
Arlan mengendarai mobil dengan hati riang karena keluarga Alviana tidak melarang hubungan mereka. Arlan melajukan mobilnya ke apartemen saudaranya Harlan.
Arlan memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam apartemen milik Harlan dengan menekan pin apartemen.
Arlan membuka pintu apartemen tampak sepi. Arlan yang membawa rantang menaruhnya di atas meja milik Harlan.
Arlan menaiki tangga dan menuju kamar Harlan. Tampak pintu Harlan terbuka dan Arlan langsung masuk dengan mendorong pintu dengan pelan.
Harlan sedang tertidur dengan pulas, Arlan yang iseng melihat gelas yang berisi air di ambilnya kemudian dicipratkan ke wajah Harlan.
Harlan yang tertidur pulas merasa terganggu dan langsung membuka matanya.
" Kak Arlan!! teriak Harlan
Arlan yang diteriaki Harlan hanya senyum kuda.
" Sudah sore, kamu tidak lapar?" tanya Arlan mengalihkan pembicaraan.
" Kenapa? kak Arlan mau minta makan?" tanya Harlan kesal karena ulah Arlan tidurnya menjadi terganggu.
" Aish percaya diri, nggalah aku dibawain masakan sama calon ibu mertua." ucap Arlan tersenyum bahagia.
" Apa? mana mungkin?" tanya Harlan tidak percaya.
Arlan pun menceritakan semuanya dari pertemuan di rumah sakit sampai di rumah orangtua Alviana.
" Ibunya Alviana untung baik dan menerima kak Arlan?" ucap Harlan
" Iya benar aku bersyukur bisa mengenalnya, aku sungguh menyesal dulu sempat jahat dengan mencelakai mereka." ucap Arlan
" Kuharap mereka tidak tahu kalau kejadian itu adalah ulah kak Arlan." ucap Harlan
" Ya mudah - mudahan saja. Kita makan yuk?" ajak Arlan
" Ayo aku juga ingin merasakan masakan ibunya Alviana." ucap Harlan
" Iya, kita hampir senasib, ibumu meninggal waktu melahirkanmu dan ibuku sibuk dengan dunianya, terkadang aku iri melihat Alvonso dan Alvian mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya." ucap Arlan sendu
" Sudahlah jangan dipikirkan kalau memang kak Alviana jodohmu orangtuanya Alviana akan menjadi orangtua Kak Arlan juga." ucap Harlan.
" Oh ya aku rencana mau daftar kuliah di Spanyol biar bisa dekat Alviana." ucap Arlan
" Maaf Kak Arlan itu tidak mungkin." ucap Harlan
" Kenapa?" tanya Arlan terkejut.
" Di kantor banyak masalah dan kita juga banyak proyek yang mesti dikerjakan belum lagi meating dengan para klien, karena mau kuliah bisanya kuliah disini." ucap Harlan menerangkan.
" Apakah kamu tidak bisa menghandlenya?" tanya Arlan
" Maaf aku tidak bisa terlalu banyak kerjaan, sudahlah kalau memang kak Alviana jodohmu kalian pasti akan dipertemukan kembali. Masih 6 tahun lagi kalian bisa menikah jadi sabarlah." ucap Harlan.
" Ya benar 6 tahun terasa lama." ucap Arlan
" Kalau kak Arlan kuliah dan kerja tidak akan terasa." ucap Harlan.
__ADS_1
" Ya kamu benar. Ayo kita makan." ajak Arlan
" Ayo tapi aku mandi dulu." ucap Harlan
"Baiklah aku tunggu di bawah." ucap Arlan.
Arlan turun ke bawah dan membuka rantang yang diberikan oleh mommy Laras. Bau yang sangat sedap membuat Arlan menangis. Arlan merasa bahagia ketika mommy Laras memperhatikan dirinya, melindungi dari kemarahan daddy Alvonso dan ke dua kakaknya Alviana. Keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang.
Harlan sudah duduk di hadapan Alan tapi Arlan masih belum sadar dari lamunannya.
" Kak Arlan menangis?" tanya Harlan
" Ya, aku masih ingat perlakuan ibunya Alviana tatapan yang teduh, senyum yang menenangkan, bahagianya aku jika dia menjadi ibuku." ucap Arlan
" Sepertinya enak dan lihat ibunya kak Alviana bawanya banyak banget cukup buat kita makan." ucap Harlan mencoba mengalihkan pembicaraan agar Arlan tidak sedih.
