Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Alviana Sadar Dari Koma


__ADS_3

Arlan menutup pintu apartemen dan berjalan menuju ke kamarnya. Arlan berbaring memikirkan mimpi bertemu dengan Alviana.


" Kenapa aku mimpi seperti itu?" tanya Arlan pada dirinya sendiri.


" Arliana kamu dimana? 3 tahun aku menunggumu dan pergi ke tempat yang pernah kamu datangi tapi tidak pernah bertemu." keluh Arlan.


xxxx


4 Bulan Kemudian


Alviana masih belum tersadar dari komanya, semua keluarga Alvonso pindah ke Paris sedangkan Ronald dan dokter Kennath membantu perusahaan Alvonso di Indonesia.


Sebulan sekali keluarga dokter Kennath dan Ronald datang memberi semangat Laras dan keluarga.


" Gimana Ken, Ron pekerjaan kantor? maaf aku ngerepotin kalian berdua." tanya Daddy Alvonso


" Tenang aja Al semua baik - baik saja, kita kan keluarga jadi kamu santai aja jangan banyak pikiran." ucap dokter Kennath.


" Benar kata Kennath kita kan keluarga, bagaimana dengan ponakanku Alviana?" tanya Ronald.


" Masih belum sadar Ron?" ucap Daddy Alvonso


" Mudah - mudahhan cepat sadar." ucap Ronald.


" Amin, Oh ya gimana Ken, semua pesanan alat - alat kesehatan sudah komplit semua juga dokter dan perawat?" tanya Daddy Alvonso.


"Sudah komplit dan siap digunakan, mansionmu mirip seperti tempat tinggal sekaligus rumah sakit." ucap dokter Kennath


" Syukurlah, rencana lusa aku akan bawa Alviana kembali ke Indonesia dan tinggal di mansion. Agar kami bisa tahu kondisi Alviana tanpa perlu bolak balik rumah sakit dan ke mansion. Mungkin tinggal di mansion Alviana tersadar dari komanya." ucap Daddy Alvonso.


" Mudah - mudahan Al." ucap Dokter Kennath dan Ronald bersamaan.


xxxxx


Indonesia


Arlan duduk di kursi kebesaran sambil menanda tangani berkas - berkas dokumen.


tok tok tok tok


" Masuk." ucap Arlan sambil mengerjakan berkas - berkas dokumen.


" Kak Arlan, besok lusa kita ada klien dari Paris tapi kliennya meminta meatingnya di Paris." ucap Harlan asisten sekaligus adik sepupu Arlan.


" Sebenarnya aku malas untuk pergi jauh." ucap Arlan


" Sekalian piknik siapa tahu kak Arlan ketemu jodohnya." ucap Harlan.


" Aku masih menunggu Alviana, tidak ada gadis lain." ucap Arlan tegas


" Kak Arlan masih menunggu?" tanya Harlan.


" Ya, begitulah." ucap Arlan


" Siapa tahu disana ketemu kekasihmu kak Alviana." ucap Harlan


" Nanti aky pikirkan berikan aku waktu untuk berfikir." ucap Arlan


" Hmm, baiklah paling lama dua jam karena mereka menunggu kabar kita." ucap Harlan.

__ADS_1


" Hmm.. baiklah nanti aku kabarin, sekarang kamu pergilah." usir Arlan.


" Kak Arlan mengusirku!" tanya Harlan


" Memang ada lagi yang ingin kamu katakan?" tanya Arlan


" Tidak ada." jawab Harlan


" Ya sudah pergilah kerjakan tugasmu." usir Arlan lagi.


" Ok, aku pergi." omel Harlan


Harlan pun keluar dari ruangan Arlan menuju ruangannya melanjutkan pekerjaannya.


" Apa aku harus ke Paris? di satu sisi aku merasa Alviana ada di sana tapi di sisi lain siapa tahu besok atau besok lusa ketemu Alviana di restoran." ucap Arlan.


Arlan berfikir apa yang harus dilakukan ke Paris atau ke Indonesia.


" Paris sajalah, siapa tahu ketemu dengan Alviana selain itu aku juga ingin mengembangkan bisnisku di Paris." ucap Arlan bicara pada diri sendiri


Arlanpun menghubungi asisten Harlan untuk memesan tiket untuk besok pagi.


Arlan melanjutkan pekerjaannya kembali hingga tidak terasa sudah sore, Arlan pun pulang menuju ke mansionnya yang sudah lama tidak di tempati.


xxxx


Arlan dan Harlan kini sudah di Paris mereka menikmati keindahan di kota Paris.


