
" Kalian pulanglah bersama bodyguardku hari ini lagi banyak kerjaan." ucap Arlan tegas
" Biasanya mas Arlan selalu mengantarkan kami pulang sesibuk apapun Mas Arlan." protes Jessica
" Tapi sekarang aku benar - benar sibuk, sekarang pergilah sebelum sifat asliku keluar." ucap Arlan
Jessica yang tahu sifat asli Arlan dengan menahan kesal mengambil Clara yang sedang di gendong oleh Arlan. Mereka berdua keluar dari ruangan Arlan. Kini tinggallah mereka berdua di ruangan itu.
Arlan mendekati Alviana dan memeluknya.
" Maafkan tingkah laku Jessica, aku tidak tahu kenapa dia seperti itu tidak seperti biasanya dia selalu menurut perkataanku." ucap Arlan sambil mengecup kening Alviana
" Sepertinya Jessica menyukaimu." ucap Alviana
" Aku tidak perduli yang penting aku hanya mencintaimu." ucap Arlan tegas.
" Terima kasih sayang." ucap Alviana tersenyum bahagia mendengar perkataan kekasihnya.
" Terima kasih kenapa?" tanya Arlan
" Terima kasih karena Mas Arlan mencintaiku." ucap Alviana sambil melepaskan pelukannya.
" Aku juga terima kasih karena kamu membalas cintaku. Kamu sangat berarti bagiku dan aku sangat bersyukur mendapatkan dirimu." ucap Arlan tersenyum bahagia.
Alviana hanya tersenyum dan hatinya di penuhi dengan bunga - bunga yang bermekaran karena mendengar ungkapan hati kekasihnya.
Di balik pintu ruangan kerja Arlan ada seseorang yang mendengar semuanya hatinya di penuhi rasa dendam terhadap Alviana.
Seseorang itu adalah Jessica, dulu Arlan sangat memanjakan Clara dan setiap pulang sekolah Clara dan Jessica datang ke kantor Arlan dan Arlanpun mengantar mereka berdua dan di ajak jalan - jalan ke mall mereka berdua belanja sepuasnya tapi kini sejak kenal dengan Alviana sikap Arlan mulai berubah.
Jika Jessica tidak sempat menjemput anaknya Clara maka Harlan atau Arlan akan menjemput Clara karena Harlan dan Arlan sangat sayang pada Clara.
xxxx
Tidak terasa hari sudah sore, Alviana merapihkan berkas - berkas dokumen yang tadi dikerjakannya.
" Sayang, aku pulang dulu ya?" pamit Alviana
" Mas antar ya?" ucap Arlan
" Aku bawa mobil sayang." ucap Alviana
" Biar bodyguardku yang membawa mobilmu, kamu bareng sama aku." ucap Arlan
" Tapi apakah mas Arlan tidak capai?" tanya Alviana
" Tidak, sayang kenapa sih kamu memanggilku kadang sayang dan kadang mas Arlan, enakkan kalau aku di panggil sayang." protes Arlan
" Maaf kadang aku suka lupa." ucap Alviana tersenyum.
" Masih muda sudah pikun." ledek Arlan
__ADS_1
" Biarin yang penting ada yang tergila - gila padaku." ucap Alviana tertawa
" Siapa?" tanya Arlan dengan nada cemburu.
" Orangnya ada di depanku." ucap Alviana tertawa
" Aku." tunjuk Arlan pada dirinya sendiri
" Ya iyalah siapa lagi." ucap Alviana tertawa
" Kamu ternyata usil juga ya." ucap Arlan tersenyum lega
Alviana hanya tersenyum perkataan Arlan. Arlan membereskan mejanya kemudian mereka berjalan keluar menuju lift.
" Sayang, 6 hari lagi ada meating di kota xx, berarti tidak bisa ikut donk acara reuniku?" tanya Alviana sedih
" Bisa tidak di ganti hari lain mengingat waktu meatingnya masih lama?" tanya Arlan karena tidak ingin kekasihnya sedih
" Tidak bisa karena mereka jadwalnya sangat padat." ucap Alviana
" Batalkan saja " ucap Arlan karena bagi dirinya Alviana adalah segalanya.
" Jangan sayang kita kan nanti bisa bertemu di kota yang sama hanya saja beda hotel saja." ucap Alviana
" Baiklah." ucap Arlan pasrah walau sebenarnya hatinya sangat berat karena Arlan tidak bisa jauh dari Alviana.
Tidak terasa mereka sudah di dalam mobil. Arlan mengeluarkan sesuatu kotak berwarna merah dan diberikan oleh Alviana.
