
" Daddy, Alvonso dan Alvian, mommy mohon maafkanlah mereka." pinta mommy Laras dengan nada sendu.
" Tidak mom, mereka dari dulu memang sombong dan angkuh selama ini kami selalu diam saja tapi sekarang sudah tidak bisa kami maafkan lagi." ucap Alvonso geram
Mommy Laras hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Manager usir mereka semuanya." ucap daddy Alvonso.
" Baik tuan." jawab manager dengan sopan
Mereka berlutut meminta maaf dan berjanji untuk tidak bergunjing lagi, mereka menangis meminta bantuan mommy Laras hal itu membuat mommy Laras tidak tega melihat mereka menangis dan berlutut.
" Daddy, Alvonso dan Alvian apakah mommy harus juga berlutut seperti mereka agar kalian bertiga mau memaafkan mereka? mommy mohon beri mereka kesempatan kedua jika mereka melakukan lagi terserah daddy, Alvonso dan Alvian." pinta mommy Laras sendu sambil berdiri dari duduknya untuk bersiap - siap berlutut.
Daddy Alvonso dan anak - anaknya sangat terkejut terlebih Max yang masih dengan setia menunduk karena mendengar mommy Laras mau memaafkan orang yang sudah menyakiti hatinya sampai rela berlutut.
" Jangan lakukan itu sayang, baiklah daddy membatalkannya." ucap daddy Alvonso akhirnya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Kami juga mom." jawab Alvonso dan Alvian serempak karena tidak ingin jika mommynya berlutut dihadapan mereka.
" Terima kasih sayang." ucap mommy Laras memeluk suaminya dan ke dua anaknya.
" Ok. Hari ini kami akan memberikan kesempatan ke mereka dan kalian semuanya bebas apa yang tadi kami katakan tidak terjadi tapi jika terjadi lagi maka jangan harap ada pengampunan buat kalian." ucap daddy Alvonso tegas.
Mereka semua merasa lega dan mengucapkan terima kasih dan hendak pergi meninggalkan mall karena malu dilihat oleh banyak pengunjung yang berada di mall.
Setelah melepaskan pelukan suami dan kedua anaknya Alvonso dan Alvian, mommy Laras menahan mereka agar jangan pergi dulu.
" Tunggu dulu, ini pelajaran buat kalian untuk tidak menghina orang lain lagi. Jika kami melihat kalian menghina atau menuduh orang tanpa bukti maka hukumannya akan tetap berlaku." ucap mommy Laras menatap wajah mereka yang telah menghina dirinya.
" Kalian dengarkan perkataan mommyku? laksanakan jika kalian tidak ingin hidup menderita." ucap Alvian tersenyum sinis.
" Baik kami berjanji untuk tidak melakukannya lagi." ucap salah satu dari mereka.
" Baik kami janji."ucap mereka serempak
__ADS_1
" Kalian pergilah." usir Alvonso
" Baik." ucap mereka serempak.
Merekapun bubar dan hatinya merasa lega karena mereka tidak jadi miskin.
Kini di restoran tinggal mommy Laras, suaminya dan ke 5 anaknya beserta Maz.
" Dia siapa mom?" tanya Alvonso penasaran karena ada pria asing.
Daddy Alvonso dan Alvian terkejut mendengar perkataan Alvonso karena tadi mereka berdua tidak memperhatikan jika ada orang lain yang duduk dekat ketiga anaknya.
Mommy Laras menarik tangan kirinya memegang suaminya dan tangan kanannya memegang Alvian dan mommy Laras memberikan kode menggunakan matanya agar Alvonso mengikuti dirinya.
Alvonso mengerti kode mommynya dan mengikuti mommynya. Mommy Laras membisikkan sesuatu ke mereka bertiga.
Daddy Alvonso dan Alvian sebenarnya menolak karena merasa aneh dengan remaja itu tapi mommy memohon sambil menampilkan puppy eyes akhirnya mereka berdua setuju sedangkan Alvonso terserah mommynya.
Selesai berunding akhirnya mereka menuju ke meja makan.
