Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Terungkap Kebenaran 6


__ADS_3

" Kak Alvian, benar aku mau ke rumah temanku." ucap Max bohong


" Kamu tidak mempercayaiku Max? Apakah kamu tidak menganggap kami sebagai keluargamu?" tanya Alvian menatap sendu Max


Max menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap Alvian.


" Baik, Max akan cerita tapi ini rahasia kita berdua jangan sampai orang lain tahu termasuk keluarga kita." pinta Max


" Baik. Ceritakanlah." ucap Alvian karena Alvian sangat penasaran apa yang akan dikatakan oleh Max.


Max pun menceritakan tentang kejadian tentang daddy dan tentang ibunya Harlan merencanakan pembunuhan terhadap mommy Laras dan juga dirinya.


" Si*l dasar nenek lampir, kenapa kamu tidak cerita ke keluarga kita Max?" tanya Alvian


" Kak, ibunya Harlan juga tantenya kak Arlan kalau kita menghukumnya di depan mereka Max takut nanti kak Alviana dan kak Arlan hubungannya menjadi renggang apalagi baru beberapa bulan mereka ada masalah." ucap Max


" Masalah apa Max?" tanya Alvian


" Sudahlah kak jangan di bahas dulu karena yang lebih penting sekarang Max ingin memb***h tiga orang itu sebelum mereka mencelakakan mommy." ucap Max berusaha mengalihkan perhatian.


( " Maafkan Max kak, karena Max tidak mungkin mengatakan kalau kak Alviana dan kak Arlan sempat berjauhan gara - gara ke 6 anaknya merusak dokumen kak Arlan dan kak Harlan." ucap Max dalam hati ).


Semua orang tidak ada yang tahu kecuali Mommy Laras, Alviana, Arlan, Harlan dan juga Max yang kebetulan tidak sengaja mendengar ke 6 anaknya menangis kemudian menghampiri untuk menggendong ponakannya tapi tidak sengaja mendengar percakapan mereka.


" Kamu benar Max, orang itu harus kita siksa dulu." ucap Alvian dengan nada kesal karena dirinya tidak terima ketika mendengar cerita dari Max.


" Iya kak, Max setuju. Kita berangkat kak menuju ke gedung tua jalan xxxxxx no 27." ucap Max


" Ok." jawab Alvian singkat.


Karena sudah malam dan suasananya agak sepi maka hanya membutuhkan 20 menit mereka sudah sampai. Alvian menghentikan mobilnya yang agak jauh dari gedung tua.


" Max, apa yang kamu lakukan?" tanya Alvian kaget karena tiba - tiba Max membuka bajunya.


" Memperk**amu." ucap Max asal sambil mengambil ransel yang berada di belakang pengemudi.


" What??? gila kamu Max!! ceritamu bohong ya!!" bentak Alvian kesal


" Sttt... jangan teriak - teriak nanti satpam dengar terus kita dinikahin lho!!" ucap Max menggoda Alvian yang mukanya sudah pucat.


Max tidak merasa tersinggung mendengar bentakkan Alvian karena Max sudah paham sifat masing - masing anaknya daddy Alvonso dan mommy Laras.


" Max, kamu mau aku tembak jika kamu macam - macam denganku. Aku ini pria normal Max." ucap Alvian sambil mengeluarkan pistolnya dari balik saku.


Max hanya tersenyum menyeringai membuat Alvian bergedik ngeri.

__ADS_1


" Ngga takut." ucap Max menahan tawa


Max membuka tas ranselnya dan mengambil pakaian serba hitam dan langsung memakainya. Kemudian mengambil penutup kepala.


" Kak, Max mau turun mau menyiksa 3 pria itu. Kakak mau di sini saja atau ikut Max." tanya Max tanpa dosa karena melihat wajah pucat Alvian.


" Max, kamu mengerjain kakak ya?" tanya Alvian geram


" Menurut kakak?" jawab Max dengan pertanyaan


" Kurang a**r kamu Max." ucap Alvian kesal kemudian mengacak rambut Max karena berhasil dirinya dikerjain


" Hahahaha.... senang banget melihat wajah pucat kakak. Apalagi aku masih normal kak ngga mungkinlah aku naksir kak Alvian." ucap Max sambil merapikan rambutya kembali.


" Max heran kak, tidak daddy, tidak kak Alvian dan juga kak Alviana senang banget mengacak rambut Max." ucap Max kesal


" Habis kamu itu adik kakak yang menggemaskan dan terkadang bikin kesal." ucap Alviana dengan nada kesal karena Max berhasil mengerjai dirinya.


" Kak Alvian, Max masih penasaran maksudnya apa ya? daddy bilang tubuh Daddy panas terus bilang lagi obatnya dosis tinggi dan tidak berapa lama daddy meminta Max untuk mengunci di kamar mandi. Max bingung maksud perkataan daddy. Apa karena efek tadi siang daddy sakit atau karena minuman yang diberikan oleh ibunya Harlan? dan aku tanya kak Alviana katanya Max masih kecil?" tanya Max berusaha berfikir.


Alvian yang mengerti maksudnya langsung tertawa melihat kebingungan Max.


" Aish kak Alvian nyebelin di tanya malah ngetawain Max." ucap Max kesal


" Kamu masih kecil Max nanti kamu akan tahu." ucap Alvian


Alvian hanya tersenyum melihat sifat Max yang menggemaskan. Alvian membuka pintu mobil sambil menatap wajah Max.


" Max ayo keluar biar kita cepat pulang." ucap Alvian sambil menutup pintu mobilnya.


" Baik kak." ucap Max sambil membawa ranselnya.


Max pun membuka pintu mobil dan menutupnya kembali sedangkan Alvian berjalan ke bagasi mobil dan membuka bagasinya.


Alvian membuka tasnya dan memakai pakaian serba hitam sama seperti Max. Mereka berdua berjalan mendekati gedung tua.


" Max, di depan ada satu penjaga buatmu atau buat kakak?" bisik Alvian


" Buatku saja kak. Yang di dalam urusan kakak ya." pinta Max


" Ok." Jawab Alvian


Max mengeluarkan pisau lipat di celana panjang kantong belakangnya. Max mendekati pria penjaga itu kemudian memukul tengkuknya.


bruk

__ADS_1


Penjaga itupun langsung pingsan kemudian Max mengambil tali dan lakban. Pria itupun di ikat sedangkan Alvian masuk ke dalam gedung.


Max menusuk - nusuk ke perut pria penjaga itu membuat pria itu terbangun dan berusaha melepaskan dirinya tapi ke dua tangan dan kakinya sudah terikat.


Pria itu berteriak kesakitan tapi suaranya tidak terdengar dikarenakan mulutnya sudah di lakban. Bukan begitu saja Max mencokel ke dua mata pria itu. Max memegang ke dua bola mata itu dengan menggunakan tangan kanannya dan akan dimasukkan ke dalam mulutnya.


" Si*l kenapa aku jadi ingat mommy dan daddy." umpat Max kesal


Max yang kesal langsung membuang ke dua bola mata ke arah semak - semak. Max langsung menusuk pria itu di dada tepat di arah jantungnya membuat pria itu mati seketika.


Max berjalan menuju ke gedung tua dan melihat Alvian sedang berkelahi 2 pria. Max masuk ke dalam dan langsung membantu Alvian. Dua Pria itupun kalah dan wajahnya babak belur.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2