
FLASBACK ON
Sepasang suami istri mempunyai anak kembar anak pertama bernama Wulandara dan adiknya bernama Wulandari.
Orang tuanya sangat sayang dengan Wulandara karena anaknya selalu penurut dan pintar sedangkan Wulandari pembangkang dan bodoh. Wulandara selalu juara kelas membuat orangtuanya sangat bangga sedangkan Wulandari selalu dipanggil oleh sekolah karena kenakalannya.
" Kamu itu contoh lihat kakakmu sangat pintar, rajin dan patuh dengan orang tua tidak seperti dirimu nakal, pembangkang dan semua nilai raportmu hampir semuanya merah." omel ayahnya Wulandari.
" Ayah, jangan memarahi Wulandari, kakak yakin Wulandari suatu saat bisa berubah
" Kamu jangan bela adikmu, adikmu memang nakal ibu menyesal kenapa bisa melahirkan dan mempunyai anak sebodoh dan senakal dirinya." ucap ibunya kesal.
" Ibu, sudah kasihan Wulandari jangan dimarahi terus." lirih Wulandara
" Sudah kakak jangan pura - pura bela aku terus, aku tahu kakak senang kan aku dimarahi oleh ayah dan ibu. Aku benci kalian." teriak Wulandari.
Ayahnya sangat kesal dan ingin menampar anaknya tapi Wulandara berdiri di hadapan adiknya sebagai tameng.
Plak
Akhh
Wulandara terjatuh karena terkena tampar ayahnya.
" Wulandara." teriak ayah dan ibunya serempak
" Kenapa kamu sebagai tameng adikmu Wulandara?" lirih sang ayah sambil memeluk putri yang sangat disayangi.
" Hiks..hiks... kasihan Wulandari ayah, dari kecil hingga masuk sma Wulandari selalu dimarahi." ucap Wulandara.
" Tapi memang dari kecil adikmu itu sangat nakal dihatinya selalu iri hati terhadapmu dan kamu selalu mengalah dan sampai sma pun rasa iri semakin bertambah." ucap ayahnya
" Kamu pergi dari sini Wulandari, ibu sangat membencimu." bentak ibunya
" Baik, Wulandari juga tidak mau tinggal di sini." ucap Wulandari
" Adik jangan pergi." teriak Wulandara sambil berdiri dan mengejar adiknya tapi di tahan oleh orangtuanya karena sangat kesal dengan anaknya.
Orang tuanya hanya berharap dengan hidup di luar anaknya akan sadar kalau perbuatannya adalah salah.
xxxx
Wulandari berjalan menuruti langkah kakinya menuju entah kemana dalam hatinya dipenuhi rasa benci terhadap orangtuanya dan juga kakaknya.
Wulandari berjalan tanpa sadar berjalan di tempat sepi, dua orang preman tiba - tiba datang dan melakukan tindakan keji yaitu Wulandari diper**a oleh 2 preman itu membuat hidupnya bertambah hancur bukan itu saja Wulandari dijual oleh germo untuk dijadikan seorang pela*r.
Setiap hari melayani para lelaki hidung belang hingga 1 tahun kemudian Wulandari dibeli seorang pria kaya untuk dijadikan wanita simpanan.
__ADS_1
Wulandari yang sangat licik menjerat laki - laki itu hingga laki itu bertekuk lutut dan memberikan semua kekayaannya. Karena merasa bosan Wulandari menyuruh orang untuk membunuh simpanannya.
Sejak kejadian itu Wulandari mencari mangsa menjerat semua laki -laki dan mengambil semua hartanya.
3 Tahun Kemudian
Wulandari kini berumur 20 tahun, Wulandari hidup bergelimangan harta tapi rasa dendam terhadap keluarganya tidak pernah hilang karena itu Wulandari menyewa seorang mata - mata untuk mematai kakaknya dan juga menyuruh seorang untuk membunuh ke dua orang tuanya karena dendam dirinya sering dimarahi dan suka dibanding - bandingkan oleh saudara kembarnya.
" Bagaimana sudah kamu jalankan perintahku membunuh sepasang suami istri itu?" tanya Wulandari dingin
" Sudah nyonya, sepasang suami istri itu mati saya tembak." ucap pria itu.
" Baik, ini uangnya." ucap Wulandari memberikan segepok uang di dalam amplop coklat.
" Terima kasih nyonya." ucap pria itu senang menerima amplop coklat itu.
" Ya, kamu pergilah." usir Wulandari
" Baik nyonya." ucap pria itu
Pria itu meninggalkan Wulandari seorang diri di meja kerjanya.
