
Tiga Hari Kemudian
Kini kondisi Harlan sudah pulih dan bersiap untuk pulang dan selama Harlan berada di rumah sakit Imel tidak pernah datang ke rumah sakit hanya dua kali waktu Harlan mengalami kecelakaan.
" Harlan kamu menginap di rumah mommy dan daddy saja sambil kita menjalankan rencana mommy." pinta mommy Laras
" Baik mom." jawab Harlan
Mommy Laras, daddy Alvonso dan Arlan datang menjemput Harlan sedangkan Alvonso dan Alvian sibuk mengurus perusahaan. Alviana sibuk mengurus ke 6 anaknya sedangkan Amel tinggal di mansion ikut orangtuanya Alvian dan tidak bisa ikut karena selama Amel hamil sering mual sehingga tubuhnya menjadi lemas. Debby, Denis dan Denisa serta Max masih bersekolah. Mereka berempat pergi menggunakan satu mobil menuju ke mansion milik daddy Alvonso.
Kini mereka sudah sampai di mansion dan berkumpul di ruang keluarga. Mommy Laras berjalan menuju ke ruang kerja milik suaminya untuk mengambil laptop dan handseat.
Mommy Laras duduk di sofa dan mulai meretas cctv milik Ramon. 10 menit kemudian mommy Laras berhasil meretas cctv tampak Imel sedang berbaring di ranjang dengan memakai selimut yang menutupi tubuhnya. Mommy Laras memasang handseat dan dipasangkan ke telingannya.
" Mommy, daddy mau donk dengerin." ucap daddy Alvonso sambil memeluk mommy Laras dari arah samping.
" Daddy mau melihat tubuh polos dan mendengar desahan Imel?" bisik mommy Laras menatap ke arah samping suaminya sambil matanya mendelik.
" Mommy kok begitu sih. Walau bagaimanapun tubuh mommy tidak ada duanya karena mommy merupakan candunya daddy dan daddy mohon jangan mengancam daddy karena daddy tidak sanggup kalau disuruh tidur di luar apalagi tidak dapat jatah." bisik daddy Alvonso
" Mommy dan daddy kalau mau pacaran di kamar aja." ucap Harlan
" Kami tidak pacaran kan kami sudah menikah." ucap daddy Alvonso
" Iya, Harlan salah. Memang mommy dan daddy berbicara apa? kenapa saling berbisik sudah begitu daddy main peluk mommy tidak kasihan Harlan apa?" protes Harlan
" Makanya cepat cari kekasih kemudian menikah. Kalau masalah berbisik.... kamu.... kepo." ucap daddy Alvonso usil
" Daddy." ucap Harlan agak kesal
" Sudah jangan ribut. Harlan sekarang kamu hubungi Imel bilang padanya kamu ingin Imel datang ke sini." ucap mommy Laras
" Baik mom." ucap Harlan
Harlan mengambil ponselnya di saku celana panjangnya. Deringan ke dua baru di angkat oleh Imel.
Imel : " Hallo mas Harlan."
Harlan : " Ada di mana?"
Imel : " Di rumah teman."
Harlan : " Kamu datang ke rumah daddy Alvonso ya?"
Imel : " Ada apa mas?"
Harlan : " Sekarang mas ada di rumah daddy."
__ADS_1
Imel : " Mas sudah sembuh?"
Harlan : " Sudah, hari ini mas baru keluar dari rumah sakit. Kok kamu tidak pernah datang?"
Imel : " Maaf kak, selama ini Imel ke rumah mama dan papa Imel."
Harlan : " Oh, ya sudah nanti kalau urusan sudah selesai kamu ke sini ya?"
Imel : " Ok."
tut tut tut tut
Mommy Laras menarik handseat kemudian mereka bertiga menonton rekaman cctv.
