasihnya tapi kalau diteruskan bayang - bayang kata anacondo dan siksaan menghantui dirinya.


ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Harlan menatap Liani yang sudah memejamkan mata membuatnya mendesah kesal karena dirinya ingin memakan kekasihnya kembali tapi sayang kekasihnya malah tidur.


Harlan berjalan ke arah ranjang dan tidur di samping kekasihnya. Harlan menatap punggung kekasihnya yang membekangi dirinya. Harlan perlahan menarik tubuh kekasihnya dan memeluknya. Harlan membelai wajah Liani kemudian menghentikannya.

__ADS_1


" Sayang, kenapa menangis? matamu juga sembab seperti habis menangis. Apa yang terjadi padamu sayang?" tanya Harlan sambil menghapus air mata Liani dengan menggunakan ibu jarinya.


Harlan memeluk tubuh Liani dan mengecup pucuk kepala Liani kemudian tidak berapa lama Harlan sudah tertidur pulas.


Liani yang mendengar suara dengkuran halus kekasihnya langsung membuka matanya dan perlahan melepaskan pelukan kekasihnya kemudian turun dari ranjangnya.


Liani berjalan menuju ke arah balkon dan duduk sambil memandang langit yang masih gelap. Liani kembali menangis terisak.


Harlan yang sedang tertidur pulas tangannya meraba ke arah samping tapi kekasihnya tidak ada. Harlan membuka matanya dan duduk di ranjang. Harlan melihat Liani tidak ada disampingnya membuatnya panik.


Harlan bangun dan mencari keberadaan Liani sampai Harlan melihat pintu balkon terbuka Harlan pun berjalan ke arah balkon.


Harlan menatap Liani duduk di lantai sambil menangis dalam diam. Harlan pun mendekati Liani.


" Sayang, kenapa menangis? maafkan mas sayang. Mas janji akan menikah denganmu." ucap Harlan sambil memeluk Liani tapi Liani mendorongnya.


" Aku tidak ingin menikah denganmu kita putus." ucap Liani


duar


Harlan sangat terkejut mendengar ucapan Liani.


" Ada apa? ceritakan padaku?" tanya Harlan bingung


" Siapa kamu sebenarnya?" tanya Liani


" Maksudmu apa? aku tidak mengerti?" tanya Harlan


" Aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan seseorang. Siapa kamu sebenarnya?" tanya Liani


deg.


Jantung Harlan berdetak kencang karena kekasihnya mendengar pembicaraan dengan anak buahnya.


" Baiklah aku akan cerita sejujurnya. Aku seorang wakil ketua mafia dan ketuanya kak Arlan suaminya Alviana." ucap Harlan


" Apakah Alviana tahu?" tanya Liani


" Tahu, semuanya tahu termasuk keluargamu kalau tidak percaya tanyalah dengan orang tuamu." ucap Harlan


Liani terdiam tapi air matanya tidak berhenti mengalir.


" Aku meminta maaf karena tidak jujur padamu tapi percayalah aku sangat mencintaimu." sambung Harlan.


hening

__ADS_1


" Baiklah aku akan pergi dari kehidupanmu tapi setelah aku pergi kamu kunci pintunya karena di luar penjahatnya belum tertangkap. Kalau seandainya aku mati di bunuh mereka tolong kuburkan mayatku di hutan karena aku lebih suka menyendiri. Salam buat keluarga besar Alvonso yang sangat sayang padaku. Jaga dirimu dan maafkan aku yang telah mengambil mahkotamu yang berharga karena itu diluar kendaliku." ucap Harlan sambil berjalan meninggalkan Liani.


__ADS_2