Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Keluarga Bunda Clarisa


__ADS_3

Arlan tersenyum bahagia dan semua tidak luput dari perhatian Harlan.


" Ada apa kak Arlan?" tanya Harlan kepo


" Aku bahagia sangat bahagia." ucap Arlan sambil tersenyum bahagia.


" Bahagia kenapa? apakah tadi sudah bertemu dengan kak Alviana?" tanya Harlan penasaran


" Bukan." jawab Arlan singkat


" Terus kenapa tersenyum? apa sudah mendapatkan pengganti Alviana?" tebak Harlan


" Hush enak saja, cintaku hanya untuk Alviana seorang." ucap Arlan tegas


" Lalu kenapa? jangan gitu donk kak Arlan aku kan penasaran." ucap Harlan bertambah kepo.


" Sekarang aku sudah mempunyai mommy dan daddy baru." ucap Arlan menjelaskan.


" What?? serius!!" pekik Harlan


" Iya serius." ucap Arlan tersenyum bahagia.


" Coba ceritakan bagaimana ceritanya?" tanya Harlan penasaran.


Arlan pun menceritakan semuanya yang telah terjadi. Arlan sangat bahagia sekarang bisa merasakan kasih sayang yang dulu sangat dirindukan.


Walau Arlan sudah dewasa tapi keinginannya untuk memiliki kasih sayang dari orang tuanya sangat besar.


" Aku ikut senang." Tinggal diriku yang belum merasakan kasih sayang orang tuaku." ucap Harlan sendu.


" Ku harap kamu menemukan kekasih yang mempunyai orang tua sebaik orang tuanya Alviana." ucap Arlan.


" Aku harap, aku belum pernah merasakan kasih sayang orang tua sejak kecil. Papa meninggal waktu mama hamil aku dan ketika mama melahirkanku mama meninggalkan aku seorang diri tanpa orang tua. Aku di pelihara oleh paman Roni adik dari mama. Paman Roni dan anaknya bernama Rocky sangat sayang padaku tapi bibi Roni sangat membenciku dan sering menyiksaku sampai umur 8 tahun paman Roni meninggal. Bibi Roni semakin semena - mena padaku dan Rocky selalu membelaku akhirnya aku kabur dari rumah dan tinggal di apartemenmu kak Arlan. Hanya kak Arlan dan Rocky yang baik padaku." ucap Harlan mengingat kisah pahitnya dan tidak terasa air matanya mengalir mengingat kejadian yang sangat menyakitkan.


" Sudahlah Harlan lupakan masa lalu suatu saat nanti kakak yakin kamu menemukan kebahagianmu. Sekarang kamu siapkan perlengkapan buat besok." ucap Arlan.


" Ok." ucap Harlan


Arlan pun keluar dari ruangan Harlan menuju ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Arlan mengerjakannya dengan penuh semangat karena besok akan bertemu dengan kekasih hatinya.


Tidak terasa hari sudah sore Arlan selesai mengerjakan berkas - berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Arlan membereskan semua dokumennya dan keluar dari ruangannya. Arlan bertemu dengan Harlan di depan pintu lift.


Merekapun berjalan bersama menuju parkiran mobil. Sepanjang jalan Arlan yang biasanya bersikap dingin, arogant dan tidak pernah senyum hari ini selalu tersenyum membuat orang - orang terkejut dan sekaligus sangat senang melihat bosnya tersenyum.

__ADS_1


xxxx


Di tempat lain, seorang remaja berjalan santai sambil menatap seorang wanita yang meringis kesakitan akibat tubuhnya di tusuk hingga mengeluarkan darah segar, wanita itu sambil berusaha menahan rasa sakit berlari di gelapnya malam yang sepi tidak ada satupun orang lewat.


" Hahahaha... berlarilah sejauh mungkin pasti aku bisa menangkapmu.. kamu tahu sejak kecil aku suka membunuh kelinci binatang kesayanganku karena dia sangat nakal merusak lukisanku dan kamu juga sangat nakal seperti jalang, orang sepertimu harus mati. Hahahaha.." tawa remaja itu jahat sambil tersenyum devil.


Grep


jleb


jleb


jleb


akh


Pria remaja itu memeluk wanita itu dan membekap mulutnya kemudian di tusuk - tusuk ke tubuhnya hingga tewas.


