
Arlan memandangi Alviana yang kini sepenuhnya miliknya. Hatinya bahagia karena dirinya orang yang pertama yang melakukannya.
Obat perangsang Alviana kini sudah hilang dan kini Alviana langsung tertidur karena dirinya merasa lelah. Arlan memeluk tubuh Alviana dan menyelimuti tubuh mereka berdua yang masih polos tanpa sehelai benangpun.
cup
" Terima kasih sayang sudah menyerahkan mahkotamu untukku." ucap Arlan sambil mengecup kening Alviana kemudian tidur sambil memejamkan matanya.
Alviana membaringkan kepalanya di dada Arlan sambil membalas pelukan Arlan dengan mata yang masih terpejam.
xxxx
Harlan sudah menyiapkan makanan yang di masak oleh para pelayan di meja makan. Harlan yang melihat Alvonso, Alvian dan dokter Aldrian turun dari arah tangga mengajaknya untuk makan bersama.
Mereka berempat makan bersama dalam diam tanpa bersuara. Selesai makan mereka berempat duduk di ruang keluarga yang sangat luas.
Seorang kepala pelayan datang dan menghampiri Harlan.
" Tuan maaf ada tamu." ucap kepala pelayan
" Siapa?" tanya Harlan bingung karena mansion milik Arlan tidak pernah menerima tamu termasuk kolega bisnisnya.
" Katanya keluarga Alvonso, Keluarga dokter Kennath dan Keluarga Ronald." ucap kepala pelayan.
" Mereka keluarga kami." ucap Alvonso dan Alvian serempak
" Panggil mereka ke sini." ucap Harlan
" Baik tuan." ucap kepala pelayan
Kepala pelayan itupun pergi menuju pintu utama.
Tidak berapa lama mereka semua datang dan duduk di ruang tamu bersama dengan mereka.
" Kemana Alviana?" tanya mommy Laras
" Alviana dan Arlan berada di dalam satu kamar mom." ucap Alvonso
__ADS_1
" Biarkan mereka jangan di ganggu." ucap momny Laras karena mommy Laras pernah mengalami pertama kalinya sebelum menikah dengan daddy Alvonso dan pernah juga bersama suaminya ketika suaminya memberi obat perangsang.
" Ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi?" tanya daddy Alvonso tanpa basa basi sambil menahan amarah.
Alvonso menjelaskan semua apa yang terjadi ketika Alviana di beri obat peransang di minumannya dan juga terjadi penyerangan waktu dalam perjalanan pulang dari club.
" Daddy dan mommy, maafkan kami karena tidak bisa menjaga Alviana." ucap Alvonso sedih sambil berlutut karena dirinya merasa bersalah tidak bisa menjaga adiknya dengan baik.
" Kami tidak tahu kalau ada orang yang sengaja berbuat jahat terhadap Alviana." sambung Alvian sambil berlutut karena merasa dirinya gagal sebagai kakak untuk melindungi adiknya.
" Sudahlah kalian tidak salah, kalian sudah berusaha menjaga adik kalian dengan baik." ucap mommy Laras lembut sambil berdiri dan menarik ke dua tangan anaknya Alvonso dan Alvian mereka bertiga berpelukan.
" Kenapa kalian tidak menekan tanda bahaya?" tanya daddy Alvonso
" Maafkan kami dad, karena panik kami semua lupa." ucap Alvonso
" Iya dad, di tambah mobil kami di kepung dari segala arah sehingga kami tidak bisa keluar dan terjadilah penyerangan itu." ucap Alvian menambahkan
" Apakah pelakunya sudah tertangkap?" tanya Alvonso
" Sudah." jawab dokter Kennath dan Harlan bersamaan.
Semua orang menatap ke arah Harlan, Harlan yang tahu dirinya akan di tuduh langsung menceritakan apa yang terjadi.
" Waktu kami pulang dari kantor, kak Arlan menerima telp dari kak Alviana untuk meminta bantuan dan kami langsung secepatnya datang untuk menolong." ucap Harlan menjelaskan semuanya.
" Kami masih bingung dad, waktu kami di serang ada 4 orang berpakaian serba hitam datang membantu kami." ucap Alvonso yang masih penasaran.
