
Di dalam lift Arlan memberikan kunci mobilnya, Harlanpun langsung menerima kunci mobil yang diberikan oleh Arlan.
" Kita mau kemana?" tanya Harlan ketika mereka berada di dalam mobil
" Ke rumah orang tua Alviana." jawab Arlan
Harlan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Tidak ada pembicaraan dari mereka sama sekali keduanya hanyut dalam pemikiran masing - masing.
Dua puluh menit merekapun sampai di kediaman orang tua Alviana. Seorang bodyguard membuka pintu utama Harlan dan Arlan masuk ke dalam seorang kepala pelayan berdiri menunggu mereka berdua dan mengantarkan ke sebuah ruangan.
Ruangan itu mirip seperti bioskop tampak semua orang berkumpul kecuali Maria dan Clarisa karena mereka berdua menjaga Alviana yang berbaring koma.
Arlan dan Harlan duduk di kursi yang kosong dan menghadap layar lebar dan suasanya agak gelap.
Arlan dan Harlan bertanya - tanya apakah mereka akan menonton bioskop, ingin bertanya tapi mereka berdua ragu dan akhirnya diam menunggu mereka untuk mengatakan sesuatu.
Mommy Laras maju ke depan agak jauh dari layar proyektor sambil membawa senter laser. Alvian dan Alvonso duduk berdampingan sambil memangku laptopnya.
" Seperti semua ketahui mommy, daddy dan Arlan berhasil menggagalkan rencana pembunuhan putri kami Alviana. Aku, Alvonso dan Alvian berusaha mencari siapa dalang dari semua ini dan kami bertiga sudah mengetahui siapa dalangnya dia adalah Bona. Seperti perkataan paman Ken bahwa Bona berhasil kabur." ucap mommy Laras sambil memandang wajah mereka satu persatu.
" Bona sangat pandai menyamar sehingga sulit mencarinya. Alvian tunjukkan semua foto - foto penyamaran Bona." pinta mommy Laras
" Baik mom." jawab Alvian
Alvian langsung meng klik laptopnya.
" Ini foto Bona memakai kumis palsu." ucap mommy Laras menunjukkannya dengan sinar laser
" Ini foto Bona menyamar menjadi wanita ketika dia keluar dari markas menuju mansion milik orang tuanya." ucap mommy Laras
" Ini foto Bona memakai rambut palsu waktu pergi ke club." sambung mommy Laras
" Ini foto Bona menyamar menjadi seorang kakek tua untuk mengadakan pertemuan dengan anggota mafia gagak merah waktu melakukan aksi penyerangan Alvonso, Alvian dan Alviana." ucap mommy Laras
Mommy Laras menyebutkan satu persatu foto aksi Bona dengan menggunakan sinar laser.
" Alvonso tampilkan cctv yang sudah kamu retas di keluarga besar Bona." printah Mommy Laras.
" Baik mom". jawab Alvonso.
Alvonso menekan tombol tampaklah tampilan layar cctv di layar proyektor.
CCTV MANSION BONA ON
__ADS_1
Tampak sepasang suami istri paruh baya sedang berbicara di ruangan keluarga.
" Gawat mom, semua saham milik tuan Alvonso, tuan Kennath, tuan Ronald dan terakhir tuan Arlan semuanya menarik sahamnya dan membatalkan kerjasama perusahaan kita." ucap suaminya dengan wajah sangat panik
" Bagaimana bisa? sebenarnya apa yang terjadi?" tanya istrinya.
" Ini gara - gara anak kita Bona berambisi untuk memiliki Alviana sehingga perusahaan milik kita jadi hancur padahal perusahaan itu daddy bangun dengan cara mengambil secara licik, sia - sia saja Daddy lakukan selama ini." ucap suaminya gusar.
" Terus bagaimana dengan anak kita dad?" tanya istrinya
" Daddy meminta adik daddy sebagai ketua mafia Elang Gold untuk membebaskan Bona dan sekarang Bona sudah daddy sembunyikan di markas Elang Gold." ucap suaminya.
