Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Tertangkapnya Dalang Penyerangan


__ADS_3

Seseorang itu menarik bantal yang dipakai oleh Amelia kemudian bantal itu diarahkan ke Amelia untuk menutup wajah Amelia.


" Matilah kamu Amel!" ucap orang itu.


Seseorang menahan tangannya dan menamparnya.


plak


" Siapa kamu?" bentak orang itu


" Saya Laras dan siapa kamu? kenapa ingin membunuh Amel?"bentak mommy Laras


" Kamu seorang wanita paruh baya tega mencelakai orang yang sudah tidak berdaya. Seharusnya sudah tua itu berbuat kebaikan bukannya membunuh." ucap mommy Laras dengan nada ketus


Wanita itu berusaha melarikan diri tapi ditahan oleh mommy Laras. Mommy Laras langsung menyeret wanita itu keluar dari ruangan icu.


Di luar dokter Kennath sedang berjalan menuju ruang icu. Melihat Laras menyeret seorang wanita membuatnya penasaran dan melangkahkan kakinya dengan cepat.


" Ada apa ini?" tanya dokter Kennath.


" Dokter tolong saya ada wanita gila yang menyerang saya." ucap wanita itu bohong


plak


Dokter Kennath langsung menampar wanita itu hingga terjatuh. Dokter Kennath duduk dan memegang rahang wanita itu.


" Kamu tahu wanita yang dikatakan gila itu sahabat saya, siapa kamu sebenarnya?" tanya dokter Kennath.


Wanita itu langsung bungkam dan matanya melirik ke kiri dan ke kanan sambil berfikir untuk melarikan diri.


" Jangan mimpi untuk melarikan diri karena kamu tidak akan bisa keluar dari rumah sakit ini." ucap dokter Kennath yang bisa membaca pikiran seseorang sambil menekan tombol yang seperti remote.


Karena wanita itu tidak menjawab dokter Kennath menghubungi seseorang. Melihat ada kesempatan kabur wanita itu hendak menendang aset berharga milik dokter Kennath tapi gerakkan terbaca oleh mommy Laras.


akhhh


Mommy Laras mengijak kaki wanita paruh baya itu membuatnya berteriak kesakitan. Membuat dokter Kennath terkejut dan langsung berdiri menatap mommy Laras


" Kenapa kakinya di injak La?" tanya dokter Kennath


" Kamu mau.... aset .... berhargamu di tendang wanita itu?" tanya mommy Laras dengan mata merona menahan malu


" Aset berharga maksudmu?" tanya dokter Kennath belum nyambung


" Aset belalaimu bodoh." ucap Ronald tiba - tiba sambil menunjuk miliknya.


Mommy Laras memalingkan wajahnya menahan malu.


Dokter Kennath membulatkan matanya kemudian menunduk ke wanita itu dengan tatapan tajam.


Tidak berapa lama dua anak buah mafia dokter Kennath datang.


" Bawa wanita ini ke markas." ucap dokter Kennath.


" Tunggu sebentar aku mau mengecek wanita ini." ucap mommy Laras.

__ADS_1


Mommy Laras mengecek dan menemukan dua ponsel dan di ambil oleh mommy Laras kemudian memerintahkan dua orang itu membawa wanita itu.


Dua anak buah itu membawanya keluar, wanita itu berusaha memberontak tapi tidak diperdulikannya.


" Sebenarnya apa yang terjadi La?" tanya dokter Kennath


" Aku tadikan menunggu Amel di ruang ICU dan ingin keluar dari ruangan icu untuk menengok Alvian tapi ketika hendak berjalan di depan pintu aku melihat ada orang yang membuka pintu aku sembunyi saja di tirai. Aku tidak tahu kenapa aku lakukan itu. Aku sangat terkejut wanita itu ingin membunuh Amel dengan menggunakan bantal." ucap mommy Laras menjelaskan.


" Sial masih bisa juga ditebus." ucap dokter Kennath kesal.


" Iya, padahal aku sudah membuat sistem keamanan jika ada penyusup datang maka suara alarm akan berbunyi di hp kita. " ucap mommy Laras.


