Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Terungkap Kebenaran


__ADS_3

Alviana berteriak sebentar sambil menatap orang itu kemudian langsung tidak sadarkan diri.


Suara teriakan itu terdengar Max yang kebetulan sedang keluar ingin mengambil minum. Max berlari berusaha berusaha menolong Alviana tapi terlambat kejadian itu terlalu cepat.


" Tolong.... tolong... tolong... " Max berteriak meminta pertolongan.


Dengan berjalan tertatih - tatih Max mengangkat tubuh Alviana. Semua penghuni mansion terkejut mendengar suara teriakan Max. Merekapun berlari menuju tempat Max berteriak. Semua orang membulatkan matanya termasuk Mommy Laras.


Dengan di bantu oleh 2 orang bodyguard yang menjaga mansion membantu Max mengangkat tubuh Alviana yang masih mengeluarkan darah. Mereka semua pergi ke rumah sakit.


Mommy Laras langsung menghubungi grup Keluarga Besar Alvonso lewat media wa yang langsung terhubung dengan daddy Alvonso, Alvonso, Alvian, Arlan dan Harlan untuk datang ke rumah sakit. Mommy Laras juga menghubungi Mommy Cantik lewat media wa yang terdiri dari Clarisa dan Maria.


xxxx


Rumah Sakit


Alviana kini ditangani oleh dokter sedangkan yang lainnya berkumpul di ruangan ugd. Sampai datanglah daddy Alvonso, Alvonso, Arlan dan Harlan. Arlan dengan muka memerah menahan marah sekaligus sedih.


" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya daddy Alvonso


" Max, tolong ceritakan apa yang terjadi." tanya mommy Laras lembut.


Max pun menceritakan apa yang terjadi dari Max melihat Alviana terguling dan tergeletak di bawah tangga.


" Pasti kak Max yang mendorong mama Alviana." tuduh Clara.


Semua terkejut mendengar ucapan Clara termasuk Max.


" Apa maksudnya Cla?" tanya mommy Laras


" Semua orang istirahat tidur siang sedangkan kak Max yang biasanya tidur siang tiba - tiba tidak tidur siang. Pasti kak Max yang mendorong mama Alviana. Kak Max, kakak jahat kenapa mendorong mama Alviana hiks... hiks... mereka kan baik sama kita... hiks.. hiks.." tangis Clara


" Max apa benar apa yang kamu katakan hah!" bentak Arlan tiba - tiba sambil menatap tajam ke arah Max


Max hanya menunduk tidak menjawab pertanyaan Arlan.


" Daddy, Clara juga pernah tidak sengaja melihat Max ingin mencelakai mama Alviana hiks... hiks..hiks.." tangis Clara dan berlari ke arah Arlan sambil menangis kemudian memeluknya.


Arlan yang melihat tubuh Clara gemetar langsung menggendong dan memeluk Clara.


" Apa maksudmu Cla?" tanya mommy Laras


" Waktu Clara lagi bermain Clara tidak sengaja kak Max ingin mendorong mama Alviana tapi Clara langsung menahan kak Max untuk tidak melakukannya akhirnya kak Max pergi. Clara pikir kak Max tidak mengulanginya lagi tapi ternyata hiks... hiks..." tangis Clara.


" Max!" teriak mereka serempak kecuali mommy Laras

__ADS_1


Mereka ingin memukul Max tapi mommy Laras yang tahu keluarga besarnya ingin memukul langsung menarik Max agar berlindung di tubuh mommy Laras.


" Berhenti, kita tidak tahu siapa yang mencelakai Alviana." teriak mommy Laras sambil berkacak pinggang menatap satu persatu keluarganya.


" Mommy, sudah jelas Max yang melakukannya." ucap daddy Alvonso


" Daddy, apakah daddy percaya omongan Clara?" tanya mommy Laras


" Mommy, apa mommy tidak mempercayai Clara?" tanya Arlan sendu


" Jika kalian tetap menuduh Max dan ingin memukul Max, pukul mommy dulu setelah itu baru kalian memukul Max." ucap mommy Laras tegas.


" Tapi mommy..." ucapan mereka terpotong oleh mommy Laras.


" Arlan, Harlan, Debby, Denis dan Denisa kalian disini menunggu kabar dari dokter yang merawat Alviana. Untuk kalian kita ke ruang meating tempat Kennath." ucap mommy Laras.


