
Mommy Laras kini berada di ruang ugd menunggu ke dua anak kesayangannya Alvian dan Alviana. Tidak berapa lama muncullah Daddy Alvonso dan anaknya Alvonso di susul dokter Kennath dan dokter Maria dilanjutkan Ronald dan Clarisa.
" Buat kalian semua terima kasih atas bantuannya." ucap Mommy Laras tulus.
" La, kita ini adalah satu keluarga walau berbeda orang tua. Hidup susah dan senang kita jalani bersama." ucap Clarisa
" Betul kata Clarisa, kita ini satu keluarga jadi jika salah satu dari kita mengalami kesulitan kita saling membantu dan kita harap kelak anak - anak kita sudah besar nanti melakukan apa yang kita lakukan." ucap Maria.
Laras berdiri dan memeluk ke dua sahabat baiknya yang selalu membantunya, Laras sangat bersyukur mempunyai sahabat baik seperti mereka. Clarisa dan Maria saling berpelukan.
" Oh iya La, maaf kami pulang ya?" ucap Maria
" Iya tidak apa - apa, aku mengerti kasihan anakmu kelamaan bersama baby sister. Kapan - kapan aku main ke rumahmu." ucap Laras tulus.
" Makasih ya La, aku tunggu kedatanganmu, semuanya kami pamit pulang." ucap Maria sambil tersenyum.
" Hati - hati." jawab mereka serempak.
" La, kami juga pulang ya?" ucap Clarisa
" Oh ya, kamu tidak apa - apakan Cla? tadikan kamu ikut berantem? kandunganmu bagaimana?" tanya Laras kuatir.
" Kandunganku baik - baik saja, kuat seperti bundanya." ucap Clarisa
" Tapi kalian cek dulu deh kalau tidak apa - apa baru pulang mumpung masih di rumah sakit." pinta Mommy Laras
" Oke deh, kami ke dokter kandungan dulu nanti kami ke sini lagi." ucap Clarisa
Clarisa dan Ronald pamit dan berjalan menuju ke dokter kandungan tanpa mendaftar karena rumah sakit ini milik sahabatnya Daddy Alvonso.
Ceklek
Pintu ruangan ugd terbuka tampak 2 ranjang di dorong oleh para perawat menuju ruang rawat inap vvip milik Daddy Alvonso. Tampak Alviana sudah tersadar dari pingsannya.
Di ruang inap vvip daddy Alvonso mendekati anaknya Alvian sedangkan Mommy Laras dan Alvonso mendekati Alviana.
" Gimana sayang? masih ada yang sakit? tanya Mommy Laras ke Alvian dan Alviana.
" Sudah mendingan Mom." jawab mereka serempak.
" Mom, Alviana mau ke kamar mandi? pinta Alviana.
__ADS_1
" Biar Daddy gendong." Jawab Daddy Alvonso
Daddy Alvonso menggendong Alviana ke toilet sedankan Alviana membawa kantong infus. Alvonso mendudukkan di closet kemudian ditutup pintu kamar mandi oleh Daddy Alvonso.
" Sayang kalau sudah selesai panggil Daddy ya?" ucap daddy Alvonso di balik pintu toilet.
" Baik Dad." jawab Alviana.
Selesai buang air kecil, badan Alviana merasa gerah, kemudian membuka 3 kancing kemejanya bagian atasnya untuk dibasuh dengan air hangat di wastafel.
( " Ini kok ada dua tanda merah di dua gunung kembarku, apa aku digigit nyamuk ya? tapi kok gigitannya besar? atau aku alergi makanan tapi sejak kapan?mungkin kalau di kasih air hilang." batin Alviana ).
Alviana mencoba membersihkan dengan air tapi tidak hilang kemudian mencoba membersihkan dengan sabun cuci tangan tetap tidak hilang.
tok tok tok tok
" Alviana sayang kamu baik - baik sajakan?" tanya Daddy Alvonso kuatir.
" Baik Dad." ucap Alviana
" Tapi kenapa lama?" tanya Daddy Alvonso heran
" Mencuci muka dad." ucap Alviana.
Alviana akhirnya mengancingkan kemejanya dan bersandar di wastafel karena di tunggu oleh Daddynya.
" Daddy sudah." jawab Alviana
ceklek
Daddy Alvonso membuka pintu toilet dan menggendong Alviana dan dibaringkannya di ranjang.