" Kak Arlan, aku ingin bertemu dengan sahabatku satu sekolah. Kak Arlan mau ikut atau aku antar ke hotel?" tanya Harlan.


" Ikut saja, aku di hotel juga ngapain?" ucap Arlan


Harlan mengendarai mobil dengan santai sambil menikmati pemandangan keindahan kota Paris.


" Kok kita ke rumah sakit?" tanya Arlan bingung


" Kan aku sudah bilang mau bertemu dengan sahabatku." ucap Harlan


" Memang sahabatmu sakit?" tanya Arlan


" Bukan katanya adiknya yang sakit." ucap Harlan.


Harlan memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam sambil mengobrol dengan sepupunya Arlan.


"Kok ketemunya di rumah sakit bukan di cafe atau restoran? memang sahabatmu tidak punya saudara?" tanya Arlan.


" Tidak ada keluarganya mereka yatim piatu jadi sahabatku tidak bisa meninggalkan adiknya." ucap Harlan


" Memang adiknya sakit apa?" tanya Arlan


" Jantung, sekarang sedang di rawat." ucap Harlan


" Oh." ucap Arlan singkat.


Mereka akhirnya sudah sampai di depan ruang rawat, Harlan menelephone sahabatnya kalau dirinya sudah sampai dan berada di depan ruangan rawat inap.


Arlan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


deg

__ADS_1


deg


Arlan melihat Alvonso dan Alvian duduk di depan ruangan icu sambil mereka berbicara.


( " Siapa yang sakit? apakah Alviana? kalau iya sakit apa?" batin Arlan bertanya - tanya ).


Karena penasaran, Arlan membisikan sesuatu ke Harlan. Arlan dan Harlan berjalan menuju ke ruangan dokter dan memakai pakaian seragam dokter dengan memakai masker sedangkan Harlan memakai pakaian perawat juga menggunakan masker.


Mereka berdua berjalan melewati Alvonso dan Alvian mereka berdua tidak curiga. Arlan dan Harlan masuk ke ruangan icu.


Harlan menunggu di depan pintu untuk berjaga - jaga sedangkan Arlan mendekati ranjang pasien.


deg


deg


deg


Jantung Arlan berdebar dengan sangat kencang dan matanya membulat sempurna melihat gadis yang selama ini di cari kini ada dihadapan matanya.


Arlan melepaskan maskernya dan menggengam tangan Alviana dan mengecup punggung tangan Alviana, gadis yang telah mencuri hatinya.


" Hallo sayang, apa kabar? kamu sakit apa sayang? tahukah kamu, aku selalu mencarimu selama 3 tahun dan hatiku aku tutup untuk gadis lain karena namamu sudah terukir dihatiku." ucap Arlan dan tidak terasa air matanya keluar melihat gadis yang dicintainya diam dan terbaring lemah.


Arlan mendekatkan wajahnya ke wajah Alviana, mulut Arlan membisikkan ke telinga Alviana.


" Sayang, Aku sangat mencintaimu, sadarlah." lirih Arlan sambil menangis.


tes


tes


Airmata jatuh ke pelupuk mata Alviana.


" Kak Arlan dari jauh ada dokter, kita harus keluar dari sini nanti kita ketahuan." pinta Harlan.


Arlan pun berdiri tegak dan melepaskan genggamannya karena tidak ingin mencari masalah dengan Alvonso dan Alvian.


deg


deg


Alviana menahan genggaman tangan Arlan dan Arlan refleks membalikkan badan dan melihat tangannya yang masih di genggam.


" Kak Arlan ayo cepat." perintah Harlan


Arlan berusaha melepaskan genggaman tangan Alviana dengan menggunakan tangan satunya.


" Sayang, aku janji nanti aku temui dirimu lagi." ucap Arlan.


cup


Arlan mengecup kening Alvian kemudian Arlan memakai maskernya kembali dan keluar dari ruangan icu bersama Harlan menuju arah lain agar tidak ketahuan.


Alvonso dan Alvian terkejut melihat kedatangan dokter dan perawat.


" Kak Alvonso bukannya tadi sudah datang dokter dan perawat?" tanya Alvian bingung.


Alvonso tanpa menjawab pertanyaan adiknya Alvian lansung masuk ke dalam ruangan icu karena takut terjadi sesuatu dengan adiknya Alviana sedangkan Alvian mengikutinya dari arah belakang.

__ADS_1


__ADS_2