Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Ulah Ke 6 Anak Kembar


__ADS_3

Kini Arlan, Alviana berada di dalam kamar mereka.


Alviana masih berbaring di ranjang karena tubuh, tangan dan kaki masih terasa kaku dan masih lumayan sakit jika digerakkan. Arlan duduk di samping ranjang istrinya sambil menatap ke 6 anaknya yang bermain di kamarnya yang luas.


" Sayang, siapa saja nama mereka?" tanya Alviana tersenyum menatap ke 6 anak mereka.


" Yang ini anak kita pertama bernama Albert Ardiansyah."


" Yang ini anak kita ke dua bernama Bella Ardiansyah."


" Yang ini anak kita ke tiga bernama Charli Ardiansyah."


" Yang ini anak kita ke empat bernama Della Ardiansyah."


" Yang ini anak kita ke lima bernama Ellie Ardiansyah."


" Yang ini anak kita ke enam bernama Fellix Ardiansyah."


Arlan memperkenalkan satu persatu nama anak - anaknya.


" Sayang, bagaimana membedakan nama dan mana kakak dan mana adik karena wajahnya mirip denganmu." ucap Alviana bingung karena Arlan tidak salah menyebutkan nama ke 6 anaknya.


" Sangat mudah, pertama ke 6 anak kita ditandai dengan memakai kalung dengan menggunakan namanya dan tidak bisa di buka kecuali oleh orang dewasa, dan yang ke dua nama anak kita di awali awal alphabet A,B,C,D,E,F nah kita bisa tahu kalau alphabet berarti anak pertama, B berarti anak ke dua dan seterusnya." ucap Arlan sambil tersenyum.


Alviana tertawa mendengar penjelasan suaminya.


" Sayang, tidak kusangka suamiku memang pintar." puji Alviana


" Arlan gitu lho." ucap Arlan bangga


" Kalau misalnya aku yang tukar kalungnya kemungkinan mas Arlan lupa ya?" tanya Alviana


" Sepertinya iya." jawab Arlan sambil tersenyum.


Alviana hanya tersenyum ketika mendengar kejujuran suaminya.


" Sayang, maaf mas mau kerja sebentar ada dokumen yang mesti aku kerjakan." ucap Arlan


" Ok." Jawab Alviana


Arlan berdiri dan membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah pintu baru beberapa langkah anaknya memanggilnya.


" Papa, mau kemana?" tanya Albert


" Papa mau ke ruang kerja dulu sayang." jawab Arlan sambil membalikkan badannya dan berlutut agar sejajar dengan anaknya.


" Papa ke luang kelja mau ngapain?"tanya Felix


" Kerja." jawab Arlan singkat sambil tersenyum


" Bella ikut papa kelja." jawa Bella


" Papa kelja di sini saja temani kita main." ucap Charli


" Ok." jawab Arlan singkat


Arlan menelephone Harlan untuk mengambil laptop dan dokumen ke kamarnya.


Tidak berapa lama Harlan datang membawa laptop dan dokumen sesuai permintaan Arlan.


" Terima kasih ya Lan." ucap Arlan

__ADS_1


" Ok." jawab Harlan


" Paman, jangan pelgi temani kita main." ucap mereka serempak


" Paman sibuk sayang, mainnya nanti aja ya." ucap Harlan lembut sambil tersenyum


" Huaaaa.... Mama.... papa... paman Hallan nakal.. tidak mau belmain sama kita huaaaa.." tangis ke 6 anak itu langsung serentak


" Sudahlah Harlan temani ke 6 anakku." pinta Arlan


" Baiklah." ucap Harlan pasrah


Merekapun bermain dan tidak terasa sudah 1 jam mereka bermain.


" Kak Arlan, aku pinjam laptopmu aku mau mengerjakan dokumen penting tentang kerja sama dengan perusahaan PT ALEXA CORP. Aku baru ingat besok mau di pakai buat meating." ucap Harlan


" Ok." jawab Arlan sambil memberikan laptopnya ke Harlan sedangkan Arlan mengecek dan menanda tangani beberapa dokumen kerja sama dengan beberapa perusahaan.