Keluarga besar Ronald dan keluarga kecil dokter Kennath datang. Mereka terkejut melihat apa yang terjadi.


" Kebetulan kalian datang Clarisa, Maria, Kelly, Rocky dan Liani tunggu disini sedangkan Kennath dan Ronald ayo ikut kami." perintah mommy Laras.


Merekapun pergi ke tempat ruangan meating milik dokter Kennath karena rumah sakit itu milik dokter Kennath.


xxxx


Kini semua sudah duduk di ruang meating. Mommy Laras langsung mengunci pintu meating kemudian menatap Max dan Clara dengan seksama.


" Baik." ucap dokter Kennath.


" Kak Alvonso duduk di sebelah kanan mommy." ucap mommy Laras karena sebelah kiri mommy Laras adalah Max.


ceklek


Pintu ruangan meating terbuka Alvian masuk ke dalam ruangan meating dengan menahan rasa sedih karena adiknya terluka sama seperti yang berada di ruangan meating. Tidak berapa lama dokter Kennath masuk ke dalam ruangan meating sambil membawa laptop.


" Alvian, dimana Amel?" tanya mommy Laras


" Amel sedang mengecek Alviana mom." ucap Alvian sendu


" Alvian duduklah." pinta mommy Laras.


Alvian pun duduk di kursi yang kosong.


" Ini La." ucap dokter Kennath sambil memberikan laptopnya ke mommy Laras.


" Terima kasih Ken." ucap mommy Laras

__ADS_1


" Ok." jawab dokter Kennath sambil berjalan menuju kursi kosong.


Mommy Laras mengutak atik laptop milik dokter Kennath. Setelah agak lama mommy Laras menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Sial, kenapa cctv di mansion mati." ucap mommy Laras kesal.


" Apa?" jawab mereka serempak


Kak Alvonso mengambil laptop yang berada di mommy Laras sedangkan Alvian berjalan mendekati kakaknya Alvonso.


Mereka berdua juga mengutak atik laptopnya secara bergantian. Merekapun bergantian menghembuskan nafasnya secara kasar.


" Sebulan yang lalu aku, Alvian dan Alviana bikin program baru yang terhubung dengan kamera cctv tapi juga tidak berfungsi." ucap Alvonso


" Aneh kak, kenapa tidak berfungsi semua ya?" tanya Alvian


" Kakak juga tidak tahu." jawab kak Alvonso


" Berarti ada musuh di dalam keluarga kita." ucap daddy Alvonso sambil menatap Max dengan tatapan tajam


" Iya aku pelakunya." ucap Max kesal karena dituduh oleh keluarga besar Alvonso


" Apa?? benarkan kataku." ucap daddy Alvonso sambil berdiri diikuti yang lainnya bersiap memukul Max.


" Stop, berjalan selangkah lagi mommy akan bunuh diri." ucap mommy Laras sambil menodongkan pistol ke dahinya yang entah dari mana mommy Laras sudah memegangnya.


Semua terkejut melihat yang dilakukan oleh Mommy Laras mereka serentak langsung duduk di tempatnya masing - masing. Mommy Laras menaruh pistol tersebut di atas meja.


" Max, pandang mommy." pinta mommy Laras dengan deraian air mata sambil menggenggam tangan Max


Max membalas menggenggam tangan mommy Laras dan menatap mommy Laras dengan tatapan sendu.


" Max, mommy percaya kamu tidak mungkin melakukan ini. Walau seluruh dunia menuduhmu mommy percaya padamu." ucap mommy Laras.


" Mommy maafkan Max." ucap Max sendu


" Max, ingat perkataan mommy waktu itu?" tanya mommy Laras.


Max berusaha mengingatnya begitu pula yang berada di sana.


xxxx Flashback On xxxx


" Apakah mommy dan keluarga mommy tidak takut jika seandainya tiba - tiba jiwa psychopath Max muncul? dan membunuh mommy sekeluarga." tanya Max


" Hidup dan mati milik Tuhan jika kalau memang takdir kami harus mati karena perbuatanmu kami rela asalkan kami hanya minta satu hal darimu Max, yaitu kami adalah korban terakhirmu dan hilangkan jiwa psychopathmu " ucap mommy Laras sambil memegang tangan Max.

__ADS_1


Flash back Off


__ADS_2