Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Arlan Bertemu Dengan Keluarga Alviana


__ADS_3

Glek


Arlan menelan saliva kembali dengan susah payah. Dirinya tidak menyangka kalau mommy Laras lebih pintar dari Alviana.


" Benar tante, maaf kalau itu tidak berkenan." ucap Arlan.


" Mommy." panggil ke tiga anaknya serempak


" Hallo sayang. Kalian salam dulu dengan kakak Arlan kemudian seperti biasa ganti baju, cuci tangan dan kaki terus makan kebetulan mommy sudah masak kesukaan kalian." ucap mommy Laras.


" Baik Mom." ucap ke tiga anaknya.


Debby, Denis dan Denisa mengulurkan tangan ke arah mommy Laras kemudian di lanjutkan ke yang lainnya begitu juga dengan Arlan.


Selesai memberikan salam ke tiga anak itu menaiki anak tangga menuju kamarnya masing - masing.


" Nak Arlan kita makan bareng yuk?" ajak mommy Laras


" Maaf tante saya masih kenyang." ucap Arlan bohong


" Yakin?" tanya mommy Laras menatap mata Arlan


" Benar tante." ucap Arlan bohong lagi karena dirinya merasa tidak enak ngerepotin.


krucuk


Bunyi suara perut terdengar nyaring membuat Arlan malu dan menundukkan wajahnya yang sudah memerah.


"Tapi sepertinya para cacing nak Arlan lagi demo?" ucap mommy Laras sambil menahan tawanya.


" Ngerepotin tante." ucap Arlan akhirnya jujur mengatakannya.


" Tidak ngerepotin ayok makan." ajak mommy Laras


Arlanpun menuruti permintaan mommy Laras dan mengikutinya ke meja makan. Hidangan lezat menggoda Arlan dan tidak sabar rasanya ingin memakannya.


" Mommy." panggil Alvonso dan Alvian bersamaan


" Sayang." panggil daddy Alvonso berbarengan dengan ke dua anaknya.


" Hallo sayang kalian seperti biasa cuci tangan dan kaki" ucap mommy Laras


" Ok." jawab mereka serempak


Deg


Jantung Arlan berdebar kencang mendengar ke tiga suara yang sangat familiar. Tapi Arlan memberanikan diri dan membalikkan badannya

__ADS_1


" Arlan!! pekik daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian berbarengan karena terkejut tiba - tiba nongol di hadapan mereka.


" Aish kenapa kalian histeris seperti itu, jantung mommy sampai kaget." omel mommy Laras sambil mengusap dadanya.


" Kenapa dia ke sini mom?" tanya Alvian ketus


" Alvian ingat pesan mommy?" tanya mommy Laras sambil menatap tajam ke Alvian


" Ingat mom." ucap Alvian mulai dengan nada lembut.


" Sekarang daddy, Alvonso dan Alvian cuci tangan dan kaki setelah itu ke sini. Mommy laper jadi cepat dan tidak pakai lama." ucap mommy Laras tegas.


" Siap nyonya." jawab mereka serempak sambil memberikan hormat dengan mengangkat tangannya dan diletakkan di pelipisnya masing - masing kecuali Arlan dia hanya memandang betapa bahagianya mereka.


Arlan berharap bisa masuk dalam keluarga Alviana agar bisa merasakan kasih sayang dari mereka.


Mereka bertiga naik ke atas dan kini tinggallah mommy Laras dan Arlan berdua.


" Maaf kelakuan anak tante Alvian. Kamu jangan dendam atau membencinya ya?" pinta mommy Laras lembut


deg


Jantung Arlan berdetak kencang, Arlan langsung mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu membuatnya menyesal dan berjanji untuk tidak melakukan seperti dulu dan berusaha melindungi keluarga Alvian dari orang jahat.


" Baik tante." ucap Arlan ramah


" Bunda Clarisa?" tanya ulang Arlan bingung


" Tante punya dua sahabat namanya Clarisa dan Maria. Anak - anak memanggilnya Bunda Clarisa dan mama Maria sedangkan Ronald suaminya Bunda Clarisa, sedangkan Mama Maria mempunyai suami namanya Kennath. Ronald dan Kennath adalah sahabat om. Anak - anak memanggilnya paman." ucap mommy Laras menerangkan ke Arlan.


" Berarti sahabat tante menikah dengan sahabat om." ucap Arlan.


