
" Sungguh?" tanya Alviana sambil memandang Arlan
" Ya sungguh. Kamu mau minum?" tanya Arlan
" Boleh, kebetulan aku juga haus."jawab Alviana
Arlan mengambil minuman Alviana dan Alvina meminum dengan menggunakan sedotan bertepatan dengan Mommy Laras dan daddy Alvonso datang membuka pintu ruang rawat.
Arlan dan Alviana menengok ke arah pintu yang terbuka. Tampak Mommy Laras tersenyum hangat sedangkan daddy Alvonso menatap tajam padanya membuat Arlan menelan ludahnya dengan kasar.
( " Untung tadi pas cium dan meluk daddy Alviana tidak lihat kalau lihat bisa di cincang aku." batin Arlan ).
Alviana sudah selesai minum dan Arlan menaruhnya di meja nakas.
" Maaf Tante dan Om sudah malam saya mau pulang dulu." ucap Arlan
" Syukurlah sudah ngerti kalau sekarang sudah malam." ucap daddy Alvonso sambil memandang Arlan dengan tatapan tajam.
" Iya nak Arlan, hati - hati di jalan." ucap mommy Laras sambil tersenyum
" Oh iya tante besok siang saya boleh menjenguk Alviana lagj?" tanya Arlan ramah
" Tidak boleh." ucap daddy Alvonso
" Boleh." ucap mommy Laras
Mereka menjawab persamaan membuat Arlan dan Alviana saling bertatapan.
" Daddy Sayang." panggil mommy Laras lembut tapi menatap tajam suaminya.
" Ya boleh." ucap daddy Alvonso sambil menghembuskan nafas dengan kasar
" Terima kasih tante dan Om." ucap Arlan tersenyum lega dan ramah
Arlan mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman mommy Laras yang mengerti membalas uluran tangan Arlan dan Arlan dengan sopan mengecup punggung tangan mommy Laras membuat daddy Alvonso dan Alviana terkejut membuat matanya membulat sempurna melihat betapa sopannya Arlan.
Arlan dan mommy Laras melepaskan tangannya kemudian Arlan mengarahkan tangan kanannya ke arah daddy Alvonso tapi daddy Alvonso pura - pura tidak lihat tapi mommy Laras menyenggol tangan daddy Alvonso sambil menatap suaminya dengan tatapan singa betina yang menerkam dirinya.
Alvonso dengan setengah terpaksa membalas uluran tangan Arlan karena takut melihat tatapan singa istrinya.
Arlan pun mengecup punggung tangan daddy Alvonso. Arlan membalikkan badannya mendekati Alviana.
" Aku pulang ya, maaf gara - gara aku membuatmu pingsan. Semoga lekas sembuh besok siang aku kesini, mau dibawain apa?" tanya Arlan sambil tersenyum manis.
Alviana yang melihat senyuman Arlan membuat jantungnya berdebar - debar.
" Tidak usah repot - repot, Mas Arlan sudah datang aku juga senang." ucap Alviana tersenyum malu.
__ADS_1
Arlan hanya tersenyum dan mengacak - ngacak rambut Alviana karena Alviana sangat menggemaskan.
" Kak Arlan rambutku tambah berantakan tahu." protes Alviana
" Tidak apa - apa yang penting masih cantik." ucap Arlan sambil tersenyum.
" Ehem, masih kecil tidak boleh pacaran." omel Daddy Alvonso
" Maaf om. " ucap Arlan gugup
" Ya sudah, katanya mau pulang?" sindir Daddy Alvonso
" Iya om, mari om, tante dan Alviana aku pulang dulu." pamit Arlan.
" Hati - hati nak Arlan." ucap mommy Laras ramah sambil tersenyum
" Terima kasih tante." balas Arlan sambil membalas senyuman mommy Laras.
" Hati - hati mas Arlan." ucap Alviana
" Terima kasih sa... Alviana." ucap Arlan gugup
( " Untung tidak bablas ngomong sayang. Kalau sampai daddy Alviana tahu bisa - bisa aku di cincang." batin Arlan ).
Arlan pun keluar dari ruangan rawat inap walau sebenarnya ingin sekali menginap dan menemani Alviana tapi Arlan tahu hal itu tidak mungkin.
" Sayang, sudah malam tidur ya?" pinta mommy Laras sambil merebahkan tubuh Alviana berbaring yang tadi masih duduk dan membenarkan selimutnya.
