Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Clarisa Sadar


__ADS_3

" Sayang, kamu sudah sadar?" ucap Ronald dan mengecup punggung tangan istrinya.


Ronald menekan bel dan tidak berapa lama dokter datang memeriksa kondisi Clarisa dan tidak berapa lama perawat melepaskan semua selang ditubuh Clarisa kecuali selang infus dan selang untuk membuang air kecil. Dokter dan perawat meninggalkan mereka.


Clarisa tersenyum menatap suaminya dan memegang perutnya. Senyumnya berubah menjadi pucat pasi dan sedih.


" Sayang, anak kita..?" ucap Clarisa tidak berani melanjutkan perkataannya.


" Tenang sayang anak kita sudah lahir sekarang ada di ruangan inkubator bersama bayi Maria." ucap Ronald


" Benarkah sayang?" tanya Clarisa tidak percaya.


" Iya sayang, anak kita sangat tampan mirip dengaku." ucap Ronald narcis.


" Iya, sayangku memang tampan karena itu aku sangat berharap anak kita mirip denganmu." ucap Clarisa menggombali suaminya karena Clarisa tahu suaminya paling suka kalau di puji.


" Kamu itu memang pintar memujiku." ucap Ronald sambil menoel hidung istrinya.


Clarisa hanya membalas dengan senyuman kemudian matanya mengarah ke ruangan lain tampak Maria masih terbaring lemah dan matanya masih setia menutup.


" Sayang, gimana keadaan Maria?" tanya Clarisa sedih


" Maria masih koma." ucap Ronald


"Kalau Laras?" tanya Clarisa kuatir pasalnya Laras tidak ada di ruangan icu.


" Laras tadi sudah sadar dan di bawa ke ruang rawat vvip, kamu tahu sayang ketika sadar sahabatmu Laras dalam kondisi menahan sakit di perutnya Laras berusaha melawan 2 orang yang akan membunuh Maria dengan cara menyuntikan racun di selang infus." ucap Ronald.


" Apa?? tanya Clarisa tidak percaya.


" Iya, waktu itu kami ada di ruangan meeting tempat dokter Kennath karena ke tiga kembar meretas restoran tempat kalian makan tadi siang, tiba - tiba bunyi suara alarm di jam tangan milik Alvonso junior, Alvian dan Alviana. Buru - buru kami kesini dan melihat Laras sudah di ranjang dalam kondisi perutnya berdarah lagi dan infusnya di paksa lepas oleh Laras." ucap Ronald.


" Kami memang sudah berjanji untuk saling menjaga, seperti dulu waktu Laras hamil, Laras bingung menghidupi ke tiga anaknya karena itu kami berdua berjanji pada Laras untuk tidak menikah selama 5 tahun. Tidak kusangka takdirku menikah denganmu, laki - laki yang sangat tampan dan baik hati." ucap Clarisa tulus


" Terima kasih sayang mau menerima segala kekuranganku." ucap Clarisa sendu.


" Tidak sayang seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Kehadiranmu sangat berarti buatku. Berjanjilah padaku jangan tinggalkan aku." pinta Ronald.


" Iya sayang aku janji dan kuharap sayangku juga janji jangan tinggalkan aku dan jangan lukai hatiku." pinta Clarisa sendu


ceklek


Tampak seorang dokter dan dua orang perawat datang menemui mereka.


" Maaf nyonya dan tuan, nyonya Ronald akan dipindahkan di ruangan vvip bersebelahan dengan nyonya Alvonso." pinta dokter dengan sopan.

__ADS_1


" Sebentar ya dok, saya lagi menunggu sahabat saya nanti kalau datang akan saya kabarin." pinta Ronald.


" Baiklah kalau begitu." jawab dokter.


Dokter dan dua perawat keluar dari ruangan icu.


ceklek


Tidak berapa lama pintu terbuka tampak dokter Kennath dan Mr. Aldrian masuk ke ruangan ICU.


" Kamu sudah sadar Cla?" tanya dokter Kennath.


" Iya kak Andreas." ucap Clarisa.


XXXX


Jika di depan Mr. Aldrian mereka memanggil dokter Kennath dengan kak Andreas sedangkan jika tidak ada Mr. Aldrian mereka memanggil dokter Kennath.


Soalnya pernah mereka memanggil dengan sebutan Ken langsung mendapat tatapan tajam dari Mr. Aldrian bapaknya Andreas yang rada galak.