Mereka berdua sibuk mengerjakan dokumen hingga 2 jam lamanya, ke 6 anaknya sudah tertidur pulas sedangkan Alviana juga sudah memejamkan matanya.


Ponsel Arlan dan Harlan tiba - tiba bergetar karena takut mengganggu mereka yang sedang istirahat mereka keluar kamar secara perlahan agar mereka tidak terbangun.


Salah satu dari mereka terbangun dan melihat laptopnya masih menyala, sontak anak kembar itu membangunkan semua saudaranya. Ke 4 anaknya mendekati laptop milik papanya dan salah satu memegang pinggiran laptop, yang ke dua menekan tombol - tombol di laptop, yang ketiga menunjuk layar laptop dan yang ke 4 hanya memperhatikan ke 3 kakaknya.



Sedangkan yang ke duanya menyobek berkas dokumen penting yang sudah ditanda tangani oleh papanya Arlan.


ceklek


Arlan dan Harlan masuk kembali ke kamar Arlan dan Alviana. Kedua pria tampan itu membulatkan matanya dengan sempurna.


" Aduh gawat." ucap Arlan dan Harlan bersamaan.


" Harlan, dokumen kerja sama yang menghasilkan milyaran rupiah sobek." sambil menatap tajam ke dua anaknya.


" Sama aku juga, aku sudah selesai mengerjakan dokumen penting tentang kerja sama dengan perusahaan PT ALEXA CORP. belum sempat aku simpan padahal besok mau di pakai buat meating." keluh Harlan menatap laptopnya kemudian menatap ke 4 anaknya Arlan dan Alviana


Ke enam anak kembar di tatap seperti itu sontak menangis kencang.


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Alviana yang tadi sudah tertidur langsung membuka matanya.


" Sayang ada apa? kenapa anak kita menangis?" tanya Alviana.


" Lihat apa yang dilakukan oleh ke 6 anakmu, mereka sangat nakal." ucap Arlan tanpa sadar


" Apa maksudmu sayang." tanya Alviana yang sudah mulai meneteskan air matanya.


" Lihat dokumen yang baru kutanda tangani ini semuanya sobek dan dokumen penting tentang kerja sama dengan perusahaan PT ALEXA CORP. belum sempat simpan di laptop padahal besok mau di pakai buat meating." ucap Arlan kesal sambil memandang ke 6 anaknya yang masih menangis.

__ADS_1


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Arlan dan Harlan tidak pernah merasakan kasih sayang oleh ke dua orang tuanya karena itulah mereka tidak tahu kalau perkataan Arlan sangat menyakiti perasaan Alviana dan juga ke 6 anak kembar itu.


" Mereka berenam menangis tolong gendong mereka." pinta Alviana


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


" Tidak mau." tegas Arlan karena masih kesal dengan ke 6 anaknya dan tidak memperdulikan perasaan Alviana dan tangisan ke 6 anaknya.


" Ambilkan ponselku." lirih Alviana karena hatinya sangat terluka


" Pakailah ponselku." perintah Arlan sambil melempar ponselnya ke arah Alviana.


Alviana berusaha menangkap ponsel milik Arlan dengan bersusah payah sambil menahan rasa sakit kemudian Alviana menelephone mommynya untuk datang bersama ke 6 baby sisternya.


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Huwaaaaaaa


Tidak berapa lama merekapun datang, ke 6 baby sister itupun menggendong ke 6 anak kembar keluar dari kamar orang tuanya ke kamarnya.


" Ada apa sebenarnya?" tanya mommy Laras


Alviana menjelaskan semuanya apa yang telah terjadi ke enam anaknya.


Mommy Laras menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap wajah Arlan dan Harlan.


" Arlan apakah kamu sangat kesal dengan ke 6 anak kalian?" tanya mommy Laras


" Maaf mommy, Arlan akan berkata jujur, iya Arlan sangat kesal dengan ke 6 anak kami karena telah merusak dokumen penting." ucap Arlan.


Mommy Laras menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap Arlan dan Harlan secara bergantian.

__ADS_1


" Arlan dan Harlan jika mommy bisa mengembalikan semuanya apakah mommy boleh minta satu permintaan dan permintaan itu mutlak harus kamu lakukan." tanya mommy Laras.


__ADS_2