
" Mungkin hanya perasaan ayah saja, bukankah selama ini bunda baik - baik saja dan seperti biasa bunda akan mengantar ke dua anak kita Rocky dan Liani ke sekolah setelah itu bunda ada janji temu kangen dengan sahabat bunda yaitu Laras dan Maria. ucap Clarisa sambil menatap wajah suaminya.
cup
Clarisa mengecup bibir suaminya sambil tersenyum.
" Ayo kita turun ke dua anak kita sedang menunggu." ucap Clarisa lembut.
Ronald hanya menganggukkan kepalanya dan mereka berdua berjalan sambil bergandengan. Sampai mereka ke ruang meja makan tampak ke dua anaknya Rocky dan Liani sedang menunggu mereka berdua.
Merekapun makan bersama dalam diam sambil menikmati sarapan buatan bunda Clarisa. Selesai makan seperti biasa Ronald mengecup kening istrinya sambil memeluknya tapi tidak biasanya Ronald enggan melepaskan pelukannya.
" Sayang, nanti ayah terlambat begitu juga ke dua anak kita. Sayangku hati - hati ya? jangan melirik cewek lain jika bunda tidak ada." ucap Clarisa tanpa sadar.
" Kok bunda bicara seperti itu?" tanya Ronald sambil melepaskan pelukannya.
" Kan... " Clarisa menjeda kalimatnya kemudian melanjutkan perkataannya.
" Kan Ayah kalau ke kantor tidak bareng bunda karena bunda bersama ke dua anak kita." ucap Clarisa akhirnya memberikan jawaban atas pertanyaan suaminya.
" O.. tidak mungkin ayah melirik cewek lain karena hati ayah sepenuhnya buat bunda. Bunda hati - hati kalau pergi dan kalau ada apa - apa kabarin ayah." pinta Ronald.
" Ok, ayah hati - hati juga dan semoga sukses." ucap bunda Clarisa sambil tersenyum menatap wajah suaminya.
Ronald hanya tersenyum, mereka berempat keluar menuju pintu utama menuju garasi. Ronald mengendarai mobil sendiri sedangkan Clarisa mengendarai mobil untuk mengantar ke dua anaknya sekolah dan di belakang pengemudi ke dua anaknya duduk menikmati pemandangan.
xxxx
Alviana menghentikan mobilnya di parkiran sekolah. Mereka semua turun dari mobil dan seperti biasanya ke tiga anaknya mengecup punggung tangan mommynya dan kakaknya Alviana serta di tambah lagi dengan kakak angkatnya bernama Max.
Hati Max terasa hangat karena baru ini merasakan arti dari keluarga sesungguhnya.
Mommy Laras, Alviana dan Max berjalan menuju ruang kepala sekolah. Seperti yang tadi dikatakan mommy Laras, Max memakai pakaian sekolah dan masuk ke dalam kelas.
Mommy Laras dan Alviana melanjutkan perjalanan kembali ke restoran favorit mommy Laras, Clarisa dan Maria. Kini gantian mommy Laras yang mengendarai mobil sedangkan Alviana duduk di samping mommy Laras.
Mommy Laras mengendarai dengan kecepatan sedang dan tidak berapa lama merekapun sudah sampai di restoran favorit ke tiga sahabat mommy Laras , Clarisa dan Maria.
Tampak di dalam restoran vvip Clarisa dan Maria sudah duduk duluan. Mereka memesan makanan yang ada di buku menu kemudian mereka pun mengobrol dan tertawa bersama menceritakan masa lalu waktu mereka sekolah dulu.
Tidak berapa lama pesananpun datang mereka makan dalam diam menikmati makanannya favorit mereka. Alviana sangat lahap makan hingga habis tak bersisa sampai memanggil pelayan untuk memesan makanan lagi membuat ke tiga wanita menatap ke arah Alviana.
" Al, kamu tumben nambah? apakah kamu hamil?" tanya Maria karena melihat perubahan bentuk tubuh Alviana.
__ADS_1
" Tidak tahu mam?" ucap Alviana sambil tersenyum
" Coba sini mama periksa nadinya." ucap Maria
Alviana hanya menganggukkan kepalanya dan memberikan tangannya ke arah mama Maria. Maria pun mengecek nadi Alviana dan memegang perut Alviana.
" Kapan terakhir kamu datang bulan Al?" tanya Maria.
" Hmmm... kayaknya 2 bulan ini Alviana belum datang bulan, apakah Alviana hamil?" tanya Alviana menebak.
