Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Harlan Koma


__ADS_3

" Apa?" teriak Imel terkejut


" Iya nyonya, silahkan datang ke rumah sakit Permata Kasih." ucap seseorang di sebrang sana.


" Baiklah." jawab Imel


Imel meminta pak sopir untuk memutar balik ke rumah sakit Permata Kasih.


( " Syukurlah ibu mertuaku yang matre sudah mati. Jadi aku tidak perlu takut akan ancamannya. Mati mengenaskan sudah pantas kamu dapatkan ibu mertua licik dan mata duitan." hina Imel dalam hati ).


Baru saja mobil berjalan ponsel milik Imel berdering kembali. Imel langsung membuka tasnya dan membaca ada panggilan tidak terkenal kembali. Karena penasaran Imel menggeser tombol warna hijau.


" Hallo." panggil Imel


" Benarkah ini dengan nyonya Harlan Renaldo." tanya seseorang di sebrang


" Ya benar." jawab Imel


" Saya mau mengabarkan bahwa suami nyonya mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit." ucap seseorang di sebrang.


" Apa?" teriak Imel terkejut


" Iya nyonya, silahkan datang ke rumah sakit Permata Kasih." ucap seseorang di sebrang sana.


" Baiklah." jawab Imel sedih


( " Apa yang sebenarnya terjadi ibu mertuaku dan suamiku sama - sama mengalami kecelakaan? aku tidak perduli dengan ibu mertuaku tapi suamiku aku sedih karena bagaimanapun aku masih mencintainya." ucap Imel dalam hati ).


Tidak berapa lama ponsel milik Imel berdering. Imel mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya Ramon Calling Imel menghembuskan nafasnya secara kasar kemudian menggeser tombol berwarna hijau.


" Ada apa?" tanya Imel dengan nada ketus


" Kenapa belum datang?" tanya Thomas dengan nada ketus juga


" Ibu mertuaku kecelakaan dan meninggal dan suamiku juga mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Jadi hari ini aku tidak bisa datang." ucap Imel menjelaskan


" Tidak bisa, selesai menengok suamimu kamu lansung ke sini dan menginap di rumahku sampai suamimu pulang dari rumah sakit." perintah Ramon


" Tidak, apa hakmu melarangku. Dia suamiku dan aku sebagai istrinya akan merawat suamiku. Apalagi setelah aku pikir - pikir aku tidak mau berurusan denganmu lagi. Anggap saja kita tidak saling kenal." ucap Imel dengan nada ketus


" Oh jadi kamu ingin kita tidak saling mengenal? baiklah kalau itu maumu akan aku sebarkan video di mana kita melakukan hubungan suami istri. Bagaimana sikap suamimu dan keluargamu ketika melihat video itu." ancam Ramon


" Kau laki - laki brengsek yang aku kenal menyesal aku menerima tawaranmu sebagai seorang sahabat" ucap Imel kesal karena dirinya tidak percaya apa yang dilakukan oleh Ramon.


" Hahaha... makilah aku sepuasmu, Lakukan apa yang tadi aku perintahkan tadi." ucap Ramon


tut tut tut tut


Arrrggghhhh


Imel berteriak karena tidak percaya apa yang akan Ramon lakukan.


" Maaf nona tidak apa - apa?" tanya sopir itu terkejut.


" Maafkan aku pak." ucap Imel.

__ADS_1


Tidak berapa lama Imel berjalan memasuki lobby rumah sakit menuju ke ruang ugd. Di sana sudah ada Arlan dan istrinya yang menunggunya.


" Hallo Imel." sapa Alviana tersenyum lembut


" Hallo kak Alviana. Gimana kabar suamiku?" tanya Imel


" Aku dan mas Arlan belum tahu karena kita masih menunggu kabarnya." jawab Alviana


Imel hanya menganggukan kepalanya tanda dirinya mengerti.


