Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Pertemuan Keluarga Besar


__ADS_3

Keluarga kecil dokter Kennath dan istrinya Maria beserta anak semata wayangnya dan keluarga kecil Ronald dengan Clarisa beserta 2 anaknya sepasang laki - laki dan perempuan berkunjung ke rumah keluarga besar Alvonso.


Keluarga Alvonso merayakan pesta kecil - kecilan atas kesembuhan putrinya Alviana.


" Hallo sayang gimana kabarnya?" tanya Mama Maria sambil memberikan kado buat Alviana.


" Baik Mama Maria, hallo paman Kennath? ini anaknya siapa?" tanya Alviana bingung


" Ini anak mama dan paman sayang.'' jawab Maria bingung


"Tapi seingatku mama Maria masih hamil?" tanya Alviana bingung.


" Terus Bunda Clarisa, 2 anak laki - laki dan anak perempuan ini anaknya siapa?" tanya Alviana menatap dua anak kecil yang tampan dan cantik.


" Ini anak kami Alviana." ucap Clarisa.


Mommy Laras menarik dua sahabatnya Clarisa dan Maria agar menjauh dari Alviana begitu juga daddy Alvonso menarik tangan dokter Kennath dan Ronald. Mereka menceritakan sebenarnya apa yang terjadi dan jangan memaksakan ingatan Alviana karena bisa membahayakan Alviana. Mereka semua mengerti.


Alviana melihat orang tuanya menarik masing - masing sahabatnya membuatnya bingung dan bertanya - tanya ada apa. Semakin berfikir membuatnya kepalanya semakin pusing dan sakit.


bruk


Tubuh Alviana ambruk untunglah kakaknya Alvian melihat adiknya pingsan langsung di tangkap dan menggendongnya dan dibawa ke kamarnya.


Kakaknya yang bernama Alvonso melihat adiknya Alvian menggendong Alviana yang sedang pingsan langsung menemui ke dua orang tuanya.


" Daddy, mommy Alviana pingsan sudah dibawa oleh Alvian ke kamar." ucap Alvonso.


Sontak mereka berenam terkejut. Daddy Alvonso, Mommy Laras, dokter Kennath masuk ke kamar Alviana untuk melihat kondisinya sedangkan Maria keluar menuju garasi mengambil tas dokter milik suaminya dokter Kennath, sedangkan Ronald dan Clarisa menjaga anak mereka juga anak - anak para sahabatnya.


Mereka memang sengaja jika mereka semua berkumpul tidak membawa baby sister agar anak - anak mereka saling mengenal masing - masing.


Maria masuk ke dalam ruangan Alviana sambil membawa tas kerja milik suaminya dan diberikan oleh dokter Kennath.


Dokter Kennath mengecek kondisi Alvina, setelah agak lama Alviana tersadar dari pingsannya.


" Aku dimana?" tanya Alviana bingung sambil memijat kepalanya yang masih pusing.


" Kamu di kamarmu sayang." ucap mommy Laras sambil membelai lembut rambut anaknya.


" Mommy, kepalaku sakit." ucap Alviana.


" Jangan di paksa untuk mengingat, jalani saja nanti kamu akan ingat semua." ucap dokter Kennath yang menjawab pertanyaan yang sudah dianggap ponakannya.


" Paman Ken, kapan aku bisa mengingatnya?" tanya Alviana.


" Sabar ya? pasti akan ingat pada waktunya tapi paman minta jangan dipaksakan." ucap dokter Kennath


" Baik paman Ken." ucap Alviana

__ADS_1


" Bagus anak pintar." ucap dokter Kennath.


" Sekarang kamu istirahat ya sayang." ucap mama Maria.


" Baik mam, daddy, mommy dan paman Ken, Alviana tidur dulu ya?" ucap Alviana sambil memejamkan matanya.


" Sayang makan dulu nanti baru tidur." ucap Mommy Laras.


" Baik mommy." ucap Alviana


Mereka semua pergi meninggalkan ruangan kamar Alviana menuju ruang keluarga untuk berkumpul bersama kecuali mommy Laras menuju meja makan.


Mommy Laras mengambil piring beserta lauk kemudian berjalan ke arah kamar Alviana dan masuk ke dalam kamar anaknya.


Mommy Laras menyuapi Alviana hingga makanannya habis kemudian diberikan gelas yang berisi air hangat. Alviana meminumnya kemudian istirahat.


