Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Bertemu Dengan Keluarga Besar Alviana


__ADS_3

Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka tampaklah Daddy Alvonso keluar dari kamar mandi menatap tajam ke arah Arlan membuat jantung Arlan semakin berdebar.


Daddy Alvonso berjalan mendekati ke dua anaknya Alvian dan Alviana serta Arlan.


ceklek


Pintu ruangan kamar vvip terbuka semua orang menatap ke arah pintu tampak Mommy Laras dan Alvian masuk ke dalam.


Alvian yang melihat ada Arlan langsung berjalan dan menaruh bungkusan makanan dan minunan ke meja kemudian dengan cepat tangan kiri Alvian menarik krah baju Arlan sedangkan tangan kanannya ingin memukul wajah Arlan.


" Mau ngapain ke sini?" bentak Alvian bersiap memukul wajah Arlan sedangkan Arlan hanya pasrah dan menutup matanya karena ada ke dua orangtua Alviana dan Alviana gadis yang dicintainya.


" Alvian." teriak Mommy Laras


Mommy Laras menaruh pesanan nasi Padang ke meja kemudian tangan kanannya menjewer telinga Alvian.


" Auch mommy sakit." teriak Alvian sambil melepaskan tangannya yang menarik krah baju Arlan. Tangan Arlan memegang telinganya yang di jewer oleh mommynya.


Arlan yang merasa krah bajunya di lepas dan tidak menerima pukulan mendengar suara Alvian langsung membuka matanya.


Arlan menatap mommy Laras sedang menjewer anaknya Alvian.


" Kamu itu baru datang langsung mau mukul anak orang, memang seperti itu yang mommy ajarkan." omel mommy Laras sambil melepaskan tangannya yang menjewer telinga Alvian.


" Tapi mom, ngapain Arlan datang ke sini, pasti mau nyatikin adikku lagi." omel Alvian


" Darimana kamu tahu kalau Arlan akan menyakiti adikmu?" tanya mommy Laras.


" Tapi mom..?" ucapan Alvian terputus karena mendapat tatapan tajam mommy Laras.


" Daddy.." panggil Alvian meminta bantuan daddy Alvonso sambil mendekati daddy Alvonso.


" Daddy juga takut sama singa betina." bisik Daddy Alvonso


" Singa betina itu siapa Daddy?" bisik Alvian ikutan berbisik.


" Mommymu, daddy takut sudahlah mengalah aja daripada nanti telinganmu panjang mirip kelinci." bisik Daddy Alvonso.


" Hahhh... baiklah dad.. nanti kalau aku menikah tidak mau kayak daddy sama istri takut." bisik Alvian


Daddy Alvonso yang mendengar Alvian berbicaa seperti itu langsung mendelikkan matanya ke anaknya membuat Alvian tersenyum kuda.


" Ada apa bisik - bisik?" tanya Mommy Laras curiga


" Tidak apa - apa mom, oh ya daddy lapar kita makan yuk?" ucap daddy Alvonso mengalihkan pembicaraan.


" Ayo kita makan." jawab mommy Laras


" Maaf tante saya keluar dulu?" ucap Arlan sopan


" Mau kemana nak Arlan?" tanya mommy Laras ramah.

__ADS_1


" Mau sarapan di kantin." ucap Arlan sopan


" Kebetulan tante beli lebih, kita makan bareng yuk?" ucap mommy Laras ramah.


" Maaf tante jadi ngerepotin." ucap Arlan merasa tidak enak


" Ah tidak ngerepotin." ucap mommy Laras


Mommy Laras memberikan bungkusan ke suaminya, Alvonso dan Alvian.


" Nak Arlan ini ada dua bungkusan, yang bungkusan pertama daging cincang dan yang satu lagi kepala kakap, kamu pilih yang mana?" tanya mommy Laras


" Terserah tante saja." ucap Arlan sopan


" Tante apa aja semuanya suka jadi tenang saja. Ambillah tidak perlu sungkan dengan tante." ucap mommy Laras


" Kepala kakap boleh tante?" tanya Arlan malu pasalnya Arlan sangat suka dengan kepala kakap hanya tidak enak dengan mommy Laras.


" Boleh silahkan. Ayo kita makan sebelumnya daddy Alvonso mimpin doa makan dulu." pinta mommy Laras.


" Ok." jawab daddy Alvonso


Daddy Alvonso memimpin doa sedanglan Arlan yang tidak pernah berdoa terasa kaku dan mengikuti mereka cara berdoa.


Selesai berdoa merekapun makan bersama, Alviana memakan makanan dari rumah sakit. Selesai makan mommy Laras dan Alviana membantu membereskan bungkusan makanan dan membuangnya di tong sampah. Mereka mengobrol sambil meminum air mineral.


ceklek


Tampak dua sahabat daddy Alvonso bersama pasangannya dengan membawa anak mereka.


Merekapun saling berkenalan. Arlan baru kali ini merasakan kehangatan keluarga besar Alviana yang tidak pernah dirasakan selama ini.


Mommy Laras, Maria dan Clarisa membereskan barang - barang milik Alviana juga barang - barang milik mommy Laras dan daddy Alvonso. Selesai membereskan mereka pulang ke mansion milik daddy Alvonso. Arlan mengikuti mobil mereka menuju ke mansion milik daddy Alvonso.


15 menit kemudian iringan mobil sudah sampai semua mobil masuk ke dalam parkiran yang luas termasuk mobil Arlan.


