
( " Oh namanya Alviana, sangat cantik dan bibir warna pink rasanya ingin menciumnya dan melum**tnya dan membawanya ke ranjang dan bercin**a.. aish kenapa jadi mesum begini, ini gara - gara papa dan Mama Siska." umpat Arlan dalam hati ).
xxxx
Beberapa hari yang lalu Arlan yang terbiasa tiap malam minum air putih satu gelas ternyata sudah habis, Arlan pun dengan membawa gelas kosong turun ke lantai dua yang kebetulan juga ada air dispenser karena Arlan males kalau mesti ke lantai satu.
Setelah terisi penuh Arlan hendak menaiki tangga pintu orangtuanya terbuka sedikit dan mendengar suara aneh. Arlan yang penasaran menaruh gelasnya di meja kecil dekat pintu orangtuanya.
Secara perlahan Arlan membuka pintu dan mengintip bunyi suara apa itu, matanya membulat sempurna melihat papanya dan Mama Siska sedang berciu*an sambil meremas dua gunung kembarnya kemudian papanya membuka kancing satu persatu mamanya hingga keduanya polos tanpa sehelai benangpun.
Arlan ingin pergi dari tempat itu tapi karena penasaran sangat tinggi ingin melihatnya kelanjutannya. Tampak keris papanya menegang dan dimasukkan ke milik istrinya.
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua membuat adik kecil Arlan pun ikuan menegang. Arlan yang sudah tidak tahan langsung pergi dan kembali ke kamarnya dan tak lupa membawa gelas yang sudah berisi air.
Kini Arlan sudah dikamar berusaha menenangkan adik kecilnya yang sudah menegang.
" Sial kenapa adik kecilku jadi menegang? " tanya Arlan bingung. Pasalnya Arlan baru pertama kalinya melihat adegan dewasa.
xxxx
Akhirnya klien Arlan datang sehingga konsentrasi Arlan menatap Alviana mendadak hilang karena Arlan ingin fokus bekerja dan membuang jauh perasaannya maupun membuang jauh pikiran mesumnya mengingat usianya masih muda.
Mereka berdua berbicara serius dan akhirnya menyetujui kerjasamanya. Kini kliennya pergi menuju ke rumahnya untuk istirahat sedangkan Arlan bosan bila berada di rumah akhirnya memutuskan untuk lebih lama di restoran sambil menatap wajah Alviana yang tidak pernah membosankan.
( " Alviana gadis berbeda, semua gadis menatapku dengan tatapan seperti jalang sedangkan Alviana berbeda ketika aku menatapnya terus dan Alviana tiba - tiba menatapku hanya tersenyum dan melanjutkan obrolannya dengan temannya tanpa menatap genit mengedipkan matanya." ucap Arlan dalam hati ).
Alviana dan temannya Arin masih asyik mengobrol tiba - tiba ponselnya berdering. Alviana membuka tasnya dan mengambil ponselnya. Alviana pun mengangkatnya dengan menggeser tombol berwarna hijau setelah tahu mommy Laras yang menelephonenya.
📱" Hallo mommy cantik?" jawab Alviana tersenyum manis
📱 " Kapan pulang? sudah sore, kamu itu baru juga pulang kemarin siang, sekarang pergi lagi kan mommy kangen." ucap Mommy Laras.
📱 " Baik mommy cantik Alviana pulang sekarang." ucap Alviana
📱 " Baik hati - hati di jalan." ucap mommy Laras.
__ADS_1
📱 " Baik Mommy cantik." jawab Alviana sambil tersenyum
tut tut tut tut
Ponselpun terputus oleh Mommy Laras. Alviana memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
" Maaf Arin aku pulang ya? katanya momny masih kangen sama aku." ucap Alviana
" Dasar anak mommy." ledek Arin
" Biarin, wee." balas Alviana sambil menjulurkan lidahnya.
Arin hanya tersenyum melihat sahabatnya yang selalu bikin gemes. Arlan mendengar pembicaraan Alviana dengan mommynya karena Arlan memiliki pendengaran tajam setajam silet.
Arlan senang ternyata Alviana gadis penurut di suruh pulang langsung pulang tidak seperti gadis si ulet keket, sampai namanyapun Arlan lupa sehingga menamai gadis itu si ulet keket.
