Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Harlan Bertemu Dengan Ibu Kandung


__ADS_3

Wanita itu berjalan tanpa arah tujuan bingung mau kemana dalam hatinya mengerutu.


Sebuah mobil berjalan dengan santai, seorang pria tampan mencari ponselnya ketika ponselnya berdering. Karena tidak ketemu juga pria tampan itu menundukkan kepalanya untuk mencari ponselnya.


Setelah ketemu pria tampan itu mengambilnya dan duduk dengan tegap sambil mengangkat telephonenya. Matanya membulat sempurna ketika melihat seorang wanita berjalan menuju ke arahnya membuat dirinya langsung menghentikan mobilnya tapi sayang terlambat.


brak


Pria tampan itu menabrak wanita itu hingga wanita itu terjatuh. Pria tampan itu menghentikan mobilnya dan turun dari mobilnya untuk melihat kondisi wanita yang telah ditabraknya.


Pria tampan itu bernafas lega karena wanita itu masih bernafas. Pria tampan itu membawanya ke hotel tempat dirinya menginap. Pria tampan itu menelephone seorang dokter. Tidak butuh lama dokter itupun datang dan memeriksa keadaannya.


Setelah agak lama dokter itu memberikan resep kemudian meninggalkan mereka berdua. Tidak berala lama wanita itupun terbangun.


" Dimana aku?" tanya wanita itu sambil memandangi sekeliling


" Nyonya ada di hotel, maaf saya tidak sengaja menabrak nyonya dan maaf saya tidak bawa ke rumah sakit karena lukanya tidak terlalu parah." ucap pria tampan itu


" Siapa nama tuan?" tanya nyonya itu


" Nama saya Harlan." Jawab Harlan


" Saya jadi ingat dengan nama anak kandung kandung saya bernama Harlan Renaldo karena suami saya yang bernama Herman Renaldo telah mengusir saya hiks... hiks... hiks." tangis wanita itu.


" Kenapa nama anak nyonya dan suami nyonya sama seperti diriku?" tanya Harlan bingung


" Benarkah? apa jangan - jangan tuan anak saya? apakah di bahu sebelah kanan ada tanda lahir?" tanya wanita itu


" Ada, tapi kata ayahku ibuku meninggal ketika melahirkanku" ucap Harlan


" Aku mempunyai ponakan bernama Arlan dan Rocky apakah tuan juga mempunyai sepupu bernama Arlan dan Harlan?" tanya wanita itu


Harlan hanya menganggukan kepalanya saja tapi pikirannya masih bingung.


" Saya menyimpan foto kalian tunggu sebentar" ucap wanita itu


Wanita itu membuka kalungnya yang di tengahnya berbentuk hati. Kemudian kalung yang berbentuk hati itu dibuka kemudian diberikan ke Harlan.


" Ini foto suami dan anak kesayanganku yang bernama Harlan." ucap wanita itu

__ADS_1


Harlan dengan tangan gemetar menerima pemberian kalung wanita itu dan melihatnya. Matanya membulat sempurna karena foto laki - laki itu sangat mirip dengan ayahnya.


" Coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Harlan


" Waktu anakku Harlan berumur dua bulan suamiku mengusirku karena suamiku membawa wanita lain hiks... hiks... aku tidak mau tapi suamiku hiks.... hiks... memaksanya.. kemudian aku di siksa... hiks... hiks... aku ingin mengambil putraku tapi hiks... hiks.. suamiku tidak mengijinkannya dan akhirnya ibu pergi." ucap wanita itu sambil terisak.


" Tapi ketika aku masih kecil ayah tidak pernah membawa wanita lain, ayahku membesarkan aku sendirian hingga aku berumur 7 tahun ayahku meninggal" ucap Harlan


" Apa sudah meninggal, bolehkah aku pergi ke makamnya? apakah dikuburkan di pemakaman keluarga Renaldo?" tanya wanita itu


Harlan hanya menganggukkan kepalanya.


" Berarti kamu anakku, anakku sudah besar. Bolehkah ibu memelukmu? ibu sangat merindukanmu Harlan." ucap wanita itu


Harlan sekali lagi hanya menganggukkan kepalanya.


Wanita itu memeluknya dan di balas pelukan oleh Harlan.


