
Arlan sudah sampai di rumah sakit dan menuju ruang ugd tampak keluarga besar Alviana sudah berkumpul. Mommy Laras yang melihat Arlan langsung menarik tangan Arlan dan berjalan ke ruangan dokter Kennath. Arlan hanya diam saja dan mengikuti langkahnya ke mana mommy Laras membawanya.
Di dalam ruangan dokter Kennath mommy Laras duduk di kursi kebesaran milik dokter Kennath.
" Ini ruangan siapa mom?" tanya Arlan
" Ruangan sahabat suamiku dokter Kennath." ucap mommy Laras
Arlan hanya menganggukan kepalanya.
" Mommy aku ingin melihat Alviana kenapa kita ke sini?" tanya Arlan bingung
" Sebenarnya ada apa?" selidik mommy Laras
" Maksud mommy?" tanya Arlan bertambah bingung.
" Menurut bodyguard yang membawa Alviana katanya Alviana keluar dari kantormu berlari sambil menangis kemudian ada sebuah mobil melaju dengan kencang dan menabrak Alviana." ucap mommy Laras.
Arlan sangat terkejut mendengar perkataan mommy Laras. Arlan semakin bertambah bersalah pada Alviana.
"Arlan apakah kamu tidak ingin bercerita secara jujur sama mommy?" tanya mommy Laras lembut
Arlan ingin cerita tapi takut mommy Laras akan marah. Mommy yang melihat Arlan hanya diam saja langsung membuka laptop milik dokter Kennath dan meretas cctv kantor milik Arlan.
Mommy Laras memindahkan laptopnya ke samping hingga Arlan bisa melihatnya. Arlan sangat terkejut karena ternyata mommy Laras bisa meretas cctv milik kantor padahal dulu pernah diberikan pengamanan oleh Alviana.
" Mommy tahu kalau Alviana dulu pernah memberikan pengaman cctv dan data perusahaan tapi mommy, Alvonso dan Alvian bisa membukanya sedangkan orang lain tidak akan bisa." ucap mommy Laras yang mengetahui kebingungan Arlan.
Mommy Laras mengetik sesuatu di laptop dan kemudian menatap laptopnya bersama Arlan.
Awalnya tidak ada masalah sampai di depan pintu lift baru ada kejadian sampai Alviana tertabrak mobil.
Mommy Laras dan Arlan sampai menangis melihat kejadian yang sangat mengerikan Alviana terpental kemudian terjatuh dengan bersimbah darah.
" Arlan." lirih mommy Laras
" Iya mom." ucap Arlan
" Kamu ada dua pilihan yang pertama memilih putriku dan tinggalkan wanita ular itu atau kamu bersama ular itu dan biarkan Alviana pergi dari kehidupanmu." ucap mommy Laras tegas
__ADS_1
" Mommy kenapa memberikan pilihan sangat sulit aku tidak bisa berpisah dengan Alviana dan aku tidak bisa meninggalkan wanita itu karena aku berhutang nyawa dengan adik sepupuku, gara - gara melindungi diriku adik sepupuku meninggal." ucap Arlan frutrasi.
" Kamu tidak lihat perkataan wanita itu sangat menyakiti perasaan putriku, aku sebagai mommynya ingin rasanya menampar wanita itu." ucap mommy Laras.
" Iya aku juga tahu mom, akupun tadi menamparnya tapi aku tidak tega ketika melihat anaknya menangis." ucap Arlan
" Arlan ketahuilah dulu kamu itu sama seperti suamiku, suamiku selalu membela dirinya hingga pada akhirnya aku mengalami kecelakaan dan hampir meninggal, apakah setelah putriku meninggal baru kamu berani mengambil keputusan? sekarang kamu lihat putriku dan ambil keputusan. Kalau kamu tetap memilih wanita itu tinggalkan Alviana, kami tidak membencimu lakukan yang menurutmu yang terbaik. Jangan sampai pada akhirnya kamu mengalami penyesalan." ucap Mommy Laras sambil mematikan laptopnya kemudian berdiri dan keluar dari ruangan dokter Kennath.
Arlan bingung di satu sisi Arlan sudah janji dengan sepupunya Rocky untuk menjaga istri dan anaknya tapi di sisi lain Arlan sangat mencintai Alviana.
Arlan keluar menuju ruangan ugd tampak semuanya masih berkumpul.
ceklek
Dokter Kennath keluar dan menghembuskan nafas dengan kasar.