Alviana melambaikan tangannya, Arlan yang mengira Alviana melambaikan tangannya untuk dirinya membalas lambaian tangan Alviana. Tidak berapa lama seorang pelayan datang dan Alviana meminta tagihan makanannya.
Arlan merasa malu sekali ternyata Alviana melambaikan tangan ke pelayan.
Pelayan itu datang menyerahkan nota tagihan yang mesti dibayar Arin meminta di traktir dan tanpa merasa keberatan membayar tagihan makan dan minuman milik Arin. Alviana pun memberikan selembar uang tip berwarna biru. Tentu saja pelayan itu senang dan mengucapkan terima kasih. Arin mengomel dengan alasan kebanyakan.
Alviana hanya tersenyum mendengar omelan Arin.
" Arin, kata mommyku kalau kita hidup berkecukupan kita juga harus bisa saling berbagi." ucap Alviana bijak.
" Terserah kamulah Alviana, kamu memang terlalu baik." ucap Arin.
Mereka berdiri dan berjalan dengan santai, dengan tatapan elang yang diwarisi daddy Alvonso, Alviana melihat seorang gadis pelayan yang tadi di tampar Alvonso berjalan perlahan seperti ingin menuangkan dua gelas tahan panas sehingga jika dipegang tangannya tidak akan melepuh.
Gelas itu penuh dengan air panas terlihat dari asap yang masih mengepul, pelayan itu menuju ke arah pemuda yang bernama Arlan.
Alviana berjalan dengan cepat dan ketika gadis itu ingin menumpahkan dua gelas di kepala Arlan tanpa berpikir panjang Alviana memeluk Arlan.
Arlan yang dari tadi menatap gadis tanpa kedip terkejut melihat Alviana gadis pencuri hatinya memeluk dirinya. Ada rasa kenyaman dipeluk oleh Alviana tapi dirinya terkejut mendengar teriakkan Alviana.
__ADS_1
akhhh
Alviana menjerit kepanasan akibat tumpahan air yang masih panas mengenai punggungnya. Arlan yang merasakan cipratan air panas walau sedikit menarik tangan Alviana dan langsung berdiri dan memeluknya.
Arlan tersadar ternyata Alviana menyelamatkan dirinya dari air panas. Arlan menampar gadis pelayan itu hingga terjatuh kemudian meminta manager restoran untuk di bawa ke kantor polisi.
" Hiks.. hiks.. hiks.. punggungku perih." tangis Alviana.
" Aku anter ke dokter ya?" pinta Arlan
Tanpa perlu menjawab Arlan langsung menggendong Alviana ala bridal style ke parkiran mobilnya diikuti oleh Arin dari belakang.
Arlan pun langsung membawanya ke rumah sakit xxxx dan di bawa langsung ke ugd. Arlan dan Arin menunggu di ugd, dengan gaya centil Arin menggoda Arlan membuat Arlan kesal pasalnya dia aja pikiran tentang Alviana nah ini temannya cuek tidak perduli dengan temannya yang bernama Alviana, teman macam apa dia pikirnya.
Tiba - tiba ponsel Arlan berbunyi, Arlan pun langsung berdiri dan berjalan agak jauh dari Arin.
📱 " Ya hallo." jawab Arlan
📱 " Arlan ini mama Siska, kamu pulang ya? papamu pingsan." ucap mama Siska
📱 " Pingsan kenapa Ma?" tanya Arlan kaget
📱 " Tidak tahu tadi habis mandi langsung pingsan ini mama sudah pakaikan baju dan sudah panggil dokter." ucap mama Siska menjelaskan.
📱 " Baik ma, Arlan pulang sekarang." jawab Arlan
tut tut tut tut
Ponselpun di putuskan oleh Arlan tanpa menunggu jawaban mama Siska.
Arlan berjalan menuju ruang ugd dan Arin masih menatapnya dengan senyuman menggoda membuat Arlan muak melihatnya.
" Maaf aku pulang papaku pingsan, aku tidak bisa menunggunya. Kamu hubungi keluarganya."pinta Arlan
" Boleh aku minta telephonemu?" tanya Arin sambil mengedipkan matanya ke arah pria tampan itu.
__ADS_1
" Maaf aku tidak bisa, permisi." ucap Arlan tegas dan tanpa menunggu jawaban Arin, Arlan langsung pergi meninggalkan Arin sendirian di ruamah sakit.