
Daddy Alvonso serta ke dua sahabat Alvonso mendekati Alviana sedangkan Maria berlari keluar mengambil tas dokter milik suaminya. Clarisa dan Laras membawa anak - anak mereka ke dalam mobil masing - masing. Laras sudah siap menunggu kedatangan mereka untuk di bawa ke rumah sakit terdekat dan sudah menghubungi rumah sakit agar menyiapkan semua peralatan.
Daddy Alvonso berteriak agar semua orang minggir agar anak kesayangannya dapat segera tertolong.
Maria sambil berlari memberikan tas dokter ke suaminya dan dokter Kennath mulai mengecek kondisi keponakannya. Membersihkan luka dan diberikan obat antiseptic kemudian membalut luka yang terbuka agak lebar.
Setelah selesai Daddy Alvonso menggendong Alviana, Ronald dan dokter Kennath bertugas untuk menghalau orang - orang yang ingin melihat dan terkadang membentak orang ketika orang itu menghalangi jalan mereka. Maria yang melihat ke dua ponakan kesayangannya shock langsung memeluknya dan mengajaknya keluar dari ruangan itu.
Mereka berangkat menuju ke rumah sakit sedangkan Maria dan Clarisa tidak ikut mereka pulang ke mansion milik Alvonso karena mereka menjaga tiga anak kembar pasangan Laras dan Alvonso, satu anak pasangan Maria dan dokter Kennath dan dua anak pasangan Clarisa dan Ronald. Total ada 6 anak yang di jaga sedangkan Alvonso dan Alvian ikut orang tuanya.
xxxx
Di Tempat Lain
Arlan sedang berada di perusahan miliknya. Arlan sedang meating bersama para karyawannya.
prang
Gelas terjatuh tidak sengaja ke senggol oleh Arlan. Semua orang otomatis menengok ke arah bosnya kemudian menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah bosnya karena bosnya terkenal dengan arogant dan kejam.
Arlan langsung menghentikan acara meating dan langsung keluar dari ruangan meating itu membuat orang - orang yang berada itu bengong. Harlan mengambil alih kendali meating yang ditinggalkan oleh bosnya sekaligus saudara sepupunya.
Jantung Arlan berdebar sangat kencang dan terasa nyeri dan merasa tidak enak tapi kenapa Arlan tidak mengerti.
Arlan masuk ke dalam ruangan pribadinya dan terkejut melihat foto Alviana yang berada di meja terjatuh. Arlan segera mengambil foto Alviana dan membuang kaca yang retak yang menempel di foto Alvina di tempat sampah.
Arlan duduk di kursi kebesararannya sambil menatap foto Alviana yang sudah tidak ada framenya.
" Ada apa denganmu sayang? kenapa fotomu jatuh? aku harap kamu baik - baik saja mungkin hanya perasaanku saja yang tidak enak. Sudah tiga tahun aku menantikanmu dan tidak ada yang bisa menggantikan posisimu di hatiku." ucap Arlan dan tanpa sadar air matanya keluar.
Arlan sangat merindukan Alviana gadis cantik yang sudah menempati hatinya, gadis yang baik hati yang sudah dua kali menolong dirinya.
xxxx
Di Tempat Lain
Alviana kini berada di ruang ugd, dokter Kennath sebagai dokter bedah bersama dokter lainnya. Ada pecahan kaca yang menancap ke dalam tubuh Alviana.
Hampir 3 jam Daddy Alvonso, Mommy Laras, Ronald, Alvonso dan Alvian menunggu di ruang ugd.
Mommy Laras memeluk ke dua anaknya dari arah samping kanan dan kiri. Mereka semua berharap operasinya berjalan lancar dan Alviana segera sembuh dan berkumpul kembali.
ceklek
Pintu terbuka tanpak dokter Kennath keluar dari ruang operasi. Daddy Alvonso dan Ronald berjalan ke arah dokter Kennath.
" Gimana Ken?" tanya Daddy Alvonso
__ADS_1
" Operasi berjalan lancar tapi..." ucap dokter Kennath sambil menggantungkan kalimatnya.
" Tapi kenapa Ken?" tanya Daddy Alvonso kuatir
" Alviana koma, sering - seringlah bicara dengannya agar Alviana segera sadar." ucap dokter Kennath.
Mereka sangat sedih mendengarnya, mommy Laras menangis sedih seandainya dia bisa menggantikan posisinya.