" Ayo kita makan." ajak Arlan
Mereka berdua mengambil piring yang sudah disiapkan Arlan dan mereka mulai memakannya dengan lahap tanpa terasa makanannya sudah pindah ke perut mereka.
" Sumpah masakannya benar - benar enak, ini benar masakan ibunya Alviana?" tanya Harlan tidak percaya.
" Ya tapi dibantu oleh ke dua sahabatnya." ucap Arlan
" Kalau kak Alviana bisa masak tidak?" tanya Harlan
" Kurang tahu mungkin iya, mungkin tidak." Ucap Arlan
" Kalau tidak bisa masak bagaimana?" tanya Harlan
Harlan tidak menjawab karena merasa tidak enak pasalnya Harlan mengharapkan kalau nanti dirinya menikah ingin istrinya bisa memasak.
Harlan pulang ke mansionnya untuk menyiapkan berkas - berkas untuk mendaftar kuliah.
xxxx
Hari ini Alvonso, Alvian dan Alviana berangkat menuju ke bandara dengan di antar oleh Daddy Alvonso dan mommy Laras untuk menimba ilmu di negri orang.
Selama tiga tahun mereka akan menuntut ilmu di negara Spanyol. Terasa berat buat mommy Laras melepaskan ke tiga anaknya tapi demi masa depannya mommy Laras mengikhlaskan kepergian ke tiga buah hatinya.
xxxx
Arlan yang sangat sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk di tambah dengan kuliahnya membuatnya melupakan Alviana.
Banyak proyek yang harus ditangani oleh dirinya. Beruntung Harlan selalu membantunya hingga Arlan bisa menyelesaikan satu persatu pekerjaannya.
" Kak Arlan Mr. X berulah lagi? sepertinya kita harus memberi pelajaran buat Mr. X" ucap Harlan
" Kamu sudah hubungi anggota mafia gagak hitam?" tanya Arlan
" Sudah." ucap Harlan
" Bagus, nanti malam kita akan ke mansion milik Mr. X dan menyerang mereka secara tiba - tiba." ucap Arlan.
" Baik, nanti aku siapkan semuanya." ucap Harlan
__ADS_1
" Bagus, sekarang pergilah masih banyak yang mesti aku kerjakan.
" Ok." jawab Harlan singkat
xxxx
Arlan dan Harlan beserta anak buah mafianya sudah mengepung mansion milik Mr. X. Tampak anak buah Mr. X sedang berjaga - jaga.
Arlan dan Harlan menggunakan senjata peredam suara. Satu persatu anak buah Mr. X di tembak. Salah satu anak buah Mr. X memberikan signal bahaya sebelum dirinya tertembak.
Mereka saling menembak dan banyak anak buah Mr. X mati tertembak. Arlan dan Harlan masuk ke dalam mansion dengan santai Arlan dan Harlan menembak mereka satu persatu hingga Arlan dan Harlan kehabisan peluru.
bugh bugh
bugh bugh
bugh bugh
bugh bugh
Arlan dan Harlan menghindar dan memukul anak buah Mr. X.
Arlan dan Harlan berjalan dengan santai, mereka berdua berpisah karena membuka satu persatu mencari keberadaan Mr. X
Duak
Akhh
Harlan di pukul kepalanya dari arah belakang ketika Harlan lengah, Arlan yang mendengar suara Harlan berteriak kesakitan berlari menuju sumber suara.
Arlan yang melihat saudaranya dalam bahaya memukul lawannya dengan memba*i buta hingga lawanya ma*i sangat mengenaskan.
" Harlan bangun." panggil Arlan cemas
" Kak Arlan awas dibelakangmu?" lirih Harlan
Arlan langsung menengok dan menghindar dari serangan musuhnya.
Bugh
Bugh
Arlan memukul dan menendang tanpa ampun membuat pria yang ingin membunuhnya langsung terkapar tanpa daya.
Arlan memapah tubuh Harlan dan berjalan perlahan baru beberapa langkah seorang menodongkan pistol di kepala belakang Arlan.
" Hallo Mr. Arlan. Anda masuk ke kandang singa maka bersiap - siaplah kamu mati." ucap pria itu
" Mr. X?" ucap Arlan terkejut
" Ya aku Mr. X." jawab Mr. X
" Bersiaplah mati Mr. Arlan." ucap Mr. X tersenyum kemenangan.
dor
__ADS_1
akh