
Arlan yang belum sepenuhnya tersadar karena memperhatikan Alviana tidak memperhatikan bahaya yang mengintai di belakangnya
Arlan menatap Alviana tanpa berkedip melihat Alviana yang sudah membuka pintu mobil tiba - tiba menutupnya kembali dan berlari ke arah Arlan sambil berteriak tapi Arlan belum fokus mendengarnya.
Alvina memeluk dirinya dari arah depan membuat Arlan merasa nyaman dan memejamkan matanya menikmati aroma wangi dari rambut Alviana.
Alviana langsung membalikkan badannya tepat di saat preman itu ingin memukul punggung Arlan tapi Alviana merelakan dirinya yang terkena punggungnya.
Arlan baru tersadar setelah tubuh Alviana terasa berat dan membuka matanya, Arlan terkejut ternyata memeluknya karena melindungi dirinya. Arlan menahan pelukan Alviana agar Alviana tidak terjatuh.
Arlan menatap tajam dan matanya memerah menahan amarah yang memuncak, Arlan langsung membalikan badannya dan langsung menendang preman itu dengan kaki kanannya dengan posisi masih memeluk Alviana.
Preman itupun langsung pingsan seketika, Arlan langsung menghubungi anggota mafia untuk datang ke jalan xxxx. Arlan membawa Alviana dengan cara bridal style ke mobil milik Alviana, menaruhnya di kursi pengemudi sambil dipakaikan sealt belt.
Arlan menunggu kedatangan anak buah mafianya. Tidak berapa lama anggota mafia datang, Arlan meminta membawa motornya ke apartemen milik Arlan dan memerintakan membawa seluruh preman tersebut dan meminta preman yang tadi melukainya untuk diikat di kursi sedangkan yang lainnya dimasukkan ke penjara.
Kebetulan markas itu ada ruang khusus penjara buat musuh - musuhnya sebelum di siksa.
Setelah memberi perintah Arlan berjalan dan masuk ke dalam mobil milik Alviana untuk di bawa ke apartemennya karena Arlan tidak mau seperti beberapa hari yang lalu Alviana hilang.
Arlan mengemudi mobil sambil tangan kirinya menggenggam tangan Alviana dan mengecupnya.
" Kamu sudah dua kali menyelamatkanku, aku sangat berhutang budi padamu, aku merasa jatuh cinta padamu, setiap hari aku selalu memikirkan dirimu." ucap Arlan
" Maaf aku bawa ke apartemenku karena aku masih merindukanmu." ucap Arlan
Arlan menghubungi dokter pribadi untuk datang ke apartemen miliknya. Setengah jam kemudian Arlan sudah sampai di apartemennya. Arlan keluar dari mobil dan menekan pin apartemen kemudian membuka pintunya agar terbuka lebar.
Arlan berjalan ke arah mobil dan membawa Alviana ke dalam kamarnya dan ditidurkan di ranjang miliknya.
Ranjang Arlan tidak pernah ditiduri oleh gadis manapun hanya Arlan yang tidur di ranjang itu. Kini ranjang itu digunakan oleh Alviana gadis cinta pertama Arlan.
Arlan melepaskan sepatu heels yang dipakai Alviana kemudian menyelimuti tubuh Alviana.
cup
cup
cup
cup
Arlan mengecup kening, pipi kanan dan kiri dan bibir Alviana. Ketika bibir Arlan mengecup bibir Alviana membuatnya menginginkan lagi.
__ADS_1
cup
Arlan mengecupnya kemudian ********** sambil ke dua tangannya meremas dua gunung milik Alviana dan tanpa sadar Arlan menjadi terhanyut dan menindih tubuh Alviana dan jarinya mulai membuka kancing milik Alviana.
Dari bibir turun ke leher, kemudian turun ke dua gunung kembar milik Alviana dan memberikan dua tanda merah di gunung milik Alviana.
Alviana tanpa sadar mendesah membuat Arlan lepas kendali, Arlan melepaskan segi bermuda milik Alviana dan Arlan membuka resleting celananya dan ingin menancapkan kerisnya ke milik Alviana.
ting tong ting tong
Arlan langsung tersadar ketika mendengar suara bel apartemen miliknya dan Arlan langsung pindah ke arah samping kemudian duduk di samping Alviana, dengan susah payah menahan hasrat Arlan memakaikan kembali segi bermuda milik Alviana dan merapikan pakaian milik Alviana.
" Sial, hampir saja kebablasan." guman Arlan
ting tong ting tong
Bel pun berbunyi kembali, Arlan buru - buru menarik resleting celananya dan berjalan ke arah pintu apartemen dan membukanya. Tampak dokter menatap kesal pasalnya lama dibukakan pintunya.