" Iya benar dad, Alvian juga bingung siapa mereka? kami ingin berterima kasih karena telah membantu kami jika tidak ada mereka kami akan cepat kalah." ucap Alvian
" Maaf sebenarnya mereka berempat adalah orang suruhan Kak Arlan." ucap Harlan
" Apa maksudmu nak Arlan?" tanya daddy Alvonso
" Kak Arlan tidak bisa datang di acara reuni karena itu kak Arlan memerintahkan 4 anak buahnya yang terlatih untuk menjaga Alviana dengan menyamar menjadi pelayan di hotel dan peserta reuni kemudian menyamar lagi di club sebagai peserta reuni. Maaf 4 anak buahku juga gagal karena tidak tahu kalau ada penyusup dan mencelakai kak Alviana. Ketika kak Alvonso berteriak 4 anak buahku langsung berjalan keluar sambil mengikuti kalian sambil menghubungi kami karena itulah kami cepat datang." ucap Harlan menjelaskan.
" Nak Harlan bisa pinjam laptopmu? laptop mommy lowbat" tanya mommy Laras.
__ADS_1
" Bisa mom, sebentar akan Harlan ambilkan." ucap Harlan
Harlan pun masuk ke dalam ruangan kerja untuk mengambil laptop milik Arlan.
" Alvonso dan Alvian kalian mesti di obati karena kalian terluka." ucap mommy Laras ketika melihat ke dua anak kesayangannya mukanya lebam - lebam dan sudut bibirnya berdarah
" Sama paman Kennath dan mama Maria yanf mengobati." ucap paman Kennath
" Baik mom, paman." ucap Alvonso dan Alvian.
Mama Maria keluar mengambil tas perlengkapan dokter di mobil milik suaminya.
Mama Maria masuk ke dalam ruangan tamu keluarga bertepatan kedatangan Harlan.
" Nak Harlan, Mama Maria dan paman Kennath ingin mengobati Alvonso dan Alvian bisa pinjam ruangan tamu?" tanya mommy Laras.
" Bisa mom, oh ya hari ini sudah malam apakah bersedia menginap di mansion ini?" tawar Harlan sambil meletakkan laptopnya di meja ruang keluarga.
Semua orang saling menatap kemudian menganggukkan kepalanya.
" Apakah tidak merepotkan?" tanya mommy Laras
" Tentu saja tidak, kami sangat senang jika semuanya menginap dan kebetulan mansion ini sangat luas. Mari saya tunjukkan kamarnya masing - masing." ucap Harlan .
Harlan mengantar Alvonso dan Alvian di kamar ruang tamu untuk diperiksa oleh Mama Maria dan paman Kennath kemudian mengantar Mommy Laras beserta ke tiga anaknya Debby, Denis dan Denisa, Mommy Laras menidurkan ke tiga anaknya setelah tidur mommy Laras keluar menuju ruang keluarga.
Selesai mengantar Mommy Laras, Harlan juga mengantar bunda Clarisa untuk menidurkan anak dari Maria dan dokter Kennath kemudian keluar menuju kamar lainnya untuk menidurkan ke dua anaknya.
Selesai menunjukkan kamarnya masing - masing Harlan berjalan menuju ruangan keluarga.
Tampak mommy Laras, daddy Alvonso, Ronald dan dokter Aldrian duduk di sofa. Mommy Laras yang melihat Harlan langsung memberi kode dengan menggunakan tangannya untuk duduk di sebelahnya. Harlan mengerti kode langsung duduk di sebelah mommy Laras.
" Nama club waktu Alviana diberikan obat?" tanya mommy Laras sambil menekan tombon on untuk menyalakan laptopnya.
Tampak di walpaper foto Alviana berpelukan dengan Arlan dari arah samping. Mereka berdua saling tersenyum. Kepala Alviana disandarkan di dada Arlan karena Arlan lebih tinggi dari Alviana dengan layar belakang mansion milik Arlan.
" Club xxxx" ucap dokter Aldrian bingung melihat mommy Laras menanyakan nama clubnya.
__ADS_1
Mommy Laras hanya diam dan mulai mengutak atik laptopnya. Mommy Laras meretas cctv di club.
" Sial cctvnya sengaja di rusak." ucap mommy Laras