Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Dokter Amelia


__ADS_3

" Maksudmu Ken?" tanya daddy Alvonso bingung


" Mereka sepertinya sengaja memukul dengan sangat keras di bagian - bagian tulang rawan akibat pukulan itu membuat tulang - tulang Amel ada beberapa bagian yang retak." ucap dokter Kennath menjelaskan.


" Jahat sekali mereka, apa mereka tidak mikir kalau Amel seorang wanita diperlakukan seperti itu? tanya mommy Laras bingung.


" Sepertinya mereka sengaja ingin melukai Amel. Siapa mereka? apakah sudah ditangkap?" tanya dokter Kennath beruntun


" Sudah di tangkap dan sekarang bersama Arlan dan Harlan, sekalian mau menanyakan siapa dalangnya." ucap daddy Alvonso


" Bagus, aku tidak sabar menunggu beritanya." ucap dokter Kennath.


" Oh ya Alvian sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan sedangkan Amel dipindahkan ke ruang ICU. Kalian sudah menghubungi keluarganya?" tanya dokter Kennath


" Ya ampun sampai lupa aku." ucap mommy Laras sambil menepuk dahinya.


Mommy Laras mengeluarkan ponselnya dan ingin menghubungi keluarga Amel. Tiba - tiba mommy Laras tersenyum malu membuat daddy Alvonso, dokter Kennath dan Alvonso bingung.


" Ada apa mom?" tanya daddy Alvonso menatap istrinya.


" Hmmm... mommy tidak tahu nomer handphone keluarga Amel." jawab Mommy Laras tersenyum malu.


Sontak ke tiga pria tampan tersebut menepuk dahi masing - masing sedangkan mommy Laras hanya tersenyum memamerkan dua barisan giginya yang putih.


" Oh iya ponsel milik Amel, kita bisa tahu nomer handphone keluarganya." ucap Alvonso tiba - tiba.


" Oh iya benar, Ken minta tolong perawat untuk mencari ponsel milik Amel di kantong celana atau kemejanya." pinta mommy Laras.


" Ok." jawab dokter Kennath singkat.


Dokter Kennath memanggil perawat dan mengatakan sesuatu dan perawat itu hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


15 menit kemudian perawat itupun kembali dan menemui mereka.


" Maaf dok, ponselnya tidak ada dan ponsel milik tuan Alvian juga tidak ada." ucap perawat.


" Baik. Terima kasih suster." ucap dokter Kennath


Perawat itupun pergi meninggalkan mereka.


" Alvonso, ambil laptop di mobil." printah mommy.


" Baik mom." jawab Alvonso


Baru saja Alvonso pergi pintu ugd terbuka brankar milik Alvian keluar dan dipindahkan ke ruang vvip kemudian di susul brankar milik Amel dipindahkan ke ruangan ICU seperti apa yang dikatakan dokter Kennath barusan.


5 Menit kemudian


" Ini mom laptopnya." ucap Alvonso memberikan laptopnya.


Mommy Laras menerima laptopnya.

__ADS_1


" Alvonso kamu ingat nama panjangnya Amel?" tanya mommy Laras


" Amelia Dacosta." ucap Alvonso


" Apakah nama ayahnya Alex Dacosta dan nama PT nya. Alex Dacosta." tebak daddy Alvonso


" Benar dad, kami melakukan kerjasama dengannya." jawab Alvonso


" Daddy kenal dengan mereka, mereka salah satu teman bisnis daddy. Daddy akan menghubungi Alex." ucap daddy Alvonso


" Apakah daddy mempunyai nomer ponsel tuan Alex?" tanya Alvonso untuk meyakinkan dirinya.


" Punyalah,makanya daddy mau menelephonenya." ucap daddy sambil mengeluarkan ponselnya.


" Daddy, kenapa tidak bilang dari tadi? kan Alvonso tidak perlu keluar ambil laptop." ucap Alvonso dengan muka cemberut.


" Kan daddy tidak tahu nama panjangnya." jawab daddy Alvonso menjelaskan.


" Aish sudah jangan ribut, daddy langsung telephone keluarganya." ucap mommy Laras.


