
" Rocky." panggil Harlan sendu sambil membuka ke dua ikatan tangan dan kakinya.
Harlan merasa sedih melihat sepupunya kurus,
" Kak Harlan." Lirih Rocky
Harlan dengan di bantu anak buahnya keluar dari gudang tua. Sedangkan yang lainnya seperti biasa memasang bom di setiap sudut kemudian meninggalkan gudang tua tersebut.
duar
duar
duar
duar
Suara ledakan bom terdengar saling bersahutan. Harlan membawa Rocky ke rumah sakit di mana Arlan sedang menunggu kedatangan mereka.
xxxx
Rumah Sakit Dokter Kennath
Dokter Kennath membawa istri dan putrinya ke rumah sakit miliknya. Maria dan Kelly mendapatkan perawatan intensif keduanya membutuhkan darah.
Beruntunglah di rumah sakit miliknya masih banyak stock darah dan keduanya selamat membuat dokter Kennath hatinya merasa lega karena istri dan putrinya selamat.
Kini Maria dan Kelly masih terbaring di ruang perawatan vvip. Dokter Kennath dan Alvonso duduk menunggu mereka sadar dari obat biusnya.
20 menit kemudian Maria dan Kelly perlahan membuka matanya dan menatap sekelilingnya.
" Papa." panggil Maria
" Ya sayang, syukurlah kamu sudah sadar." jawab dokter Kennath sambil tersenyum.
" Papa.... hiks...hiks... Kelly... Kelly tertembak dad..." tangis Maria
" Mama." panggil Kelly lemah
Maria menengok ke arah samping putri semata wayangnya sedang berbaring dan di jaga oleh Alvonso.
" Sayang, kamu baik - baik sajakan?" tanya Maria senang karena putri kesayangannya baik - baik saja.
__ADS_1
" Iya mommy, berkat kakak tampan menjagaku Kelly baik - baik saja." ucap Kelly polos.
Dokter Kennath, Maria dan Alvonso tertawa mendengar ucapan Kelly.
" Mama dan paman Alvonso pergi dulu mau menengok mommy, Alviana dan Max." ucap Alvonso.
" Memang mereka kenapa Al? semuanya baik sajakan? paman sampai lupa menanyakan keadaan ke dua sahabat paman yaitu keluarga besar Alvonso dan keluarga Ronald, kejadian penculikan ini dilakukan secara serentak.
" Semuanya selamat walau ada yang terkena luka tembak. Untuk keluarga besarku yang terkena tembakan Mommy, Alviana dan Max sedangkan untuk keluarga paman Ronald yang terkena tembakan Bunda Clarisa." ucap Alvonso menjelaskan.
" Semoga kejadian ini tidak terulang lagi." ucap dokter Kennath penuh harap.
" Amin. Oh ya paman dan mama Maria, Alvonso ingin memberitahukan kalau Bunda Clarisa hamil lagi untunglah janinnya tidak apa - apa." ucap Alvonso
" Syukurlah, janinnya tidak apa - apa." ucap dokter Kennath dan Maria serempak
" Tinggal Alviana masih koma dan Alvonso harap janin yang berisi 6 kembar selalu sehat." ucap Alvonso
" Mama senang mendengar Alviana hamil." ucap mama Maria belum sadar.
" Mudah - mudahan Alviana cepat sadar, kamu tengoklah keadaan mereka." pinta dokter Kennath tanpa sadar.
" Baik, kalau begitu Alvonso pamit dulu semoga semua sehat dan Alvonso tidak sabar melihat 6 ponakan Alvonso lahir." ucap Alvonso
" Aishh... paman dan mama tadikan Alvonso sudah bilang kalau Alviana hamil kembar 6." ucap Alvonso menepuk dahinya.
" Hehe... kami baru sadar. Tidak kusangka bibit daddymu hebat hamil langsung kembar." ucap dokter Kennath.
" Iya paman." ucap Alvonso
" Ya sudah kamu hati - hati ya." ucap dokter Kennath.
" Baik paman, Alvonso pamit semuanya." ucap Alvonso sambil meninggalkan mereka.
Dokter Kennath senang keluarganya baik - baik saja dan berharap sudah tidak ada lagi orang yang mengganggu keluarganya.
xxxx
Rumah Sakit Tempat Keluarga Alvonso
Mommy Laras belum tersadar sedangkan Max perlahan mulai membuka matanya. Max menatap sekelilingnya dan Max yakin kalau dirinya berada di rumah sakit.
