Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Kehangatan Keluarga Alvonso


__ADS_3

" Kami tidak diajak berpelukan?" tanya mereka serempak.


" Ayo sini kita berpelukan, mommy senang keluarga kita selamat." ucap mommy Laras melepaskan pelukan Max.


Max pun melepaskan pelukan mommy Laras. Mommy Laras berusaha duduk di kepala ranjang di bantu oleh Max.


Merekapun bergantian berpelukan membuat hati Max menghangat.


" Terima kasih sudah menerima Max." ucap Max memeluk daddy Alvonso


" Stt... sudah lupakanlah masa lalu kita sekarang menatap masa depan." ucap Daddy Alvonso membalas pelukan Max. Kemudian melpaskan pelukan Max sambil mengusap rambut Max dengan kasih sayang seperti anak dengan daddynya.


" Kak Alvonso dan Kak Alvian, terima kasih sudah menerima Max." ucap Max memeluk Alvonso dan Alvian.


" Sama - sama Max, kami juga senang adik kami nambah jadi satu, kalau butuh bantuan kakak jangan sungkan ya?" pinta Alvonso membalas pelukan Max.


" Benar kata kak Alvonso, jika ada yang berbuat jahat padamu bilang sama kakak, kakak akan membantumu membalas orang itu." ucap Alvian membalas pelukan Max


" Auch mommy, kenapa menjewer telinga Alvian?" tanya Alvian menahan sakit telinganya akibat di jewer mommynya.


" Kamu itu bukannya mengajari adikmu jangan membalas dendam malah ngajarin tidak benar." omel mommy Laras yang masih menjewer telinga Alvian dan tak lama melepaskannya.


" Maaf mommy." ucap Alvian sambil mengusap telinganya yang agak memerah.


" Kasihan deh kakak, sudah besar masih di jewer mommy."ledek ke tiga adiknya.


" Awas ya nanti kakak tidak ajak kalian jalan - jalan." ancam Alvian


" Alvian, mau di jewer telinga satunya lagi oleh daddy biar pas." ucap daddy Alvonso


" Aduh tidak mommy dan tidak daddy tega sama Alvian." gerutu Alvian.


Semua tertawa mendengar mendengar ucapan Alvian.


Setelah berpelukan kini tinggal Max dan ke tiga adiknya.


" Kak Max, kami senang kakak kami nambah satu lagi." ucap Debby memeluk Max dan Max pun membalasnya tak lama Max melepaskannya dan menghadap ke Denis.


" Kak Max, Denis senang nambah kakak satu lagi jadi rumah kita jadi ramai." ucap Denis memeluk Max.


Max membalas pelukan Denis hatinya sangat bahagia melihat keluarga Alvonso mau menerima segala kekurangan Max.


" Mas Max, semua kakakku memanggil kak Max tapi kalau aku memanggilnya Mas Max ya." pinta Denisa membalas pelukan Max


" Lho kenapa?" tanya Max bingung melepaskan pelukannya


" Kalau sudah besar nanti Denisa ingin kita menikah." ucap Denisa polos

__ADS_1


Semua tertawa mendengar ucapan Denisa yang menggemaskan.


" Hei adik paling kecil, kamu itu sekolah sampai lulus kuliah baru memikirkan ke arah sana. Ini saja sd belum lulus." ucap Alvian


" Kakak, kan Denisa bilang kalau Denisa sudah besar kalau sekarang belum." ucap Denisa sambil menatap kakaknya.


" Sudah - sudah kalian ini senangnya bertengkar pas giliran tidak ada salah satu nyariin, sekarang berpelukan jangan bertengkar." omel mommy Laras


Merekapun berpelukan sambil lidahnya dijulurkan ke arah samping.


" Alvian , Denisa kalian mau mommy jewer?." tanya mommy Laras


" Tidak mommy sambil memegang ke dua kupingnya.


" Kalau tidak mau di jewer, minta maafnya yang ikhlas." ucap mommy Laras.


" Baik mommy." ucap mereka serempak.


Merekapun berpelukan, Alvian memang sangat suka menggoda adik bungsunya begitu pula Denisa sangat suka usil dengan kakaknya.


Oh ya dimana Alviana dan Arlan?" tanya Mommy sambil mencari mereka.


