Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Kematian Wulandari


__ADS_3

Dasar perempuan gila, membunuh ke dua orangtuamu dan juga kakak kandungmu tanpa punya perasaan bersalah sedikitpun." bentak dokter Kennath tidak percaya sambil menunjuk - nunjuk ke bahu Wulandari.


Daddy Alvonso dan Ronald mendengar cerita masa lalunya membuat mereka syock karena baru kali ini mendengar cerita yang sangat mengerikan.


" Iya aku gila, aku seorang pembunuh hahahaha.." ucap Wulandari tertawa terbahak - bahak sambil tangannya berusaha memotong tali ikatan dengan pisau kecil yang di ambil dari balik belakang saku celana panjang miliknya.


Setelah terbuka Wulandari menusuk ke perut dokter Kennath masih dalam kondisi duduk karena kedua kakinya masih teringkat.


" Matilah kau brengs**k." ucap Wulandari dengan senyum menyeringai.


akh


Perut dokter Kennath tertusuk hingga mengeluarkan darah segar. Ronald dan daddy Alvonso refleks langsung berdiri. Ronald melangkahkan kaki dengan cepat untuk menahan tubuh dokter Kennath agar tidak terjatuh sedangkan daddy Alvonso mengambil pistol di balik jasnya.


dor


Tubuh Wulandari langsung terjatuh dan mati seketika dengan mata melotot karena Daddy Alvonso menembak di dahi Wulandari.


" Kita ke rumah sakit Ron." perintah daddy Alvonso sambil membantu Ronald membawa dokter Kennath.


" Tidak perlu, aku bisa mengobati. Akukan dokter bawa saja aku keruanganku dan tolong ambilkan tasku di mobil." pinta dokter Kennath.


" Ok." ucap daddy Alvonso dan Ronald serempak.


Daddy Alvonso membantu dokter Kennath berjalan menuju ruangan pribadinya sedangkan Ronald mengambil tas perlengkapan dokter Kennath.


xxxxx


Dokter Kennath sudah mengobati dirinya sendiri dan juga luka di perutnya sudah di beri perban.


" Benar - benar perempuan psychophat." umpat Ronald.


" Iya benar wanita itu bisa di sebut psychophat membunuh tanpa punya rasa bersalah. Sungguh aku tidak menyangka wanita itu menyerangku secara tiba - tiba." ucap dokter Kennath tidak percaya.


deg


Jantung daddy Alvonso langsung berdetak dengan kencang dirinya mengingat akan Max, apakah jiwa psychophatnya sudah benar - benar hilang? ataukah masih ada. Selama ini sikap Max baik - baik saja tapi apakah jika suatu saat keluarganya lengah, Max akan menyakiti keluarganya.


Sungguh daddy Alvonso tidak ingin kehilangan harta yang paling berharga yaitu keluarga besarnya. Istri dan ke enam anaknya terlebih putrinya Alviana sedang hamil kembar 6.


Dokter Kennath dan Ronald memandang sahabatnya yang melamun seperti memikirkan sesuatu.


" Ada apa Al?" tanya dokter Kennath penasaran


" Aku memikirkan Max, kalian tahu Max bukan? aku tidak sanggup dan tidak bisa membayangkan jika salah satu keluargaku terluka." ucap daddy Alvonso lirih sambil mengusap mukanya dengan kasar.

__ADS_1


" Kamu sudah bicara dengan Laras?" tanya Ronald hati - hati.


" Sudah Ron, kata istriku hidup mati seseorang sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Istriku juga mengatakan ingin mengubah Max menjadi pria normal dengan tidak membunuh atau menyiksa orang lain." ucap daddy Alvonso lirih sambil memejamkan matanya dengan bersandar di sofa.


" Aku hanya bisa berharap Max bisa sadar." ucap dokter Kennath.


" Iya, benar kata Ken, kamu harus percaya dengan Max kalau Max bisa berubah." ucap Ronald berusaha menyakinkan daddy Alvonso.


" Aku harap ketakutanku terhadap Max tidak terjadi dan Max sudah sadar kalau perbuatannya salah." ucap daddy Alvonso.


XXXX FLASHBACK ON XXXX


Daddy Alvonso, dokter Kennath, Ronald dan juga ke tiga anaknya Daddy Alvonso yaitu Alvonso, Alvian dan Alviana tidak mengetahui kalau dulu Max setiap hari suka meminum darah manusia hanya mommy Laras yang tahu fakta yang sangat mengerikan itu.


Mommy Laras sengaja menyembunyikan itu agar Max tidak dijauhi oleh keluarga besarnya maupun ke dua sahabatnya dan juga ke dua sahabat suaminya.