__ADS_1
" Mommy." panggil Max lirih ketika Max ke arah samping melihat mommy Laras masih memejamkan matanya.
Max melepaskan jarum infusnya secara paksa membuat pergelengan tangan Max mengeluarkan darah. Max menuju ke arah Mommy Laras dan berdiri di samping mommy Laras sambil memegang tangan mommy Laras yang tidak ada infusnya.
" Mommy maafkan Max, Max akan pergi dari kehidupan kalian karena Max takut kepribadian Max yang jahat akan keluar dan bisa melukai kalian semua. Max tidak ingin melukai Mommy, daddy, ketiga kakak Max dan ke tiga adik Max karena kalian sudah Max anggap sebagai keluarga. Max baru kali ini merasakan apa arti keluarga. Max pergi menjauh dari kalian semua karena Max takut melukai kalian. Terima kasih atas kasih sayang dan perhatian yang belum pernah Max rasakan seumur hidup Max." ucap Max sambil melepaskan tangannya yang menggenggam tangan mommy Laras.
Max terkejut karena tangannya ditahan oleh mommy Laras. Max menatap wajah mommy Laras yang menatap dirinya dengan tatapan seorang ibu dengan anaknya.
" Max, mommy tahu siapa kamu sebenarnya dari awal kamu masuk ke mansion." ucap mommy Laras.
" Maksud mommy?" tanya Max terkejut sambil melepaskan genggaman tangan mommynya.
" Mommy, Daddy dan ke tiga kakakmu tahu kalau kamu anak dari Zain Alionso, Zain Alionso adalah daddymu dan daddymu seorang CEO dari perusahaan PT ZAIN INTERNATIONAL CORP. Benar bukan Max Alionso?" ucap mommy memberitahukan nama panjang Max.
duar
Max terkejut mendengar ucapan mommy Laras yang sudah mengetahui identitas dirinya yang selama ini ditutupi dirinya.
" Momny tahu kamu ingin membalas dendam pada keluarga kami bukan?" tanya mommy Laras lagi tanpa menunggu jawaban dari Max
" Mommy juga tahu waktu kejadian kamu ada di sana, mommy ingin mengajakmu tapi kondisi mommy lemah karena daddymu menusuk perut mommy. Max perusahaan milik daddy masih ada jika kamu sudah besar dan lulus kuliah maka perusahaan itu akan menjadi milikmu karena itu memang hakmu." sambung mommy Laras.
" Mommy juga tahu waktu kamu kecil pernah membunuh kelinci, kamu juga pernah menyiksa dan membunuh orang - orang. Kami sekeluarga tahu semuanya tentangmu dari masa kecil sampai kamu masuk ke keluarga kami." ucap mommy Laras
" Apakah mommy dan keluarga mommy tidak takut jika seandainya tiba - tiba jiwa psychopath Max muncul? dan membunuh mommy sekeluarga." tanya Max
" Hidup dan mati milik Tuhan jika kalau memang takdir kami harus mati karena perbuatanmu kami rela asalkan kami hanya minta satu hal darimu Max, yaitu kami adalah korban terakhirmu dan hilangkan jiwa psychopathmu " ucap mommy Laras sambil memegang tangan Max.
deg
Max terkejut dan hampir tidak percaya mendengar semua nasehat mommy Laras.
" Dendam tidak baik untuk di simpan. Lepaskan semuanya. Mommy percaya kamu orang baik Max dan tidak mungkin melukai kami karena kamu adalah anak mommy dan daddy" ucap mommy Laras
" Mommy kenapa baik sama Max? padahal waktu kedatangan Max ke keluarga Mommy Max berencana mau membalas dendam?" tanya Max
" Seperti mommy bilang kamu adalah anak mommy dan daddy yang hilang kini sudah kami temukan. Maukah memeluk mommy?" tanya Mommy Laras sambil mengadahkan tangannya ke atas karena posisi mommy sedang berbaring.
Max pun memeluk mommy sambil menangis.
" Mommy hiks...hiks.. maafkan Max... Max janji akan selalu melindungi keluarga Max. Terima kasih karena menganggap Max keluarga." ucap Max
__ADS_1
" Max mommy mohon lupakan masa lalu mari kita menatap masa depan yang bahagia. Jangan menengok ke belakang lagi." ucap mommy sambil membalas pelukan mommynya.
ceklek Daddy Alvonso, dan ke 5 anaknya masuk