" Alviana sudah sadar dari komanya mommy dan Arlan sedang menunggu Alviana." ucap daddy Alvonso.


" Syukurlah mommy ikut senang." ucap mommy Laras


" Mas Max, tanganmu kirimu berdarah?" tanya Denisa kuatir sambil menunjuk tangan Max.


Semua orang menatap tangan Max dan memang benar tangannya ada darahnya walau tidak begitu banyak.


" Oh ini tadi Max melepaskan selang infusnya." ucap Max sambil memperlihatkan tangannya.


ceklek


Seorang dokter dan dua orang perawat masuk ke dalam ruang perawatan.


" Dokter, tolong Mas Max diperiksa tangannya berdarah." ucap Denisa panik


Semua orang termasuk Max menatap Denisa yang terlihat panik.


" Tuan muda Max, silahkan berbaring luka tembak di punggung belum sepenuhnya sembuh." ucap dokter


" Baik dok." ucap Max sambil berjalan dan berbaring di ranjang.


Tangan Max diobati dan tidak perlu di pasang infus. Infus milik mommy Laras pun sudah di lepas. Mereka berdua diperiksa dan kondisinya sudah mulai membaik


" Tiga hari lagi nyonnya Laras dan tuan muda Max bisa pulang." ucap dokter.

__ADS_1


" Terima kasih dok." ucap mommy Laras dan Max bersamaan.


Dokter itupun mengangguk dan berpamitan untuk mengecek pasien lainnya.


" Mommy, Alvonso mau menengok Alviana karena belum menengoknya. " ucap Alvonso


" Ok." jawab mommy singkat.


" Oh iya sampai lupa kita akan mendapatkan cucu sekaligus 6." ucap daddy Alvonso


" Cucu 6? maksud daddy, Alviana hamil kembar 6?" tanya mommy Laras tidak percaya.


" Iya, daddy kalah mom." bisik daddy Alvonso mendekatkan wajahnya ke wajah mommy Laras.


" Kalah kenapa dad?" bisik mommy Laras penasaran


" Daddy sering bikin jadinya 3 anak sedangkan Arlan sering bikin jadinya langsung 6, jatah daddy perlu di tambah mom biasanya sehari 4 ronde mulai nanti malam jadi 6 ronde." bisik daddy dengan nada mendesah kemudian meniup telinga mommy Laras.


" Auch... sakit tahu mommy." ucap daddy Alvonso karena mommy Laras mencubit pinggang suaminya.


" Mommy jangan mencubit daddy." protes Debby.


" Tahu nih Deb, mommymu galak masa daddy di cubit." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum kemenangan di bela anaknya sedangkan mommy Laras hanya mendelik karena kesal sifat mesum suaminya tidak pernah hilang.


" Debby sayang, mommy dan daddy hanya bercanda kok, benarkan dad?" tanya mommy Laras sambil memberi kode tiga kedipan mata yang artinya jika membantah maka tidur di luar dan tidak dapat jatah selama sebulan.


glek


Daddy Alvonso menelan saliva dengan susah payah karena daddy Alvonso mengerti arti kedipan istrinya.


FLASHBACK ON


Selesai melakukan kegiatan panas di malam hari daddy Alvonso dan mommy Laras saling berpelukan.


" Daddy, kan anak - anak sudah besar jadi bagaimana kalau kita bikin kode. Misalnya daddy atau mommy ingin minta jatah cukup salah satu kita memberi kode." ucap Mommy Laras.


" Boleh, kodenya apa?" tanya daddy Alvonso


" Satu kedipan mata berarti salah satu ingin minta jatah, dua kedipan mata kalau daddy nakal maka mommy memberi hukuman tidak mendapatkan jatah dan tiga kali kedipan mata maka tidak dapat jatah dan tidur diluar selama satu bulan." ucap mommy Laras.


" Kamu tega sayang masa hukumannya berat banget." gerutu daddy.


"Makanya daddy jangan nakal kalau tidak mau kehilangan jatah." ucap mommy Laras sambil tertawa.


" Baiklah daddy terima asalkan satu ronde lagi." pinta daddy Alvonso.


Mommy Laras hanya mengangguk pasrah, merekapun melakukan kegiatan panas lagi.

__ADS_1


__ADS_2