
Di ruangan tempat kerjanya daddy Alvonso. Alvonso membuka laptop dan meretas cctv di jalan raya depan rumah sakit.
Setelah berhasil meretas merekapun menonton rekaman cctv. Mereka sangat terkejut melihat kedatangan mobil yang tiba - tiba datang dengan mengendarai sangat kencang. Terlihat mommy Laras mendorong Alviana hingga Alviana jatuh terguling dan berada di pinggir jalan. Mommy Laras berusaha menghindar tapi karena terlalu cepat mobil itu menabrak mommy Laras hingga terpental.
Tampak Alviana berusaha berlari dengan menahan rasa sakit pada tangan, tubuh dan kakinya kemudian memeluk mommy Laras. Mommy Laras di bawa oleh beberapa orang menuju ke rumah sakit.
Alvonso mengulangi rekaman untuk mengetahui plat mobil yang menabrak mommy Laras. Setelah agak lama barulah di ketahui nomer platnya.
" Alvian coba kamu cek siapa pemilik nomer plat mobil x 1234 xxx. Aku akan coba melihat siapa orang yang menabraknya." perintah Alvonso
" Baik kak." jawab Alvian
Alvian mengambil laptopnya yang kebetulan daddy Alvonso menyimpan 3 laptop di meja kerjanya.
Alvonso mulai mengutak atik kembali tapi wajahnya tidak terlihat karena menggunakan masker.
" Si*l mereka berdua menggunakan masker jadi sulit. Hanya bisa lihat bentuk tubuhnya dan tato lambang naga di tangannya." ucap Alvonso kesal sambil mengutak atik laptopnya kembali.
" Kak, nomer platnya palsu jadi sulit untuk mengetahuinya." ucap Alvian ikutan kesal
Alvonso masih tetap berusaha meretas cctv ke arah mana mobil itu berjalan setelah menabrak mommy Laras sedangkan Alvian meretas cctv secara mundur untuk mengetahui dari mana asal mobil itu berada.
" Kak, boleh aku pinjam laptopnya?" tanya Max tiba - tiba
" Boleh Max. Ambil lah laptop satunya kebetulan daddy mempunyai laptop 3." ucap Alvian
" Baik kak." ucap Max
Max pun mengambil laptop kemudian membukanya. Max menyalakan laptopnya dan terdapat sandi di laptopnya.
" Kak nama sandinya apa?" tanya Max
" Alvonso Alvian Alviana Arlan Harlan Max Debby Denis Denisa. Semua nama di sambung dan huruf awalnya menggunakan huruf besar." ucap Alvonso
" What??" teriak Arlan dan Max bersamaan
" Kenapa ada namaku?" tanya Arlan bingung
" Iya kak Arlan, namaku kenapa juga ada?" sambung Max bingung
" Kenapa panjang sekali sandinya?" sambung Max lagi
" Mommy dan daddy meminta kami untuk menggunakan sandi itu karena kita semua adalah anak - anak mommy." ucap Alvonso menjelaskan ke mereka berdua.
" Kok nama kak Amel dan Imel tidak ada?" tanya Arlan
__ADS_1
" Mungkin mommy belum sempat mengubahnya. Karena aku dan Harlan baru beberapa bulan menikah." ucap Alvian kini giliran dirinya menjawab
Arlan dan Max hanya menganggukkan kepalanya. Mereka berdua sangat terharu dan sangat bahagia mereka di akui keluarga oleh mommy Laras dan daddy Alvonso.
Max pun memasukkan sandi tersebut dan berhasil membuka. Lagi - lagi Max terharu melihat walpaper tersebut berupa foto keluarga dan di bawahnya tertulis Keluarga Besar Daddy Alvonso dengan tulisan tebal.
Max mulai mengutak atik laptopnya setengah jam kemudian Max berhasil mengetahui wajah yang menabrak mommy Laras.
" Kak Alvonso, Kak Alvian dan Kak Arlan apakah kenal dengan pria ini?" tanya Max sambil memperlihatkan foto pria tersebut.