" Kita bikin perhitungan Dad, gara - gara Alviana kita menjadi bangkrut. Minta tolong adikmu sebagai ketua mafia untuk membunuh Alviana." ucap istrinya dengan penuh dendam.
" Baik mom." ucap suaminya.
Pria paruh baya menghubungi adiknya untuk membunuh Alviana.
5 Menit Kemudian
Pria itu menerima telp dari adiknya kemudian telephone pun diputuskan.
" Alviana sedang koma di rumah sakit mom." ucap suaminya.
" Tapi kalau ketahuan bagaimana?" tanya suaminya
" Satu orang penembak jitu dan ahli dalam bela diri sehingga sulit untuk di tangkap." jawab istrinya.
" Siapa orangnya?" tanya suaminya.
" Aku dad, apakah daddy lupa kalau mommy jago bela diri dan bisa menembak dengan tepat." ucap istrinya.
" Istriku memang yang terbaik." ucap suaminya.
" Iya donk." jawab istrinya.
" Oh ya kakakku sebagai ketua mafia Blue Black siap siaga untuk membantu adik daddy kalau sewaktu - waktu di serang oleh mafia milik tuan Kennath." sambung istrinya.
" Kalau boleh tahu, darimana kamu tahu semuanya?" tanya suaminya
" Mommy mempunyai anak buah yang menjadi bodyguard di rumah keluarga Alvonso, Keluarga Ronald dan keluarga dokter Kennath jadi mommy tahu semua pergerakan mereka." ucap istrinya
" Kenapa kamu membenci keluarga mereka?" tanya suaminya
__ADS_1
" Adikku menyukai tuan Alvonso tapi di tolak dan akhirnya bunuh diri, adik sepupuku menyukai dokter Kennath tapi dokter Kennath tidak menyukainya malah menikah dengan dokter Maria sehingga adik sepupuku juga bunuh diri dan terakhir tuan Ronald dia telah menembak kakakku waktu ada masalah perusahaan karena itulah aku sangat dendam dengan mereka." ucap istrinya.
" Oh begitu, bagus orang seperti mereka seharusnya mati dan hancur." ucap suaminya.
" Iya dad, hatiku masih sakit jika mengingat adikku mati bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya di jurang di depan mataku." ucap istrinya sambil matanya berkaca - kaca.
"Kita istirahat karena besok kita akan jalankan semua rencanamu." ucap suaminya
" Ok. kita istirahat." ucap istrinya.
Dua pasangan paruh baya itu berhenti bicara dan masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
CCTV MANSION BONA OFF
" Berarti di keluarga besar kita ada bodyguard yang menjadi pengkhianat." ucap daddy Alvonso geram.
" Iya, kenapa kita tidak tahu kalau ada pengkhianat akan aku bunuh mereka semua." ucap Ronald kesal.
" Siapa saja pengkhianat itu La?" tanya dokter Kennath.
" Alvian tunjukkan fotonya." perintah mommy Laras.
Alvian mengklik tombol laptop tampak 6 orang bodyguard yang bertugas di mansion daddy Alvonso, paman Ronald dan paman Kennath.
" Dua bodyguard ini bekerja di mansion ini." ucap mommy Laras menunjukkan dua orang itu.
" Untuk Kennath dan Ronald pasti kenal dengan mereka." ucap mommy Laras sambil menatap dokter Kennath dan Ronald.
" Ya aku kenal dengan 2 bodyguard yang sebelah kiri dan sebelah kanan, aku tidak menyangka kalau mereka berkhianat" ucap dokter Kennath.
" Aku juga kenal yang sisanya bagian kiri nomer dua dan nomer 3, aku juga tidak menyangka Ken." ucap Ronald.
" Daddy tidak menyangka Tiga Aksi Mommy Laras, Alvonso dan Alvian. Kalian memang is the best." puji daddy Alvonso.
xxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, tambahkan votenya dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
xxxxxxx
__ADS_1