" Anakku sayang, maafkan ibu karena ibu tidak bisa melakukan apapun untuk membawamu pergi dari rumah itu." ucap wanita itu


" Kalau boleh tahu apa nama perumahanku dan berada di mana?" tanya Harlan memastikan


" Nama Perumahannya Graha Griya Persada Kasih dan berada di kota xxxx. Apakah benar?" tanya wanita itu


" Tidak apa - apa sayang, ibu mengerti yang penting kamu sehat dan mengakui ibu sebagai ibu kandung sudah cukup buat ibu." ucap ibunya.


" Oh ya Bu, istirahat nanti ada orang yang datang memberikan pakaian buat ibu dan makanan, saya akan menyewa lagi kamar yang di sebelah." ucap Harlan


" Oh iya maaf nama ibu siapa? karena ayah tidak pernah menyebut nama lengkap ibu." ucap Harlan


" Sutrimelza Hermawan orang - orang memangilku Sutri." ucap ibunya.


" Baik bu, selamat istirahat." ucap Harla meninggalkan kamarnya sambil membawa kopernya.


Harlan memesan kamar sebelah ibunya dan kemudian membersihkan diri. Selesai berpakaian Harlan seseorang mengetuk pintu dan mengantarkan makanan. Harlanpun menerima dan memakannya.


" Aku mengira kalau ibuku sudah meninggal tapi setelah setelah bertahun - tahun ternyata ibuku masih hidup. Aku sangat senang tapi kenapa ayahku membohongiku? aku akan tanya ke kak Arlan." ucap Harlan berbicara dengan dirinya sendiri.


Panggilan ke dua baru di angkat oleh Arlan

__ADS_1


" Sudah sampai Ar?" tanya Arlan tanpa basa basi


" Sudah kak? gimana kabar ke 6 kabar ponakanku?" tanya Harlan


" Kabar mereka baik, sebenarnya aku mau ikut denganmu karena proyek ini sangat penting tapi anak - anak menangis semua tidak mau aku tinggal." ucap Arlan


" Tidak apa - apa kak, tenang saja. Oh ya kak apa kakak kenal dengan nama Sutrimelza Hermawan?" tanya Harlan


" Itu bukannya nama ibu kandungmu ya?" tanya Arlan


" Iya kak, dan dia ternyata masih hidup." ucap Harlan


" Apa?? bagaimana mungkin karena setahu kakak kalau tante Sutrimelza Hermawan sudah meninggal." ucap Arlan tidak percaya


" Tapi itu benar kak, oh ya kak punya foto ibuku tidak karena ayahku tidak menyimpan sama sekali fotonya." ucap Harlan


" Sepertinya punya nanti akan kakak cari dan kirim fotonya." ucap Arlan


" Baik kak, saya tunggu. Terima kasih kak." ucap Harlan


" Ya." jawab Arlan dan langsung mematikan ponselnya.


Tidak berapa lama ponsel Harlan berbunyi dan Harlan membuka pesan tersebut yang berupa foto ibunya, ayahnya dan dirinya yang masih bayi. Dalam foto itu ibunya memeluk dirinya yang masih bayi sedangkan ayahnya memeluk ibunya dari arah samping.


" Kamu memang ibuku, maafkan Harlan bu kalau Harlan sempat ragu." ucap Harlan


Karena lelah Harlanpun berbaring di ranjang dan tidak berapa lama Harlanpun sudah masuk ke dalam dunia mimpi.


xxxx


Pagi - pagi Harlan sudah bangun untuk pergi mengurus proyek dan sebelumnya mampir ke kamar ibunya.


" Ibu, Harlan pergi karena hari ini Harlan ada proyek. Kemungkinan Harlan pulang agak malam. Nanti ada yang mengantar makanan." ucap Harlan


" Kamu hati - hati di jalan, semoga sukses ya nak?" ucap ibunya sambil memeluknya.


Harlanpun membalasnya hatinya sangat senang bisa merasakan kasih sayang ibunya.


Harlanpun pergi meninggalkan ibunya untuk bekerja.

__ADS_1


Sepeninggal Harlan kini ibunya sendiri di kamar.


" Hidupku sekarang lebih baik karena aku lihat anakku sangat kaya, aku di usir suamiku tidak masalah karena aku secara tidak sengaja bertemu dengan anak kandungku. Untung saja anakku percaya dengan cerita yang ku buat. Oh suamiku sayang tidak ku sangka umurmu sangat pendek." ejek ibunya Harlan.


__ADS_2