
" Iya Mommy jadi ingat dulu ketika Daddy mencekik mommy tanpa mendengar penjelasan mommy lebih dulu." ucap mommy Laras tanpa sadar bicara masa lalu yang sudah lama tidak dibicarakan lagi atau dengan kata lain sudah dilupakan oleh mereka berdua.
deg
deg
Jantung daddy Alvonso terasa berdenyut perih ketika mendengar perkataan istrinya yang sudah lama dilupakan kini dibicarakan lagi. Tanpa sadar daddy Alvonso meneteskan air mata mengingat kejadian masa lalu yang melukai hati dan fisik istrinya.
" Sayang maafkan aku yang dulu sering melukai hatimu." ucap daddy Alvonso sendu sambil memeluk istrinya erat.
Mommy Laras terkejut mendengar perkataan suaminya dan sangat menyesal mengatakan sesuatu tentang masa lalu yang seharusnya tidak usah di bahas lagi.
" Maafkan sayang, mommy tidak sengaja mengatakan itu." ucap mommy Laras membalas pelukan suaminya sambil mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya. Mommy Laras terkejut suaminya menangis menyesali perlakuan yang terdahulu.
Mommy Laras melepaskan pelukan suaminya dan langsung duduk dan menghapus air mata suaminya.
" Aku seharusnya meminta maaf padamu karena sering melukai hati dan juga fisikmu." ucap daddy Alvonso dan menarik tangan istrinya yang sedang menghapus air matanya secara perlahan kemudian mengecup punggung tangan istrinya.
" Sudahlah sayang itu sudah masa lalu tidak perlu di bahas kembali. Masa lalu biarlah itu menjadi pelajaran buat kita agar kita saling menghargai perasaan masing - masing dan tidak saling melukai." ucap mommy Laras lembut.
" Terima kasih sayang,daddy bersyukur mendapatkanmu, hidupku lebih berwarna sejak daddy menikah denganmu." ucap daddy Alvonso.
" Mommy juga sama sayang, terima kasih mendapatkan cinta yang tulus dari suami yang sangat tampan." ucap Mommy Laras lembut sambil tersenyum menatap suaminya.
" Oh ya daddy baru ingat sekarang, dulu mommy baru sekali kemoterapi karena sakit kanker otak stadium 2, apakah masih sakit kepalamu mom?" tanya daddy Alvonso
" Sudah lama sekali tidak sakit lagi ." ucap mommy Laras
" Kok bisa? kan baru sekali di kemoterapi?" tanya daddy Alvonso bingung.
" Waktu dulu aku dan ketiga anak kembar pergi ke luar negri mommy kemoterapi beberapa kali di sana sampai sakit kanker otaknya sudah sembuh total." ucap mommy Laras menjelaskan.
" Baguslah daddy bahagia, sekali lagi maafkan daddy waktu di masa lalu sampai tidak memikirkan penyakit kanker otak yang mommy derita." ucap daddy Alvonso sendu.
" Sudahlah sayang lupakan sekarang kita ini di masa depan jadi mommy mohon jangan menatap ke belakang karena masa lalu tidak bisa kita perbaiki Masa depan kita masih bisa perbaiki dengan sikap kita yang saling perduli dengan pasangan masing - masing." ucap mommy Laras.
" Kamu memang istriku yang terbaik." ucap daddy Alvonso sambil mengecup kening istrinya.
cup
__ADS_1
Daddy Alvonso mengecup kening istrinya dengan lembut. Mommy Laras bahagia mendapatkan kasih sayang yang tulus dari suaminya walau dulu ada orang yang ingin mengganggu rumah tangga mereka.
" Sayang kita main yuk?" pinta daddy Alvonso
" Bukannya semalam sudah kok main lagi." ucap mommy Laras yang mengerti perkataan suaminya.
" Habis tubuhmu candu tidak ada kata puas untuk bermain. Satu ronde saja mumpung anak - anak lagi makan dan tidur siang" ucap daddy Alvonso.
