
" Emmm... itu?" ucap gugup daddy Alvonso ingin menerangkan kata yang tepat.
" Maksud daddy ingin menghukum Mommy berdiri di depan pintu terus ke dua telinga di pegang pakai ke dua dengan tangan kemudian satu kaki di angkat. Apa itu maksud Daddy?" tanya Alvian
" Jadi karena kelamaan berdiri kaki mommy pegel tidak bisa berdiri, itu maksud daddy?" tanya Alvian secara beruntun.
" Iya itu benar, kok kalian tahu? jangan - jangan kalian pernah ya?" tanya Daddy Alvonso mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Tidaklah dad, mana mungkin kami pernah di hukum." ucap Alvonso
" Teman kami yang sering kena karena anaknya nakal di kasih tahu guru selalu melawan, makannya di beri hukuman." ucap Alvian menjelaskan kepada Daddy Alvonso.
" Baguslah kalau begitu. Daddy mau istirahat dulu." ucap daddy Alvonso
" Istirahat atau mau menghukum mommy?" tanya Alvian curiga
" Dua - duanya." ucap daddy Alvonso sambil cengir kuda.
" Sudahlah Dad, daddy kan memang sudah tua kenapa mesti menghukum mommy." ucap Alvian sambil berlari takut di jewer oleh dady Alvonso
" Alvian!!!" teriak daddy Alvonso kesal karena anaknya ikutan memanggilnya tua
" Sudahlah dad, jangan marah - marah nanti cepat tua seperti yang mommy dan Alvian bilang." ucap Alvonso sambil berlari karena takut di jewer karena Alvonso dan Alvian kalau berbuat salah daddy Alvonso suka menjewer telinga mereka.
" Alvonso!!!" teriak daddy Alvonso kesal karena anaknya ikutan jua memanggilnya tua.
" Ngga mommy, ngga Alvonso, ngga Alvian memanggilku tua? apakah memang aku sudah tua?" guman Daddy Alvonso sambil memegang ke dua pipinya.
" Awas ya kamu La, aku hukum kamu." ucap daddy Alvonso menaiki tangga untuk menghukum istrinya
Daddy Alvonso masuk ke dalam kamarnya dengan membuka pintu secara perlahan, dan menutupnya dengan pelan. Daddy Alvonso memandangi kamarnya tapi istrinya tidak ada kemudian berjalan menuju ke meja kerja yang terhubung dengan kamarnya.
Daddy Alvonso berencana ingin melanjutkan pekerjaan yang masih menumpuk tapi baru saja melangkah terdengar suara gemerik air.
Daddy Alvonso melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos dan masuk ke dalam kamar mandi.
Tampak istrinya lagi menghadap ke tembol menikmati gemericik air hangat yang menyentuh tubuhnya.
Daddy Alvonso langsung memeluk mommy Laras sambil memainkan dua gunung kembar milil istrinya dan menggerakkan pinggulnya membuat mommy Laras mendesah.
Alvonso memasukkan kerisnya untuk menyatukan tubuh mereka. Desahan demi desahan keluar dari mereka hingga laharnya keluar.
Daddy Alvonso dan mommy Laras membersihkan diri kemudian Daddy Alvonso memakaikan jubah handuk ke istrinya juga dirinya.
Daddy Alvonso mengangkat tubuh mommy Laras dan membawanya ke ranjang sambil berciuman.
Daddy Alvonso merebahkan istrinya secara perlahan kemudian menindihnya. Daddy Alvonso benar - benar menghukum mommy Laras hingga mommy Laras sangat lelah karena di gempur terus.
Alvonso yang melihat istrinya sangat lelah mengeluarkan lahar secara cepat dan menarik kerisnya dan menggeser tubuhnya ke arah samping istrinya. Mereka tidur saling berpelukan.
xxxx
Di tempat lain.
" Kak Arlan aku dapat undangan pesta, temanku kakaknya ulang tahun dan para tamunya memakai topeng. Aku malas karena tidak ada teman. Maukah kak Arlan menemaniku?" tanya Harlan.
" Aku lagi malas ingin istirahat." ucap Arlan.
