Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Dendam Arlan


__ADS_3

Mama Arlan agak takut menatap Mommy Laras seperti menelannya hidup - hidup setelah menguasai keadaan, mama Arlan berdiri dan menarik tangan anak dan suaminya secara kasar.


" Ayo kita pulang buang - buang waktu saja kita di sini." ucap mama Arlan.


Mereka bertiga berjalan ke luar pintu tapi sebelum melangkahkan kakinya mama Arlan berhenti tanpa membalikkan badannya.


" Oh ya pak wakil pemilik sekolah anak kami Arlan tidak akan sekolah murahan dan rendahan seperti ini, kami akan pindahkan di tempat yang lebih bonafit dan keren tidak seperti sekolah di sini, cuih kampungan." ucap mama Arlan sambil berjalan meninggalkan ruangan sekolah.


Semua orang hanya mengelus - ngelus dadanya supaya diberi kesabaran dan beruntung Arlan sekolahnya dipindahkan jadi terbebas dari mak lampir.


" Tuan Alvonso mohon maaf atas ketidak nyamanannya." ucap wakil pemilik sekolah." ucap wakil pemilik sekolah merasa tidak enak gara - gara keluarga Arla.


'' Tidak apa - apa santai saja. Kalau begitu kami pulang dulu." ucap daddy Alvonso


" Baik tuan Alvonso silahkan." ucap wakil pemilik sekolah.


Alvonso dan Alvian berjalan di depan sedangkan Daddy Alvonso merangkul pundak istrinya mommy Laras dari samping. Sungguh pasangan serasi


Dalam perjalanan ke parkiran daddy Alvonso menggoda istrinya membuat mommy Laras tersenyum malu.


" Ternyata ketampananku tidak pernah hilang sampai - sampai istriku memujiku di depan orang." ucap Daddy Alvonso narcis.


" Ih, Daddy sudah tua masih abg aja ." ucap Alvian sebel melihat ke narcis san daddynya.


" Iya nih Dad, malu donk Dad sama umur." goda Alvonso.


" Kalian ini tega ya menghina Daddy." omel Daddy sambil mendelikkan matanya dan berkacak pinggang ketika berada di parkiran.


Alvonso dan Alvian berlarian dan berlindung ke belakang mommynya.


" Mommy, daddy galak kayak singa?" ucap Alvonso sambil menahan tawa


" Iya mom, itu matanya mendelik kamikan takut." balas Alvian sambil


Mommy Laras tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Kalian ini sudah besar seperti anak kecil saja." ucap mommy Laras.


Mereka bertiga tertawa. Kemudian Daddy Alvonso berjalan mendekati ke dua anaknya dan menariknya agak menjauh dari mommy Laras sedangkan Laras di suruh masuk ke dalam mobil.


" Alvonso dan Alvian kita mau makan dimana? hari ini Mommy ulang tahun." tanya daddy Alvonso


" Ya ampun kok kita lupa ya?" ucap Alvonso dan alvian bersamaan sambil menepuk jidatnya masing - masing."

__ADS_1


" Kita makan di restoran favorit Mommy aja dad." usul Alvian


" Tapi di sana lumayan ramai di jam segini. Apa kita booking aja restorannya." usul Daddy Alvonso.


" Dad, tahu sendiri Mommy tidak suka menghambur - hamburkan uang, kita sewa 1 meja tempat duduk yang paling pojok." usul Alvonso


" Ok daddy setuju." jawab Daddy Alvonso


" Aku akan pesan kue ulang tahun." jawab Alvian.


" Undang 2 sahabat mama dan 2 sahabat daddy tidak dad?" tanya Alvonso.


" Undangnya nanti malam saja, daddy sudah pesan hotel kita semua menginap di hotel dan kita merayakan ulang tahun Mommy di lobby hotel, daddy juga sudah pesan kue ulang tahunnya, khusus yang ini acara kita berempat aja." ucap Daddy menerangkan.


" Ok dad kami setuju." ucap Alvonso dan Alvian bersamaan.


" Tos." ucap daddy Alvonso sambil mengangkat satu tangannya untuk mengajak tos ke dua anaknya dan ke dua anaknya mengangkat tangannya dan membalas tos daddynya sambil tertawa bahagia.