" Baik mom." ucap Alviana sambil tersenyum bahagia.
" Kenapa kamu senyam senyum Al?" tanya daddy Alvonso
" Ehh.. oh.. Alviana senang karena mommy dan daddy menemani Alviana tidur." ucap Alviana gugup.
" Benar begitu?" tanya daddy Alvonso dengan curiga sambil menatap tajam Alviana.
" Daddy sayang, Alviana mau tidur sudah malam jangan di ganggu biar cepat sembuh." ucap mommy Laras lembut
" Baik mom." ucap daddy Alvonso pasrah
" Terima kasih mom, mommy memang yang terbaik." puji Alviana sambil mengulurkan dua ibu jarinya.
" Memang Daddy tidak?" tanya daddy Alvonso cemberut
" Daddy juga terbaik. Terima kasih mommy dan daddy sayang sama Alviana." ucap Alviana
" Sama anak pasti sayang Alviana, apapun dikorbankan demi kepentingan anak." ucap mommy Laras lembut.
__ADS_1
" Betul kata mommymu Al, apapun kami akan lakukan demi kebahagian kalian anak - anak daddy dan mommy." ucap daddy Alvonso.
" Sekali lagi terima kasih mom dan dad." ucap Alviana.
" Sekarang tidurlah." perintah mommy dan daddy serempak
" Ok." jawab Alviana sambil tersenyum
Tidak berapa lama Alviana sudah tertidur lelap karena jam sudah menunjukkan jam 11 malam karena itulah tadi Arlan di usir oleh daddy Alvonso.
Daddy Alvonso dan mommy Laras duduk di sofa.
" Sayang, kenapa ya kalau sama kamu aku itu tidak berani membantah alias tidak berkutik padahal semua pegawaiku tunduk dan menuruti semua perintahku." ucap daddy Alvonso tanpa sadar.
" Kenapa bisa begitu?" tanya mommy Laras bingung
" Melihat tatapan matamu seperti singa yang sedang menerkam dan ancamanmu tidur di luar dan juga tidak di kasih jatah itu yang membuatku tidak berkutik." ucap daddy Alvonso masih tanpa sadar bicara jujur.
" Oh daddy menganggap mommy itu singa?" ucap mommy Laras sambil matanya mendelik ke arah suaminya.
" Iya eh ngga!" ucap daddy Alvonso gugup
" Benar." ucap mommy Laras sambil memajukan wajahnya ke arah suaminya.
" Benar sayang, oh ya katanya ada yang janji mau kasih jatah tiga ronde tapi mana ya?" tanya daddy Alvonso mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Kok nambah sih!" protes mommy Laras
" Bonus." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum menggoda.
" Baiklah." ucap mommy Laras pasrah.
Daddy Alvonso langsung menarik tangan mommy Laras ke arah kamar mandi dan menguncinya. Terjadilah apa yang diinginkan oleh daddy Alvonso katakan.
xxxx
Arlan pulang mengendarai mobil dengan hati bahagia walau belum ada kantong ijin dari daddy Alviana tidak apa - apa yang penting ada mommy Alviana yang mengijinkannya.
" Untung mommynya Alviana baik coba kalau galak seperti daddynya aku culik Alviana biar mereka setuju." guman Arlan.
" Semoga daddy dan ke dua kakaknya menyetujui hubungan kami." gumam Arlan lagi.
" Akhirnya bertahun - tahun aku mencari akhirnya bertemu kembali mungkin Alviana memang sudah jodohku." ucap Arlan berbicara dengan dirinya sendiri.
Tidak terasa Arlan sudah sampai di apartemen miliknya karena di tempat itulah Arlan pertama kalinya menci*m bibir Alviana yang kini menjadi candunya. Arlan memegang bibirnya mengingat cium*n dengan Alviana.
Arlan memasukkan mobil ke garasi sambil tersenyum bahagia dan masuk ke dalam apartemen miliknya dengan menggunakan nomer pin.
__ADS_1
Arlan masuk ke dalam kamar miliknya dan membuka seluruh pakaiannya karena badannya sangat lengket karena itulah Arlan mandi dengan air hangat. Selesai mandi Arlan memakai pakaian tidur dan berbaring di kamar sambil memeluk foto Alviana mengecupnya dan tidak berapa Arlan tidur berharap mimpi indah bertemu dengan Alviana.