Mereka semua kini sudah berkumpul di ruang keluarga. Alvonso dan Alvian membawa koper berisi barang milik orang tuanya dan milik Alviana ke kamarnya masing - masing.


Mommy Laras, Clarisa dan Maria pergi ke dapur untuk memasak karena para sahabatnya belum makan siang.


Satu jam makanan sudah siap merekapun makan bersama daddy Alvonso dan mommy Laras karena sudah makan hanya mengambil sedikit karena menghormati tamu, sedangkan Alvonso, Alvian, Alviana dan Arlan duduk di ruang tamu. Alvonso dan Alvian menatap tajam ke arah Arlan rasanya belum puas untuk memukul Arlan tapi karena takut dengan mommy Laras membuatnya menahan diri.


Alviana hanya tersenyum menatap wajah Arlan sedangkan Arlan membalas senyuman Alvina dengan tersenyum agak kaku karena mendapat tatapan tajam Alvonso dan Alvian.


Selesai makan mereka para suami sambil menggendong anak - anak mereka, mereka berjalan ke arah ruang tamu dan merekapun melanjutkan mengobrolnya. Sedangkan para istri mencuci piring kotor, selesai mencuci Maria dan Clarisa berjalan ke ruang tamu.


Mommy Laras membungkus makanan dan dimasukkan ke dalam rantang untuk diberikan oleh Arlan. Kemudian rantang itu di taruh di atas meja. Mommy Laras menuju ke ruang tamu untuk berkumpul bersama.


Dua jam telah berlalu mereka pun pulang ke rumah masing - masing kecuali Arlan.


Alvonso, Alvian masuk ke kamarnya masing - masing. Kini tinggallah Daddy Alvonso, Mommy Laras, Alviana dan Arlan.


" Nak Arlan, om tidak melarang kalian untuk berteman tapi om minta jangan sering - sering bertemu karena takutnya nanti kalian berpacaran dan om tidak suka itu." ucap daddy Alvonso

__ADS_1


" Maksud om?" tanya Arlan tidak mengerti


" Om tahu kamu sukakan dengan putri om?" tanya Daddy Alvonso


" Iya om." jawab Arlan jujur.


" Karena itu om tidak setuju." ucap daddy Alvonso tegas


duar


Arlan terkejut mendengar penolakan daddy Alvonso.


" Kenapa om?" tanya Arlan


" Anakku masih muda sekarang Alviana berumur 14 tahun. Jalannya masih panjang, Alviana masih muda kuliah dulu nanti kalau usianya sudah 20 tahun kalau memang kalian berjodoh om dan tante tidak akan memaksa kalian untuk menikah. Sekarang berapa umurmu?" tanya daddy Alvonso


" Umurku 17 tahun Om." ucap Arlan


" Kamu juga masih muda, kuliah agar bisa menggapai semua cita - citamu." ucap daddy Alvonso


" Kamu mengertikan nak Arlan, bukannya kami menolak tapi kami takut jika sering bertemu kalian melakukan sesuatu yang tidak pantas dilakukan, tante harap kamu mengerti apa maksud perkataan tante." ucap mommy Laras dengan nada lembut.


" Arlan mengerti tante, terima kasih om dan tante atas nasehatnya dan Arlan akan kuliah sambil menunggu Alviana berumur 20 tahun." ucap Arlan.


" Kuliah dulu yang benar jangan mikirin nikah." ucap daddy Alvonso.


" Baik om, Arlan akan kuliah dengan sungguh - sungguh. Oh ya rencana Alviana kuliah dimana?" tanya Arlan


" Spanyol bareng dengan ke dua kakaknya. Kalau nak Arlan kuliah di sana om dan tante pesan berteman dulu, tidak ada ciuman karena ujung - ujungnya akan kemana - mana? ingat kami akan tahu apa yang akan dilakukan anak - anak tante dan om." ucap Daddy Alvonso memperingati Arlan sambil menatap tajam.


" Baik om dan tante. Arlan janji tidak akan melakukan itu." ucap Arlan


" Bagus kalau begitu. " ucap daddy Alvonso.


" Om, tante dan Alviana saya pamit pulang." ucap Arlan


" Tunggu sebentar." ucap mommy Laras sambil berdiri dan berjalan ke arah ruangan makan. Mommy Laras membawa rantang dan diberikan oleh Arlan, Arlan menolaknya tapi di paksa oleh mommy Laras. Arlan pun membawa rantang dan berpamitan dengan orangtua Alviana dan juga Alviana.


Mommy Laras dan daddy Alvonso berjalan menuju kamar tidurnya. Sedangkan Alviana mengantar Arlan menuju ke garasi.


" Alviana jangan cerita ya kalau kita berciuman." pinta Arlan


" Iya aku tidak cerita asalkan Mas Arlan jangan menciumku lagi." pinta Alviana


" Iya mas janji tidak akan menciummu tapi kalau mas tidak tahan jangan marah ya." ucap Arlan


" Dasar mesum." ucap Alviana sambil memukul bahu Arlan.


" Hehehe... sama kamu doank kok mesumnya... janji ya jangan cerita?" pinta Arlan lagi sambil masuk ke dalam mobilnya.


" Iya, hati - hati di jalan." ucap Alviana


" Ok, Bye." ucap Arlan sambil melambaikan tangannya dan di balas lambaian tangan Alviana sambil tersenyum.

__ADS_1


Alviana masuk ke dalam mansion menuju kamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2