" Sepertinya begitu, nanti pulang dari sini kamu pergi ke rumah sakit untuk mengecek berapa minggu kamu hamil." ucap Maria
" Baik mam." jawab Alviana singkat.
" Wah kalau anakku hamil berarti kita jadi nenek donk?" ucap mommy Laras
" Berarti kita sudah tua donk kalau Alviana hamil." ucap Clarisa
" Tidak sangka waktu berjalan dengan cepat tahu - tahu kita sudah jadi nenek." ucap Maria.
Mereka bicara secara bersamaan hingga membuat mereka tertawa karena waktu berjalan dengan cepat dan tidak terasa mereka bertiga akan di sebut nenek oleh anaknya Alviana.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan waktunya untuk menjemput anak - anak mereka. Mommy Laras memanggil pelayan restoran untuk meminta tagihan setelah selesai urusan membayar makanan mereka mengambil tas masing - masing.
Alviana mengendarai mobil dengan santai dan mommy Laras duduk di sebelah pengemudi menikmati pemandangan di jalan. Di pertengahan jalan ponsel milik Alviana berbunyi.
" Mommy, tolong angkat ponsel Alviana di dalam tas." pinta Alviana dengan nada lembut.
" Ok." jawab mommy Laras singkat.
Mommy Laras mengambil tas Alviana yang berada di sampingnya kemudian membuka tas Alviana untuk mengambil ponsel milik anaknya.
Dilihatnya tanpa ada nomer mommy Laras mendiamkannya hingga bunyi ponsel Alviana berhenti.
" Kenapa tidak diangkat mom?" tanya Alviana bingung.
" Tidak ada nomernya paling orang iseng." jawab mommy Laras
" O." jawab Alviana singkat.
Tidak berapa lama ponsel Alviana berdering kembali. Karena penasaran mommy Laras menggeser tombol warna hijau sebelum menjawab hallo orang tersebut langsung bicara.
📱" Hallo Alviana, kalau ingin ke empat adikmu selamat datanglah ke gedung tua jl. xx xxxx datanglah sendiri jangan memberitahukan keluargamu." ucap seorang wanita di sebrang
__ADS_1
tut tut tut tut
Telephonenya dimatikan secara sepihak.
" Siapa mom?" tanya Alviana sambil mengendarai mobil.
" Max, Debby, Denis dan Denisa di culik. Sebentar mommy mengecek gps mereka apakah di sekolah atau tidak." jawab mommy Laras sambil mengutak atik ponselnya.
cittttt
Alviana mengerem mobil membuat mommy Laras dan Alviana badannya memantul ke depan untungnya Alviana mengendarai kecepatan sedang dan mobil belum ada yang lewat.
" Apa di culik?" pekik Alviana terkejut.
" Iya benar Al, mereka di culik, kita putar balik kita menuju ke gedung tua jl. xx xxxx." pinta mommy Laras
" Baik mom." jawab Alviana
Mommy Laras langsung menghubungi grup keluarga yang terdiri dari daddy Alvonso, mommy Laras, Alvonso, Alvian dan Alviana sedangkan ke tiga adiknya belum diperbolehkan memiliki ponsel karena masih kecil. Deringan pertama langsung di angkat oleh ke tiga pria tampan.
📱" Daddy, Alvonso dan Alvian segera datang di gedung tua jl. xx xxxx Max, Debby, Denis dan Denisa di culik." ucap mommy Laras
📱" Ok. jawab mereka serempak.
Walau mereka sedang meating penting tapi keluarga lebih penting. Ke tiga pria tampan tahu kalau mommy Laras menghubungi mereka pasti sangat penting apalagi sampai menghubungi grup keluarga.
xxxx
Di Tempat Clarisa
Clarisa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dipertengahan jalan ponsel milik Clarisa berdering. Clarisa menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Clarisa mengambil tas di kursi pengemudi dan membuka tas milik Clarisa. Ada nomer yang tidak di kenal.
📱" Hallo sayang masih ingat padaku?" tanya pria itu?
📱" Kau? buat apa menghubungiku bukannya aku sudah bilang beberapa waktu yang lalu aku tidak ingin kembali lagi padamu karena aku sudah menikah dan sudah mempunyai dua anak." ucap Clarisa.
📱"Ya aku tahu, tapi aku masih mencintaimu sekarang datanglah di tempat pertama kali kita bertemu." ucap pria itu.
📱" Bukannya gedung bioskop itu sudah lama tutup dan buat apa aku menuruti permintaanmu." ucap Clarisa ketus
📱" Kamu tidak ingin melihat kedua anakmu lagi." ucap pria itu.
__ADS_1