Daddy Alvonso tahu kalau setiap anaknya pulang sekolah mereka makan siang setelah satu jam kemudian mereka tidur siang dan bangun pada sore hari.
" Baiklah." ucap mommy Laras
Daddy Alvonso yang mendapatkan lampu hijau langsung menindih istrinya kemudian mengec**p bibir istrinya kemudian turun ke leher sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan oleh istrinya hingga desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua.
Daddy Alvonso melepaskan seluruh pakaian yang dikenakannya setelah melihat istrinya sudah polos tanpa sehelai benangpun dalam kondisi masih menind**h istrinya. Alvonso memberikan tanda merah di tubuh istrinya sambil memegang ke dua gunung kembar milik mommy Laras.
" Sayang, daddy masukkin ya?" pinta daddy Alvonso yang sudah tidak dapat menahan hasratnya
" Iya sayang." jawab mommy Laras dengan di sertai desahan
tok
tok
tok
Daddy Alvonso yang baru saja akan menancapkan kerisnya ke sarung milik mommy Laras hanya bisa memejamkan matanya dan menggeram kesal ketika mendengar suara ke 3 anaknya Debby, Denisa dan Denis.
" Sebentar sayang." jawab mommy Laras sambil menahan tawa melihat suaminya mukanya di tekuk.
" Sayang sudah jangan di tekuk nanti malam aku kasih dobel deh. Sekarang cepat kita pakai baju." pinta mommy Laras sambil mendorong tubuh suaminya dalam kondisi polos dan keris yang berdiri dengan tegaknya.
" Janji ya?" pinta daddy Alvonso bangun dari ranjang sambil memunguti pakaian miliknya yang berada di lantai.
" Iya janji." jawab Mommy Laras sambil memakai pakaiannya.
Mommy Laras dan daddy Alvonso merapikan pakaiannya kemudian Mommy Laras membuka pintu kamarnya.
Tampak ke tiga anaknya berdiri dengan menatap ke dua orang tuanya.
__ADS_1
" Mommy, Daddy kok lama buka pintunya, memang di kamar ngapain?" tanya Denis
" Maaf tadi mommy dan daddy tidur pas kalian mengetuk pintu mommy ke kamar mandi dulu eh mommy melihat ada kecoa, terus minta tolong daddy untuk usir kecoa." ucap mommy Laras bohong.
" Memang mommy takut sama kecoa?" tanya Denis lagi
" Takutlah, oh ya kalian bertiga ke kamar mommy dan daddy ada apa?" tanya mommy Laras mengalihkan perhatian ke tiga anaknya.
" Makan yuk mom, tidak enak kalau tidak ada mommy dan daddy." pinta Debby
" Baiklah ayo kita makan." jawab mommy Laras
Daddy Alvonso, mommy Laras dan ke tiga anaknya turun ke lantai satu untuk makan siang bersama.
Di meja makan tampak ke tiga anaknya Alvonso, Alvian dan Alviana sudah duduk dengan muka sudah di tekuk.
" Kok muka kalian yang tampan - tampan dan cantik jadi jelek?" goda Daddy Alvonso
" Mommy dan daddy lama, kami laper tahu." ucap Alviana ngambek.
" Maaf tadi mommy dan daddy tidur pas ke tiga adik kalian mengetuk pintu mommy ke kamar mandi dulu eh mommy melihat ada kecoa, terus minta tolong daddy untuk usir kecoa." ucap mommy Laras bohong lagi.
" Ayo kita makan, katanya kalian lapar." ucap mommy Laras mengalihkan perhatian.
"Baiklah." ucap mereka serempak.
Merekapun makan bersama dalam diam tidak ada pembicaraan karena sudah tradisi di keluarga daddy Alvonso dan mommy Laras.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Alvonso dan Alvian besok bisa pergi ke perusahaan Daddy, selama satu minggu daddy akan mengajarkan kalian berdua. Apakh kalian sanggup?" tanya daddy Alvonso sambil memandang ke dua anaknya.
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
__ADS_1