Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Bertemu Dengan Arlan


__ADS_3

" Sanggup dad." ucap Alvonso dan Alvian serempak


" Bagus, mulai besok kalian berdua berangkat kerja bareng sama daddy." ucap daddy Alvonso.


" Siap dad besok Alvonso berangkat kerja bareng daddy." jawab Alvonso


" Iya dad, Alvian besok ke perusahaan Daddy berangkat bersama." ucap Alvian


" Bagaimana denganmu Alviana?" tanya Daddy Alvonso sambil menatap putrinya yang sudah dewasa


" Alviana mau melamar kerja bareng sama temanku." ucap Alviana sambil membalas tatapan daddy Alvonso.


" Kenapa tidak kerja bareng daddy saja?" tanya daddy Alvonso bingung


" Alviana ingin mencari pengalaman kerja dulu dad, kalau di tempat daddy semua orang akan menghormati Alviana karena Alviana anak daddy, kalau di tempat lain mereka tidak akan mengenal Alviana sebagai anak daddy." ucap Alviana.


" Terserah kamu yang penting kamu bisa jaga diri dan kalau ada bahaya ingat tekan tombol yang ada di jam." pinta mommy Laras


" Benar apa kata mommy Laras, daddy minta kamu bisa jaga diri karena kamu seorang perempuan." ucap daddy Alvonso.


" Baik mom, dad, Alviana akan selalu jaga diri." ucap Alviana.


" Bagus daddy dan mommy bangga mempunyai anak - anak yang penurut." ucap Daddy Alvonso bangga karena melihat semua anaknya tidak ada yang nakal atau membuat malu keluarga besarnya.


" Sekarang kalian istirahat tidur siang." ucap mommy Laras.


" Baik mom." ucap mereka serempak


Mereka semua masuk ke dalam kamar masing - masing termasuk mommy Laras dan daddy Alvonso.


Mommy Laras berbaring di ranjang sambil memejamkan mata diikuti oleh daddy Alvonso.


" Sayang lanjut yang tadi ya?" pinta daddy Alvonso


" Sayang maaf, mommy ngantuk banget nanti malam aja ya?" pinta mommy Laras


" Baiklah tapi janji ya dobel." pinta daddy Alvonso


" Iya janji." ucap mommy Laras


Daddy Alvonso memeluk Laras dan mommy Laraspun membalas pelukan suaminya. Mommy Laras tertidur dengan merebahkan kepalanya di dada suaminya. Tidak berapa lama merekapun tertidur dengan pulas.


xxxx


Pagi Hari mommy Laras menyiapkan perlengkapan suaminya kerja, memasak dan menyiapkan air hangat. Setelah beres semua Mommy Laras membangunkan suaminya untuk mandi.

__ADS_1


Mommy Laras turun ke lantai dua untuk membangunkan Debby dan denisa untuk mandi selesai membangunkan dan ke dua anaknya mandi mommy Laras menyiapkan pakaian sekolah ke dua anaknya.


Selesai semuanya mommy Laras keluar menuju kamar sebelahnya dimana Denis tidur sendiri karena dia anak laki - laki. Denis bangun dan langsung mandi. Mommy Laras pun menyiapkan pakaian sekolah Denis.


Mommy Laras naik ke lift lantai empat menuju kamar Alviana dan ternyata Alviana sudah bangun dan sedang mandi. Mommy Laras pindah ke sebelah kamar Alvian. Alvian masih pulas tertidur.


" Alvian bangun yuk, kan hari ini ke kantor daddy." ucap mommy Laras lembut.


" 5 menit lagi mom." pinta Alvian dalam kondisi mata masih terpejam.


" Ayolah sudah siang, sekarang sudah jam 8 pagi." ucap mommy Laras menahan tawa.


" Apa?" tanya Alvian kaget langsung matanya terbuka sempurna.


Alvian langsung turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi. Mommy Laras hanya tersenyum melihat tingkah lucu Alvian. Mommy Laras menyiapkan pakaian kerja Alvian.


Mommy Laras kemudian keluar menuju ke kamar anaknya yang pertama Alvonso. Ternyata Alvonso sudah rapih menggunakan kemeja putih dan jas hitam serta celana panjang hitam. Alvonso sedang memakaikan dasi.