Alvonso, Alvian dan Arlan langsung menatap laptop yang diperlihatkan oleh Max
" Kami tidak kenal, siapa dia?" tanya mereka serempak
" Dialah pria yang menabrak mommy Laras." ucap Max
" Apa?? bagaimana bisa?" tanya Alvonso bingung
" Max membuat kamera cctv di anting mommy, Alviana, Debby dan Denisa jadi Max bisa tahu." ucap Max memberitahukan
" Kamu hebat Max, kalau sempat buatkan sepasang buat istriku." pinta Alvian
" Baik kak nanti Max akan buatkan buat istri kakak." ucap Max
" Baik kak." ucap Alvian
Setengah jam kemudian Alvian menemukan identitas pria tersebut.
Nama : Anto
Pekerjaan : Karyawan swasta
Tempat Tgl Lahir : Jakarta, 1 Januari 1980
Alamat Rumah : Perumahan Bumi Sani Permai, Jl. Kelinci 1 No 27, Kota xxxx
Catatan kriminal : Pembunuh bayaran baru bebas 2 bulan yang lalu, pernah bekerja pada rentenir sebagai penagih hutang.
" Siapa pria itu sebenarnya? kenapa pria itu ingin menabrak Alviana?" gumam Alvonso
" Biar orang - orangku yang menangkapnya." ucap Arlan
Arlan menghubungi anggota mafia gagak hitam untuk menangkap Anto.
" Oh ya kak Alvonso dan kak Alvian, Arlan penasaran siapa yang menabrak tante Sutrimelza Hermawan dan Harlan?" tanya Arlan dengan nada geram
__ADS_1
deg
Jantung Max berdetak kencang karena dirinyalah yang menabrak ibunya Harlan. Tapi karena Max pintar mengubah ekspresi sehingga Alvonso, Alvian dan Arlan tidak mengetahuinya.
" Ok." Jawab Alvonso dan Alvian
" Alvian kamu meretas cctv ibunya Harlan dan kakak akan meretas cctv milik Harlan." perintah Alvonso
" Baik kak Al." jawab Alvian
Mereka berdua mulai meretas cctv. Alvonso, Alvian, Arlan dan Max menonton rekaman cctv siapa pelaku yang menabrak ibunya Harlan dan Harlan selama setengah jam terungkap siapa pelakunya. Max yang menabrak ibunya Harlan dan Harlan di tabrak pria yang sama menabrak mommy Laras karena terlihat dari bentuk tubuhnya dan tato lambang naga di tangan yang sama.
" Max!!!" teriak mereka bertiga terkejut
" Max apa salah tanteku? kenapa kamu tega menabrak tanteku? bentak Arlan tidak terima.
Arlan berdiri dan bersiap memukul Max tapi Alvonso dan Alvian menahan tubuh Arlan agar tidak memukul Max.
" Arlan sabar, kita minta penjelasan Max lebih dulu." ucap Alvonso
" Tidak perlu penjelasan, Max akan aku ha**r lepaskan tanganku." ucap Arlan
" Arlan, kalau kamu seperti ini kami akan marah padamu." ancam Alvian
" Kenapa kalian masih membelanya sudah jelas - jelas kalau Max bersalah." bentak Arlan
" Sudah kak biarkan saja Arlan memukul Max tapi setelah itu jangan harap bisa bertemu dengan adikku." ancam Alvian
" Apa hubungannya dengan istriku. kamu tidak berhak mengancamku?" bentak Arlan
" Arlan, kamu jangan bentak Alvian karena Alvian itu adikku. Benar kata Alvian kalau kamu tetap memukul Max maka kamu tidak akan menemui Alviana lagi." ancam Alvonso karena dirinya kesal mendengar adik kesayangannya di bentak oleh Arlan.
" Kalian dari dulu sampai sekarang selalu membuatku kesal. Aku yakin Alviana cinta mati padaku dan pasti akan memilihku." ucap Arlan percaya diri.
ceklek
Mama Maria membuka pintu dan mendorong Alviana dengan menggunakan kursi roda masuk ke dalam dan melihat ke dua kakaknya menahan tangan dan tubuh Arlan.
" Ada apa ini?" tanya Alviana
" Kebetulan kamu datang dik? siapa yang kamu pilih ke dua kakakmu atau suamimu?" tanya Alvian dengan nada kesal
" Apa maksud kakak, Alviana tidak mengerti." ucap Alviana
" Max lah yang menabrak tante Sutrimelza Hermawan. Suamimu ini ingin memu***l Max tapi ke dua kakakmu membela Max. Siapa yang kamu pilih suamimu ini atau ke dua kakakmu?" tanya Arlan
__ADS_1