Mommy Laras selama ini selalu mendampingi Max, sering menasehati dan mengarahkan sesuatu hal kebaikan agar Max tidak ada keinginan untuk menyakiti ataupun membunuh orang lain.


Mommy Laras memberi pengertian kepada ke 6 anaknya kalau Max kurang mendapatkan kasih sayang.


Beruntung ke enam anaknya terlebih Debby, Denis dan Denisa mengerti dan tidak iri melihat mommy nya lebih dekat dan perhatian dengan Max.


Usaha mommy Laras saat ini tidak sia - sia, Max bersikap baik dan sudah tidak ada lagi keinginan untuk menyakiti ataupun membunuh orang terlebih meminum darah manusia.


" Gimana Ken, sudah enakkan?" tanya Ronald


" Sudah lumayan, kita pulang ke mansion saja karena sudah sore, istriku pasti sudah menungguku." ucap dokter Kennath.


" Aku juga, istriku selalu menungguku di kamar." ucap Ronald sambil tersenyum.


" Dasar kamu Ron, setiap hari pikiranmu selalu mesum." omel dokter Kennath


" Habis enak sih, kalian jugakan...hahahaha..." tawa Ronald pecah membuatnya bergema di ruangan dokter Kennath.


Dokter Kennath dan daddy Alvonso ikut tertawa. Mereka juga mengakui kalau mereka bertiga memang sangat mesum terhadap istrinya.


" Sama, istriku selalu menunggu kedatanganku di ruang tamu sambil membuat cemilan baru." ucap daddy Alvonso


" Pantes saja kamu sudah mulai gendut Al." ledek dokter Kennath dan Ronald bersamaan.


" Biarin yang penting sehat dan istriku masih tergila - gila padaku." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum.


Mereka bertiga tertawa bersama.


" Tidak pernah aku membayangkan kita bertiga bersahabat baik dan mempunyai istri juga bersahabat baik dengan istri - istri kita." ucap Ronald tersenyum membayangkan masa lalu.

__ADS_1


" Iya benar dan membuatku senang tidak ada salah satu dari kita rebutan ataupun rasa sakit hati." ucap daddy Alvonso.


" Maksudmu Al?" tanya mereka serempak.


" Maksudku aku dan Laras saling menyukai, Ronald dengan Clarisa dan Kennath dengan Maria. Biasanya yang aku tahu satu cewe jadi rebutan atau satu cowo jadi rebutan." ucap daddy Alvonso menjelaskan.


" Iya benar, aku baru sadar. Tapi syukurlah dengan begitu persahabatan kita awet dan kuharap anak - anak kita mengikuti jejak kita sebagai orang tua untuk saling membantu." ucap Ronald berharap.


" Karena itu sesuai perkataan Laras anak - anak kita jodohkan agar persahabatan kita tidak pernah putus." ucap dokter Kennath.


" Ya benar kata kalian, kuharap anak - anakku selain Alvian dan Alviana ada yang berjodoh dengan anak Kennath atau Ronald." ucap daddy Alvonso penuh harap.


" Acara reuni keluarga setiap bulan selama ini berlangsung bisa membuat anak - anak kita saling mengenal satu dengan yang lainnya." ucap dokter Kennath


" Betul, aku sangat berharap salah satu anakku bisa menikah dengan salah satu anak kalian." ucap Ronald.


Setelah berbincang agak lama mereka pun pulang. Daddy Alvonso, Ronald dan dokter Kennath satu mobil. Daddy Alvonso mengantar dokter Kennath terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan Ronald.


Daddy Alvonso mengendarai mobil dengan santai tanpa ada kendala sama sekali menuju ke mansion.


xxxx


" Hallo sayang." panggil sepasang suami istri paruh baya itu.


" Sayang, kamu harus membalaskan dendam untuk keluarga Alvonso. Ingat mereka telah membunuh orangtuamu." ucap wanita paruh baya itu.


" Tapi keluarga mereka baik padaku." ucap anak itu agak ragu.


" Mereka pura - pura baik, cari waktu yang tepat untuk membunuh mereka." ucap wanita paruh baya itu.


" Baik." jawab anak itu dengan singkat sambil senyum menyeringai.


" Bagus dan ingat setiap kamu bunuh jangan lupa kamu minum darahnya" ucap pria paruh baya


" Oh ya, sampai sekarang tanpa sepengetahuan mereka kamu selalu minum darah bukan?" tanya wanita itu.


" Masih." jawab anak itu dengan singkat.


" Bagus, ingat sifat psyhophatmu dituruni oleh ke dua orang tuamu." ucap wanita itu.


" Maaf lain kali kita bertemu lagi, ingat balaskan kematian orang tuamu." jawab pria itu


" Baik." jawab anak itu singkat.


xxxxx

__ADS_1


__ADS_2