Mommy Laras membuat sistem keamanan buat dokter Kennath karena untuk menghindari kejadian yang terdahulu sewaktu mereka pernah diserang oleh dokter gadungan dan perawat gadungan. Sehingga jika ada seorang membawa senjata tajam, gunting ataupun suntikan masuk melewati pintu rumah sakit maka akan terdengar suara alarm yang sangat nyaring di ponsel milik Daddy Alvonso, dokter Kennath dan Ronald serta mommy Laras.


" Nanti biar Alvonso, Alvian dan Alviana yang akan membuat sistemnya." ucap Alvonso tiba - tiba datang.


" Baiklah, paman tunggu." ucap dokter Kennath


" Aku sebenarnya ingin belajar tapi otakku sepertinya tidak sanggup." ucap Ronald tersenyum malu.


" Bukannya tidak sanggup karena kita sudah tua." ucap dokter Kennath


" Iya benar, biasanya aku juga otakku encer lama - lama tumpul yang ada dipikiranku hanya keluarga dan bumbu dapur." ucap mommy Laras


" Untung ketiga anakmu nurunin dirimu La, jadi biarlah generasi mereka yang bekerja dan kita menikmati masa tua kita."ucap dokter Kennath.


" Ya benar." ucap Ronald


Merekapun tertawa bersama, menertawakan dirinya masing - masing sedangkan Alvonso hanya tersenyum tidak berani menertawakan orang tua takut kualat kata orangtuanya.


Merekapun tertawa serempak termasuk Alvonso karena melihat betapa narcisnya daddy Alvonso.


" Tuh kan benar berarti kalian menertawakan aku." ucap daddy Alvonso. Daddy Alvonso sebenarnya hatinya sangat senang melihat mereka tertawa lepas tanpa beban.


Tidak berapa lama merekapun berhenti tertawa.


" Oh iya aku mau pergi ke markas." ucap dokter Kennath.


" Tumben, ada masalah?" tanya daddy Alvonso bingung.


" Aku mau tahu apa motif wanita itu ingin membunuh Amel." ucap dokter Kennath


" Maksudmu?" tanya daddy Alvonso bingung


Mommy Laras menceritakan apa yang telah terjadi membuat daddy Alvonso geram.


" Aku ikut." ucap daddy Alvonso


" Aku juga." ucap Ronald


Merekapun pergi meninggalkan mommy Laras dan Alvonso menuju ke markas.


Mommy Laras dan Alvonso berjalan menuju ruang perawatan Alvian sedangkan Amel di jaga oleh dua orang bodyguard.


xxxxx

__ADS_1


Ke tiga pria tampan berjalan memasuki ruang penyekapan dan duduk di kursi masing - masing yang sudah disiapkan. Tampak wanita itu diikat ke dua tangan dan kakinya.


" Siapa kamu?" tanya dokter Kennath


hening


" Clori." panggil dokter Kennath


Clori adalah salah satu anak buah mafia yang berjenis kelamin wanita yang bertugas menghukum tawanan khusus wanita. Jumlah anggota mafia wanita ada 10 orang.


plak


Clori yang namanya di panggil mengerti akan tugasnya langsung menampar wanita itu.


" Jawab atau ingin di siksa lagi?" ucap dokter Kennath


" Baik, saya mengaku nama saya Wulandari." ucap Wulandari akhirnya.


" Kenapa ingin membunuh Amel?" tanya dokter Kennath


hening


" Clori." panggil Alex lagi


dor


akh


Clori menembak kaki kiri yang bernama Wulandari membuat Wulandari berteriak kesakitan.


" Sekali lagi aku tanya, kenapa ingin membunuh Amel?" bentak Alex. Alex sangat kesal karena tidak menjawab pertanyaannya.


" Saya sangat membenci kakak kembarku begitu pula dengan anaknya yang bernama Amel." ucap Wulandari tegas sambil menatap mereka dengan tajam.


" Kenapa membencinya?" tanya mereka serempak.


" Aku benci karena semua orang sangat sayang pada kakakku karena itulah aku membunuhnya sekaligus merebut suaminya juga menguasai hartanya." ucap Wulandari


xxxxx


Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2