
Mommy Laras kini duduk bersebelahan dengan daddy Alvonso menunggu Max. Setelah lama menunggu pintu ugd terbuka keluarlah dokter Kennath.
" Bagaimana keadaan Max, Ken?" tanya daddy Alvonso
" Operasinya berhasil pelurunya sudah di ambil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." ucap dokter Kennath menjelaskan.
xxxx
Daddy Alvonso dan Mommy Laras kini sudah berada diruangan rawat vvip menunggu Max sadar. Tidak berapa lama Max perlahan membuka matanya dan menatap mommy Laras kemudian menatap daddy Alvonso dengan sendu.
" Max, maafkan daddy yang tadi menuduhmu." ucap daddy Alvonso sambil memegang tangan Max
" Tidak apa - apa dad, Max mengerti setelah Max sembuh Max akan pergi menjauh." ucap Max
" Apa maksudmu Max?" tanya mommy Laras dan daddy Alvonso serempak
" Max takut jika jiwa psychopath muncul dan melukai keluarga daddy." ucap Max tanpa terasa air matanya mengalir.
" Tidak Max, mommy yakin kamu bisa mengatasi jiwa psychopathmu. Kamu sudah menolongi daddy waktu dulu daddy ingin di tembak dan sekarang kamu juga menolong kak Alvian." ucap mommy Laras
" Kami semua berhutang budi padamu Max." sambung daddy Alvonso
" Daddy dan mommy, Max mohon biarkan Max pergi dari hidup kalian semua. Keluarga daddy juga takutkan?? jika sewaktu - waktu Max keluar jiwa psychopath nya." ucap Max lirih
" Max tatap mata mommy, apa yang kamu rasakan ketika kamu berkumpul dengan kami? apa ada rasa kedamaian dihatimu atau ada rasa keinginan untuk membunuh kami semua?" tanya Mommy Laras menatap sendu Max.
" Rasa kedamaian di hati Max yang belum pernah Max rasakan sebelum mengenal mommy dan daddy." ucap Max jujur
" Kamu tahu Max, mommy sudah menganggapmu, Arlan dan Harlan anak kandung mommy." ucap mommy Laras sambil menggenggam tangan Max dan juga tangan daddy Alvonso yang masih menggenggam tangan Max.
" Tapi mommy, jika jiwa psychopath Max muncul Max sangat takut untuk melukai mommy dan keluarga." ucap Max menjelaskan.
" Jika itu terjadi, mommy hanya bisa pasrah karena manusia pada saatnya juga akan mati." ucap mommy Laras
" Benar kata mommymu Max, daddy dan Mommy juga pasrah jika seandainya kamu membunuh kami, hanya kami minta mommy dan daddy saja yang kamu lukai jangan saudara - saudaramu. Nanti daddy dan mommy akan mengatakan pada anak - anak." ucap daddy Alvonso.
Max menatap wajah daddy Alvonso kemudian dilanjutkan menatap mommy Laras
" Terima kasih dad, mom sudah menganggap Max sebagai anak kandung. Max berjanji untuk menjaga daddy, mommy dan saudara - saudara Max." ucap Max.
" Max, daddy ingin tanya satu hal darimu bisa?" tanya daddy Alvonso
" Apa dad?" tanya Max
" Masalah rekaman cctv, darimana kamu dapatkan itu Max? sedangkan kita tahu semua cctv rumah mati semua." ucap daddy Alvonso.
__ADS_1
" Mommy tidak cerita dad? kalau Max belajar untuk membuat alat - alat CCTV yang sangat kecil sekali dan bisa menangkap gambar dan suara yang sangat jernih hingga tidak ada yang tahu kalau ada cctv." ucap Max menjelaskan.
" Mommy sudah cerita tentang hobbymu tapi sejak kapan kamu memasangnya Max?" tanya daddy Alvonso.
" Sekitar dua bulan yang lalu tanpa sepengetahuan kalian." jawab Max jujur.
" Kenapa Max?" tanya daddy Alvonso dan mommy Laras.