" Ayolah, siapa tahu kak Arlan ketemu dan kenal cewe lain." ucap Harlan
__ADS_1
" Aku tidak suka pesta." ucap Arlan.
" Bagaimana kalau kita datang dulu karena tidak enak di undang, kalau kak Arlan merasa bosan dan ingin pulang, kita langsung pulang yang penting kita sudah datang." pinta Harlan
Arlan menghembuskan nafasnya secara kasar.
" Baiklah, tapi jika aku bilang pulang, langsung pulang ya?" ucap Arlan
" Iya, aku janji. Terima kasih kamu memang kakakku yang baik." ucap Harlan sambil memeluk Arlan tapi Arlan langsung menghindar dan mendorong Harlan.
" Aku masih normal, jangan memelukku." pekik Arlan
" Aku juga normal kali." ucap Harlan sambil mendelik matanya ke arah Arlan.
xxxxx
Jam 6.30 Alvonso, Alvian dan Alviana sudah memakai pakaian dan topeng. Alvonso dan Alvian memakai kemeja dan jas dan celana serba hitam sedangkan Alviana memakai dres tanpa lengan berwarna hitam dengan belahan sampai ke paha menambah keseksian.
Mereka berangkat ke gedung tempat pesta ulang berlangsung. Banyak yang sudah datang, sesuai permintaan Alvonso dan Alvian, Alviana mengikuti kakaknya.
Arlan dan Harlan sudah sampai di gedung pesta ulang tahun belum ada satu jam Arlan merasa bosan dan meminta Harlan pulang.
" Mohon perhatian semuanya adakah yang ingin menyumbang lagu spesial untuk yang berulang tahun?" tanya petugas mc
Tidak berapa lama muncul dua pasangan laki - laki dan perempuan maju ke arah panggung.
Laki - laki dan perempuan itu mengambil mic masing - masing. Laki - laki itu membisikkan sesuatu ke bagian pengiring musik. Suara instrumen pun keluar. Mereka berdua bernyanyi bergantian.
Brian Hyland | Judul Lagu: Sealed With A Kiss
...Tho we gotta say goodbye for the summer...
...“Kita harus mengucapkan selamat tinggal pada musim panas nanti...
...Darling I promise you this...
...Sayang aku berjanji ini...
...I'll send you all my love every day in a letter...
...Saya akan mengirimkan semua cintaku setiap hari dalam sebuah surat...
...Tertutup dengan ciuman...
...Guess it's gonna be a cold lonely summer...
...Tebak itu akan menjadi musim panas yang sepi...
...But I'll fill the emptiness...
...Tapi aku akan mengisi kekosongan itu...
...I'll send you all my love every day in a letter...
...Saya akan mengirimkan semua cintaku setiap hari dalam sebuah surat...
...Tertutup dengan ciuman...
...I'll see you in the sunlight...
__ADS_1
...Sampai jumpa di bawah sinar matahari...
...I'll hear your voice everywhere...
...Aku akan mendengar suaramu di mana-mana...
...I'll run to tenderly hold you...
...Aku akan lari untuk memelukmu dengan lembut...
...But darling you won't be there...
...Tapi sayang kau tidak akan ada di sana...
...I don't wanna say goodbye for the summer...
...Saya tidak ingin mengucapkan selamat tinggal...
... pada musim panas ini...
...Knowing the love we'll miss...
...Mengetahui cinta yang akan kita lewatkan...
...Oh let us make a pledge to meet in September...
...Oh mari kita membuat janji untuk bertemu di bulan September...
...And seal it with a kiss...
...Dan segel dengan ciuman...
...Guess it's gonna be a cold lonely summer...
...Tebak itu akan menjadi musim panas yang sepi...
...But I'll fill the emptiness...
...Tapi aku akan mengisi kekosongan itu...
...I'll send you all my love every day in a letter...
...Saya akan mengirimkan semua cintaku setiap hari dalam sebuah surat...
...Tertutup dengan ciuman...
...Tertutup dengan ciuman...
...Tertutup dengan ciuman...
deg
deg
deg
Arlan baru saja satu langkah mendengar suara yang sangat familiar menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak😁
__ADS_1
Salam Author,
Yayuk Triatmaja