xxxxx
" Sayang, siapa yang menelephone ?" tanya Ramon
" Suamiku, dia meminta ke rumah daddy Alvonso." ucap Imel
" Daddy Alvonso?" tanya Ramon ulang
" Orang tua angkatnya." ucap Imel
" Apakah kamu akan ke sana?" tanya Ramon
" Kenapa sih kamu tidak terima cintaku, aku sanggup memberikan apapun yang kamu mau." ucap Ramon dengan nada kesal
" Maaf aku tidak bisa karena cintaku hanya untuk Harlan." ucap Imel
" Kalau suamimu tahu tentang hubungan kita, aku yakin suamimu tidak akan memaafkanmu." ucap Ramon
" Karena itulah aku mohon padamu jangan katakan sama suamiku." ucap Imel
" Baik, aku tidak akan katakan tapi dengan syarat kamu harus mau melayaniku kalau tidak aku akan mengirimkan video mesum kita." ancam Ramon
" Baiklah." jawab Imel pasrah
" Sebelum kamu pergi aku minta 3 ronde setelah itu kamu boleh pergi. Tapi ingat setiap hari suami berangkat kerja kamu langsung ke sini dan layani aku." ucap Ramon
" Apakah kamu tidak kerja?" tanya Imel
" Aku bisa kerja dari rumah dan kalau ada sesuatu yang penting bertemu klien baru aku akan pergi dan setelah itu aku langsung pulang dan berci**a denganmu." ucap Ramon santai
" Kenapa sih kamu tidak bosan melakukan itu?" tanya Imel kesal
" Karena tubuhku seperti ponsel jika sudah di cas langsung semangat kerja karena itulah aku sangat membutuhkanmu." ucap Ramon
__ADS_1
" Aneh, dulu sebelum kenal denganku? apakah ada wanita lain?" tanya Imel
" Aku belum pernah melakukan bercin*a dengan wanita lain hanya kamulah. Karena itulah ketika tahu rasanya enak aku jadi ketagihan." ucap Ramon sambil melepaskan handuknya yang menutupi bagian bawahnya.
Ramon menarik selimut yang menutupi tubuh polos Imel. Ramon langsung menindih tubuh Imel dan mulai berciu***n lama - lama berupa luma**n. Setelah puas Ramon meng***m salah satu gunung kembar milik Imel. Ramon seperti bayi yang merasa haus.
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua.
jleb
akhh
Ramon menyatukan tubuh bagian bawahnya ke milik Imel membuat Imel semakin mendesah. Ramon mulai menggoyangkan pinggulnya berulang - ulang sampai keluarlah lahar milik Ramon dan ditumpahkan ke rahim Imel.
Ramon sangat berharap agar Imel segera hamil anaknya karena dengan demikian Imel akan sepenuhnya miliknya jika Imel tidak mau maka Ramon akan meminta bayinya karena Ramon sangat menginginkan anak dari Imel.
Ramon memindahkan posisinya ke arah samping untuk beristirahat sebentar 15 menit kemudian Ramon menin**h Imel kembali dan melakukan kembali. Sesuai perkataan Ramon ronde ke 3 mereka selesai berc***a kemudian mereka tidur saling berpelukan.
xxxxx
" Mommy sudah menyimpan video mesum mereka. Kita jalankan rencana nanti malam di rumah Ronald." ucap mommy Laras
" Harlan kamu istirahatlah kamu kan baru sembuh." usir daddy Alvonso
" Baik dad." ucap Harlan tanpa curiga
" Mommy dan daddy melakukan begitu enak tidak sih?" sambung Harlan polos.
" Nanti kalau kamu sudah menikah, kamu akan tahu rasanya." ucap mommy Laras.
" Baik mom. Mommy dan daddy, Harlan istirahat dulu." ucap Harlan
Kini tinggal mommy Laras dan daddy Alvonso
" Sayang, adik kecil daddy sudah tegang kita main 4 ronde yuk? " pinta daddy Alvonso
" What, ngga yang ada nanti badanku jadi pegal - pegal. Apalagi ini masing siang dad, nanti malam sajalah" tolak mommy Laras
" Ayolah mom, Imel dan Ramon saja bisa 3 ronde masa daddy hanya satu ronde. Daddy tidak perduli siang atau malam karena saat ini daddy ingin sekarang apalagi nanti malam kita sangat sibuk dengan rencana mommy, yang ada nanti mommy bilangnya cape terus tidak jadi bercin*a." ucap daddy Alvonso cemberut.
Mommy Laras melihat suaminya cemberut membuatnya tidak tega.
" Baiklah terserah daddy." ucap mommy Laras pasrah
wussshh
Daddy Alvonso langsung menggendong mommy Laras menuju ke kamarnya untuk melakukan kegiatan panasnya.
__ADS_1