
Daddy Alvonso duduk di pengemudi dan di sampingnya mommy Laras sedangkan di belakang pengemudi Alvonso dan Harlan.
Alvonso dan Harlan hanya bisa melamun mereka tidak percaya kalau hubungan dengan orang yang dicintainya berakhir sangat menyakitkan.
Tiga jam lamanya daddy Alvonso mengendarai mobil. Alvonso menatap ke arah jalan membuatnya bingung karena jalan yang dilalui lewat hutan dan sangat asing.
" Daddy kenapa kita lewat sini?" tanya Alvonso
Harlan yang mendengar ucapan Alvonso langsung mengarahkan pandangannya. Matanya membulat sempurna karena mereka melewati hutan dan tidak ada satupun mobil yang lewat"
" Kenapa kita lewat sini dad?" tanya Harlan
" Daddy dan mommy sepakat untuk menghukum kalian di hutan ini untuk merenungi apa yang telah kamu lakukan semalam dan pagi tadi." ucap daddy Alvonso santai.
" Benar kata daddy, gara - gara kalian hubungan persahabatan daddy dan mommy putus." ucap mommy Laras
glek
glek
Alvonso dan Harlan menelan saliva dengan susah payah. Mereka berdua saling memandang.
" Kok mommy dan daddy tega sich sama kami? katanya mommy dan daddy akan mencoba berbicara kembali dengan mereka tapi tunggu sampai tenang dulu, tapi sekarang jadi berubah?" protes Alvonso
" Apakah kalian tidak terima?" tanya mommy Laras tajam tanpa menjawab pertanyaan Alvonso
Alvonso dan Harlan hanya diam dan pasrah apa yang terjadi maka terjadilah itu yang dipikirkan Alvonso dan Harlan.
Tidak berapa lama mobil berhenti di sebuah rumah mewah yang dikelilingi tembok yang sangat tinggi.
Mommy Laras turun dari mobil dan berjalan mendekati tembok yang tertutup. Telapak tangan mommy Laras menempel ke tembok. Tembok yang tertutup kini terbuka perlahan. Mommy Laras masuk ke dalam rumah mewah dan berhenti dekat tembok.
Daddy Alvonso mengemudi kembali dan masuk ke dalam rumah mewah. Mommy Laras menempelkan kembali tangannya dan otomatis perlahan pintu itu menutup. Daddy Alvonso keluar dari mobil dan diikuti oleh Alvonso dan Harlan.
" Ayo kita masuk ke dalam?" perintah daddy Alvonso sambil menggenggam tangan istrinya.
" Ini rumah siapa dad?" tanya Alvonso
Alvonso dan Harlan sangat kagum dengan bentuk rumah mewah tersebut.
" Rumah teman, kalian berdua nanti tinggal di sini." ucap daddy Alvonso sambil melangkahkan kakinya ke dalam.
__ADS_1
Alvonso dan Harlan hanya pasrah dan berjalan mengikuti langkah daddy Alvonso dan mommy Laras.
" Jika pintu terbuka sebelum 5 menit kalian harus cepat - cepat masuk kalau tidak tubuh kalian akan tergencet pintu." ucap daddy Alvonso
" What!!!" teriak Alvonso dan Harlan bersamaan ketika mendengar yang dikatakan daddy Alvonso.
Daddy Alvonso terdiam dan Di depan pintu utama daddy Alvonso menempelkan telapak tangannya ke pintu dan otomatis pintu terbuka, mereka berempat masuk ke dalam setelah 5 menit pintu otomatis tertutup sesuai perkataan daddy Alvonso.
Alvonso dan Harlan hanya mengelus dadanya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika tubuh mereka tergecet pintu.
Mommy Laras dan daddy Alvonso berjalan dengan diikuti Alvonso dan Harlan dari arah belakang. Sampai di depan pintu daddy Alvonso menempelkan telapak tangannya ke pintu dan otomatis pintu terbuka, tampak di dalam kamar sekotak mereka berempat masuk ke dalam.
" Tempat apa ini dad? kok bentuknya sekotak mirip lift." tanya Alvonso
" Memang ini lift." ucap daddy Alvonso santai
" What!!!" teriak Alvonso dan Harlan serempak.
" Haish... bisa tidak sih kalian berdua jangan teriak, mau mommy solasi mulut kalian." ancam mommy Laras.
