
" Kalian kenapa berbisik?" tanya Alvonso curiga
" Ada deh." jawab Liani dan Kelly bersamaan sambil tersenyum sambil bergadengan tangan meninggalkan 2 pria tampan.
Alvonso dan Harlan berjalan mengikuti dari arah belakang. Liani dan Kelly mengelilingi toko souvenir setelah apa yang dicarinya ketemu. Liani dan Kelly menuju ke toko itu dan masuk ke dalam diikuti oleh Alvonso dan Harlan.
Liani dan Kelly memilih topi berwarna hitam dan meminta penjualnya membordir huruf inisial. Setelah 10 menit kemudian pesanan itu selesai.
Ke dua pria tampan itu ingin membayar tapi tangannya langsung di tahan oleh Kelly sedangkan Liani membayar dua topi tersebut. Liani memberikan 1 topi ke Kelly dan satunya dia pegang.
" Sayang, pakai topi ini ya? Ada inisial HL yang artinya Harlan dan Liani." ucap Liani sambil tersenyum sambil memberikan topi tersebut.
cup
" Terima kasih sayang, mas sangat suka." ucap Harlan sambil tersenyum.
Harlan mengecup bibir Liani kemudian menerima topi pemberian dari Liani dan langsung memakai topinya.
" Kekasihku tambah tampan." ucap Liani
" Kamu pintar gombal ya." ucap Harlan.
Harlan memeluk Liani dari arah samping, Liani pun membalas pelukan Harlan dari arah samping dengan kepalanya menyandar di bahu Harlan.
" Mas Alvonso, pakai topi ini ya? Ada inisial AK yang artinya Alvonso dan Kelly. Semoga persahabatan kita selalu abadi" ucap Kelly sambil tersenyum sambil memberikan topi tersebut.
cup
" Terima kasih Kelly, mas sangat suka." ucap Alvonso
Alvonso mengecup bibir Kelly kemudian menerima topi pemberian Kelly dan langsung memakainya.
" Mas Alvonso, ciuman pertamaku." ucap Kelly kesal
cup
Alvonso mengecup bibir Kelly kembali
" Mas Alvonso." ucap Kelly dengan nada lebih keras
" Kan sudah mas kembalikan ciumannya. Mas juga sama ciuman pertama. Ciuman persahabatan boleh donk." ucap Alvonso modus
__ADS_1
" Ih dasar, nyebelin, ayo Liani kita pulang." omel Kelly kesal sambil menarik tangan Liani
Alvonso tersenyum geli melihat tingkah Kelly yang sangat menggemaskan.
( " Bibirnya manis, pantas saja daddy sering mencium mommy, begitu juga dengan ke dua adikku." ucap Alvonso dalam hati ).
Akhirnya Harlan dan Alvonso jalan mengikuti Liani dan Kelly.
" Gara - gara kak Alvonso, Harlan tidak bisa memeluk kekasihku." ucap Harlan cemberut.
" Hehehe... bantuin kakak donk Har, kakak sangat suka dengan Kelly tapi sayang Kelly hanya menganggap kakak sebagai sahabat." keluh Alvonso
" Sabar ya kak, nanti Harlan sama Liani cari cara agar kakak dan Kelly bisa menjadi pasangan kekasih." ucap Harlan
" Terima kasih Har, kamu memang adikku yang paling baik." puji Alvonso
" Terima kasih kak." ucap Harlan.
" Kelly aku sangat lelah kita makan di cafe itu ya setelah itu kita langsung kembali ke hotel." ucap Liani
" Ok." jawab Kelly singkat
Mereka berdua berjalan menuju ke arah cafe dan duduk berdampingan kemudian di susul oleh Harlan dan Alvonsi duduk saling berhadapan.
xxxxx
Di Tempat Lain
" Dulu aku berhasil memberi obat perang**ng buat orang yang kuincar tapi sayang ibunya meminta agar Arlan yang melakukannya. Kini aku mengincar gadis cantik dan seksi berambut hitam dan panjang sebahu yang selalu di gerai. Ku harap rencanaku berhasil." ucap pria pertama.