Karena takut dan sekaligus menghormati merekapun sepakat melakukan hal itu walau terasa aneh dan kaku terlebih Alvonso dan Ronald yang terbiasa memanggil dengan sebutan Ken.


XXXX


" Hanya perutku masih terasa perih." ucap Clarisa


" Memang bekas jahitan itu sangat perih, mungkin sebulan sudah mulai berkurang sakitnya." ucap dokter Kennath.


" Gimana istriku Ron? apakah belum sadar?" tanya dokter Kennath sendu menatap istrinya yang masih betah memejamkan matanya.


" Sampai sekarang belum sadar, kuharap Maria segera tersadar." ucap Ronald tulus


" Terima kasih Ron." ucap dokter Kennath sambil berjalan dan duduk di samping istrinya terbaring.


" Sama - sama bro." ucap Ronald


" Maaf Clarisa akan pindah kamar ke ruangan vvip sebelah Laras." ucap Ronald.


" Baguslah tinggal istriku semoga segera sadar." ucap dokter Kennath.


" Amin." ucap Ronald.


Ronaldpun menekan bel dan tidak membutuhkan lama seorang dokter dan dua perawat datang dan mendorong ranjang milik Clarisa untuk dipindahkan ke ruangan rawat inap vvip.


" Andreas, Daddy ada keperluan kamu jagain Maria ya dan semoga segera sadar." ucap Mr. Aldrian

__ADS_1


" Terima kasih Dad." ucap dokter Kennath sendu.


Kini tinggallah dokter Kennath dan Maria yang masih berbaring di ranjang dan masih setia menutup matanya.


" Sayang, sadarlah, mas menyesal beri kesempatan ke dua buat Mas." pinta dokter Kennath.


Dokter Kennath memegang tangan istrinya dan mengecup punggung tangan istrinya dengaan lembut. Karena merasa tubuhnya sangat lelah dokter Kennathpun tertidur beralaskan tangan Maria yang tidak ada selang infus dan tangan dokter Kennath.


XXXX


Dokter Kennath berjalan di taman bunga dan melihat ke sekelilingnya semua taman bunga dengan warna warni sungguh indah di pandang mata.


Sampai mata dokter Kennath tertuju ke seseorang wanita yang dicintainya sedang memetik bunga.


" Maria?" panggil dokter Kennath


" Hallo Mas Ken?" sapa Maria sambil memandang wajah suaminya.


" Aku mencintaimu, sangat dan sangat mencintaimu. Berjanjilah padaku untuk selalu setia padaku." pinta dokter Kennath


" Aku juga sangat... sangat... sangat.... dan sangat mencintaimu, tidak ada laki - laki lain selain dirimu. Tanpa sayangku minta aku akan selalu setia padamu sampai maut memisahkan kita." ucap Maria sambil tersenyum.


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan. Perasaan bahagia di hati dokter Kennath. Mereka bercanda, tertawa tanpa beban. Tampak di depan mereka ada sebuah sinar terang yang sangat menyilaukan mata.


" Sayang kembalilah ke asalmu, aku ingin menuju ke arah sinar itu." pinta Maria sambil menunjuk dengan jarinya.


" Tidak sayang, jangan tinggalkan aku?" pinta dokter Kennath


" Maaf sayang, jaga anak kita dan sayangi dia seperti aku menyayangi dan mencintai dirimu dengan tulus." ucap Maria.


" Tidak Maria jangan tinggalkan aku." teriak dokter Kennath.


Karena Maria melepaskan tangan dokter Kennath dan berjalan ke arah itu sambil mukanya menghadap ke belakang menatap suaminya sambil tersenyum.


" Mariaaaa." teriak dokter Kennath.


XXXX


Dokter Kennath terbangun dan jantungnya berdebar kencang ternyata itu hanya sebuah mimpi membuat hatinya tenang.


tutttttttttttt


Dokter Kennath terkejut mendengar suara itu dan memencet bel kemudian menekan - nekan dadanya Maria agar jantungnya bisa berdetak kembali.


" Sayang, aku mohon beri aku kesempatan ke dua, aku janji padamu akan menuruti semua keinginanmu dan tidak akan melukai hatimu lagi." ucap dokter Kennath sambil menekan dada Maria.

__ADS_1


__ADS_2