" Bukalah." ucap Arlan singkat
Alviana membuka kotak berwarna merah dan isinya sebuah gelang yang sangat cantik dan di tengah - tengah gelang ada inisial AA.
" AA apa artinya Arlan Alviana?" tebak Alviana
" Ya Benar, aku ingin kamu memakainya dan selalu mengingatku dimanapun kamu berada." ucap Arlan kemudian mengambil gelang itu dan dipakaikan oleh Alviana.
" Terima kasih sayang saya sangat menyukainya." ucap Alviana sambil mengecup pipi Arlan.
" Saya sangat senang kamu menyukainya." ucap Arlan.
Arlan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Alviana menatap gelang yang melingkar di tangan Alviana, Alviana tersenyum bahagia. Arlan yang melirik ke arah Alviana membuatnya tersenyum bahagia karena kekasihnya menyukai pemberiannya.
Tidak terasa mobil Arlan sudah sampai di mansion milik daddy Alvonso dan Mommy Laras.
Arlan yang sudah di anggap sebagai salah satu anggota keluarga Alviana di mintanya untuk makan bersama yang sudah disiapkan oleh mommy Laras.
Arlan mencuci tangan di wastafel dekat dapur kemudian duduk di kursi samping Alviana. Mereka semua berkumpul dan makan bersama. Semua diam tanpa bicara menikmati masakan mommy Laras yang sangat enak. Arlan yang pernah merasakan sekali makanan mommy Laras membuatnya betah makan di rumah orang tua Alviana.
Selesai makan mereka berjalan menuju ruang keluarga karena meja dibersihkan oleh para pelayan.
Kini mereka semua berada di ruang keluarga bercanda dan tertawa bersama. Tidak terasa hari sudah malam Arlan pun berpamitan dengan keluarga besar daddy Alvonso.
__ADS_1
Setelah kepergian Arlan mereka semua masuk ke kamarnya masing - masing. Alviana langsung mandi karena tubuhnya sangat lengket.
Selesai mandi Alviana memakai pakaian tidur karena dirinya sangat lelah dan ingin cepat tidur. Baru beberapa saat memejamkan matanya ponselnya berbunyi sekali tanda ada pesan masuk. Alviana memaksakan dirinya membuka matanya dan duduk di kepala ranjang tempat tidurnya.
Alviana mengambil ponselnya di meja nakas baru saja di ambil suara bunyi pesan masuk.
✉️ My Love : " Sayang aku sudah sampai, kalau mau tidur mimpikan aku ya?"
✉️ My Love : " Baru saja bertemu kok mas masih kangen ya? kok wa ku tidak di balas?"
✉️ Alviana : " maaf ini siapa ya?"
✉️ My Love : " Arlan, hehehe... kamu terkejut ya ?.. namaku jangan di ganti ya?"
✉️ Alviana : " sejak kapan nulisnya?"
✉️ My Love : " waktu kamu pergi ke toilet dan ponselmu taruh di meja kerja, aku mengambil ponselmu dan menulisnya.. Jangan marah ya?"
✉️ Alviana : " Mana bisa aku marah sama sayangku yang paling tampan, oh ya namaku yang di ponsel mas Arlan apa? jangan - jangan Alviana cantik."
✉️ My Love : " bukan tapi Belahan Jiwaku karena kamu adalah belahan jiwa mas Arlan."
✉️ Alviana : " gombal, sudah mandi?"
✉️ My Love : " serius mas tidak gombal, ini mas mau mandi, mandiin donk?"
✉️ Alviana : " Nanti kalau sudah kita merried, sudah sana mandi. Bau asemnya sampai masuk ke dalam ponsel."
✉️ My Love : " Nakal kamu ya? kalau dekat awas ya."
✉️ Alviana : " Aku mau di apain?"
✉️ My Love : " Ada deh, sudah dulu ya mas mau mandi."
✉️ Alviana : " Ok. Aku juga mau tidur ngantuk banget. Selamat mandi dan selamat mimpi indah. Mimpikan daku ya?"
✉️ My Love : " Ok. Aku selalu mimpikan kamu."
✉️ Alviana : " Mimpiin apa?"
✉️ My Love : " Ada deh. Sudah tidur mas mau mandi."
Alviana hanya tersenyum dan tidak membalas wa Arlan. Alviana yang sangat mengantuk menaruh ponselnya di meja nakas kemudian langsung berbaring. Tidaj berapa lama Alviana langsung tertidur pulas.
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
__ADS_1