" Oh ya namanya Max, Max kenalkan mereka." ucap mommy Laras lembut sambil mengangkat dagu Max yang sedari tadi menunduk.
deg
deg
Mommy Laras memesan makanan untuk suaminya dan juga ke dua anaknya. Mereka makan saling diam tanpa bersuara. Max hanya menunduk karena tidak ingin ketahuan.
Dua kepribadian ganda Max yaitu jiwa pshychophat yang mengalir dari daddynya Zain Alionso dan jiwa baik dari ibunya menyatu dalam dirinya.
Selesai makan daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian berangkat kembali ke kantor sedangkan mommy Laras pulang menuju kediamannya.
Singkat cerita mereka kini sudah sampai di mansion, mommy Laras menunjukkan Max kamarnya. Semua pakaian yang baru dibelinya di susun rapi oleh mommy Laras.
" Max ini kamarmu sekarang, semua pakaian sudah mommy susun di lemari. Adakah yang kurang?" tanya mommy Laras lembut.
__ADS_1
" Tidak ada mom saat ini sudah cukup." ucap Max
" Oh ya mommy lupa berapa umurmu sekarang?" tanya mommy Laras lembut
" 15 tahun mom." ucap Max
" Terakhir sekolah kapan?" tanya mommy Laras
" Max hanya lulus sd setelah kematian daddy, Max tidak melanjutkan sekolah lagi." ucap Max sedih
Mommy Laras memeluk Max sambil mengusap punggung Max membuat Max merasakan kasih sayang mommynya waktu Max masih kecil.
Mommy Laras melepaskan pelukannya dan menatap Max dengan tatapan teduh.
" Max anggap saja mommy dan daddy sebagai orangtuamu. Sekarang kamu merupakan anggota baru kami" ucap mommy Laras lembut.
Max tidak menjawab ucapan mommy Laras hanya tersenyum memandang mommy Laras kemudian memalingkan wajahnya karena tidak sanggup melihat tatapan teduh mommy Laras.
" Sekarang istirahatlah, mommy ingin menemui anak - anak mommy lainnya." ucap mommy Laras sambil tersenyum kemudian meninggalkan Max seorang diri.
Max melihat mommy Laras sudah keluar dari kamarnya langsung mengambil pakaian celana panjang kotor di dalam plastik. Mengambil sebuah foto lama di saku celananya dimana foto orangtuanya dan dirinya waktu masih kecil.
" Mommy aku merindukanmu, daddy selama ini aku mencari dimana mereka yang telah membunuhmu tanpa Max duga Max menemukan mereka sesuai janjiku aku akan membunuh mereka satu persatu karena telah tega memisahkan aku dengan daddy." ucap Max menatap sendu foto daddynya.
" Mommy Laras, Daddy Alvonso, Alvonso, Alvian dan Alviana aku akan membunuh kalian semua satu persatu tanpa sisa tunggulah waktu yang tepat." ucap Max sambil tersenyum menyeringai.
Karena Max sangat lelah Max menyimpan foto orang tuanya di bawah kasur. Setelah menyimpannya Max pun istirahat karena tubuhnya sangat lelah.
xxxx
Jam 5 sore daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian pulang dari kantor dan tidak berapa di susul Alviana dan suaminya Arlan. Mereka masuk ke kamarnya masing - masing.
Mommy Laras di bantu Alviana, Debby dan Denisa memasak untuk sarapan nanti malam. Satu jam mereka selesai memasak sesuai kesukaan masing - masing. Satu persatu penghuni mansion di panggil untuk makan malam bersama.
Arlan bergandengan tangan dengan Alviana baru saja beberapa melangkah menuju meja makan langsung melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Alviana membuat Alviana bingung.
__ADS_1
Arlan menutup hidung dan mulutnya kemudian berlari ke arah kamarnya. Alviana yang bingung ikut menyusul suaminya ke kamarnya. Semua orang yang melihat sikap Arlan menjadi bingung.
" Sayang kenapa berlari?" tanya Alviana bingung.