Daddy Alvonso mulai menghubungi tuan Alex untuk mengabarkan kalau putrinya di rawat sedangkan mommy Laras iseng ingin mengetahui identitas keluarga Amelia.


" Mommy penasaran ada berita apakah di keluarga besar Alex Dacosta." ucap mommy Laras sambil menyalakan laptopnya setelah menyala mommy Laras mulai mengutak atik laptopnya untuk meretas data keluarga Alex Dacosta.


Baru saja mengutak atik data tiba - tiba ada suara nyaring di ponsel milik dokter Kennath, daddy Alvonso dan mommy Laras. Mereka bertiga melihat ponsel masing - masing.


" Daddy dan Ken kalian berdua langsung ke lobby ada penyusup di lobby. " ucap mommy Laras


Mommy Laras membatalkan meretas data Alex Dacosta. Karena mommy Laras meretas cctv milik dokter Kennath yang berada di lobby.


Tampak di layar laptopnya memperlihatkan rekaman cctv dua orang panik ketika tiba - tiba mereka masuk terdengar suara sirene agak kencang ketika ingin berbalik pintu otonatis tertutup rapat.


Daddy Alvonso dan dokter Kennath sudah datang dan melihat dua orang itu membawa seorang sandera.


" Buka pintunya atau orang ini akan mati." ucap salah satu pria sambil menekan sebuah pisau di leher seorang wanita membuat wanita itu meringis karena darah keluar akibat tekanan pisau itu.


Mommy Laras yang melihat itu menjadi geram.


" Al, kamu disini lihat laptopnya."perintah mommy Laras.


" Baik mom." jawab Alvonso


Mommy Laras berjalan menaiki tangga lantai dua dan melihat ke lantai bawah untuk melihat posisi ke dua pria itu. Setelah di rasa cukup mommy Laras melepaskan dua sepatunya dan melemparkan ke arah ke dua pria itu secara bersamaan.


bugh akh


bugh akh


Kedua tubuh pria itu mundur ke belakang karena terkena lemparan sepatu mommy Laras hal itu tidak disia siakan oleh dokter Kennnath dan daddy Alvonso langsung menyerang mereka membuat mereka babak belur.


" Siapa menyuruh kalian?" bentak dokter Kennath

__ADS_1


Tiba - tiba ke dua pria itu mengeluarkan busa dan meninggal di tempat.


Dokter Kennath langsung mengecek nadinya di tangan dan di leher.


" Sial, ke duanya meninggal. Bawa mereka berdua ke ruang outopsi." perintah dokter Kennath ke perawatnya.


"Baik." jawab perawat serempak


Beberapa perawat membawa dua brankar dan menaruh dua jenasah ke atas brankar diikuti oleh dokter Kennath. Sedangkan wanita yang tadi disandera diobati oleh salah satu perawat.


Daddy Alvonso berjalan memasuki ruangan Alvian yang masih terbaring dan memejamkan matanya.


Daddy Alvonso duduk di samping ranjang anaknya.


" Alvian, Kami semua ingin kamu segera sembuh dan berkumpul kembali. Daddy kangen biasanya kalau malam kita sering main catur, kamu tahu Alvian sebenarnya daddy sering mengalah supaya kamu senang. Melihatmu senyum bahagia karena menang membuat daddy senang melihatnya. Karena senyuman kalian merupakan kebahagiaan mommy dan daddy." ucap daddy sampai tidak terasa air matanya keluar. Daddy Alvonso mengusap kepala Alvian


ceklek


Pintu kamar mandi terbuka tampak Alvonso keluar dari kamar mandi.


" Mommy kemana Al?" tanya daddy Alvonso sambil melirik sekeliling ruangan


" Mommy lagi di ruangan ICU menunggu Amel." ucap Alvonso.


" Oh." jawab daddy Alvonso singkat.


Ceklek


xxxxx


Di ruangan ICU seseorang menatap wajah Amelia dengan penuh kebencian.


" Kamu adalah penghalangku. Beberapa kali aku mencoba membunuhmu selalu saja gagal karena ada saja orang yang selalu menolongmu. Kini kamu sendiri tidak ada orang yang akan membantumu." ucap seseorang itu dengan muka sinis.


xxxxx


Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2