" Mumpung kalian kumpul di sini Daddy memutuskan Alvonso, Alvian dan Alviana untuk bersekolah di Paris menemani oma kalian, nanti daddy akan mengurus pindahan kalian, jadi kalian bertiga satu kelas." perintah daddy Alvonso.
" Mommy setuju keputusan daddy karena jika kalian satu kelas kalian bisa saling membantu jika ada masalah." ucap Mommy Laras.
" Baik Dad, Mom." ucap Alvonso, Alvian dan Alviana patuh.
" Setelah kalian lulus sekolah, untuk Alvonso dan Alvian kalian berdua kuliah di sini dan menggantikan Daddy sebagai CEO, Daddy hanya pesan buat kalian semua, kalian semua adalah anak - anak kesayangan Daddy dan Mommy, semua harta milik Daddy dan Mommy buat kalian semua jadi jangan saling merebutkan harta atau saling menjatuhkan satu sama lain karena kalian semua dilahirkan dirahim yang sama. Mommy dan daddy bahagia jika kalian saling membantu satu sama lain termasuk ke tiga adik kecil kalian Debby, Denisa dan Denis." pinta daddy Alvonso menasehati ketiga anaknya.
" Baik Dad. kami akan selalu mengingat pesan Daddy." ucap Alvonso, Alvian dan Alviana patuh.
__ADS_1
ceklek
Pintu terbuka tampak Bunda Clarisa dan paman Ronald berjalan masuk ke dalam menemui mereka.
" Gimana Alvian dan Alviana? apakah ada yang sakit?" tanya Bunda Clarisa kuatir
" Tidak bun, sudah agak mendingan." ucap Alvian dan Alviana kompak.
" Bagus deh, bunda ikut senang." ucap bunda Clarisa tersenyum bahagia.
" Oh ya bagaimana kandungannya?" tanya mommy Laras.
" Baik La, jangan kuatir. Kami pulang dulu ya?" pinta bunda Clarisa.
" Ok, hati - hati di jalan." ucap mereka kompak.
Bunda Clarisa dan paman Ronald keluar dari ruangan kamar vvip.
xxxx
Di Apartemen Arlan
Arlan kini sudah sampai di apartemen miliknya, Arlan langsung membersihkan dirinya dengan berendam di bath thup menghilangkan kepenatan sambil memandangi ponselnya yang berisi foto - foto Alviana dan Alvonso serta Alvian.
" Alviana, kamu adalah cinta pertamaku kenapa kamu mengikuti jejak seperti tante Siska, kalau kamu butuh belaian aku juga bisa melakukannya." omel Arlan sambil menunjuk - nunjuk ke ponselnya.
" Tapi, tunggu kenapa wajah mereka bertiga sangat mirip ya? dan wajah Alviana seperti mirip wanita yang kukenal tapi siapa????" tanya Arlan mulai berfikir.
" Oh iya aku baru ingat wajah Alviana mirip dengan orangtua Alvonso dan Alvian waktu kejadian dulu di sekolah dan di restoran karena ibunya Alvonso dan Alvian selalu aku perhatikan karena ibunya sangat perhatian terhadap Alvonso dan Alvian. Aku juga melihat kalau ibu dan ayahnya sangat sayang pada mereka berdua begitu pula dengan Alvonso dan Alvian mereka juga saling sayang. Apakah mereka bertiga saudara kembar?? tanya Arlan
" Aku harus telephone anak buahku untuk menghentikan penyerangan karena aku tidak mau terjadi dengan orang yang kucintai.
tuuuttt tuuuutttt tuuuttt tuuuuttt
" Sial kenapa tidak di angkat, apa mereka sudah sampai dan menyerang mereka? aku harus susul karena aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan orang yang kucintai, masa bodoh dengan masalah Alvonso dan Alvian karena aku sudah jatuh cinta sama Alviana." ucap Arlan.
Arlan langsung menyelesaikan ritual mandinya dan buru - buru memakai handuk untuk men lap tubuhnya yang basah. Arlan mengambil pakaian di lemari dan memakainya dengab terburu - buru mengingat orang yang di sewanya adalah orang - orang yang di rekrut Arlan dari lulusan karate tempat dimana Arlan lulus.
Arlan takut terjadi dengan gadis yang dicintainya sungguh Arlan sangat menyesal bila sampai terlambat bertindak. Arlan tak henti - hentinya menelephone anak buahnya tapi tetap saja tidak di angkat membuat Arlan semakin frustrasi.
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak😁
__ADS_1
Salam Author,
Yayuk Triatmaja