Alvonso dan Harlan langsung menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya membuat momny Laras dan daddy Alvonso menahan tertawa dengan memalingkan wajahnya.
Daddy Alvonso menekan tombol dan tidak lama pintu lift itu tertutup.
Pintu lift terbuka mereka berempat keluar dari pintu lift. Daddy Alvonso dan mommy Laras melangkahkan kakinya dengan diikuti oleh Alvonso dan Harlan.
Sampai di sebuah ruangan yang besar dan terang barulah daddy Alvonso dan mommy Laras menghentikan langkahnya.
Alvonso dan Harlan membulatkan matanya dengan sempurna melihat 10 orang sedang terikat ke dua tangan dan kakinya di kursi dan bukan itu saja. Dokter Kennath, Ronald, Arlan, Alvian dan Max berada di tempat itu sambil tertawa.
" Hallo bro." panggil daddy Alvonso sambil memeluk dokter Kennath dan Ronald
" Hallo, acting kami baguskan?" tanya Ronald
" Bagus... bagus sampai ke anak kita saling percaya kalau kita marah dan persahabatan kita putus hahahhaa..." tawa daddy Alvonso pecah
Mommy Laras, Ronald dan dokter Kennath tertawa bersama.
" Mommy dan daddy sebenarnya apa yang terjadi bukannya mommy dan daddy tadi bertengkar dengan paman Kennath dan paman Ronald?" tanya Alvonso
" Sebenarnya kami berpura - pura marah untuk menjebak mereka." ucap daddy Alvonso sambil menunjuk ke arah mereka.
__ADS_1
" Kalian kenal mereka?" tanya dokter Kennath
" Paman tidak marah padaku?" tanya Alvonso sendu.
" Tidak mungkin, paman marah denganmu. Kamu dan kalian semua anak kesayangan paman. Kita berenam bersahabat dan tentu saja bersahabatan kami tidak akan pernah putus." ucap dokter Kennath
" Kalau denganku paman?" tanya Harlan mendekati Ronald
" Tentu saja apa yang dikatakan paman Kennath juga sama. Kami semua sayang padamu jadi bagaimana kami marah padamu?" ucap paman Ronald
" Berarti paman Kennath menyetujui jika aku dan Kelly menikah?" tanya Alvonso
" Tentu saja paman sangat setuju anakku menikah denganmu karena paman percaya padamu." ucap paman Kennath
" Kalau paman Ronald? Apakah menyetujui hubungan kami dan kami diperbolehkan menikah?" tanya Harlan agak takut
" Tentu saja paman sangat setuju anakku menikah denganmu karena paman percaya padamu, kamu sangat mencintai anakku kan." tanya paman Ronald
" Tentu saja paman, Harlan sangat mencintai Liani." ucap Harlan tegas.
" Bagus." ucap paman Ronald.
" Bicaranya dilanjutkan lagi, sekarang Harlan dan Alvonso kalian kenal dengan mereka? Kalau Alvian kenal dengan dokter Aldrian dan Celine teman kalian waktu SMA." ucap mommy Laras sambil menunjuk ke dua orang itu laki - laki dan perempuan.
Alvonso mendekati ke dua orang itu yang tadi di tunjuk oleh mommy Laras.
" Benar mom, Alvonso kenal mereka berdua." ucap Alvonso
" Kalau Harlan kalian kenal mereka?" tanya daddy Alvonso sekarang giliran dirinya yang bertanya.
Harlan mendekati mereka dan melihat satu persatu. Matanya membulat sempurna ketika melihat seorang gadis yang sudah lama di pecatnya.
" Dia Ririn bekerja sebagai staff di kantor Harlan. Harlan memecatnya karena Ririn menggodaku dengan menawarkan tubuhnya." ucap Harlan sambil menatap tajam ke arah Ririn.
" Tuan Vincent???" panggil Harlan tidak percaya
Alvonso, Alvian dan Arlan mendekati ke arah tuan Vincent.
" Kau!!!" teriak mereka bertiga
" Kalian berempat kenal dengan tuan Vincent?" tanya daddy Alvonso
__ADS_1
" Kenal dad, dia pimpinan PT DAKOTA CORP yang mengundang kami di pesta ulang tahun perusahaan di kota P di hotel Alexis." ucap Alvonso dan Harlan bersamaan