" Hahahaha.. matilah kalian karena sudah berani memarahiku dan mengusirku, gara - gara kalian hidupku menderita, tunggulah kakakku sayang nanti giliranmu." ucap Wulandari tertawa jahat.
tok
tok
tok
Seorang pria masuk dan memberikan dokumen ke Wulandari ke meja kerjanya.
" Ini nyonya sesuai permintaan nyonya." ucap pria itu
" Bacakan saja." ucap Wulundari.
" Kakak nyonya.." ucapan terpotong karena mendapatkan tatapan tajam dari Wulandari sambil satu tangannya ke atas mengisyaratkan untuk diam.
" Jangan sebut dia kakakku." ucap Wulandari dingin
" Menurut mata - mata yang bekerja di rumah nona Wulandara..." pria itu mendapatkan tatapan tajam kembali dari Wulandari sambil satu tangannya ke atas mengisyaratkan untuk diam.
" Panggil dia dengan nama." perintah Wulandari dingin
Pria itu menelan saliva dengan susah payah.
" Menurut mata - mata yang bekerja di rumah Wulandara bahwa Wulandara sudah menikah dan kini sedang mengandung. Wulandara ikut suaminya di mansion xxxx. Suaminya seorang CEO di Perusahaan PT. Alex Dacosta." ucap pria itu.
__ADS_1
" Bagus, ini upahmu dan pergilah." ucap Wulandari dingin sambil memberikan amplop coklat.
" Terima kasih nyonya." ucap pria itu sambil menerima amplop coklat itu.
Pria itupun pergi meninggalkan Wulandari seorang diri.
" Tersenyum bahagia dulu kakakku sayang karena setelah itu kamu akan menyusul orang tua kita yang sayang padamu dan aku akan merebut suamimu sama seperti kamu telah merebut orang tua kita." ucap Wulandari sambil memandangi foto pernikahan kakaknya.
Satu Tahun Kemudian
Wulandari menyuruh 2 orang bodyguardnya untuk menculik kakaknya Wulandara dan di sekap di pabrik kosong miliknya.
" Hallo kakak." panggil Wulandari melihat kakak kembarnya Wulandara yang ke dua tangan dan kakinya di ikat dan di dudukkan di kursi.
" Adikku sayang kamu kemana saja? kakak selalu mencarimu. Kakak senang bisa bertemu dengan dirimu. Kamu tahu darimana kakak ada di sini? kakak tidak tahu siapa yang menculik kakak, tolong lepaskan kakak. Setelah itu kita pergi dari sini." ucap Wulandara beruntun tanpa jeda karena hatinya sangat senang bisa bertemu saudara kembarnya.
" Hahahaha... sudah selesai bicaranya kakak?" tanya Wulandari sambil tersenyum devil
deg
Jantung Wulandara berdetak melihat senyum adiknya seperti ingin membunuhnya.
"Kamu kenapa dik? apa jangan - jangan yang menculikku adalah ulahmu?" tanya Wulandara curiga
" Tepat sekali termasuk pembunuhan ke dua orang tua kita." ucap Wulandari sambil tersenyum bahagia.
" Apa?? kamu kenapa jadi seperti ini dik? apakah kamu tahu kalau orang tua kita sedih dan menyesal mengusirmu dan selalu mencarimu tapi tidak pernah bertemu." ucap Wulandara beruntun
" Sudah terlambat, aku sangat membenci kalian semuanya. Sudah sepantasnya mereka mati kini giliranmu." ucap Wulandari tersenyum iblis.
" Apa maksudmu dik?" tanya Wulandara takut melihat senyuman adiknya.
" Aku akan menggantikanmu kak, sebagai seorang istri. Kakak telah merebut kasih sayang orang tua kita kini aku akan merebut suami kakak. Agar kakak bisa merasakan sakit hatiku." ucap Wulandari.
" Kamu gila, kamu sakit jiwa dik." ucap Wulandara
" Ya benar dan kini terima lah kematianmu." ucap Wulandari menodongkan pistol ke dahi Wulandara.
" Adik, kakak rela kamu tembak agar rasa bencimu menghilang tapi kakak mohon jika kamu menembak kakak jangan bunuh anakku karena bagaimanapun dia juga ponakanmu. Kakak mencintaimu dik." ucap Wulandara sambil menangis dan memejamkan matanya.
" Aku tidak janji kak, kalau anakmu menyusahkanku jangan salahkan aku." ucap Wulandari.
dor
" Hahahha... kalian bertiga pantas mati karena aku membenci kalian." ucap Wulandari tertawa jahat.
FLASHBACK OFF
__ADS_1