Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
6 Bulan Kemudian


__ADS_3

Alvian sudah tersadar dan menatap mommy Laras dan kakaknya Alvonso.


"Mom, kak Al" panggil Alvian


" Haus." ucap Alvian


" Sudah sadar sayang, mana yang sakit?" tanya mommy Laras sambil memberikan air minum yang berada di meja.


Alvian meminum sampai setengah gelas.


" Sudah mom terima kasih." ucap Alvian tersenyum


Mommy Laras hanya tersenyum dan mengembalikan gelasnya ke meja.


" Badanku sakit semua mom, seperti habis digebukin." keluh Alvian manja.


" Mau kakak tambahin Al?" tanya kak Alvonso jahil.


" Kakak jahat, adik yang tampan begini dan sedang sakit bukannya di sayang malah ditambahin sakitnya. Mommy kakak Al nakal tuh?" ucap Alvian manja.


" Kak Al, adikmu sakit kok diusilin." ucap mommy Laras.


Alvonso hanya tersenyum menatap mommy Laras dan adiknya Alvian.


" Cepat sembuh ya dik, kakak sepi tidak ada teman untuk membuat program baru." ucap kak Alvonso


" Iya kak, Alvian juga bosan tinggal di rumah sakit, oh ya mom, Amel kemana mom? dia baik - baik sajakan?" tanya Alvian kuatir.


" Amel masih koma, nanti kalau sudah sadar mommy akan kasih kabar." ucap mommy Laras.


" Orangnya sudah tertangkap mom?" tanya Alvian


" Sudah, daddy, paman Ronald dan paman Kennath sedang berada di markas." ucap mommy Laras.


ceklek


Tampak Arlan dan Alviana masuk ke dalam ruang perawatan vvip.


" Hallo kakakku yang tampan, maaf baru menengok sekarang, ada yang sakit kak?" tanya Alviana mendekati kakaknya dan memegang tangan kakaknya.


" Tidak apa - apa dik, kakak senang adik datang menengok keadaan kakak. Badan kakak terasa sakit untuk digerakkan." ucap Alvian


" Semoga kakak cepat sembuh." ucap Alviana


" Terima kasih adikku yang cantik." ucap Alvian.


ceklek

__ADS_1


Max, Debby, Denis, Denisa dan Clara masuk ke dalam ruangan.


" Kakak tampan." panggil mereka serempak


" Hallo adik - adikku yang tampan dan cantik." sapa Alvian


" Kakak, apa ada yang yang sakit?" tanya Debby


" Badan kakak digerakkin sakit dik." ucap kak Alvian


" Debby kalau sudah besar menjadi dokter yang hebat supaya kalau orang tua kita atau kakak - kakakku semua yang sedang sakit Debby akan sembuhkan. Debby akan ciptakan obat yang bisa cepat menyembuhkan." ucap Debby penuh semangat.


" Amin." jawab mereka serempak.


Tidak terasa hari sudah sore, mommy Laras, Arlan, Alviana beserta Debby, Denis, denisa, Mark dan Clara pulang bersama sedangkan Alvonso menjaga adiknya Alvian.


xxxx


Sampai di mansion mereka masuk ke kamar masing - masing kecuali mommy Laras langsung masuk ke dapur untuk menyiapkan makan siang dengan di bantu beberapa pelayan.


Kini mereka menikmati makan siang mereka tanpa ada yang mengeluarkan suara. Mereka semua menikmati makanan buatan mommy Laras.


Selesai makan mereka kembali ke kamar masing - masing untuk istirahat. Kecuali mommy Laras dan Max mereka berdua berada di ruang kerja.


" Max, mommy sampai lupa, kamu mempunyai hobby apa Max?" tanya mommy Laras


" Waktu Max iseng membuka google, Max tertarik untuk membuat alat - alat CCTV yang sangat kecil sekali dan bisa menangkap gambar dan suara yang sangat jernih hingga tidak ada yang tahu kalau ada cctv." ucap Max


" Tapi mom, buat seperti itu membutuhkan uang tidak sedikit sedangkan Max tidak punya uang." ucap Max sedih


" Kenapa sedih Max? kan ada daddy Alvonso tinggal minta." ucap mommy Laras lembut sambil membelai rambut Max.