" Seandainya Alviana tidak menolongku, dia pasti sekarang bersama kita, seharusnya aku yang terkena ." ucap Alvonso sendu
" Iya Kak, seharusnya kita saja yang kena." ucap Alvian sedih
" Tidak, kalian jangan bicara seperti itu lagi, sungguh Mommy tidak sanggup melihat orang - orang yang mommy cintai terluka." ucap mommy Laras sendu.
" Mommy, Alvonso dan Alvian kalian pulanglah biar daddy dan paman Ronald yang menjaga Alviana." ucap daddy Alvonso.
" Tapi sayang..." ucap mommy Laras terpotong oleh Daddy Alvonso.
" Kalian cape pulanglah nanti sore kalian bisa ke sini dan Ken tolong antarkan istri dan kedua anakku dan sekalian kamu istirahat." pinta Ronald
" Baik." ucap mereka serempak tanpa berani membantah.
Mereka pulang ke mansion milik Daddy Alvonso sedangkan Daddy Alvonso dan Ronald menunggu mereka.
Ronald meminta ijin untuk membeli makanan dan minuman di kantin rumah sakit.
xxxx
Arlan melanjutkan pekerjaannya tapi hati dan pikirannya selalu mengarah ke Alviana membuatnya tidak berkonsentrasi.
Arlan langsung pulang ke apartemen untuk beristirahat.
Sampai di apartemen Arlan membersihkan diri dan langsung tertidur karena badannya sangat letih.
" Mas Arlan." panggil Alviana
Arlan yang namanya di panggil langsung membuka matanya dan melihat gadis yang sangat dirindukan.
Arlan langsung terbangun dari tidurnya dan memeluk Alviana, seluruh wajah Alviana diciuminya.
" Sayang aku kangen." ucap Arlan
" Aku juga kangen sama mas Arlan. Kok kurusan makan yang banyak ya? biar tambah ganteng." ucap Alviana sambil membalas pelukan Arlan.
" Habis kamu pergi tidak bilang - bilang dan selama 3 tahun aku menunggumu kan aku jadi kangen." ucap Arlan
" Maafkan aku ya mas Arlan." ucap Alviana sambil tersenyum.
__ADS_1
" Tidak apa - apa yang penting kamu kabarin kemana kamu pergi." ucap Arlan
Arlan melepaskan pelukannya dan menatap wajah Alviana gadis yang sangat dirindukannya. Arlan mendekatkan wajahnya ke wajah Alviana dan Alviana memejamkan matanya.
cup
Arlan mengecupnya kemudian meluma*nya semakin lama semakin dalam kemudian turun ke bawah leher. Tidak terasa tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun.
" Sayang, mas sudah tidak tahan bolehkah?" tanya Arlan
Alviana hanya mengangguk sambil tersenyum, Arlan yang mendapatkan lampu hijau memasukkan kerisnya ke sarung milik Alviana
ting tong tong tong
Arlan membuka matanya dan terkejut nendengar suara bel apartemennya dan lebih terkejut lagi karena posisi Arlan berada di atas sedangkan di bawahnya guling sambil dicium.
" Sial ternyata cuman mimpi." gerutu Arlan
" Siapa sih sore - sore gini memencet bel." omel Arlan
ting tong tong tong
Suara bel berbunyi lagi membuat Arlan merapihkan pakaiannya dan turun ke bawah untuk membuka pintu apartemennya.
ceklek
Arlan membuka pintu tampak asisten sekaligus sepupunya berdiri di hadapan Arlan. Arlan memintanya masuk dan duduk di ruang keluarga.
" Ada apa?" tanya Arlan
" Kak, ini ada berkas yang belum ditanda tangani tadi aku ke ruangan kakak tidak ada." ucap Harlan.
" Iya aku tadi langsung pulang, kepalaku pusing." ucap Arlan
" Pusing mikirin gadis itu?" tanya Harlan
" Iya, sudah 3 tahun tapi sampai sekarang belum bertemu, bagaimana kabarnya sekarang." ucap Arlan
" Mungkin sudah punya pacar kali." celetuk Harlan.
Arlan hanya melototkan matanya ke arah Harlan dan Harlan hanya cengir kuda.
" Sudahlah lupakan gadis banyak yang antri secarakan kakak ganteng, kaya raya siapa yang tidak tertarik." ucap Harlan.
" Tidak bisa bro, hanya ada Alviana dihatiku." ucap Arlan
" Berdoa sajalah semoga kalian dipertemukan kembali, aku balik dulu ya, bye." pamit Harlan sambil berdiri dan keluar dari apartemen milik Arlan.
__ADS_1
" Ok. bye, hati - hati." ucap Arlan.