" Sebab Max sudah lama mencurigai Clara." ucap Max jujur
" Ceritakan yang tidak kami tahu Max." pinta daddy Alvonso
XXXX FLASHBACK ON XXXX
Dua minggu lalu Max sedang memasang cctv di pohon jambu karena pohonnya tinggi Max mencari tangga kebetulan ada tangga di pohon mangga Max ambil dan Max pasang. Kemudian Max memasang cctv di tangga atas dan juga tangga bawah. Sekitar 20 camera cctv Max pasang di tempat berbeda.
Max tidak menyambungkan di sentral pusat kamera cctv karena orang bisa saja menyabotase dengan merusak atau mematikan rekaman cctv. Jadi Max membuat sendiri di kamar Max.
Waktu semua orang pulang sekolah dan istirahat di kamar masing - masing. Max iseng membuka cctv yang Max pasang di berbagai tempat. Ketika rekaman cctv Max pindah ke kebun belakang Max melihat Clara sedang meminum darah kelinci dengan ditemani salah satu bodyguard daddy.
Max sangat terkejut melihat Clara seperti itu pas Clara sendiri Max mendekati Clara.
" Cla, kakak ingin bicara padamu?" pinta Max
" Waktu itu kakak melihatmu meminum darah kelinci, kenapa Cla?" tanya Max
" Kakak mungkin salah lihat." ucap Clara gugup karena ketahuan Max melihatnya.
" Tidak Cla, kakak tidak salah lihat. Kamu tahu Cla dulu kakak juga sepertimu. Meminum darah manusia tapi semenjak kakak kenal mommy Laras beserta keluarganya kakak berusaha menghilangkan untuk tidak meminum itu." ucap Max sambil membelai Clara
" Kakak hiks.. hiks... Clara susah menghilangkan karena sejak Clara berumur 2 tahun setengah mommy selalu memberikan setiap hari minuman darah hewan kadang minuman darah manusia. Hingga Clara berumur 4 setengah tahun." ucap Clara menangis
Max memeluk Clara dan membelai rambutnya agar berhenti menangis.
" Coba kamu kurangi dari setiap hari menjadi dua hari setelah bisa kurangi lagi tiga hari sekali sampai seterusnya kamu lepas tidak meminum darah lagi." ucap Max
" Clara akan coba kak." ucap Clara
" Kak Max, apakah kakak tidak dendam?" tanya Clara berusaha mempengaruhi Max
" Dendam apa Cla?" tanya Max
" Daddynya kakak bukannya dibunuh oleh keluarga Alvonso. Mommyku juga di bunuh oleh keluarga Alvonso karena itu Clara ingin membalas kematian mommyku." ucap Clara sambil tersenyum devil.
" Kakak berusaha ikhlas Cla bahwa dendam akan merusak diri kita, kakak harap Clara begitu juga." ucap Max
__ADS_1
" Baik kak." ucap Clara sambil menahan kesal terhadap Max
" Kakak menyukai Denisa." tanya Clara
" Kenapa kamu bicara seperti itu Cla?" tanya Max bingung
" Clara sering melihat kalau kakak selalu bermain dengan Denisa kenapa aku tidak pernah di ajak?" tanya Clara ketus.
" Kalau kamu ikut gabung, ikut saja Cla tidak ada larangan." jawab Max
" Sudah kak, Clara mau masuk ke kamar." ucap Clara
" Baik, oh ya Cla ini kakak kasih gelang kamu sukakan?" tanya Max
Clara melihat gelang itu bertuliskan CLARA membuat Clara sangat senang melihatnya.
" Suka kak, terima kasih." jawab Clara senang.
" Sini kakak pakaikan, jangan di lepas ya?" pinta Max
" Baik kak, Clara tetap memakainya." ucap Clara.
Max pun memakaikan gelang itu ke tangan Clara.
( " Maafkan kakak Cla, dengan ini kakak bisa tahu apakah kamu bisa berubah atau tidak sama sekali." batin Max ).
xxxxx
Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1