" Max sudah banyak merepotkan dan Max tidak ingin menjadi beban terus. Max bersyukur mommy dan daddy beserta keluarga mau menerima Max." ucap Max sendu.


Max teringat dirinya yang selalu di bully dan tidak diterima oleh orang sekitarnya. Keluarga orangtuanya sangat sibuk dan tidak ada waktu buat Max hingga Max hidup seorang diri.


" Max, mommy mohon kamu jangan selalu berfikir, kalau kami semua merasa kamu itu beban ataupun merasa direpotkan karena kamu sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga." ucap mommy Laras dengan mata sendu kemudian tidak lama mommy Laras memeluknya.


Max membalas pelukan mommy Laras. Ada rasa kedamaian ketika mommy Laras memeluk dirinya.


" Max, kami semua sayang padamu. Jadi kami berharap kamupun juga sama. Kita saling menyayangi dan saling membantu satu sama lain." ucap mommy Laras


" Iya mom. Terima kasih sudah menganggap Max sebagai bagian dari keluarga." ucap Max


" Sama - sama Max, terima kasih sudah menganggap kami sebagai keluargamu." ucap mommy Laras sambil melepaskan pelukan begitu pula dengan Max.


" Max, sudah siang istirahat, kamu istirahatlah. Hari ini mommy akan daftarkan kamu dan besok tinggal pilih jadwal mana yang kamu bisa." " ucap mommy Laras dengan nada lembut.

__ADS_1


" Baik mom, sekali lagi terima kasih." ucap Max tulus.


Max pun pergi meninggalkan ruangan kerja dan diikuti oleh Mommy Laras untuk istirahat.


xxxx


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya usia kandungan Alviana kini menginjak 7 bulan perut Alviana semakin membesar.


Dokter Amel juga sudah sadar dan beraktifitas seperti biasanya begitupula dengan Alvian.


Hubungan mereka di setujui oleh keluarga Alvian maupun daddynya Amel dan rencana dalam minggu ini mereka akan menikah.


xxxx


" Kak Alvian." panggil Alviana dengan nada manja


" Pasti ada maunya." tebak Alvian


" Hehehe... tahu saja." ucap Alviana tersenyum malu.


" Mau minta apa dik?" tanya Alvian


" Aku ingin mangga muda yang ada di taman belakang tapi kak Alvian yang memanjat." pinta Alviana


" What??? minta sama suamimu saja." ucap Alvian


" Huaaaaaa." jerit Alviana menangis karena tidak dituruti keinginannya.


" Auch." teriak Alvian karena tiba - tiba kakaknya Alvonso datang dan menjewer adiknya.


" Alvian, kamu itu iseng gangguin adikmu." omel kak Alvonso sambil melepaskan tangannya yang tadi habis menjewer telinga adiknya.


" Aish kakak, asal nuduh aja. Tadi Alviana memintaku mengambil mangga muda dan Alvian di suruh manja, Alvian kan tidak bisa memanjat." gerutu Alvian sambil memegang telinganya.


" Maafkan kakak Alvian, kakak tidak tahu." ucap kak Alvonso menyesal.


" Makanya jangan asal menuduh, karena kakak salah jadi kakak yang mengambil mangga muda itu." ucap Alvian sambil tersenyum jahil.


" Aish tidak bisa Alviana kan memintamu bukan meminta kakak." ucap kak Alvonso berkilah.


" Nanti dulu, Alviana ingin ke dua kakakku yang sangat tampan ini mengambil mangga muda untukku." ucap Alviana tersenyum bahagia


" Tapi..." ucapan mereka terpotong karena Alviana menyahut.


" Kedua kakakku yang tampan, kalian tega melihat ponakan kalian menangis karena ke dua pamannya yang ganteng tidak mau menuruti keinginan ponakannya." ucap Alviana dengan mata mulai berembun.


" Ok, baik jangan menangis ke dua kakakmu yang tampan ini akan mengambilkannya." ucap ke duanya serempak.

__ADS_1


" Terima kasih kak." ucap Alviana sambil berusaha berdiri dan memeluk ke dua kakaknya.


Kedua kakaknya membalas pelukan Alviana kemudian tidak berapa lama mereka melepaskannya.


__ADS_2