Pria itupun memotong kepalanya kemudian meminum darah dari kepala wanita itu.


" Hah.. darahmu pahit, tidak enak." ucap remaja pria itu.


duak


Kepala wanita itu di tendang dan mengelinding ke arah pembuangan sampah.


Remaja pria itu berjalan santai dan masuk ke dalam mobil menuju mansion peninggalan orang tuanya yang sangat sepi tanpa ada pelayan karena remaja pria itu tidak menyukai ada orang di dalam mansionnya.



Remaja itu menghentikan mobilnya dan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya untuk istirahat.


Seluruh ruangannya berwarna serba hitam sehitam hatinya yang sering membunuh, menyiksa dan terkadang memutilasi oara korbannya.


Remaja pria itupun istirahat tanpa membersihkan diri dan langsung tertidur terlelap. Bau amis di ruangan itu tidak berpengaruh padanya karena remaja itu sangat menyukai bau amis tersebut.


xxxx


Pagi hari Arlan dan Harlan sudah berada di bandara dan menaiki pesawat pribadinya. Arlan tidak sabar ingin cepat bertemu dengan kekasih hatinya.


Arlan mengingat pertemuan pertama dengan Alviana. Walau Alviana tidak mengingat pertemuan pertama karena hilang ingatan sebagian tidak masalah baginya karena yang terpenting mereka berdua sudah resmi menjadi pasangan kekasih.


xxxx


Di negara Australia Alviana mengantar anaknya bunda Clarisa dan paman Ronald ke sekolah yang bernama Rocky dan Liani. Mereka selisih satu tahun Rocky berumur 8 tahun sedangkan Liani berumur 7 tahun.

__ADS_1


Alviana mengantar mereka berdua ke sekolah. Selesai mengantar Alviana pergi ke kampus untuk mengikuti mata kuliah sampai jam 12 siang.


Selesai kuliah Alviana menjemput Rocky dan Liani di sekolah. Mereka bertiga pulang ke mansion milik bunda Clarisa dan paman Ronald.


" Alviana." panggil bunda Clarisa lembut.


" Iya Bun, ada apa bun?" tanya Alviana lembut


" Paman Ronald ada proyek di Indonesia dan kami sekeluarga akan pindah, apakah kamu ikut kami atau tetap tinggal di sini?" tanya Bunda Clarisa.


" Kami akan pulang ke mansion milik mommy sama daddy." ucap Alviana lembut.


" Kak Alviana ikut kami saja, sepi kalau tidak ada kak Alviana." ucap Liani


" Iya kak, Rocky sepi kalau tidak ada kak Alviana. Nanti kami tidak ada yang bantu mengerjakan tugas sekolah." ucap Rocky.


" Kan ada Bunda yang ngajarin." ucap Alviana


" Tapi lebih asyik sama kak Alviana." ucap Rocky.


" Oh kalau bunda ngajarin tidak asyik ya?" ucap bunda Clarisa cemberut.


" Tidak bunda, bunda juga asyik kok." ucap Liani.


" Lho tadi kaa Rocky, bunda tidak asyik." ucap bunda Clarisa.


" Kalau kak Alviana kan sering bertemu kalau bunda sibuk dengan kerjaan bunda jadi tidak waktu buat kami." ucap Rocky sendu


" Maafkan bunda sayang, kerjaan bunda sangat banyak jadi tidak ada waktu buat kalian." ucap bunda Clarisa terkejut mendengar perkataan Rocky anaknya.


" Bunda, bolehkah kami meminta agar bunda di rumah saja kami merasa kesepian hanya kak Alviana yang selalu menemani kami." ucap Rocky sendu.


deg


Bunda Clarisa melihat Rocky dan Liani matanya mulai mengembun.


" Maafkan bunda sayang mulai 2 hari lagi bunda akan di rumah mengurus kalian sampai kalian besar." ucap bunda Clarisa.


" Kenapa tidak mulai dari sekarang Bun?" tanya Liani akhirnya bicara.


" Bunda harus menyelesaikan pekerjaan bunda dulu setelah itu bunda akan mengurus kalian.


" Terima kasih bunda." Ucap Rocky dan Liani bersamaan sambil memeluk perut bunda Clarisa.


Bunda Clarisa pun memegang kepala Rocky dan Liani sambil mengusap kepalanya dengan lembut.

__ADS_1


xxxx


__ADS_2