Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Meluluh Hati Keluarga Alviana 2


__ADS_3

Pagi Hari mommy Laras membuka matanya dan melihat suaminya masih tertidur dengan memeluk dirinya.


Tangan Mommy Laras menatap wajah tampan suaminya daddy Alvonso.


" Suamiku semakin hari bertambah tampan, menggemaskan, setia, sayang padaku, aku sangat bersyukur bisa menjadi istrinya." ucap mommy Laras sambil tangannya membelai kening, pipi, hidung dan bibir.


cup


" I Love You." bisik mommy Laras sambil mengecup bibir daddy Alvonso.


" I Love You Too." ucap daddy Alvonso sambil membuka matanya dan tersenyum menatap wajah istri yang sangat di cintainya.


" Maaf aku mengganggu tidurmu." ucap Monmy Laras


cup


Daddy Alvonso mengecup bibir mommy Laras.


" Tidak sayang, aku merasa tidak terganggu." ucap daddy Alvonso tersenyum


" Sejak kapan terbangun? Apa daddy mendengar tadi yang aku katakan?" tanya mommy Laras.


" Sebelum kamu membuka matamu aku sebenarna sudah terbangun dan melihat dirimu membuka mata aku menutup mataku dan ingin lihat apa yang akan kamu lakukan untukku." ucap Daddy Alvonso menjelaskan.


Mommy Laras merasa malu dan menutup wajahnya di dada suaminya. Daddy Alvonso hanya tersenyum melihat istrinya sampai sekarang masih malu.


Daddy Alvonso membelei rambut istrinya dengan lembut. Ada rasa kedamaian bila berada berdekatan dengan istrinya.


" Daddy, mommy." panggil Alviana


" Ya sayang." jawab mommy Laras lembut


" Ada apa sayang?" tanya daddy Alvonso menjawab bersamaan dengan mommy Laras.


Mereka berdua melepaskan pelukan dan berdiri masing - masing di samping kanan dan kiri Alviana putri mereka.


" Alviana kapan keluar dari rumah sakit?" tanya Alviana


" Kenapa?" tanya daddy Alvonso


" Alvina bosan daddy." ucap Alviana


" Tunggu dokter ya? nanti daddy tanyain." ucap daddy Alvonso.


" Mommy mau mandi dulu ya? " ucap mommy Laras


" Ok." jawab mereka serempak dengan singkat


" Daddy tungguin Alviana mommy mandi saja." ucap daddy Alvonso.


" Ok." jawab mommy Laras lembut.


Mommy Laras masuk ke kamar mandi dengan membawa pakaian ganti.


ceklek


Pintu terbuka tampak dokter dan seorang perawat masuk ke dalam dan memeriksa kondisi Alviana. Setelah 5 menit kemudian dokter dan perawat sudah selesai mengecek kondisi Alviana.


Ceklek


Mommy Laras keluar dari kamar mandi dan sudah segar dan wangi. Mommy Laras mendekati suaminya dan berdiri di samping suaminya.


" Gimana keadaan putri kami dok?" tanya daddy Alonso


" Sudah mulai membaik dan selang infusnya kami lepas ya nona Alviana." ucap dokter

__ADS_1


" Baik dok." ucap Alviana.


Perawat itupun melepaskan selang infus yang menempel di tangan Alviana.


" Apakah nanti siang putri kami boleh pulang?" tanya daddy Alvonso


"Bisa yang penting jaga kesehatannya dan jangan mikir - mikir yang berat." ucap dokter.


" Baik dok." ucap mereka serempak.


" Kalau begitu saya permisi dulu." pamit dokter.


" Terima kasih doker dan suster." ucap mommy Laras dan Alviana.


" Sama - sama nyonya dan nona." ucap dokter dan perawat kompak dengan menjawab bersamaan sambil tersenyum ramah.


Dokter dan perawat keluar dari ruangan rawat inap. Kini tinggallah mereka bertiga.


" Alviana mandi dulu ya? daddy terakhir mandinya karena Alviana tidak betah dad." ucap Alvina.


" Ok. Mandilah" jawab daddy Alvonso.


Alviana pun pergi ke kamar mandi sambil membawa pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh mommy Laras.


Daddy Alvonso yang melihat putrinya masuk ke dalam tidak menyia - nyiakan kesempatan. Daddy Alvonso memeluk istrinya dari belakang menikmati harum wangi rambut istrinya yang menenangkan hatinya.