" Kalau aku naksir sama gadis yang rambutnya di kucir kuda walau orangnya rada jutek dia sangat cantik dan juga seksi. Aku akan memberikan obat peran***g juga." ucap pria ke dua dengan tatapan penuh mesum
" Rambutnya yang di gerai itu bernama Liani." ucap gadis pertama
" Tahu dari mana?" tanya pria pertama
" Dulu aku pernah kerja di perusahaan tuan Harlan sebagai staff, aku pernah menggodanya tapi sayang aku di pecat. Kabar yang ku dengar dari temanku yang masih kerja kalau tuan Harlan berpacaran dengan Liani dan kurasa dia orangnya karena ciri - ciri yang disebutkan sama. Aku juga akan memberikan obat peran***g juga karena aku sangat menyukai tuan Harlan." ucap gadis pertama.
" Kalau gadis yang di kucir kuda itu namanya Kelly, dia teman sekolahku waktu kami SMA. Aku sangat membencinya karena cowo yang kuincar malah menyukai Kelly. Aku akan merebut pria itu agar dia merasakan apa yang kurasakan waktu itu. Aku juga sama akan memberikan obat peran***g juga karena aku sangat menyukai pria tampan itu." ucap gadis ke dua.
" Ok, berarti tujuan kita sama dan aku ada ide jebakan untuk mereka berempat dengarkan apa rencanaku agar apa yang kita rencanakan berhasil dan tidak gagal." ucap pria pertama.
__ADS_1
Pria pertama membisikan sesuatu ke mereka dan merekapun menyetujuinya. Setelah rencana yang disusun disetujui oleh mereka, merekapun keluar dari restoran vvip menuju hotel Alexis.
xxxx
Alvonso dan Harlan keluar dari kamar hotel bertepatan dengan keluarnya Liani dan Kelly.
" Sayang kamu cantik sekali." puji Harlan sambil memeluk Liani dari arah samping.
" Terima kasih, sayangku juga bertambah tampan." puji Liani membalas pelukan Harlan dari arah samping.
Mereka berdua meninggalkan Alvonso dan Kelly berdua karena Liani mendapat pesan dari Harlan agar jangan berdekatan dengan Kelly karena Harlan ingin Alvonso bisa berdekatan dengan Kelly.
" Kamu sangat cantik Kel." puji Alvonso
" Terima kasih, mas Alvonso juga sangat tampan." puji Kelly
" Terima kasih. Kita jalan yuk." ajak Alvonso sambil menggandeng tangan Kelly
" Mas Alvonso bisa tidak tanganku di lepas." pinta Kelly
" Maaf Kelly, kamu maukan membantu sahabatmu ini." pinta Alvonso modus
" Mau, membantu apa?" tanya Kelly bingung
" Mas tidak ada pasangan, kan mas malu kalau jalan sendiri." ucap Alvonso
" Tapi..." ucapan Kelly terpotong oleh Alvonso
" Ya sudahlah kalau tidak mau membantu mas, kita tidak usah datang ke undangan perayaan ulang tahun perusahaan PT DAKOTA CORP." ucap Alvonso sambil melepaskan tangan Kelly dan membalikkan badannya menuju ke arah kamarnya.
greb
Kelly menahan tangan Alvonso agar berhenti dan tidak masuk ke kamarnya.
" Baiklah aku bantu asalkan tidak ada ciuman hanya sebatas pegang tangan." ucap Kelly
Alvonso tersenyum tanpa diketahui oleh Kelly karena Alvonso membelakangi tubuh Kelly.
" Baiklah aku janji." ucap Alvonso sambil membalikkan badannya.
Alvonso dan Kelly berjalan menuju gedung aula yang sangat luas. Banyak orang pada berdatangan menghadiri undangan perayaan ulang tahun perusahaan PT DAKOTA CORP.
__ADS_1
Alvonso dan Kelly bertemu dengan Harlan dan Liani. Mereka berempat mengobrol dan terkadang tertawa bersama. Seorang pelayan datang menawarkan minuman ke mereka berempat. Tanpa curiga mereka mengambilnya dan meminum sampai habis tidak tersisa
Mereka masih asyik mengobrol dan terkadang menyalami rekan bisnis mereka yang mendatangi ke arah Alvonso maupun ke Harlan