" Masih lamakah? Mommy keburu kering di dalam mobil." omel Laras


Ketiga pria tampan itu tertawa bersama dan memberikan tanda hormat dan masuk ke dalam mobil.


Daddy Alvonso duduk di depan mengendarai mobil dan mommy Laras duduk di samping suaminya sedangkan Alvonso serta Alvian duduk di belakang pengemudi dan mobil itupun berangkat menuju ke restoran.


Mereka memang sudah keluar tapi di dalam mobil mama Arlan mengomel terus menerus membuat Arlan kesal dan bosan sehingga Arlan mengatakan ingin ke toilet dan sudah sangat kebelet akhirnya orangtuanya mengijinkannya. Arlan kembali lagi ke sekolah menuju toilet.


Keluar dari toilet Arlan melihat orangtua Alvonso sangat mesra berjalan sambil merangkul bahu istrinya dari samping dan Alvonso berjalan dengan saudaranya Alvian berjalan di depan.


Hatinya dipenuhi rasa iri hati dan tidak adil karena Arlan tidak mendapatkan seperti Alvonso.


Arlan berjalan agak menjauh dan mengikuti mereka agar tidak ketahuan oleh mereka, sampai akhirnya mereka berada di luar mobil Arlan mereka tertawa bersama hatinya bertambah sakit hati. Tangannya di genggam dengan erat menahan rasa iri dan dendam karena dipermalukan di sekolah.


"( Tertawalah kamu sampai puas Alvonso sampai pada akhirnya kamu akan menangis seperti yang kurasakan sekarang." batin Arlan ).


Arlan pun masuk ke dalam mobil meninggalkan parkiran sekolah.


Di dalam mobil mamanya Arlan mengomel terus seperti kereta api. Akhirnya Papanya Arlan dan Arlan menggunakan earphone dan menyetel musik agak keras agar tidak lagi mendengar suara kaleng rombeng.


Selesai bicara dan mengatur nafas diapun berbicara kembali.


" Aku sangat lapar kita makan di restoran favorit mama saja." ucap mama Arlan


hening

__ADS_1


hening


hening


Mama Arlan merasa curiga dan matanya melotot melihat suami dan anaknya masing - masing memakai earphone.


bugh


bugh


Auch


Auch


cittt


Mamanya Arlan memukul suami dan anaknya membuat mereka berteriak kesakitan dan kaget sehingga papa Arlan mengerem mobilnya secara mendadak untung saja jalanan tidak begity ramai sehingga tidak terjadi kecelakaan.


papa Arlan membuka earphone di ke dua telinganya dan menatap tajam istrinya.


" Ada apa?" tanya papa Arlan ketus


" Kalian ini ya di kasih tahu mama malah kalian sengaja memakai heandset." omel mama Arlan.


" Aku lagi nerima pesan dari kantor makanya aku pakai heandset." ucap papa Arlan bohong demi kebaikannya daripada di amuk sama singa betina.


" Oh kirain." ucap mama Arlan sambil nyengir kuda.


" Ada apa?" tanya papa Arlan lagi.


" Kita makan di restoran favorit mama saja." ucap mama Arlan


" Ok." jawab papa Arlan


Sedangkan Arlan hanya diam saja pasalnya dua telinganya masih memakai earphone.


Papa Arlan mengendarai mobil menuju ke restoran favorit istrinya selang 20 menit kemudian merekapun sampai. Papa Arlan memarkirkan mobilnya.


Mereka bertiga berjalan dan masuk ke dalam restoran favorit. Seelah mencari akhirnya ada 3 meja kosong yang 2 berada dipojokkan dan yang satu lagi berada tidak begitu jauh dari pojokan.


Mereka bertiga duduk di kursi pojokkan dan mulai membuka menu. Tidak berapa lama datanglah segerombalan 4 orang dan duduk di meja yang membelakangi mereka.


Mereka adalah Keluarga Alvonso. Daddy Alvonso dan mommy Laras duduk bersebelahan menghadap Alvonso dan Alvian dan di sebrang mejanya ada Arlan duduk tapi mereka belum sadar akan kehadirannya sedangkan Alvonso dan Alvian duduk membelakangi mama Arlan dan Papa Arlan.

__ADS_1


__ADS_2