
Tubuh wanita itu langsung ambruk dan tewas di tempat ketika mengarahkan pistolnya ke arah jantung Maria.
dor
akh
Tubuh wanita paruh baya itupun ikut ambruk dan tewas di tempat dengan mata melotot. Suaminya yang melihat istrinya mati langsung terbangun dari kursinya sambil mencari orang yang telah menembak anak buahnya dan istrinya.
" Siapa, jika tidak keluar aku akan tembak jantung wanita ini." ancam pria paruh baya sambil mengarahkan pistolnya ke arah jantung Maria.
Belum sampai pistolnya ke arah jantung Maria senjatanya mental karena di tembak oleh seseorang. Seseorang itu menembakkan semua anak buah pria paruh baya itu hingga 4 orang mati di tempat kemudian terdengar suara lagi.
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
6 buah anak buah pria baya itupun mati seketika. Barulah seseorang itu keluar dia adalah dokter Kennath. Matanya menatap nyalang ke arah pria paruh baya karena melihat istri dan putri kesayangannya terluka dan tidak tahu apakah masih hidup atau tidak.
Dokter Kennath melempar 2 pistol yang sudah kosong ke arah muka paruh baya sambil berjalan mendekati pria paruh baya.
bugh
bugh
bugh
bugh
" Pukulan ini untuk luka - luka istri dan putriku. Kamu harus mati." ucap dokter Kennath sambil memukuli pria paruh baya itu dengan cara memb**i buta membuat pria baya itu tergelak tak berdaya barulah dokter Kennath berhenti memukulinya.
Dokter Kennath berdiri dan membalikkan badannya untuk berjalan ke arah istri dan putrinya. Dokter Kennath melepaskan jasnya dan menaruhnya di lantai kemudian ikatan Kelly dan menaruhnya di jas miliknya untuk mengecek kondisi Kelly. Untunglah Kelly masih bernafas membuat dokter Kennath sedikit lega.
Dokter Kennath melepaskan kemejanya hingga tampaklah otot - otot yang menonjol dan roti sobeknya. Dokter Kennath membentuk kemeja itu sebagai bantal kemudian melepaskan ikatan istrinya kemudian dibaringkan di lantai dan kepalanya diberikan bantal dari kemeja milik dokter Kennath.
Dokter Kennath mengecek kondisi Maria, beruntunglah Maria masih bernafas membuatnya sedikit lega. Tanpa sepengetahuan dokter Kennath pria paruh baya yang sudah babak belur terkena bogeman dokter Kennath mengarahkan pistol ke arah dokter Kennath.
dor
akh
Dokter Kennath terkejut mendengar suara tembakan itu. Pria paruh baya itu mati seketika di tembak oleh Alvonso. Alvonso datang di saat yang tepat.
__ADS_1
Anak buah dokter Kennath sedang bertarung di luar mansion dengan di bantu anak buah mafia Arlan.
Alvonso langsung berlari mendekati Liani yang matanya masih setia menutup matanya.
" Beberapa anak buah dokter Kennath dan Arlan masuk ke dalam mansion.
" Ambilkan tas di dalam mobilku cepat!!!" teriak dokter Kennath.
" Untuk yang lainnya silahkan tunggu di luar." perintah dokter Kennath tegas.
Dua orang anak buah dokter Kennath berlari keluar untuk mengambil tas milik dokter Kennath.
Dokter Kennath membuka kemeja milik Kelly dan terlihat ada bekas tembakkan di perut Kelly.
Tidak berapa lama dua orang yang diperintahkan untuk mengambil tas dokter Kennath datang. Dokter Kennath meminta mereka untuk keluar.
Dokter Kennath mulai mengoperasi putrinya dan mengambil peluru yang bersarang di perut Kelly setelah selesai dokter Kennath mulai menjahit perut Kelly kemudian mengancingkan kemeja Kelly.
" Alvonso tolong buka kemejamu dan tolong bawa putriku ke rumah sakit." pinta dokter Kennath
Alvonso agak bingung tapi tetap melakukannya. Alvonso melepaskan kemejanya sama seperti dokter Kennath tubuh Alvonso terekspos terlihat badannya yang bidang, otot - otot yang terbentuk di dada dan ke dua lengannya dan di tambah roti sobeknya.
Alvonso memberikan kemeja itu ke dokter Kennath. Dokter Kennath menerima kemeja pemberian Alvonso. Alvonso menggendong Kelly dan di bawa keluar menuju ke rumah sakit dengan mengendarai mobil bersama 3 anak buah mafia milik Arlan.
srekk
Dokter Kennath mulai mengoperasi istrinya dan mengambil peluru yang bersarang di perutnya setelah selesai dokter Kennath mulai menjahit perut Maria.
Selesai melakukan dokter Kennath memakaikan pakaian kemeja milik Alvonso untuk menutupi gaun yang sudah di sobeknya. Dokter Kennath mengangkat kepala Maria dan mengambil kemeja yang tadi digunakan sebagai bantalan Maria.
Dokter Kennath menutupi bagian bawahnya dengan menggunakan kemeja dirinya. Dokter Kennath dan para anak buahnya dan anak buah mafia milik Arlan meninggalkan mansion.
Enam orang anak buah Arlan yang masih di mansion memasang beberapa bom setelah terpasang merekapun pergi meninggalkan mansion. Setelah agak jauh dari mansion salah satu dari mereka menekan tombol
duar
duar
duar
dua
dua
duar
Bunyi suara ledakkan saling bersahutan. Arlan memang selalu melakukan seperti itu agar tidak ada satupun musuh yang hidup karena jika musuh masih ada yang hidup bisa saja suatu saat membahayakan dirinya dan juga keluarganya di masa yang akan datang.
Merekapun meninggalkan lokasi kejadian dengan mengendarai mobil dengan kencang
__ADS_1
xxxx
Mommy Laras, Alviana dan Max kini berada di ruang ugd. Daddy Alvonso, Arlan dan ke tiga anaknya menunggu di ruang tunggu.
ceklek
Seorang dokter keluar dari ruangan ugd Daddy Alvonso dan Arlan langsung berdiri mendekati dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya daddy Alvonso dan Arlan serempak.
" Untuk nyonya Laras dan Max pelurunya sudah berhasil dikeluarkan tinggal menunggu pulih dan sebentar lagi akan dibawa keruangan vvip dan untuk nyonya Alviana maaf nyonya Alviana koma karena pukulan di kepalanya sangat kencang dan bersyukurlah janinnya bisa diselamatkan." ucap dokter
" Apa dok hamil?" tanya daddy dan Arlan bersamaan karena tidak percaya Alviana hamil.
" Ya hamil, usianya menginjak 1 bulan harus berhati - hati karena usia kehamilannya masih riskan terlebih nyonya Alviana hamil kembar 6." ucap dokter menjelaskan.
" Apa??" pekik daddy Alvonso dan Arlan bersamaan terkejut mendengar perkataan dokter.
Dokter itupun ikutan terkejut mendengar teriakan daddy Alvonso dan Arlan.
" Maaf dok kami sangat kaget mendengar istriku hamil langsung 6." jawab Arlan tersenyum kikuk.
" Tidak apa - apa, saya mengerti, kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter itu sambil berpamitan.
" Terima kasih dok, jawab daddy Alvonso dan Arlan serempak
" Ya, sama - sama." jawab dokter sambil berjalan untuk mengecek kondisi pasien lainnya.
Arlan menatap daddy Alvonso seakan tidak percaya dirinya akan menjadi seorang ayah beranak 6.
xxxxx
Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1