" Sayang lepas nanti kalau ada orang masuk ke dalam bagaimana?" ucap mommy Laras


" Sudah tidak ada orang datang lagi, dokter dan perawat sudah datang." ucap daddy Alvonso sambil mengendus - ngendus hidungnya ke leher istrinya dan terkadang mengecupnya.


ceklek


" Daddy, mommy!!" teriak Alvonso dan Alvian serempak.


Mommy Laras yang terkejut langsung melepaskan dua tangan Alvonso yang melingkar di perut istrinya.


" Eh kalian sudah datang?" tanya mommy Laras gugup


" Iya mom, Mommy dan daddy lagi ngapain?" tanya Alvian


" Ini kepala mommy pusing terus daddy memegang badan mommy biar tidak jatuh." ucap mommy Laras bohong


" Oh. Mommy mana Alviana mana?" tanya Alvonso


" Lagi mandi." jawab daddy Alvonso


" Sayang, kalian berdua sudah makan?" tanya mommy Laras.


" Belum mom." ucap mereka berdua serempak.


" Kita mau makan apa?" tanya daddy Alvonso.


" Aku ingin nasi padang." ucap Alvonso


" Sama aku juga." jawab mereka serempak.


" Ok kalian mau pesan apa?" tanya daddy Alvonso.


" Daging cincang." ucap mommy Laras


" Aku kepala kakap." ucap Alvonso


" Aku daging rendang." ucap Alvian


Daddy Alvonso mencatat dan mengambil kunci mobil untuk membeli nasi padang.

__ADS_1


" Biar aku yang pergi." ucap mommy Laras sambil mengambil kunci mobil di tangan suaminya.


" Kenapa?" tanya daddy Alvonso bingung


" Sayang belum mandi, biar aku di temani oleh Alvian." ucap mommy Laras.


" Ok." ucap daddy Alvonso


Ceklek


Pintu terbuka tampak Alviana sudah selesai mandi dan memakai pakaian dres warna merah maroon tampak cantik dan seksi, wajahnya memakai riasan natural menambah kecantikan alami.


" Mommy mau kemana?" tanya Alviana karena Alvina melihat mommy Laras membawa kunci mobil


" Mommy mau beli nasi padang." jawab mommy Laras.


" Aku mau pesan juga donk mom?" pinta Alviana


" No, kamu makan makanan rumah sakit, itu sudah tersedia." pinta mommy Laras


" Tapi mom?" ucapannya terpotong oleh mommy Laras


" Tidak ada tapi - tapian, ingat ya pesan mommy jangan suka membuang makanan karena masih banyak orang kelaparan." ucap mommy Laras.


"Baik mom." ucap Alviana patuh


Mommy Laras dan Alvian pergi keluar untuk membeli nasi padang sedangkan daddy Alvonso pergi ke kamar mandi.


Ceklek


Pintu terbuka tampak remaja pria masuk ke dalam ruangan kamar vvip serentak Alvonso dan Alviana menatap siapa yang membuka pintu kamar ruangan inap vvip.


" Arlan." ucap Alvonso terkejut


" Mas Arlan." ucap Alviana


Mereka menjawab secara bersamaan sedangkan yang namanya di panggil hanya senyum pepsodent.


" Ngapain kamu ke sini? belum cukup buat adikku pingsan?" tanya Alvonso menatap tajam Arlan.


" Maafkan saya, saya ingin bertemu dengan Alviana." ucap Arlan


" Tidak boleh, pergilah!" usir Alvonso


" Kakak jangan begitu, ingat kata mommy tidak boleh mengusir orang apalagi orang itu tidak niat jahat sama kita." ucap Alviana


" Tapi dek?" ucap Alvonso terpotong karena Alviana menatap kakaknya dengan sendu jurus andalannya.


" Kakak, Alviana mohon." mohon Alviana sampai mengatupkan kedua tangannya.


" Aish, baiklah." ucap Alvonso pasrah


" Terima kasih kak Alvonso." ucap Arlan senang


" What, kakak, aku tidak salah dengarkah? sejak kapan aku jadi kakakmu?" tanya Alvonso terkejut


" Tidak salah kak, bolehkah aku panggil kakak?" tanya Arlan


" Tidak boleh, kamu sama aku lebih tua dirimu seharusnya aku yang memanggilmu kak Arlan." protes Alvonso


" Tidak panggil aku Arlan saja." ucap Arlan


xxxxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘

__ADS_1


Salam Author,


Yayuk Triatmaja


__ADS_2