" Kamu sudah tahu kalau ibunya Harlan sudah meninggal?" tanya Arlan


" Sudah kak, sekarang dimana jenasahnya?" tanya Imel sambil menunjukkan wajahnya yang sedih padahal dalam hatinya dirinya sangat senang ibu mertuanya mati mengenaskan.


" Di kamar jenasah. Lihatlah nanti ke sini lagi." ucap Arlan


" Baiklah kak nanti aku aku kesini lagi." ucap Imel


Imelpun meninggalkan Arlan dan Alviana menuju ruang jenasah Sampai di sana Imel di antar petugas ruang jenasah. Jenasah sudah ditutupi seluruh tubuhnya dengan kain putih.


Perlahan Imel membuka kain putihnya. Imel melihat wajah mertuanya dengan sangat serius. Wajah ibu mertuanya seperti tampak menahan rasa sakit karena melihat mulutnya menggigit bibirnya hingga bibirnya terluka.


( " Aku rasa dia menahan rasa sakit ketika nyawanya di tarik karena dosanya terlalu banyak. Selamat tinggal ibu mertuaku yang matre. Semoga di sana ibu mertuaku di siksa habis - habisan." ucap Imel sambil tersenyum devil ).


Setelah puas melihat dan mengutuk ibunya dalam hati Imel keluar dari ruangan jenasah dan berjalan menuju ruang ugd.


Imel melihat kemesraan Arlan dan Alviana dihatinya merasa iri dab sedih dengan kemesraan mereka.


( " Seandainya suamiku seperti kak Arlan senangnya hatiku." ucap Imel dalam hati ).


" Kamu yang sabar ya Mel." ucap Alviana lembut sambil mengusap punggung Imel


" Terima kasih kak." jawab Imel sendu


Alviana hanya tersenyum menatap wajah Imel yang sedang sedih.


" Sayang, mas mau beli kopi, sayangku mau pesan apa?" tanya Arlan lembut sambil membelai rambut Alviana.


" Aku ingin pesan susu coklat panas. Imel kamu mau pesan apa?" tanya Imel lembut


" Samain seperti kakak susu coklat panas." jawab Imel


" Ok." jawab Arlan sambil berjalam meninggalkan mereka berdua.


" Kapan kalian berbulan madu? aku harap setelah Harlan sembuh kalian bisa pergi berbulan madu." ucap Alviana


" Aku tidak tahu kak." jawab Imel sendu


Alviana langsung menatap wajah Imel dengan seksama seperti menyimpan rasa kesedihan yang teramat dalam Alviana langsung memeluk Imel dari arah samping sambil mengusap punggung Imel.


" Menangislah agar rasa kesedihanmu berkurang." ucap Alviana lembut.


" Hiks... hiks... hiks... hiks.." tangis Imel pecah sambil membalas pelukan Alviana


Alviana hanya bisa mengelus punggung Imel agar tangisan Imel reda. Setelah agak tenang Alviana melepaskan pelukannya dan menatap wajah Imel yang masih sembab.

__ADS_1


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan kalian?" tanya Alviana penasaran sambil memberikan tissue kering untuk menghapus air mata Imel yang tidak berhenti berjatuhan mengenai pipinya yang mulus.


ceklek


Pintu ugd terbuka tampak seorang dokter datang. Alviana dan Imel langsung berdiri dan berjalan menuju ke dokternya.


" Bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Imel


" Suami nyonya terkena benturan sangat keras sehingga suami nyonya mengalami koma." ucap dokter menjelaskan kondisi suaminya.


" Boleh saya melihatnya dok?" pinta Imel


" Nanti kami akan pindahkan ke ruang icu nanti nyonya bisa melihatnya." jawab dokter tersebut


Tidak berapa lama Harlan dipindahkan ke ruangan icu. Imel berjalan memasuki ke ruangan icu.


Imel melihat hampir seluruh tubuh Harlan di balut dengan perban dan banyak selang yang menempel di tubuh Harlan.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2