" Gimana Ken?" tanya daddy Alvonso
" Alviana kristis karena benturan di mobil dan terjatuh sangat kencang sehingga ada beberapa tulangnya yang retak. Berharap saja kalau Alviana cepat tersadar kalau tidak..." dokter Kennath diam tidak berani mengatakannya.
" Maksudmu apa Ken?" bentak daddy Alvonso sambil menarik jas dokter.
" Alviana akan meninggal." ucap dokter Kennath lirih
deg
Jantung Arlan berdebar sangat kencang, penyesalan menyelingkupi hatinya.
" Aku ingin melihatnya?" ucap Arlan dengan deraian air mata.
Sungguh Arlan tidak sanggup harus kehilangan istrinya.
" Silahkan." ucap dokter Kennath
Arlan langsung berlari dan masuk ke dalam ruangan ugd. Tampak tubuh Alviana dipenuhi berbagai selang, ada juga selang infus di sebelah kiri dan selang untuk kantong darah Alviana. Muka Alviana sangat pucat dengan mata masih terpejam.
" Mommy memintaku untuk memilih di antara kalian dan aku memilih dirimu. Maafkan perbuatanku membentak dirimu, sungguh aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak masalah kamu memukul Jessica tapi jangan di depan Clara. Jessica akan kuperingatkan untuk tidak mengatakan sesuatu padamu dan juga kuminta kamu bisa menahan diri jika suatu saat nanti Jessica berulah lagi di depan Clara. Bangunlah mas sangat merindukanmu." ucap Arlan sendu menyesali karena kurang tegas terhadap Jessica.
tuttttttttttt
__ADS_1
Arlan yang mendengar bunyi itu terkejut, dokter Kennath dan perawat masuk ke dalam. Dokter Kennath menekan dada Alviana agar jantung Alviana berdetak kembali.
" Alviana bangunlah!!" teriak dokter Kennath
" Maaf tuan, harap menunggu di luar." perintah salah satu perawat.
" Tapi.." ucapan Arlan terputus karena mendapatkan tatapan tajam dokter Kennath. Arlan pun keluar berbarengan perawat yang masuk membawa alat Defibrilator.
Dokter Kennath langsung menekan Defibrilator ke tubuh Alviana sampai beberapa kali barulah jantungnya berdetak kembali.
Dokter Kennath keluar dari ruangan ugd dan memerintahkan perawat untuk memindahkan Alviana ke ruangan ICU.
Mommy Laras menangis sambil memeluk suaminya dari arah samping.
ceklek
Dokter Kennath berjalan keluar dengan lesu dan duduk di samping Daddy Alvonso.
" Bagaimana dengan Alviana Ken? tanya daddy Alvonso
" Alviana sudah keluar dari masa krisis sekarang Alviana koma, berdoalah semoga Alviana selamat." ucap dokter Kennath menjelaskan.
Arlan yang mendengarnya semakin bertambah salah, keputusan Arlan sudah bulat untuk meminta Jessica untuk tidak ke kantor Arlan dan meminta pengawalnya untuk melarang Jessica masuk ke kantor miliknya.
Bagi Arlan adalah Alviana adalah segalanya, Arlan tidak mau kehilangan seorang yang sangat berarti bagi hidupnya.
Perkataan mommy Laras membuat Arlan berani mengambil keputusan dan meminta maaf kepada adiknya Rocky karena tidak bisa menempati janjinya.
Arlan yang masih setia menunggu Alviana bersama mommy Laras dan daddy Alvonso. Alvonso dan Alvian sudah pulang berbarengan dengan keluarga Ronald dan Keluarga Kennath. Dokter Kennath tugasnya sudah selesai dan di ganti oleh temannya. Nanti sore mereka akan datang kembali.
" Dad, mommy haus dan laper." ucap mommy Laras sambil memberikan kode ke suaminya.
" Baik daddy akan pergi." ucap daddy Alvonso yang mengerti kode dari istrinya.
Daddy Alvonso pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman untuk istri, dirinya dan Arlan.
" Gimana Al, kamu sudah berani mengambil keputusan?" tanya mommy Laras
" Sudah mom, Arlan akan memilih Alviana.
__ADS_1
" Bagus mommy suka." ucap mommy Laras.
Tanpa sepengetahuan mereka dua pasang mata menatap tajam ke arah mereka. Mereka memakai seragam dokter dan masker sedangkan satunya memakai seragam perawat dan masker. Mereka berdua berjalan mendekati pintu ruang icu dimana Alviana di rawat.