" Anak mommy tampan sekali tidak terasa kamu sudah besar Al." ucap mommy Laras sambil memakaikan dasi Alvonso.


" Terima kasih mom." ucap Alvonso sambil tersenyum.


" Nah sudah selesai, tambah tampan anak mommy." ucap mommy Laras sambil tersenyum.


" Kita turun sarapan bersama." ucap mommy Laras


" Baik mom." ucap Alvonso


Mommy Laras dan Alvonso keluar dari kamar Alvonso tampak Alvian lagi cemberut di depan pintu kamar Alvonso.


" Kamu kenapa dek? tanya Alvonso bingung melihat adiknya pagi - pagi wajahnya cemberut.


" Mommy kak, ngerjain Alvian." jawab Alvian sambil mukanya di tekuk


" Memangnya mommy ngapain dek?" tanya Alvonso bingung sedangkan mommy Laras hanya menahan tawa.


" Tanya saja sama mommy." jawab Alvian sambil berjalan menuruni tangga.


" Kamu tidak pakai lift dek?" tanya Alvonso


" Ngga, biar sehat." jawab Alvian dengan mengucapkan 3 kata.


Alvonso dan mommy Laras berjalan menuju ke lift.


" Mommy, Alvian kenapa?" tanya Alvonso penasaran

__ADS_1


" Hehehe.. mommy ngerjain adikmu, mommy tadi bangunin adikmu tapi bilangnya 5 menit lagi ya sudah mommy bohongi aja. Mommy bilang sudah jam 8 pagi terus Alvian langsung membuka matanya terus lari secepat kilat ke kamar mandi." ucap mommy Laras sambil tertawa. Alvonso juga ikut tertawa setelah mendengar cerita mommy Laras.


Kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Seperti biasa setiap makan tidak ada pembicaraan sama sekali hanya terdengar suara sendok dan piring.


Selesai makan, daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian berangkat ke kantor dengan menggunakan satu mobil sedangkan Alviana mengantar ke tiga adik kembarnya Debby, Denis dan Denisa ke sekolah.


Selesai mengantar ke tiga adik kembarnya Alviana pergi ke kantor Arlan karena sesuai janji kalau hari ini akan datang ke kantornya.


Alviana masuk ke dalam lobby dan berjalan menemui resepsionis.


" Selamat pagi, bisa bertemu dengan Tuan Arlan?" tanya Alviama ramah sambil tersenyum menatap resepsionis.


" Nona sudah buat janji?" tanya resepsionis


" Sudah." jawab Alviana sambil menatap 2 resepsionis yang baru.


" Dengan nona siapa?" tanya resepsionis


" Alviana. Maaf dua resepsionis yang kemarin kemana ya? apa ada gantian shift?" tanya Alviana


" Kami baru masuk, kemarin 2 resepsionisnya di pecat." ucap resepsionis


" Kenapa?" tanya Alviana bingung masalahnya kemarin dua resepsionisnya sopan menerima tamu tapi kenapa di pecat.


" Karena...?" ucapannya terpotong karena terdengar suara bariton membuat resepsionis langsung menghentikan bicaranya.


" KAMU ITU KERJA BUKANNYA NGERUMPI, KAMU MAU.." ucapnya terhenti ketika Alviana membalikkan badannya dan menatap tajam ke arahnya.


" Mas Arlan." panggil Alviana


" Kenapa tidak langsung ke ruanganku?" tanya Arlan lembut sambil menarik tangan Alviana menuju lift.


Alviana hanya diam dan mengikuti Arlan berjalan di samping kanannya. Di belakangnga Harlan berjalan mengikuti bosnya sekaligus saudaranya.


Semua yang ada di situ sangat terkejut barusan saja teriak dan bentak pas ketemu gadis itu langsung suaranya lembut sungguh aneh pikir mereka.


Mereka senang sekarang karena mereka sudah menemukan pawangnya jika tuannya marah - marah tinggal memanggil gadis itu untuk datang supaya bosnya langsung jinak dan tidak marah - marah lagi yang membuat jantung mereka berdetak kencang dan berakhir dengan pemecatan.


xxxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2