Mommy Laras mengambil selimut kemudia menyelimuti tubuh Alviana kemudian mengecup keningnya kemudian keluar dari kamar Alviana menuju wastafel untuk mencuci piring dan gelas. Selesai mencuci Mommy Laras kembali ke ruang keluarga bertemu dengan dua sahabat dan dua sahabat suaminya sekaligus suami sahabatnya.


" Paman Kennath, anak paman Kelly cantik sekali." puji Alvonso.


" Iya donk, siapa dulu." bangga paman Kennath


" Karena mama Clarisa cantik makanya anaknya juga cantik." ucap Alvonso polos.


" Papa, kak Alvonso ganteng nanti kalau Kelly besar mau menikah dengan kak Alvonso." ucap Kelly pada papa Kennath.


Semua tertawa mendengar celotehan Kelly yang masih berumur 4 tahun kurang.


" Wah, sepertinya nanti kita jadi besanan nih." ucap Maria pada Mommy Laras


" Iya Mar, sepertinya begitu." ucap mommy Laras sambil tersenyum.


Mereka tertawa bersama dan tidak sabar menunggu mereka sampai dewasa.


" Mari kita bersama?" ajak Mommy Laras


" Ayo." jawab mereka serempak


Merekapun makan bersama dalam diam, masing - masing menikmati makanannya. Satu jam kemudian mereka selesai makan.


Clarisa dan Maria saling membantu Mommy Laras membereskan meja makan dan mencuci piring sambil mengobrol hingga tidak terasa semua cucian piring selesai dikerjakan.


Untuk para pria tampan mereka mengobrol tentang masa lalu dan masa sekarang. Mereka kini hidup bahagia dengan pasangan masing - masing.


3 Sahabat pria mendapatkan jodoh 3 sahabat wanita sungguh hal yang tidak di luar dugaan mereka.


Saling membantu jika mengalami kesulitan dan saling memberikan dukungan serta tidak ada dendam atau menjatuhkan di antara para pria ataupun wanita.


Tidak terasa hari sudah malam merekapun pulang ke rumah masing - masing untuk istirahat.

__ADS_1


xxxx


" Mommy, Daddy?" panggil Alvonso dan Alvian bersamaan.


" Ya, ada apa sayang?" tanya Mommy dan daddy.


" Nanti malam Alvonso dan Alvian dapat undangan pesta, teman smpku ulang tahun dan para tamunya memakai topeng." ucap Alvonso


" Bolehkah kami datang Mom dan Dad? tanya Alvian


" Boleh." jawab Mommy Laras dan Daddy Alvonso kompak


" Makasih mom, dad." ucap Alvonso dan Alvian serempak


" Kak Alvonso dan Kak Alvian, Alviana ikut ya? bosan di rumah terus?" ucap Alviana sambil menunjukkan puppy eyes nya.


" Ish, kamu kan tidak di undang dek?" ucap Alvian


" Kak Alvonso hiks... hiks.. hiks... Alviana ikut." ucap Alviana menangis jurus andalannya karena Alviana tahu kelemahan kakaknya Alvonso beda dengan Alvian.


Alvonso mendengar rengekan adiknya tidak tega dan menatap ke dua orang tuanya.


" Daddy dan Mommy bolehkah mengajak Alviana?" tanya Alvonso.


" Boleh tapi kalian berdua harus menjaga adikmu." pinta mommy Laras


" Tapi dad, seharusnya kak Alvonso donk yang menjaga Alviana kan aku tidak mau? aku ingin bertemu dengan teman - teman lamaku." ucap Alvian


"


" Kalau tidak mau menjaga adik kalian perginya batal." ucap Daddy Alvonso


" Baik dad." ucap Alvian pasrah


" Ingat ya dek, di sana kamu jangan centil, jangan bikin malu kakak." nasehat Alvian


" Siap kakakku yang ganteng." ucap Alviana sambil mengecup Alvian lalu lari.


" Alviana!!!" teriak Alvian kesal pasalnya dia paling sebel kalau adiknya mencium pipinya.


" Ish.. kenapa sih kamu mesti teriak?" omel Alvonso


" Habis adikmu itu nyebelin tahu." omel Alvian


" Dia adikmu juga kali." balas Alvonso ikutan ngomel.


" Sudah - sudah jangan ngomel nanti cepat tua mirip daddy kalian." ucap mommy Laras sambil berlari meningalkan suaminya.


" Mommy Laras!!! awas ya aku bikin tidak bisa bangun!" teriak daddy Alvonso ingin mengejar mommy Laras tapi tangannya di tahan oleh Alvonso dan Alvian.

__ADS_1


" Daddy, apa maksud daddy bikin mommy tidak bisa bangun?" tanya Alvonso


__ADS_2