" Ya benar kalau jodoh tidak akan kemana, padahal dulu 2 sahabat tante sudah mempunyai kekasih tapi kandas di tengah jalan dan menikah dengan sahabatnya om." ucap Mommy Laras.


" Dunia ternyata sempit juga ya tan." ucap Arlan


" Ya benar." ucap mommy Laras tersenyum sambil mengingat masa lalu.


" Ehem.." daddy Alvonso berdehem


Mommy Laras dan Arlan menengok ke arah samping tampak daddy Alvonso dan ke lima anaknya sedang berdiri. Merekapun duduk di tempat masing - masing.


Mommy Laras mengambil makanan ke suaminya kemudian mommy Laras menambil sendiri dilanjutkan dengan yang lainnya.


Mereka semua makan dengan khimat tidak ada suara dan tanpa terasa Arlan tanpa sadar menambah makanannya. Semuanya diam tidak ada yang berani bersuara karena ada singa betina.


20 menit kemudian merekapun selesai makan. Mommy Laras membereskan piring - piring kotor di bantu Debby dan Denisa sedangkan yang lainnya berada di ruang tamu.

__ADS_1


Selesai membereskan mommy Laras beserta ke dua putrinya berjalan ke ruang keluarga. Mereka mengobrol sebentar kemudian Daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian berpamitan untuk berangkat ke kantor lagi. Debby, Denis dan Denisa istirahat siang.


Kini tinggallah mommy Laras dan Arlan.


" Nak Arlan akan menjemput Alviana?" tanya mommy Laras


" Apakah boleh?" tanya Arlan penuh harap


" Boleh tapi dengan syarat tolong jaga anak tante jangan berbuat macam - macam, nak Arlan pasti tahu maksud tante." ucap mommy Laras


" Saya tahu tante, saya janji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Arlan


" Bagus, tahanlah kalau sudah resmi kalian bisa melakukannya dengan bebas. Tante sangat percaya dengan nak Arlan dan tante mohon jangan menyalah gunakan kepercayaan tante." ucap mommy Laras


" Baik tante, Arlan janji untuk menjaga Alviana dan terima kasih tante sudah mempercayakan Alviana sama Arlan." ucap Arlan.


" Terima kasih nak Arlan." ucap mommy Laras tersenyum tulus.


" Tante bolehlah aku meminta sesuatu ke tante, sebenarnya sudah lama Arlan ingin meminta tapi baru sekarang Arlan ingin." ucap Arlan menatap sendu ke mommy Laras.


" Minta apa Arlan? " tanya mommy Laras


" Bolehkah aku memeluk tante?" ucap Arlan penuh harap


" Boleh." ucap mommy Laras.


Mommy Laras dan Arlan berdiri berhadapan. Mommy Laras mengangkat ke dua tangannya dan Arlanpun langsung memeluk Mommy Laras dan mommy Laras membalas pelukan Arlan.


" Tante hiks... hiks..." tangis Arlan pecah


Mommy Laras terkejut karena Arlan tiba - tiba menangis. Mommy Laras hanya diam dan mengusap punggung Arlan.


" Baru kali ini Arlan merasakan pelukan seorang ibu, bolehkah Arlan memanggil mommy seperti anak - anak Mommy?" tanya Arlan sambil menangis.


" Panggillah mommy, mommy senang karena mommy sekarang punya anak 7." ucap mommy Laras tersenyum.


" Mommy tidak keberatan?" tanya Arlan tidak percaya.


" Mommy tidak keberatan." ucap mommy Laras.


" Terima kasih mommy." ucap Arlan tersenyum bahagia.


" Kalau boleh tahu kenapa ibumu tidak pernah memelukmu?" tanya mommy Laras sambil melepaskan pelukan dan menggengam tangan Arlan.


" ibuku tidak pernah memelukku, ibuku sangat sibuk dengan teman - teman sosialitanya, jika nilaiku jelek ibuku memarahiku dan terkadang memukulku." ucap Arlan menceritakan masa lalunya dan tanpa terasa airmatanya keluar mengingat kejadian yang sangat menyakiti hatinya. Arlan merasakan kurangnya rasa kasih sayang dari kedua orangtuanya.


Mommy Laras sangat terkejut dan memeluk Arlan dan tanpa sadar air matanya ikut keluar

__ADS_1


" Mommy!!!" Teriak daddy Alvonso


__ADS_2