" Lama sekali buka pintunya." omel dokter pribadi sekaligus sahabatnya.
xxxxx
Arlan seorang ceo sekaligus ketua mafia gagak hitam. Arlan dulu pernah terluka ketika di serang oleh musuhnya hingga Arlan terluka di jalan dan seorang dokter yang sedang mengendarai mobil melihat Arlan terluka dokter itu membawanya pulang ke rumahnya dan mengobati Arlan.
xxxxx
" Hehehe... maaf." ucap Arlan sambil cengir kuda menatap sahabatnya yang sedang kesal.
" Kamu sehat, kenapa memanggilku?" tanya dokter bingung
" Bukan aku yang sakit tapi seseorang, ayo ikut." pinta Arlan
" Kekasihmu? tapi tidak mungkin kamukan tidak suka wanita." sindir dokter pribadinya.
" Sial*n aku cewo normal kali." ucap Arlan kesal
Kini mereka berdua sudah di kamar Arlan. Dokter itu terkejut pasalnya baru kali ini sahabatnya membawa seorang gadis ke kamarnya karena seumur - umur belum pernah sekalipun Arlan membawa seorang gadis di pesta atau tempat reuni apalagi dikamarnya sungguh suatu hal yang sangat langka.
Dokter pribadi tersebut mengecek kondisi Alviana dan setelah selesai, dokter tersebut memberikan obat dan salep. Dokter pribadi tersebut selain dokter dia juga apotik berjalan selalu membawa obat yang di kira - kira dibutuhkan oleh pasien.
" Bro, itu kekasihmu?" tanya dokter pribadinya.
" Bukan." jawan Arlan
__ADS_1
" Kalai begitu aku mau kenalan dan terus mau aku jadikan kekasih." ucap dokter pribadi sengaja memanasi karena dia tahu sifat sahabatnya.
" Enak aja tidak boleh." ketus Arlan
" Kenapa? kan dia bukan kekasihmu? kenapa mesti marah?" tanya dokter pribadi pura - pura tidak tahu.
" Aku sangat suka padanya tapi aku belum menyatakan cintanya dan aku takut di tolak." ucap Arlan akhirnya mengaku.
" Hahahha seorang ceo, sangat tampan, idola para wanita, kaya takut di tolak?" tawa dokter
Arlan langsung menutup mulut sahabatnya karena takut Alviana terbangun, setelah sahabatnya berhenti tertawa barulah dilepasnya.
" Bro, tadi aku pas cek kekasihmu, aku tidak sengaja melihat dua gunung kembarnya ada tanda merahnya, itu ulahmu atau ulah pacarnya?" bisik dokter pribadinya.
" Ulahku, heh sial*n kamu ya?" omel Arlan sambil memukul sahabatnya.
Dokter itu berlari dan di kejar Arlan.
" Bro, kekasihmu tidak apa - apa sebentar lagi sadar, enakkan kalau mau main pas dia sadar." ucap dokter pribadi ceplas ceploss.
" Sial*n kamu pergi sana , kamu bikin otakku jadk ngeres." ucap Arlan sambil menedang bokong sahabatnya.
Dokter itupun berlari keluar dari apartemen sahabatnya setelah bokongnya di tendang. Dokter pribadi itu sangat senang karena sahabatnya akhirnya bisa melabuhkan hatinya ke seorang gadis.
Arlan kembali ke ruangan kamar pribadinya dan duduk di samping Alviana menatap Alviana. Tidak berapa lama tampak Alviana menggerakkan tangannya dan membuka perlahan matanya.
Alviana terkejut melihat Arlan berada dihadapannya.
" Jangan takut, kamu ada di apartemenku, maaf aku tidak tahu alamatmu karena itu aku bawa kamu ke apartemenku." ucap Arlan lembut.
Alviana matanya melirik ke kanan kiri memang kamarnya terasa asing baginya.
" Terima kasih, maaf aku ingin pulang." ucap Alviana berusaha duduk sambil menahan pusing kepalanya.
" Apakah sudah mendingan?" tanya Arlan.
" Sudah lebih baik." jawab Alviana
" Baiklah." ucap Arlan dengan nada kecewa sambil berdiri dan pindah ke arah samping agar tidak menghalangi langkah Alviana.
Alviana yang melihat Arlan sudah berdiri, dengan perlahan - lahan Alviana menurunkan kakinya setelah kakinya turun Alviana berusaha berdiri sambil perlahan - lahan Alviana berjalan.
bruk
__ADS_1